
Dari: Paman Jericho
Untuk : Evan Andrian
Tentara kecil ayah, yang sudah berusia 17 tahun.
Pada skala satu sampai sepuluh, coba ukur, seberapa keras ibumu berteriak saat dia melihat lipstik merah di pipimu?
Pasti kau mendapat peringatan dan ocehan dari ibumu, bukan?
Aku memang sangat bangga dengan dirimu dan juga dengan tulisanmu akhir-akhir ini, ini bukan puisi atau fiksi atau cerita apa pun tapi itu paman merasa itu sesuatu yang indah.
Kau tahu kenapa? Karena itu adalah bentuk kesadaran daei dirimu, kesimpulan dirimu, dari hasil cara kau berpikir di bawah bintang-bintang saat kau duduk di atasa atap. Aku bisa melihatmu dari jendela, anak nakal.
Berbicara tentang ciuman dan lipstik. Leo sudah memberitahuku kau pasti masih kesal.
Dari apa yang aku dengar, Cathy tampaknya wanita yang baik hati dan pengertian, dia tidak akan menggigitmu seperti sepotong daging ayam.
Dan jangan berharap dari ku untuk memberi nama lain untuk dirimu selain dari kata ayam sampai kau bisa mengajak gadis itu keluar.
Sampai kau mengajak gadis itu keluar, ayam.
Dengan dorongan dan banyak gombalan cinta sebelumnya yang paman pernah ajarkan padamu.
Paman Gus dokter cinta
.
.
.
__ADS_1
Dari: Evan Adrian
Untuk : Paman Jericho
Hai paman, sekarang usiaku sudah 18 tahun.
Untuk sementara waktu, aku tidak menulis kalimat puitis, dan aku minta maaf tapi Anita ...
Anita bunuh diri.
Anita mencoba bunuh diri.
Dan dia melakukannya.
Dia mencoba bermain dengan tali yang dia ikat di atas pintu, dia sedang berda di antara hidup dan mati.
Dan kematian malah berpihak padanya
Aku sudah mati-matian.
Ibu mengalami serangan jantung,
Dan di sini lah dia, di ranjang kematiannya, bermain dengan tali kehidupan dan kematian yang sama, berharap keberuntungan akan ada di sisinya dan memilih kematian.
Anita bergaul dengan anak-anak nakal akhir-akhir ini, dia sering pulang larut malam dan tidak di ragukan lagi kalau dia sering mabuk, oleh karena itu saat dia pulang, dia tersandung di sekitar rumah, muntah dan pingsan di suatu tempat saat dia berjalan ke tempat tidur, dan membuatku membantunya untuk ke tempat tidur , atau menggendongnya kalau aku memiliki kekuatan.
Aku tidak percaya dengan semua ini, aku bahkan tidak bisa makan.
Anita sering mengenakan pakaian yang sangat ketat. Aku dan Ibu seeing menegurnya, memberitahunya kalau kami sangat tidak suka kalau dia pergi tidak jelas di mana arahnya.
Tapi dia berteriak pada kami, dia membentak dan berteriak sambil mengatakan tinggalkan aku sendiri! Begini lah aku, jika kau tidak suka dengan diriku, maka jangan bicara denganku.
__ADS_1
Aku bilang ayahnya tidak akan bangga padanya jika dia melihatnya seperti ini, aku bilang ayahnya tidak bangga padanya.
Kau tahu apa yang dia katakan padaku?
Aku tidak peduli, aku tidak peduli tentang Ayahku ayahmu atau ibu atau apapun atau siapa pun, terutama dirimu!
Bukan hanya itu, dia sering menangis saat malam hari dan aku juga ikut menangis bersamanya juga. Di kamar ku tentu saja, di atas bantal ku sendiri.
Aku tahu dia tidak memaafkan diriku.
Ini adalah kesalahan yang tak termaafkan.
Kemudian aku menyadari, Anita bukan satu-satunya yang tidak di banggakan oleh ayah dam paman.
Ayah juga tidak bangga padaku.
Aku sudah memukul kakak ku sendiri, Aku menamparnya, aku melecehkan saudara perempuan ku sendiri. Dan bagian terbaiknya adalah aku melakukannya telat di depan ibu ku sendiri.
Jadi, atas nama kakak perempuan ku yang luar biasa, Anita. Surat ini tentang dia.
Anita tidak banyak bicara dengan ku belakangan ini, sejak uangnya untuk kuliah di curi. Dia menghela nafas setelah menangis dan dia tidak bilang apa-apa, dan dia terus bekerja di bistro.
Anita sangat ingin menjadi seorang editor yang sukses, dia ingin memberikan kami uang, dia ingin ibu baik-baik saja.
Anita juga memiliki selera musik yang aneh, buku-buku aneh, dia terobsesi dengan kutipan dan selalu menjasi pemarah selama 20 menit setelah dia bangun. Dia suka minum kopi seperti anak remaja lainnya, dia suka keluar bergaul dengan teman-temannya di kedai sambul minum kopi.
Aku mengerti sekarang, melihat kehidupan semua orang yang 'sempurna', dia tidak bisa melakukannya lagi.
Dan sekarang, setiap kali aku melihat saudaraku Anita memiliki keinginan untuk berjalan kepada mereka dan bergaul dengan mereka bagaimana aku tidak bisa menghentikannya. Karena aku payah. Aku membiarkan saudara perempuanku mati. Dia tenggelam dalam kesedihannya, dia tenggelam dan aku tidak bisa menyelamatkannya.
Ibu bilang kalau membunuh diri sendiri adalah dosa. Berarti Anita berdosa, Anita akan pergi ke neraka, Anita sudah pergi ke neraka.
__ADS_1
Tapi aku masih mencintainya.
Evan.