
Mereka semua yang ada di dalam ruangan itu terdiam. Akhirnya Ayah Alex memutuskan untuk bicara.
“Apa yang terjadi?” dia bertanya, “apa yang dia minta?”
“Dia menginginkan Clara,” jawab alex.
Sementra Clara menganga. Alex menceritakan apa yang dibicarakan pria itu di telepon dan Clara mulai tampak sangat cemas.
“Apa yang akan kau lakukan?” Clara berteriak, “Menyerahkan diriku demi gadis itu?
“Apakah kau bodoh?” Alex mengangkat suaranya, “Aku tidak akan melakukan hal seperti itu. Tapi satu hal yang pasti, kau harus membantuku.”
“Tidak mau! Kau benar-benar gila! Lucas sepertinya... dia psikopat dan aku tidak mau terlibat dalam hal ini!” Clara membalas.
Alex merasa sangat marah sekarang, tapi yang bisa dia lakukan hanyalah mengencangkan genggmannya.
“Pria itu menginginkanmu Clara!” Alex berkata, berusaha bersabar, “dan sekarang dia mengincar keluargaku demi dirimu! Aku yakin kau pasti terlibat dalam masalah ini.”
“Oh, sekarang Anastasya adalah bagian dari keluargamu?” Clara berkata sambil tertawa.
__ADS_1
“Orang itu berencana menculik sarah!” Alex menunjuknya, “Oh dan ya! Anastasya juga bagian dari keluargaku!”
“Perdebatan ini tidak akan menyelesaikan apapun.” Sarah menghela nafas, “kita harus memikirkan rencana dan segera bertindak!”
“Sarah benar,” ibunya setuju, “sudah waktunya untuk melaporkannya kepihak yang berwenang!”
“Tapi pria itu bilang jangan menghubungi polisi!” Sarah berkata, “Tapi, aku juga tidak bisa memikirkan cara yang lain untuk menyelamatkan Anastasya, oh.. kita terjebak!”
“Aku punya ide,” Alex menambahkan, “tapi, aku membutuhkan bantuan Clara”
“Tidak mau, lupakan semua itu!” wanita itu menjawab ketika dia berdiri, siap untuk pergi.
“Clara. Aku butuh bantuanmu,” kata Alex dengan ekspresi sangat serius di wajahnya. Clara melototinya.
“Tidak mungkin, aku tidak mau bertemu dengannya,“ teriak Clara.
“Oh, ya kau harus melakukannya!” kata Alex, “Karena pada kenyataannya, bukankah kau temannya lucas? Dan aku sudah mengatakannya sebelumnya, aku tidak akan membiarkannya menyakitimu, dia hanya
ingin melihatmu agar membuat dirinya lengah.”
__ADS_1
“Sangat mudah membicarakannya tapi sebenarnya itu rencana yang rumit.” Ibu alex
berkata prihatin, “berhati-hatilah.”
“baik bu. Jangan khawatir.” Alex menjawab.
“semoga beruntung, nak.” Kata ayahnya.
“terima kasih Ayah.” Alex tersenyum, “jadi Clara? Sudah siap? Atau.. apkah kau ingin menghabiskan sisa hidupmu dengan seorang psikopat yang mengikutimu?”
Clara berpikir sejenak lalu menyilangkan tangannya dengan ekspresi marah di wajahnya.
“baiklah!” Clara membentak.
Setengah jam kemudian, Clara dan Alex tiba di markas militer. Setelah menjelaskan seluruh situasi kepada Jenderal, Alex duduk dan mendesah, “Aku butuh bantuan semua yang bisa aku dapatkan dari Jenderal, aku tahu pergi kesana tanpa bantuan adalah bunuh diri dan aku tidak bisa mengambil resiko untuk hidup para wanita ini.”
“Jangan khawatir!” Jenderal berkata sambil meletakkan tangan di bahu Alex, “kau bukan hanya Prajurit dsini tapi juga teman kami dan kami pasti akan membantumu.”
“Kau tahu, kami tidak akan mengecewakanmu, Alex,” tambah daniel sambil trsenyum, “beritahu kami apa yang kau butuhkan.”
__ADS_1
“Terima kasih semua,” jawab Alex, senang kalau semua orang ada disisinya, Aku pikir, aku harus menghubungi polisi terlebih dahulu.”
“Tidak masalah,” Jenderal itu menjawab, “begitu mereka disini, kita akan menyusun rencana!”