
Beberapa tahun sudah berlalu, Anastasya dan Alex sibuk dengan kehidupannya masing-masing. Setelah mereka menikah dan memiliki dua orang anak kehidupannya tidak begitu lagi seperti akhir dari cerita pada part sebelumnya. Alex kembali bertugas di luar kota dan tak pernah kembali. Dan sekalinya kembali dia memberi kabar yang membuat Anastasya hancur. Alex memiliki wanita lain dan lebih memilih meninggalkan Anastasya.
Alex membawa putri kedua mereka sedangkan Anastasya membawa putra pertama mereka. Setelah perpisahan itu, Anastasya pindah ke Amerika dan menetap di sana. Sedangkan Alex, tetap tinggal di Indonesia demi menjalankan tugas bersama keluarga barunya dan tak pernah lagi saling berkomunikasi.
Frans putra pertama mereka sudah mulai tumbuh dewasa dan telah menyelesaikan sekolah menengahnya di Amerika dan kini sekarang berusia 18 tahun dan akan mengikuti jejak ayahnya di militer. Tidak ada lagi keinginan yang Frans inginkan kecuali ingin menjadi seorang tentara dan mengabdi pada Negara. Akan tetapi keinginannya itu ditentang oleh ibunya karena takut Frans akan meninggalkannya seperti ayahnya.
“Bu, aku tidak ingin membicarakan ini sekarang."
“Jawabanmu sama saja setiap kali kita mencoba membicarakan hal semacam ini. Sebenarnya,
apa yang mengganggumu?”
“aku tidak tahu.”
“Benarkah?”
“Iya ibu, tidak ada!”
“Benarkah?”
“Oke ibu, baik. Aku mau jadi tentara!” Kata Frans. sebenarnya dia tidak ingin mengatakannya, tapi ibunya terus mengomel dan dia tidak tahan lagi. Frans menatap wajahnya, tidak ada emosi. “Bu, sebelum ibu mengatakan sesuatu, aku hanya ingin mengatakan kalau aku tidak pernah menginginkan hal yang lain dalam hidupku.
Frans hanya ingin berjuang untuk Negara kita. Aku tidak bisa berjuang untuk diriku sendiri, jadi aku akan berjuang untuk Negara ini. Tolong, ibu. Yang aku butuhkan
hanyalah dukunganmu.”
__ADS_1
“Tidak.” Anastasya menjaga wajahnya, tegas.
“Tidak?” kata Frans
“Tidak. Ibu tidak akan membiarkanmu jadi tentara.”
“Tapi kenapa ibu? Kenapa? Kamu bertanya padaku apa yang menggangguku dan Frans sudah bilang semuanya. Kenapa ibu tidak bisa mendukung apa yang aku inginkan, sekali saja.”
“Frans, kamu akan mati di luar sana. Lihat ayahmu.”
“Ayah masih hidup.”
“Oke, tapi lihat, setelah kamu lahir, tumbuh dewasa, dia pulang berperang dan pergi lagi, kemudian setelah itu apakah dia pernah pulang? Tidak. Dia tidak pernah pulang, lagi? Dia malah memulai hidup yang baru, tanpa kita. Dia punya istri baru dan anak-anaknya. Dia meninggalkan kita. Dia lupa tentang kita.”
Meski awalnya Anastasya tak setuju, namun pada akhirnya Anastasya setuju dan memberikan dukungan terhadap keputusan yang anaknya inginkan. Anastasya akan selalu mendukung apapun keputusan putranya.
“Ibu tahu.”
“Aku mau mendaftar bu, jadi tentara.”
“Itukah yang benar-benar kamu inginkan?”
“Frans tidak pernah menginginkan sesuatu yang lebih selain itu.”
“Iya.” Suaranya pecah saat Ibunya itu bermain dengan tangannya.
__ADS_1
“Ya, apa bu?”
“Kamu bisa ikut mendaftar hari ini.”
“Bagaimana ibu bisa tahu kalau Frans mau mendaftar hari ini?”
“Tentu saja ibu tahu. Seorang ibu sangat mengenal anaknya. Dan ibu tahu kalau kamu
tidak akan meninggalkan ibu. Jadi, kamu membuat ibu yakin. Ibu akan mendukungmu
setiap langkahmu.” Frans memeluknya dengan erat.
“Aku mencintaimu ibu.”
“Ibu juga mencintaimu, nak.”
Catatan :
Pada cerita Jadilah Prajuritku Selamanya Season 2 ini, akan di teruskan oleh cerita kehidupan dan cinta dari putra pertama mereka. Frans Ardiansyah Samuel. Jadi, untuk cerita Alex dan Anastasya sudah selesai yah hehe
Untuk Part 2 ini sama saja, Author menggunakan sudut pandang orang ketiga. Jadi kemungkinan jelas yang menceritakan episode-episode kedepannya yah orang ketiga :)
Terima kasih sudah mau mampir,
jangan lupa dukungannya, klik vote/ like/komentar mu
__ADS_1