Jadilah Prajuritku Selamanya

Jadilah Prajuritku Selamanya
Ep. 90


__ADS_3

Dear Anita


Sekarang umurku sudah genap delapan belas tahun dan aku sudah memasuki usia remaja ke dewasa, Leo dan Cathy ingin mengajakku pergi ke bar minum-minum untuk pertama kalinya dan mungkin aku mabuk untuk pertama kalinya, Leo mengatakan itu pada dirinya, dan dia bilang dia yang akan mentraktir untukmu juga, Anita, karena aku ingin mengajakmu juga bersamaku. Aku tahu, kau tahu apa yang harus kita pesan, apa yang harus di minum dan berapa banyak yang harus kita minum, kau sering pergi ke sana dan aku ingin tahu hal baik apa yang kita dapat mengenai pengalaman kita ini. Kau suka di sana dan aku ingin tahu kenapa kau sangat menyukainya di sana.


Kau tahu, aku sangat mencintai Cathy dan sejak kami mulai berkencan, kau dan ibu semakin menyukainya.


Leo yang meminta izin ke ibù ibu, sementara aku dan Cathy yang akan pergi untuk mengajakmu ikut bersama kami. Kau akan minum dan kau akan menari-nari di sana, tidak akan ada orang jahat yang mabuk yang akan mengganggumu, terutama kau tidak akan pulang dengan pria lain selain aku dan leo.


Aku tahu ini sudah biasa bagimu karena kau sering melakukannya bukan.


Kami berjalan di dekat foto Ayah yang tergantung di dinding aula, yang secara khusus terletak di depan pintu kamarmu.


Aku mengetuk dan memanggil dirimu beberapa kali dan kau tidak menjawab.


Aku pikir suasana hatimu masih marah pada diriku hari ini karena aku sudah menampar dirimu saat aku masih berusia sepuluh tahun, atau mungkin kau sedang tidur atau mungkin kau sedang menjalani masa PMS mu.


Aku menatap mata Cathy dengan khawatir dan aku mengatakan padamu bagaimana dia tidak pernah mencerminkan kekhawatiranku atau perasaan buruk apa pun di matanya, dia selalu tenang, bahagia dan tersenyum, meskipun ayahnya menyerah padanya, ibunya, dan adik perempuannya, aku ingat ibu dan kau mengatakan kepada diriku untuk tidak pernah menjadi seperti dia.


Kau harus tahu bahwa bebanku sehingga aku menampar dirimu tidak akan pernah turun dari atas pundakku, aku tidak akan pernah melupakannya dan aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri untuk hal itu.


Maafkan aku, kakak.


Dear Anita,


Selamat untuk dirimu yang sama sekali tidak takut, selamat untuk dirimu yang sudah menyelesaikan perang dengan hidupmu sendiri, atau dengan paksa menyelesaikannya dengan menyerah pada dirimu sendiri dan melepaskan kekuatanmu.

__ADS_1


Anita, kau bisa saja mengetuk pintuku dan memberitahuku, aku bisa membuatmu menulis surat kepada ibu, ayah, dirimu sendiri, atau siapa saja. Aku bisa membantumu, setidaknya kau sudah mencobanyam


Saat Cathy mengetuk pintu kamarmu dan memanggil namamu dan kau tidak menjawab, aku berasumsi kalau kau sedang tidur, sedang menstruasi atau dalam suasana hati yang tidak baik sehungga kau tidak ingin bicara.


Cathy dan aku memohon padamu untuk membuka atau memberi tahu kami jika kau ada di dalam tapi kautidak menjawab.


Aku membuka pintu, dan aku menemukan tubuhmu tergantung dari atas langit-langit kamarmu dekat pintu dengan tali di leher mu.


Aku tidak tahu harus berbuat apa, jadi aku merasa kehilangan dirimu.


Aku membentak Cathy untuk melakukan sesuatu, dan dia segera menjawab dan pergi untuk melakukan apa yang aku tidak ingin dia lakukan.


Dia membawa ibu dan ibu segera pingsan melihatmu tergantung dari langit-langit dan aku sedang berdiri di kursi plastik, mencoba melepaskan ikatan di belakang lehermu. Leo menatap kami dengan mata terbuka lebar.


Aku melepaskan ikatan yang mengikatmu dan menurunkan dirimu ke bawah, aku memeriksa denyut nadimu. Tapi aku tidak merasakan apa-apa, aku melakukan CPR, mengabaikan dirimu yang sudah terasa dingin dan kulitmu yang membiru. Sangat canggung saat aku mulai meniup bibir birumu.


Kau jatuh lemas di lantai. Kau tidak merespons. Kau baru saja meninggal. Seperti itu. Tanpa peringatan atau selamat tinggal.


Kurasa aku pantas berpamitan. Ibu pantas berpamitan. Kami berdua pantas mendapat penjelasan kenapa kau bisa bunuh diri tanpa peduli meninggalkan kami.


Tapi tahukah kau, Anita? Aku kira kau tidak pantas melakukan itu pada dirimu.


Dear Anita,


Aku tidak ingin melakukan sesuatu yang berhubungan dengan dirimu selama sebulan terakhir karena sangat sulit bagiku, bukan karena aku membenci dirimu karena sudah bunuh diri dan meninggalkan kami. Tidak, tidak, aku tidak membencimu, Anita, aku mencintaimu, aku akan sangat mencintaimu tidak peduli apa pun, tidak peduli seberapa banyak kau berbuat dosa sejauh ini! Kau akan selalu menjadi kakak perempuan ku dan aku akan menjadi adik lelakimu, bahkan jika kita hanya akan bertemu di batu nisan.

__ADS_1


Tapi apa yang harus aku katakan pada Ayahmu, paman Alan.


Kau terlalu banyak minum, kau mulai merokok dalam seminggu secara diam-diam, kau menari untuk menyenangkan pria-pria menjijikkan secara acak, kau pulang bersama mereka dan memberi mereka sebagian dari dirimu untuk mendapatkan uang, kau menggunakan keahlian menarimu balet untuk alasan terburuk.


Dan kau bunuh diri, kau membuat kami lebih sedih dari kita sebenarnya, ibu terus menangis selama sebulan penuh, takut pada takdirmu yang tragis, takut kalau suatu hari aku akan berakhir berbuat dosa seperti kau, jadi dia sering terus bertanya apa yang aku lakukan setiap hari, ke mana aku akan pergi, dari mana aku pergi saat aku kembali, siapa teman bergaulku, bagaimana perasaan ku, bagaimana hari ku, jika ada yang menggertak atau mengganggu ku dan dia menjadi semakin terobsesi dengan diriku sehingga aku tidak bisa bernapas lagi.


Katakan padaku, jika aku bunuh diri, akankah aku benar-benar pergi ke neraka? Apakah kau di neraka? Apakah membunuh diri kita sendiri adalah dosa?


Terlepas dari semua masalah yang kau sebabkan dengan bunuh diri, aku masih mencintaimu, semoga ibu salah tentang dirimu.


Dengan banyak cinta,


Saudaramu Evan.


.


.


.


Jadi pada dasarnya ini menjelaskan segalanya, niat Evan terhadap Kakak dari anak pamannya, Anita, Lalu perasaannya tentang bunuh diri, yang bisa berupa kejutan, syok, penyesalan, penderitaan, depresi, kecewa dan tidak bisa di mengerti.


Saat dia menyadari kenapa dia bunuh diri dan mencoba menempatkan dirinya seperti Anita.


Dia perlahan mulai menerima kematiannya dan memaafkannya karena meninggalkannya tanpa peringatan atau selamat tinggal.

__ADS_1


__ADS_2