Jadilah Prajuritku Selamanya

Jadilah Prajuritku Selamanya
Ep. 40


__ADS_3

Beberapa waktu berlalu...


“Darimana saja kau?” Anastasya tersenyum pada gadis kecil itu.


“Aku sedang melihat bunga-bunga ini, bu“ jawab gadis kecil itu.


“Wah semuanya sangat indah, bukan?” Anastasya berkata, “aku sangat menyukai semuanya.”


Suasana tampak hening, dan tiba-tiba gadis kecil itu memecahkan suasana keheningan itu,


“Kakak juga sangat menyukai bunga-bunga ini?”


“Ya, tentu saja sayang,” jawab Anastasya, masih mengagumi bunga-bunga itu.


“dan.. Ayah?”


Mata Anastasya langsung berkaca-kaca saat wajah Alex muncul dibenaknya.


“bu.. aku sangat merindukan Ayah..” kata gadis itu dengan nada sedih.


“Aku juga merindukannya, sayang,” kata Anastasya saat mengingat semua momen indah yang dia alami bersama Alex.


“Aku yakin ayah juga menyukai bunga-bunga ini.”


Anastasya berbisik saat dia berlutut dan memeluk putrinya.


“Aku sangat merindukannya, ibu,” kata gadis itu dengan terisak.


“Aku tahu,” Anastasya balas berbisik


'Hidup kami tidak lengkap tanpamu Alex' pikir Anastasya, dia merasa hatinya sakit.


'Aku membutuhkanmu dan juga keluargamu membutuhkanmu.'


“Apa ibu sering berpikir tentang ayah?”


Gadis kecil itu tiba-tiba bertanya saat dia memiringkan kepalanya untuk melihat ibunya.


“ya.. selalu sayang,” jawab Anastasya sambil menyeka air mata putrinya.


Sekarang sudah jam 2 siang dan Anastasya mulai menidurkan anak-anaknya.


“bu... aku ingin bermain,” kata putranya sambil menguap.


Anastasya tertawa, “Kalian berdua harus istirahat, oke?”


“Oke, baiklah bu” jawab anak-anak tampak tidak terlalu senang.


“selamat tidur si kembar!” katanya dengan gembira dan meninggalkan ruangan untuk pergi keluar; ke taman.


Begitu dia tiba diluar dia mulai melihat bunga-bunganya dan tiba-tiba dia mendengar suara dari semak-semak. Anastasya langsung berbalik dan melihat di sekitarnya.


“siapa disana?” Anastasya memanggil.


Tidak ada jawaban.


“Aku tahu ada orang disekitar sini, jadi jawab aku!” dia bertanya.


Menjadi orang tua selama 4 tahun sudah cukup untuk membuatnya lebih beribawa.


Tiba-tiba seseorang memeluknya, “sekarang aku tahu, kau terlihat sangat cantik setiap hari, di antara bunga-bunga ini kau terlihat


lebih cantik..”


“kau bodoh!” Anastasya berteriak saat dia berusaha membebaskan dirinya dari pelukan itu, “kau tidak memberitahuku kau pulang hari ini! Alex, kenapa? Bagaimana kau bisa melakukan itu?”


“Suamimu kembali dari satgas


setelah berbulan-bulan dan begini caramu menyambutnya?” pria itu menyeringai


padanya.


“Alex, apa kau tahu betapa aku merindukanmu!” dia berkata kembali, “aku....”


“sssttt, aku tahu..” bisiknya saat memeluknya erat, “jangan menangis. Aku disini sekarang. Aku juga sangat merindukan kalian semua!”


Anastasya menatapnya dan tidak bisa menghentikan airmatanya jatuh dipipinya.


“Aku sangat mencintaimu,” bisiknya dengan mata berkaca-kaca dan Alex mulai menciumnya dengan penuh semangat.


Saat ciuman mereka berakhir, Anastasya menatap wajahnya dengan penuh bahagia. Dia tampak lelah dan ada lingkaran hitam di bawah matanya. Dia benar-benar senang bisa bersama istrinya lagi.


