
Dari :Evan Adrian
Untuk : Paman Jericho
Wanita yang membenci putrinya karena meninggalkannya dan memilih bunuh diri, wanita yang kecewa karena orang yang sudah di anggap putrinya sudah berdosa dan melakukan apa yang seharusnya tidak di lakukan, mengambil apa yang tidak seharusnya dia ambil.
Wanita yang terus menasehatiku setiap lima menit untuk tidak menjadi seperti Anita dan bunuh diri karena merasa gagal, buang-buang waktu, merasa aneh, sedih, kecewa atau tertekan. Orang yang bertanya tentang hariku sehari-hari dan membuatkanku roti lapis, orang yang memasak makan siang dan makan malam untukku setiap hari, orang yang mencuci dan membersihkan pakaianku, yang mengganti seprai, orang yang mengingatkan aku untuk bekerja keras dan mendapatkan nilai yang tertinggi karena aku pintar, jadi aku bisa mendapatkan beasiswa ke kampus yang aku inginkan.
Wanita ini adalah ibuku, dia juga yang mengambil apa yang bukan miliknya juga.
Saat aku kembali dari sekolah, Leo ingin pergi nongkrong, aku mengatakan padanya kalau aku tidak bisa, Cathy mulai berpikir kalau aku tidak peduli lagi padanya, karena aku tidak mengajaknya.
Aku hanya tidak ingin dia menginjak salah satu mayat secara tidak sengaja, aku tidak ingin dia berteriak dan pingsan, aku tidak tahu apa yang ibu bisa lakukan padanya.
Seminggu yang lalu, dia mencoba membunuhku, aku tahu suara-suara itu yang sebagai pertanda, aku tahu ibuku tidak akan melakukan itu padaku, dia tidak menyadari kalau dia mengenakan gaun malam, dengan kain, panci dan pisau berdarah, yang dia bunuh adalah tetangga kami tadi malam.
Aku berjingkat-jingkat ke toilet, aku tidak menyangka dia akan menyelinap di belakangku dan mencoba menusukku.
Dia ibuku, aku mencintainya dan dia mencintaiku, aku tahu dia tidak bermaksud jahat atas apa yang dia lakukan.
Aku tidak ingin polisi mencari tahu dan mengambil ibu dariku, aku mencoba memaksanya meminum obatnya, untuk bersantai, mendapatkan perawatan, tapi pada akhirnya, aku menemukan diriku menggali di halaman belakang di tengah malam untuk menyembunyikan kejahatan ibu.
Dia sungguh tidak sengaja.
Aku kembali ke rumah dan merasakan kepala seseorang di bawah ku.
Bisa jadi tukang pos atau pak tua, pikirku.
Guruku memberiku nilai A untuk cerita pendek yang aku buat dan akhirnya aku menemukan barang-barangku, buku-buku bergenre Non-Fiksi.
Kau benar selama ini, paman Jeri.
Tolong jangan beri tahu siapa pun tentang ibu, jangan beri tahu polisi. Dia akan kembali, dia akan menjadi lebih baik, aku yakin!
Dengan cinta,
Prajurit Kecil Ayah.
__ADS_1
.
.
.
.
Dari: Paman Jericho
Untuk : Evan Adrian
Prajurit Kecil Ayah yang terkasih,
Aku tahu, kau tidak ingin membiarkan ibumu pergi, tetapi kadang-kadang kita harus melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan yang berbanding terbalik dengan keinginan kita dan mengirim ibu kita pergi untuk di sembuhkan, dia tidak bisa terus membunuh orang.
Katakan padaku, berapa kali dia mencoba membunuhmu?
Aku tahu ini sulit, terutama kalau kau akan segera masuk ke universitas, dia tidak bisa mengunjungi dirimu dan menyebabkan masalah, tapi kau selalu dapat mengunjunginya di rumah sakit tempat dia berada, di mana dia aman dan bisa sembuh, paman akan memastikan itu sendiri.
Kau tidak boleh berhenti karena kau akan meninggalkan ibumu, kau harus berani mengambil langkah sampai kau menggapai keinginanmu.
Terkadang kau harus melepaskan sesuatu demi menemukan hal-hal baru dan mengambil jalan untuk hidupmu sendiri, bertemu orang baru, mengatasi dilema baru.
Jadi pergilah kuliah dan tinggalkan ibumu untukku, aku akan memastikan dia ada di tangan yang baik.
Sampai jumpa di kemudian hari, tentara kecil Ayah.
Satu lagi, pastikan Leo juga belajar.
Dengan cinta,
Paman Jericho.
.
.
__ADS_1
.
Dari: Evan Adrian
Untuk : Paman Jericho
Paman Gus sayang, umurku sudah 26 tahun sekarang.
Terima kasih, terima kasih kau sudah tetap setia menemaniku selama perjalananku dalam menemukan jati diriku, terima kasih sudah membantu diriku menemukan jalan hidup ku selama ini, terima kasih sudah membuat diriku menghancurkan hari-hari paling gelap dalam hidupku, terima kasih untuk semuanya.
Meskipun aku sudah lulus dan sudah menerbitkan buku pertamaku, sepertinya aku tidak bisa menemukan kata-kata untuk terus berterima kasih dan mengucapkan terima kasih padamu.
Hidup ini tidak luar biasa atau mengasyikkan, tapi itu adalah perjalanan yang sangat mengasyikkan dan sungguh suatu kehormatan untuk diriku mengatakan kalau aku bisa melaluinya, tentu saja dengan bantuan darimu paman.
Ibu sudah mulai lebih baik, walaupun terkadang setiap beberapa bulan sekali penyakitnya mulai kambuh dan yang sangat menyakitkan diriku saat aku mengirimnya lagi ke rumah sakit jiwa, tapi aku tahu dia akan keluar dari sana dan bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya, itu sangat membantuku, dengan membiarkan dia pergi dan mengetahui kalau dia tetap aman. Aku akan menjadi lebih baik juga.
Skizofrenia, apa yang bisa aku katakan soal itu?
Sangat menyebalkan mengetahui kalau aku tidak bisa mengembangkan rasa humor untuk menyelamatkan diri dari rasa malu, atau melakukan potongan rambut yang trendi atau mengenakan sesuatu yang modis agar sesuai dengan masyarakat saat ini, tapi aku tidak harus melakukannya demi cocok dengan masyarakat, aku hanya ingin cocok dengan keluarga dan itu sudah lebih dari cukup bagiku.
Apa yang akan di bicarakan orang di luar sana kalau aku tidak kuno?
Aku kadang berpikir aku bisa memberikan mereka sedikit bantuan.
Aku akan mencoba yang terbaik untuk menebus semuanya dan membayar semuanya
Oh yah paman, doakan aku, aku ingin pergi ke Cathy.
Aku harus pergi.
Terima kasih lagi untukmu pama.
*Dengan cinta,
Banyak cinta untukmu*,
Evan Adrian
__ADS_1
Prajurit Kecil Ayah.