
SURAT KE 3
Halo ayah,
Aku sangat merindukanmu, jadi aku memutuskan untuk menulis surat lagi kepadamu, untuk sedikit meningkatkan kemampuan menulisku, jadi di sinilah aku.
Saat kita makan semua di atas meja, itu tidak sama lagi, kita merindukanmu, kita merindukan tawa, leluconmu, senyummu, tawa kerasmu,
dan sekarang semuanya sudah hilang, kami makan dalam diam dan kadang-kadang ibu dan aku berdebat, jadi aku melompat dari kursiku, menutupi telingaku dari teriakan menusuknya dan lari ke kamarku, meskipun aku masih lapar.
Aku sebenarnya berdebat dengan perut dan pikiranku, tapi pikiranku menang pada akhirnya.
Kemudian ibu akhirnya menangis di kamar, jadi aku mengambil kesempatan untuk mengambil buah. Lalu aku ingat kalau ayah tidak pernah meneriaki siapa pun, ayah selalu tenang dan lucu. Jadi aku merindukanmu, lalu ibu memanggilku, meminta maaf dan biasanya kita akhirnya menangis bersama, setidaknya lebih baik daripada menangis sendirian.
Semua mainan yang aku mainkan untuk bermain, terasa kosong tanpa dirimu, mereka tidak bagus lagi, karena ayah tidak ikut bermain dengan diriku lagi, mereka semua sekarang sudah berdebu di sudut ruangan, rumah itu tidak bagus lagi untuk di tempati tinggal.
Aku ingin pergi bersamamu, dengan tuhan, ibu mengatakan kepadaku kalau ayah sekarang tinggal bersama tuhan, aku yakin di sana tenang dan menyenangkan. Lihat, bahkan tuhan mencintaimu, sama seperti orang lain.
Katakan padaku, apakah tuhan memiliki kolam renang yang besar, ayunan, seluncuran, dan permen untuk orang baik seperti yang ibu katakan padaku?
__ADS_1
Apakah ayah akan membawa kami bersamamu atau ayah yang akan datang dan mengunjungi kami kapan-kapan?
Paman dan Bibi sudah memiliki dua anak, ayah. Anita dan yang paling kecil Junior. Anita sekarang tinggal bersama kami dan menjadi kakakku. Sekarang ada pria bernama Andre, Anita sangat menyukainya, ibu dan aku tidak menyukainua bahkan paman dan bibi, ada sesuatu yang salah dengannya dan ibu tidak bisa berkata-kata, dia pikir dia tidak baik untuk Anita, tapi kakak Anita terus membelanya, mengirim sms kepadanya, tinggal di luar dengan dia, dan bahkan selalu salin telepon, dia bilang dia mencintainya, tapi aku tidak benar-benar yakin, aku mencoba memberitahunya untuk menjauh darinya, laki-laki itu mengubah kakak Anita menjadi lebih buruk, ayah, dia jatuh cinta padanya dan kita tidak bisa menyelamatkannya dari cengkeramannya.
Aku mencoba melindunginya seperti yang Ayah katakan, dia tidak memberiku kesempatan, ibu bekerja siang dan malam untuk menabung, untuk uang kuliah Anita karena itu amanah dari Paman Alan.
Aku melihat kalau Andre merokok, Anita yang dulu bukan lagi Anita yang sekarang, dia tidak akur denganku, dia tidak bermain denganku lagi, ibu selalu sibuk dan aku selalu sendirian.
Aku sangat merindukanmu ayah, kau bilang kau tidak akan pernah melanggar janji kan, jadi kapan kau kembali dari perang?
-Evan
.
.
.
Dari : Ayah
__ADS_1
Untuk : Anak ayah, Evan tersayang.
Evan sayang,
Terus tingkatkan keterampilan menulismu, ayah yakin kau akan menjadi orang besar suatu hari nanti, jangan pernah menangis, kau itu laki-laki, bukan?
Soal Andre, tunjukkan padanya siapa pria itu dan jika dia tidak mundur dari Anita, kirimkan ayah surat dan kau akan melihat teman ayah memukulnya yah, saat kau sudah dewasa, kau akan tahu cara menghadapi hal seperti ini.
Cobalah bicara dengan Anita lagi, tanpa berteriak atau marah satu sama lain, juga meminta bantuan pada ayahnya, Paman Alan, atau sama Paman Jericho aku yakin dia bisa berguna, meskipun kadang-kadang dia bisa jadi bodoh.
Jangan biarkan ibumu menangis, katakan padanya aku mencintainya, jadilah pria yang selalu membuatnya tersenyum, jangan menjadi pengecut, dan kau tidak sendirian, lihatlah di sekelilingmu.
Ayah tidak akan pernah mengingkari janji padamu, ingat? Seorang pria tidak akan pernah bisa mengingkari janjinya.
Semoga semuanya baik-baik saja sekarang.
Jadi anak harus pemberani, masih ada jalan yang panjang dan kau sudah berbuat baik sejauh ini.
Sampai jumpa anak ayah.
__ADS_1
Dengan cinta,
Ayah