“Aku juga mencintaimu Alex..


sudah begitu lama aku belum melihatmu, ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan..” bisiknya, menyentuh rambutnya.


“Mereka sudah besar?” Alex bertanya sambil tersenyum.


“Seperti biasa,” desah Anastasya.


Mereka mendengar pintu terbuka tiba-tiba.


“Ayah!!” gadis kecil itu


menjerit dan berlari ke arah Alex dan melompat dalam pelukannya.


“Cintaku, apakah kau merindukanku?” Alex bertanya padanya saat dia mengangkat putrinya di lengannya dan mencium dahinya.


“Sangat ayah!!” dia menjawab dan

__ADS_1


memeluk ayahnya.


Anastasya tersenyum melihat


pemandangan ini. Dia merasa sangat bahagia sekarang. Alex akhirnya kembali.


Sekarang dia, Alex, anak-anak akan berkumpul bersama!


“Aku akan memberitahu kakak kalau ayah sudah kembali!” gadis kecil itu menangis dan ayahnya membiarkannya pergi.


“Hati-hati sayang!” baik Anastasya dan Alex berkata serempak.


Begitu mereka ditinggal berdua, alex memeluk istrinya lagi, “jadi.. dimana kita?”


Anastasya menyeringai dan berkata dengan bercanda, “aku tidak ingat”


“ohh, sungguh?” Alex menyeringai dan keduanya tertawa.


“Baiklah, aku ingat,” kata Anastasya sambil tertawa lagi.


“tidak, tidak apa-apa aku bisa membantumu mengingatnya,” Alex berbisik pelan di telinganya.


“Alex! Sekarang katakan padaku bagaimana semuanya? Apa berjalan dengan baik?” Anastasya bertanya padanya, “kita akan


punya banyak waktu untuk bercinta,  jangan khawatir.”


“Semuanya berjalan sangat baik disana, kau tidak perlu khawatir tentang itu.” dia menjawab sambil tersenyum dan memeluknya, “dan aku punya kejutan untukmu dan anak-anak...”


“Apa?” wanita itu bertanya dengan nada bersemangat, sekarang menatap matanya.


“Sebentar lagi aku akan naik pangkat,” jawab Alex dan memeluk Anastasya lagi, “dan aku bisa bekerja di batlyon sekarang..”


“Jadi ini berarti..” mata anastasya melebar.


“Ya cintaku. Aku benar-benar sudah bekerja keras untuk semua ini dan tampaknya akhirnya terbayar.” Alex melanjutkan, “aku tidak perlu pergi bertugas di perbatasan dan aku akan bisa tinggal disini bersama kalian semua seperti yang kita inginkan!”


“Oh ini berita terbaik yang pernah ada, sayang!” Anastasya berkata dengan gembira, matanya berbinar, “kau tidak tahu betapa bahagianya aku mendengar semua ini!”


“Aku tahu,” kata Alex, “Bahkan aku sangat gembira tentang ini. Akhirnya aku bisa tinggal bersama keluargaku!”


“Ohya?” Anstasya berkata dengan riang.


“Dan bagaimana toko bunganya?”


Alex bertanya, “bagimana dengan bisnismu, istriku?"


“Oh, toko bunga berjalan dengan baik seperti biasa!” Anastasya menjawab.


“Itu bagus. Aku juga harus pergi dan bertemu ibu dan ayah.” Tiba-tiba Alex menambahkan.


“Tentu,” Anastasya setuju, “kuharap kita juga bisa bertemu herry dan sarah disana.”


“ya,” Alex tersenyum dan


bahagia..


Tapi keadannya tidak terlalu baik pada hari dia ditembak oleh lucas. Ia masih bisa mengingatnya seperti


kemarin. Setelah Anastasya pingsan di lengannya, Alex merasa hatinya hancur. Dia


tidak tahu harus berbuat apa. Ambulans tiba dirumah Lucas, tapi Alex menolak


mengambil bantaun medis untuk dirinya sendiri saat mereka sampai dirumah sakit.


Dia tahu Anastasya menderita, jadi dia ingin memastikan bahwa Anastasya baik-baik saja.


