
“Dia gila..” gumam Alex pelan.
“Hei, aku mendengamu ok!” Lucas menggonggong, memelototinya.
“Ayo kita selesaikan ini,” desah Clara, menyilangkan lengannya.
“Oh, ya,” Lucas tersenyum senang, “aku sudah menunggu begitu lama, akhirnya kita bertemu dan bisa bersama-sama, Clara sayangku!”
“Aku tidak tahu apa kau menyadarinya Lucas, tapi aku tidak mencintaimu!” Clara berteriak, “Aku benar-benar tidak mencintaimu!” Clara berteriak, “aku benar-benar tidak mencintaimu.”
“Tapi...” Lucas mulai dengan wajah sedih, “kita dulu menghabiskan banyak waktu nongkrong bersama saat kita berada di singapura..”
“Aku menawarkan untuk menunjukkan tempat wisata padaku, ingat?” Clara mengingatkannya, “kau memberitahu kalau kau akan menjadi teman bagiku dan kau juga akan menjadi pemanduku.”
“Ya,” jawab Lucas, “Lalu aku bilang padamu kalau aku jatuh cinta padamu saat kau mau pulang.”
“Aku pikir kau hanya bercanda!” Clara berteriak, “aku bilang padamu kalau aku tidak menjalin hubungan dengan siapapun tapi itu bukan berarti kalau aku siap untuk jatuh
cinta padamu!”
“Aku tidak peduli. Aku yakin kau akan segera jatuh cinta padaku. Ingat betapa bahagianya kau denganku?” kata Lucas dengan wajah melamun.
“Yah, ya.. aku tidak bisa menyangkal kalau kita berjalan-jalan bersama, berkeliling di singapura dengan bahagia, tapi aku tidak pernah menganggapmu lebih dari seorang teman.” Clara berkata, “maaf.”
“Aku tidak peduli,” Lucas mengangkat bahu, “kita akan berjalan-jalan di singaputa sekali lagi dan kali ini aku yakin kau akan jatuh cinta padaku.”
“tidak, tidak akan pernah." ucap Clara.
“kau tidak punya pilihan,” Lucas menyeringai, “rupanya mantan kekasihmu sangat membencimu makanua dia membawamu kesini tanpa banyak keraguan. Sekarang, bawalah Clara padaku.”
“Biarkan Anastasya pergi dulu” kata Alex dengan tekad.
“Tidak, Clara dulu,” jawab Lucas.
“Anastasya.” Kata Alex.
“Clara,” balas Lucas.
“Anastasya”
__ADS_1
“Clara”
“Anastasya”
“Clara”
“Anastasya”
“Clara”
“Diam!” Alex meraung, “Anastasya duluan!”
“Diam!” Lucas berkata, “Clara dulu!”
“Ini tidak akan menghasilkan apapun,” kata Anastasya dengan pandangan mengalah.
“Kau benar sekali,” tambah Clara.
Kedua gadis itu saling memandang. Itu pertama kalinya mereka menyetujui sesuatu bersama Sebenarnya itu pertama kalinya Anastasya bicara dengannya. Mungkinkah Clara tidak
sekeras dia bayangkan?
menyelamatkannya? Dia memang sangat tidak menyukainya.
“Aku punya ide bagus, Lucas” Alex berkata, “Aku akan menyuruh Clara ke arahmu dan kau melakukan hal yang sama dengan Anstasya.”
“Ide yang bodoh,” balas Lucas, “tapi tidak apa-apa. Aku setuju.”
Alex menghela nafas dan memandangi Clara. Clara mengangguk dan bersiap untuk bergerak ke arah Lucas.
Lucas tersenyum dan menyuruh Anastasya untuk berdiri.
“Sekarang jalan,” lanjut Lucas dan kedua gadis itu berjalan ke arah yang berlawanan.
Anastasya menatap Clara, dia benar-benar gadis yang pemberani. Disisi lain mata Clara tertuju pada lucas. Dia sepertinya sedang merencanakan langkah yang beresiko.
Beberapa detik kemudian Anastasya tiba disebelah Alex dan dia tidak bisa menahan diri dan melompat dalam pelukannya.
“Terima kasih banyak karena sudah menyelamatkanku, aalex,” bisiknya saat air mata mengalir di pipinya, “aku sangat senang melihatmu!”
__ADS_1
”Aku juga!” Alex berkata sambil memeluknya kembali, “sekarang katakan padaku, apa kau baik-baik saja?”
“Aku baik-baik saja, jangan khawatir,” jawab Anastasya .
“Aku sangat lega,” kata Alex, “aku sangat mencintaimu, Anastasya.”
“Aku juga mencintaimu,” Anastasya tersenyum melalui air matanya dan kemudian dengan enggan memecah pelukannya.
Anastasya memperhatikan kalau Clara menatap mereka. Sepertinya dia tidak marah atau merasa jijik, dia hanya melihat mereka.
“Clara! Kau terlihat sangat cantik seperti biasa!” Lucas berkata dengan gembira pada Clara, “kami akhirnya bersama!”
"Alex.” Anastasya berbisik, “Clara dalam bahaya..”
“Jangan khawatir,” balas Alex.
Clara menatap Alex terakhir dia mengangguk
sementara Lucas memberitahunya dimana mereka akan menghabiskan liburan.
“Dan itu sangat luar biasa..” Lucas tidak bisa mengakhari kalimatnya dam saat berikutnya Clara mengeluarkan teaser kecil dan menembaknya langsung ke dada lucas.
Lucas meringis lucu dan tampak seperti sedang kesurupan.
“Bos!” seorang lelaki berseru , “apa kau baik-baik saja?”
Bos tidak menjawab dan lututnya tertekuk saat berikutnya. Dia kemudian jatuh ketanah dengan suara keras.
“ini waktunya!” Allex berkata melalui arloji mikrofonnya dan saat berikutnya, jendela-jendela di sekitarnya jatuh dan beberapa polisi masuk kedalam.
Clara langsung menjauh dari Lucas.
“kau tidak akan bisa lolos dari sini” Lucas mencoba bicara, masih terbaring di lantai.
“Tangkap dia,” kata Alex.
“berani skali kau!” salah satu pria yang bekerja untuk Lucas berteriak dan mengambil kursi tempat Anastasya duduk dan melemparkannya ke Alex dengan seluruh kekuatannya.
“Awas!” Alex menangkis dan mendorong Anastasya pergi.. hanya untuk memukul kursi di kepalanya.
__ADS_1
“hahha!” Lelaki itu tertawa, “bosku yang mengajariku cara melempar perabot ke orang-orang.!”