Jalan Menuju CahayaMu

Jalan Menuju CahayaMu
BAB 11 (NAISHA BERULAH LAGI)


__ADS_3

Malam itu Naisha merasa gabut dan suntuk dirumah, maka ia pun berniat keluar rumah dengan mengendarai mobilnya sendiri. Kebetulan Abi dan Uminya tidak ada dirumah, mereka pergi ke acara buka bersama dirumah salah teman kerja Abinya.


Naisha sengaja tidak mengajak kedua sahabatnya, karena ia memang sedang ingin sendirian saja saat ini.


Ketika mobil Naisha masih disekitaran lingkungan perumahannya, tiba - tiba dijalanan yang agak sepi tersebut ia melihat seseorang yang sedang mengendarai sepeda motor dengan pelan. Naisha menyipitkan matanya dan memperhatikan baik - baik sosok lelaki pengendara motor tersebut.


"Sepertinya ngak asing tu laki - laki," batin Naisha dengan matanya tetap fokus menatap lelaki itu.


Maka, Naisha pun iseng membunyikan klakson 3 kali. Sontak saja pengendara motor didepannya langsung bergeser kearah kiri, memberi ruang untuk mobil dibelakangnya lewat. Saat itu pula, pengendara motor membalikkan badannya sekilas, dan terlihatlah wajahnya. Tidak salah lagi, benar dugaan Naisha, lelaki tersebut ternyata adalah Aamir. Sebuah senyuman sinis langsung tergambar dibibirnya Naisha.


Naisha lalu memijak pedal gas mobilnya dan sejurus kemudian mobil Naisha melaju dan saat sudah disebelah Aamir, dengan gaya santainya Naisha malah mengarahkan setir mobilnya kesamping kirinya, sehingga Aamir yang berada disana semakin tertekan dan mencoba semakin menjauh. Akan tetapi, ia sudah mentok dipinggir jalan yang mengakibatkan Aamir mengarahkan motornya keatas rerumputan. Aamir juga kehilangan keseimbangan, iapun terjatuh dari motornya.


Naisha melihat dari kaca spion bagaimana Aamir jatuh dari motornya, ia langsung tersenyum puas.


"Rasain Lo, makanya jadi cowok Jangan belagu dan sok jual mahal." kecam Naisha dengan tersenyum sinis. Setelah itu, mobil Naisha pun melaju meninggalkan lingkungan perumahannya.


Sedangkan Aamir yang terjatuh tadi, langsung mengucap istighfar beberapa kali. Kejadian barusan benar - benar membuat dirinya kaget. Padahal Aamir sudah menepikan motornya, tapi mengapa Mobil itu semakin mendekatinya, seakan ingin menyerempetnya. Awalnya Aamir tidak ingin berburuk sangka dengan si pengendara mobil yang sama sekali tidak ia ketahui siapakah dia? Tapi, melihat kejadian tadi mampu membuat Aamir curiga dan bertanya - tanya. Ada apa? Dan kenapa Mobil itu hendak menyerempetnya? Apa benar si pemilik mobil itu Sengaja ingin membuat dia celaka?


"Hai Aamir, Kamu tidak apa - apa?" tanya Rohan yang kebetulan melintas dijalan tersebut, dan ia juga sempat melihat Aamir hampir terjatuh dari motornya karena di salip oleh mobil mewah berwarna merahmerah tadi.


"Alhamdulillah, tidak apa - apa Rohan. Kamu mau kemana?" tanya Aamir ke Rohan, pemuda yang tinggal dilingkungan itu dan juga aktif mengikuti kajian mingguan dimesjid Taqwa.


"Aku mau keluar sebentar, ada keperluan. Oya, kalau tak salah tadi aku lihat motor kamu hampir di serempet dengan mobil merah tadi kan?" tanya Rohan ke Aamir.


"Oh, Kamu lihat ya. Tapi, jangan suudzon dulu mungkin saja mobil tadi buru - buru mau motong jalan, bukan berarti mau serempet aku." kata Aamir yang masih berupaya untuk berpikiran baik.

__ADS_1


"Mungkin juga sih, tapi.. Aneh saja aku lihat. Jalanan didepan sana padahal sepi, tapi mengapa mobil itu malah mengambil jalan kesamping kiri mendekati kamu ya.." kata Rohan dengan heran. Namun, Aamir tidak menanggapi keheranan yang ditampakkan oleh Rohan. ia malah mengalihkan dengan bertanya tentang hal lain. Mereka berbincang sejenak, sampai akhirnya mereka kembali berpisah dan pergi ke tempat tujuan mereka masing - masing.