Kilas balik....


“Tolong, Dokter!” Alex berkata saat mereka membawa Anastasya di ruang operasi, “dia akan baik-baik saja, kan?”


“jangan khawatir,” Dokter meyakinkannya, “kami akan merawatnya.”


Dia tetap berada diluar ruangan, menunggu. Para dokter tidak mengatakan apapun setelah itu.


Setelah beberapa saat, orang tuanya, bersama dengan herry, sarah dan bahkan Clara tiba dirumah sakit. Mereka semua sangat khawatir. Alex senang kalau Herry tau yang sebenarnya sekarang dan dia tidak lagi marah pada Anastasya.


Namun, ia juga memperhatikan perubahan dalam sikap Anastasya. Sebenarnya dia seharusnya memperhatikan perubahan itu di rumah Lucas sendiri.


Semoga operasinya cepat selesai setelah beberapa jam dan Anastasya keluar dari bahaya. Saat itulah Alex setuju untuk mendaptkan bantuan medis mengobati cedera kepalanya. Semoga, dia cepat pulih.


Beberapa hari kemudian mereka


diizinkan mengunjungi Anastasya. Alex masuk kedalam ruangan untuk melihat gadis


yang paling dia cintai berbaring ditempat tidur dan tersenyum padanya. Dia


terlihat sangat lemah.


“Selamat pagi,” kata Alex.


“Pagi..,” balas Anastasya, “Apa kabar?”


“Aku baik-baik saja, tapi kau harus memberitahuku bagimana perasaanmu,” Alex cepat-cepat menambahkan, “katakan padaku Anastasya...”


“Alex tenang, aku baik-baik saja.” Anstasya menjawab “jangan khwatirkan keadaanku.”


Alex mendekatinya dan duduk disebelahnya.


“Kau yakin?” dia berbisik.

__ADS_1


“ya... cintaku,” jawabnya.


Alex tersenyum padanya dan mencium dahinya.


“hemmm ehmm...” seseorang berdehem.


Keduanya memandang ke arah pintu dan melihat... Clara.


“Clara,” kata Anastasya dan mulai bertanya-tanya apakah dia akan berdebat dengannya.


Clara menertawakan ekspresi


wajahnya, “Jangan khawatir. Aku disini


bukan untuk berdebat denganmu Anastasya, tidak juga denganmu Alex. Aku hanya


ingin memastikn kalau kalian baik-baik saja. Para dokter mengatakan kau akan segera pulih. Itu berita bagus.”


Baik Alex dan Anastasya menunggunya untuk melanjutkan, tidak yakin apa yang akan dia katakan selanjutnya.


“Dan...” lanjutnya, memandang ke jendela, “aku juga datang ke sini untuk mengucapkan terima kasih pada kalian berdua karena sudah menyelamatkan aku.”


Clara kemudian melihat ke arah Anastasya dan Alex tersenyum; senyum yang tulus.


“Clara,” Alex memulai, “Aku harus menyelamatkanmu. Kau tidak perlu mengucapkan terima kasih.”


“Tidak Alex,” kata Clara, “aku harus mengatakannya. Aku minta maaf sudah membuatmu dalam masalah, tolong maafkan aku.Aku juga datang kesini untuk mengucapkan selamat tinggal pada kalian semua.”


“Selamat tinggal?” Anastsya berkata dengan rasa ingin tahu.


“Ya, aku akan kembali ke Jerman.” Clara berkata, “Aku pikir aku perlu waktu untuk diriku sendiri setelah semua kejadian itu terjadi dan juga seluruh keluargaku ada disana.”


Clara memandang mereka dengan cermat, “kalian mengajariku apa itu cinta sejati. Aku sadar kalau kalian berdua di takdirkan untuk bersama. Dan maaf sekali lagi, aku tahu aku sudah membuat banyak masalah.”


“kita semua sudah memaafkankanmu dan lupakan hal ini,” kata anastasya, “jangan khawatir, Clara. Semuanya akan baik-baik saja.”


