
Dari: Jericho
Untuk: Evan
Evan, apa kau sudah mencoba menulis tentang bagaimana dirimu bisa bernapas?
Bagaimana perasaanmu?
Bagaimana kabarmu?
Bagaimana kau berkelahi?
Bagaimana kau hidup?
Bagaimana kegagalan adalah alasan utama kesuksesan?
Bagaimana bumi tidak bisa hidup tanpa air? Bagaimana Leo tidak bisa hidup tanpa sepakbola?
Seberapa sulit untuk berenang melawan arus? Seberapa mengganggunya lampu di jalan dan benda-benda yang berserakan di pinggir jalan?
Bagaimana semua orang hidup, dan membenci hidupnya pada saat tertentu, sehingga ia mengalami pertengkaran yang sia-sia dengan pikirannya sendiri, mencoba meyakinkan dirinya sendiri kalau ia bisa melakukannya, ia mampu, ia mampu, ia layak padahal sebenarnya tidak? Bagaimana hidup adalah sebuah teka-teki, ada yang menyelesaikannya dan ada yang mati tanpa tahu apa itu hidup? Beberapa orang menyambut kematian dengan tangan terbuka, karena hanya itu yang mereka tahu.
Beberapa yang lainnya mati ingin hidup kembali saat dunia ini berakhir, mereka menyadari kalau mereka belum siap menghadapi kehidupan lain
Mereka lupa tentang, Karma, Harapan dan Iman.
Beberapa wanita bijak, dia mengatakan padaku kalau aku tidak bisa hidup tanpa ketiga wanita di sisiku. Karma kekanak-kanakan dan dia tahu kelemahan semua orang, dia licik dan dia hanya menunggu untuk bisa melemparkan racun pada korbannya kapan dan di mana itu, sangat menyakitkan bukan.
Dalam perencanaan selalu membutuhkan waktu sedangkan Karma adalah yang terbaik dalam perencanaan. Jika kau mencari pembalasan dendam dengan seni dengan mudah tanpa terdengar putus asa, kau harus memanggil Karma itu.
Harapan dan Iman adalah hampir sama, tidak seperti yang di pikirkan kebanyakan orang di luar sana. Kau bisa mengendalikan Harapan, tetapi kau tidak akan pernah bisa menghentikan Iman untuk memercayai dirinya sendiri.
__ADS_1
Harapan itu memandang ke arah mimpi, fantasi, prestasi, dan kesuksesan.
Iman itu bagaimana kita mencari Tuhan.
Harapan, berharap, percaya.
Harapan berusaha untuk mengubah masa depan, sedangkan Iman membuat dirimu seimbang.
Kau membutuhkan wanita-wanita itu untuk selalu berjuang di sisimu melawan orang-orang yang kejam dan apa yang mereka sebut kesempurnaan. Mereka terobsesi dengan itu lebih dari seorang iblis yang sangat terobsesi dengan otak, lebih bijaksana.
Apa yang kau inginkan dan apa yang kau butuhkan sungguh tidaklah penting, kau harus mengorbankan segalanya demi mendapatkan wajah seperti boneka yang cantik dan tubuh yang seperti paku; kaku.
Mencuri untuk menjadi kaya, uang adalah kunci menuju kebahagiaan. Buat dirimu kelaparan agar pas dengan pakaian mungilmu, pamerkan tubuhmu untuk di cintai. Berdiri untuk yang lemah. Kalahkan seorang gadis karena itulah yang membuatmu menjadi lelaki. Bodohkan wanitamu karena laki-laki jauh lebih kuat, gunakan sifat anak lelakimu agar kau pintar.
Jika kau tidak mengikuti aturan, bersiaplah untuk hidup dalam bayang-bayang neraka.
Tidak ada yang namanya kebebasan, yang membuat semua orang cemas, mereka memberi tahu kami tentang kebebasan, lalu mereka meletakkan aturan sesuka mereka.
Jika kita hidup tanpa aturan, kita akan berada dalam kekacauan, bukan?
Yang ingin aku katakan adalah, jaga kedamaian dalam diri kamu sendiri, biarkan Karma yang membalas semua usahamu, jaga agar Harapanmu tetap dekat dengan dirimu.
Namun sebelum itu, miliki lah sebuah Iman di dalam dirimu.
Jadilah berbeda, jangan ikuti buku, jadilah dirimu sendiri, jaga wanitamu agar mereka tetap kuat, terutama dekat dengan Iman, jadilah seperti Iman, Percaya pada Tuhan dan dirimu sendiri, jadilah orisinal, aku berjanji bahwa hanya hal-hal baik terjadi ketika kekuatan ada.
Iman akan memperbaiki dirimu, dia adalah obatmu. Dia menarik semuanya menjadi lebih baik.
