Jadilah Prajuritku Selamanya

Jadilah Prajuritku Selamanya
Bonus Episode


__ADS_3

Takdir sudah ada di tangan tuhan, tapi jalan hidup ini kita sendiri yang tentukan. Kita sering tidak sadar, kalau pada hakikatnya masing-masing dari kita menjalani sebuah takdir. Takdir-takdir itu saling terhubung hingga mencapai takdir final masing-masing. sehingga kita tidak menyadarinya. – AF


 


Begitulah kehidupan dari seorang wanita hebat bernama Vania, Vania hidup sendiri bersama saudara laki-lakinya Bram. Semenjak ibunya meninggal dia tidak lagi merasakan kebahagiaan, kaena pada saat itu ayahnya juga meninggalkannya. Untungnya masih ada Frans dan Ibunya, Anastasya dan Frans selalu senantiasa menemaninya di antara keterpurukan itu selama ini.


Suatu hari Frans melamar Vania, mereka sangat bahagia dengan pernikahan itu.


'Apakah kamu mau menikah denganku, Vania?’


"Aku tidak bisa berjanji untuk menjadi istri yang sempurna untukmu. Tapi aku akan mencoba dan berusaha menjadi lebih baik lagi.”


"Jadi Apakah itu berarti…?”


"Ya, Frans. Aku mau menikah denganmu, aku menerima lamaranmu "


 


Akan tetapi nasib kebahagiaan tidak selalu berpihak padanya. Saat Vania baru merasakan kebahagiaan itu dia harus kehilangan lagi, Anastasya, ibunya Frans sekaligus ibu mertuanya yang sudah dia anggap ibu selama ini meninggal dikarenakan Tumor Otak, hampir persis yang di alami ibu kandungnya.

__ADS_1


"Kamu tidak boleh pergi. Bu, tolong jangan pergi."


"Ibu tidak mengendalikan takdir. Kita semua punya waktu, dan waktu ibu sudah tiba."


 


 Akan tetapi, kesedihan akan kehilangannya tidak berlangsung lama, Vania dinyatakan hamil, dan melahirkan bayi kembar yang imut.


"Kalian akan memiliki anak kembar!"


 


Tentu saja Frans dan Vania sangat bahagia, namun kebahagiaan yang mereka rasakan saat itu juga seketika lenyap saat Frans kembali berperang dan di nyatakan gugur. Tentu saja Vania merasa Frustasi.


 


Beberapa tahun kemudian, kedua anaknya sudah tumbuh besar dan tentu saja sebagai anak mereka pasti ingin mengetahui tentang orang tua mereka. Akan tetapi Vania masih belum siap memberitahu anak-anaknya kalau ayahnya sudah meninggal.


"Bu? Kenapa ayah belum pulang?"

__ADS_1


"Ayah sedang berperang di suatu tempat sekarang."


"Dimana itu?"


"Surga.”


 


Frans selama ini hanya ingin melihat Vania bahagia, dan Frans sudah menepatinya dengan merelakan kehidupannya demi orang yang dia sayang.


Yah tentu saja tak lama setelah kematian Frans, Anastasya di pertemukan dengan seseorang bernama Christian, tapi hubungannya tidak berlangsung lama di karenakan Vania masih saja kepikiran dengan Frans. Dan akhirnya lebih menginginkan sendiri dan membesarkan anak-anaknya sendiri.


Beberapa tahun berlalu, kedua anak Vania sudah beranjak Dewasa. Tapi setiap kehidupan yang ada hanya ada kepahitan yang keluarga Vania rasakan.


Alice menghilang sejak dia dilecehkan pacarnya, dan tentu saja Vania sebagai ibu merasa gagal mendidik anaknya. Sepertinya, setelah semuanya berantakan. Vania jatuh sakit, dan tak lain dia mengidap hampir sama dengan ganasnya penyakit dari kedua ibunya, Kanker dan tentu saja tidak akan bertahan hidup lebih lama. Apalagi  Ayahnya, Frans sudah meninggal saat dia masih kecil dan sekarang satu-satunya orang yang bertahan adalah saudara kembarnya, Alan yang sejauh ini ikut berperang di perbatasan dan mengikuti jejak ayahnya.


Setiap orang yang di cintai Alice, orang itu akan selalu mengkhianati Alice, selalu saja. Tapi sekarang dia sudah dewasa dan sudah berumur 24 tahun. kehidupannya juga sudah mulai membaiik. Dia senantiasa menunggu saudara lelakinya pulang dari tempat militernya.


Setelah 12 bulan lamanya Alan bertugas di perbatasan, dia akhirnya pulang, tapi dia tidak sendiri. Dia membawa seorang teman bernama Adrian, yang mungkin saja menjadi orang yang membantu mengembalikkan keadaan seperti semula.

__ADS_1


 


Yah begitulah singkat cerita dari kehidupan mereka, tidak ada yang mampu menentang takdir. Dan mereka harus ikhlas menerima semua kehidupan yang rumit yang mereka alami.


__ADS_2