“Ya, kau benar Anastasya,” Clara setuju, “aku harus pergi sekarang. Semoga bahagia, yang terbaik untukmu!"


“Semoga yang terbaik juga untukmu,” kata Alex dan Anastasya.


Setelah hari itu mereka tidak pernah lagi melihat Clara. Dia kembali ke negara asalnya dan mengejar karirnya sebagai modeling. Mereka kemudian mendengar kalau Clara menjadi perancang busana dan membuka butiknya sendri.


Setelah keluar dari rumah sakit, keluarga


Alex menyuruh Anastasya untuk datang dan tinggal bersama mereka dan meskipun Anastasya tidak setuju pada awalnya, dia terpaksa mengatakan ya pada akhirnya. Mereka


merawatnya dengan baik dan saat Anastasya merasa lebih baik, dia bekerja untuk


keluarga Alex untuk beberapa waktu dan suatu hari Alex melamarnya dan Anastasya menerima lamaran itu.


Semua orang senang mendengarnya dan pernikahan itu dirayakan dengan tradisi kemiliteran dengan gembira. Alex dan Anastasya pergi untuk tinggal di rumah mereka sendiri yang dibeli Alex dan saat itulah Anastasya punya ide untuk membuka toko bunga sendiri. Anastasya sudah pernah bekerja di toko bunga sebelumnya dan karena itu memiliki banyak pengetahuan tentang cara mengelola semuanya.


Segera setelah itu, sikembar lahir dan karena Alex masih seorang prajurit ia harus meninggalkan mereka beberapa waktu karena pekerjaan dan mereka tidak akan sering melihatnya. Namun sekarang, Alex tahu kalau dia tidak perlu pergi karena dia akan bekerja


disini.


“Tetaplah  tersenyum seperti ini,” katanya pada istrinya sambil membelai pipinya.


Anastasya mengangguk.


Mereka berdua juga mendengar kalau Lucas berada di penjara selama beberapa waktu. Dia juga di diagnosis sebagai pasien jiwa sehingga mereka tidak bisa menahannya dipenjara lebih lama. Karena itu, ia dirawat di rumah sakit jiwa. Setelah menjadi lebih baik, dia pergi kerumahnya dimana dia tinggal bersama keluarganya. Dia tidak membahayakan siapapun setelah kejadian itu.


Alex menarik nafas dalam-dalam dan


tersenyum. Semuanya akan baik-baik saja sekarang.


“Ayah!” putra Alex berlari


padanya dan dia memeluknya. Anak perempuan kecilnya juga.


“Bagaimana kabarmu putraku?” Alex bertanya saat dia menggendongnya.


“Aku baik-baik saja ayah. Kau tidak akan pergi lagi kan? Ayah, tinggalah bersama kami sekarang,” kata putranya.


“Ya tentu saja!” Alex berseri-seri saat dia menciumnya dahinya.


“Yeyy!” Anak-laki-laki dan perempuan itu menangis bahagia.


“Sekarang ayo masuk ke dalam mobil, kita semua akan pergi ketempat kakekmu!” Alex berkata dengan gembira.


Anastasya pergi mengunci pintu rumah dan mereka semua pergi untuk duduk di dalam mobil.


“Oh ngomong-ngomong,” kata


Anastasya,”  kata anastasya, “Istri


Jason menelponku tempo hari dia bilang kita diundang ke pesta ulang tahun


pernikahannya.”


“Itu luar biasa,” Alex balas tersenyum, “sudah lama sekali kita tidak bertemu dengan Dokter Jason. Aku senang dia menikah dengan Lisa.


“Ya aku juga,” Anastasya setuju, “kau ingat betapa banyak kesulitan yang kita berikan padanya selama berada di rumah


sakit..”


“Ohya, dia terus selalu mengawasi kita!” Alex menyeringai dan keduanya mulai tertawa.


Mereka berkendara sepanjang jalan raya menuju  kerumah alex, dan si kembar bernyanyi dengan gembira di sepanjang perjalanan.

__ADS_1


Itu adalah awal dari kebahagiaan besar untuk seluruh keluarga alex.


Bagian 1 Selesai..


__ADS_2