.
.
__ADS_1
.
Dari: Evan
Untuk : Jericho
Ku memiliki jiwa puitis, paman Jeri. kau bisa menjadi siswa favorit Tunas Harapan.
Dia mengajariku untuk tidak mencuri pekerjaan siapa pun.
Terima kasih sudah mempercayai diriku saat diriku sendiri tidak percaya pada diriku sendiri.
Di sekolah, guru memberikan kami tugas untuk menulis setiap hari sebanyak 200 kata atau lebih, bahkan jika apa yang kami tulis benar-benar berbobot, kami akan membacanya dengan suara yang keras di hadapan semua orang, agar bisa menginspirasi para anak gadis yang duduk di sebelah bangkumu. Mungkin kai akan memperbaiki kesalahanmu saat kau mulai membacanya dengan keras, mungkin seseorang akan menunjukkan sesuatu untuk dirimu dan kau akan menjadi lebih baik, mungkin kau bisa menggerakkan perasaan seseorang atau memberi mereka nasihat yang sempurna.
Mungkin kata-kata itu akan meresap perlahan-lahan dalam kepala kita dan menjadi tak terlupakan, kau tidak pernah tahu kata-kata apa yang bisa di kita ucapkan, kata-kata apa yang bisa memengaruhi dan bagaimana kata itu bisa mengatur hidup kita.
Mungkin, orang tua seseorang meninggal di sini atau di sana dan dia membutuhkan sebuah ceramah yang membangun, mungkin dia merasa kaku dan dia tidak bisa bergerak, mungkin aku bisa membantunya membuka matanya terhadap kemungkinan lain dalam hidup. Mungkin aku bisa menunjukkan kepadanya bahwa hidup tidak boleh berhenti setelah kehilangan, kesedihan, penderitaan, atau depresi apa pun itu. Jika kau berhenti hidup maka makhluk lain muncul untuk hidup, posisi mu segera di ambil alih.
Hidup itu seperti supernova, seperti bintang yang bersinar, tiba-tiba bersinar sangat banyak dan memberikan jumlah cahaya yang begitu wah sebelum meledak dan mati dan tidak pernah bersinar lagi. Begitulah cara kita, cara orang hidup. Saat lahir kita bersinar, kita lucu, kita tidak bersalah, kita bebas dari masalah (kecuali ada yang merasakan sakit perut atau gigi ingjn tumbuh) kita tidak harus melakukan apa pun kecuali ingin di peluk dari pangkuan ke pangkuan yang lain, maka kita tumbuh dan masalah kita menumpuk, sampai kita tumbuh terlalu banyak dan mati.
Beberapa ada yang mati muda, beberapa ada yang mati saat tua, ini adalah akhir dari pertempuran, beberapa berakhir lebih cepat daripada yang lain.
Aku menyadari bahwa kita semua adalah pejuang, tapi kita tidak bisa menemukan target yang sama, si dalam diri kita masing-masing memiliki iblis yang berusaha berkelahi dengan jiwamu, iblis-iblis itu berbeda dari tantangan, mimpi buruk, keraguan diri, ketakutan, penolakan, rasa tidak aman, iri hati, depresi, penyakit mental, dan kelemahan. Terkadang mimpi juga menghantui kita.
Bagaimana pun, kita semua ini gila, terlalu obsesif, posesif, kecanduan, mental, sakit, iri, merasa tidak aman, tidak sempurna, ragu-ragu dan merasa kita tidak lebih baik daei orang yang ada di luar sana, dia hanya tahu bagaimana caranya menyamar jadi orang; kemunafikan.
Kita semua pernah merasa di tolak pada suatu saat teetentu, kami semua pernah merasa diri kita jelek di depan cermin lalu kemudian beberapa saat merasa diri kita tidak lah begitu, Kita semua ingin menjadi seperti model yang ada di dalam majalah dan iri pada mereka. Kita semua pernah merasa tidak aman saat kita terlalu kami sering menonton TV.
Kita semua adalah manusia, kita adalah pejuang, kita berada di lokasi yang sama, kita semua takut, kita semua menjadi gila, kita semua bertarung, tapi dengan pertarungan yang berbeda, tidak ada yang bahagia dan tidak ada yang akhirnya akan memenangkan kebahagiaan dengan kehidupan. Tidak ada yang bertahan, tidak ada yang abadi.
Kita semua berjuang melawan kehidupan, dari posisi yang berbeda dan kita semua tahu bahwa tidak ada yang akan memenangkan peperangan ini, kita semua akan mati, tapi kita harus terus berjuang untuk dua hal, rasa kemenangan sementara dan pencarian jati diri kita.
__ADS_1
Dengan banyak cinta,
Komandan kecil ayah.