Saat sore hari, Aamir yang sedang membersihkan mesjid dikagetkan dengan kedatangan sebuah mobil berwarna merah yang sudah terparkir didepan halaman mesjid. Sontak saja Aamir langsung memberhentikan rutinitas hariannya itu, Aamir melihat dengan menduga - duga, ia perhatikan baik - baik mobil merah itu yang ternyata sama persis dengan mobil yang hampir menyerempetnya tadi pagi.


"Ah, mungkin hanya mirip saja. Jangan suudzon dulu Aamir" bisik hati Aamir.


Namun, keterkagetan Aamir tidak sampai disitu saja. Saat ia melihat orang yang keluar dari mobil tersebut, membuat Aamir seakan tidak berhenti berkedip.


"Dia lagi," gumam Aamir saat seorang wanita cantik dengan rambut panjang terurai indah keluar dari Mobil itu dengan gayanya yang anggun.


Naisha masuk kedalam mesjid yang masih terlihat sepi, Aamir yang bingung mau ngapain langsung saja bergegas berjalan menuju ke tangga untuk menuju keatas kamarnya. Aamir merasa malas meladeni Naisha yang ia yakini akan berulah lagi. Aamir berharap Naisha tidak melihatnya, karena itulah ia berjalan buru - buru dengan agak menunduk.


Namun, naas bagi Aamir. Ternyata Naisha yang sudah berada didalam mesjid melihat Aamir dan langsung saja memanggilnya. Dengan terpaksa, Aamir memberhentikan langkah kakinya.


"Hai, kamu sengaja menghindar ya?" tanya Naisha dengan melipatkan kedua tangannya didepan dadanya. Namun, Aamir tidak menjawabnya.


"Iya, Mau tanya apa?" tanya Aamir berusaha untuk bersikap biasa saja. Walaupun sebenarnya ia merasa terganggu sekali dengan sikap Naisha yang menurutnya sangat aneh.


"Kamu itu.. tidak tertarik dengan perempuan ya? Apa kamu penyuka sesama jenis? Kamu homo ya?" tuduh Naisha blak - blakkan dengan melototkan matanya. Sontak saja mendengar tuduhan tersebut, membuat Aamir langsung tersentak kaget. Ia sungguh tidak menyangka wanita cantik itu malah menuduhnya yang tidak - tidak.


"Ya Allah, kak Naisha. Kenapa tiba - tiba menuduh saya seperti itu?" kata Aamir seraya menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Saya bukan menuduh, tapi saya bertanya." sanggah Naisha dengan cepat.


"Iya, apapun itu. Yang jelas saya tidak seperti yang kak Naisha bilang barusan. Maaf, saya permisi naik keatas dulu." kata Aamir dan kemudian membalikkan badannya.

__ADS_1


"Eee... Tunggu dulu donk, aku kan belum selesai ngomong. Gak sopan ya! Main pergi aja." gerutu Naisha.


"Iya, kak Naisha. Apa yang bisa saya bantu?" tanya Aamir akhirnya yang belum jadi naik keatas.


"Saya mau mintak tolong sama kamu, bisa gak?" tanya Naisha dengan nada ketus.


"Mintak tolong apa Ya?" tanya Aamir dengan penasaran.


"Hhmmm... Aku mau mintak tolong kamu jangan terlalu kaku dan belagu jadi orang." kata Naisha lalu tersenyum dengan sinis.


"Ha? Maksudnya gimana ya kak? Maaf kak, saya benar - benar tidak mengerti dengan apa yang kak bilang ini." kata Aamir dengan heran.


"Benaran gak ngerti atau hanya berpura - pura polos ha?" bentak Naisha.


"Beberapa hari ini aku dan kedua teman aku sengaja mendekati kamu, datang kesini. Tapi, kesan kamu kok cuek gitu ya sama kami? Emang kenapa? Apa kami kurang menarik dimata kamu? Terutama aku? Apa aku kurang cantik? Kurang seksi?" tanya Naisha sembari memutar - mutarkan badannya di hadapan Aamir.


Melihat pemandangan yang ada dihadapannya itu, membuat Aamir langsung menarik nafas panjang seraya memejamkan matanya. . .


...🌸🌸🌸🌸...


BERSAMBUNG...


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2