
Saat sampai dikampus, Naisha melihat Tari dan Mely yang baru saja keluar dari mobil dan hendak menuju kedalam kampus. Naisha langsung buru - buru menghindar agar kedua temannya itu tidak melihatnya disana, tapi sayang sekali.. Mely malah melihat Naisha dan malahan berteriak memanggil namanya. Mau tidak mau, Naisha berhenti berjalan dan membiarkan kedua temannya itu menyusulnya dari belakang.
"Hai, Nai.. Kamu dikampus juga ya?" tanya Mely seraya menepuk pundak Naisha.
"I-Iya.. Aku hari ini ada jadwal ujian terakhir." kata Naisha sedikit gugup. Entah kenapa Naisha malas saja jika kedua temannya ini membahas masalah yang kemarin tentang Aamir. Sebenarnya Naisha ingin marah kepada mereka yang telah berani memfitnah Aamir dengan memperlihat video yang sudah terpotong - potong itu. Tapi, balik lagi Naisha mencoba memaklumi perbuatan temannya itu karena perubahan Naisha yang tidak mereka sukai.
"Oya, bagaimana hubungan lu dengan Aamir? Apakah lu sudah menggugat Aamir, Nai?" tanya Tari tiba - tiba yang membuat Naisha langsung tersenyum kecut.
"Tar, kamu ini ya.. Kenapa senang sekali melihat hubungan seseorang berakhir? Bukannya malah mendoakan yang baik - baik." ujar Naisha merasa tidak senang dengan pertanyaan Naisha.
"Bukan begitu, Nai. Gue begini karena gak mau aja sahabat gue dikhianati ataupun diselingkuhi dengan laki - laki yang sok alim itu. Gue tu peduli sama lu, makanya gue pengen lu pisah aja dengan Aamir. Agar hidup lu bisa bebas lagi seperti dulu, bisa kumpul - kumpul lagi dengan kita - kita. Ya gak, Mel?" jelas Tari seraya menyenggol bahu Mely. Dan Mely langsung mengangguk - anggukkan kepalanya tanda setuju.
"Ya.. Aku tahu, Tari. Dan aku sangat berterimakasih atas kepedulian kamu terhadap aku. Aku hargai itu. Tapi, aku minta tolong sama kamu ya jangan pernah campuri urusan rumah tangga aku dengan Aamir karena aku gak suka. Apalagi, kamu sudah berani memfitnah Aamir seperti ini. Kali ini, aku maafkan kamu tapi.. Jika kamu mengulangi hal yang sama lagi, aku gak akan tinggal diam ya Tari. Aku bisa saja melapor kan kamu dengan tuduhan perbuat tidak menyenangkan dengan menyebarlusskan berita hoaks" kecam Naisha dengan suara yang pelan namun terdengar tegas.
"Loh, Nai? Lu kok gitu sih, Lu berani mau melapor kan gue? Gue ni kan teman lu. Gak nyangka gue, lu memang sudah termakan bujuk rayunya si Aamir itu ya. Sampai - sampai Lu malah menyalahkan gue dan menuduh gue memfitnah dia. Lu jangan bodoh dan jangan mau dibodoh - bodohin oleh Amir lah Nai. Sadar Nai, lu itu sudah dimanfaatin Aamir. Aamir itu tidak sebaik yang lu kira." kata Tari yang merasa tidak Terima Naisha malah membela Aamir dan menghujat dirinya.
"Sudahlah, Tari. Aku tahu kepada siapa yang harus aku percayai dan begitu juga sebaliknya. Sudah ya, aku mau masuk, sebentar lagi ujiannya akan dimulai." kata Naisha seraya tersenyum tipis dan sejurus kemudian ia pun berlalu dari sana meninggalkan Tari dan Mely dengan wajah yang cemberut.
"Iiihhhh.... Gagal total deh rencana kita, Mel." desis Tari dengan kesal.
"Ya mau gimana lagi, Tar. Naisha memang sepertinya sudah bucin kali dengan si Aamir itu. Dan.. Gak semudah itu juga dia bisa percaya dengan apa yang kita katakan." kata Mely yang berusaha meredakan amarah Tari yang sudah memuncak itu.
"Sudahlah, Tari. Kita stop kan saja menganggu rumah tangga Naisha dan Aamir. Kalau Naisha memang gak mau lagi bersama - sama kita, ya sudahlah.. Itu pilihan dia, kita gak bisa memaksa kehendak dia." kata Mely mencoba untuk mengalah.
"Ngak... Ngak... Gue gak bisa Mel, Gue akan cari cara lain. Kita lihat saja Nanti, Naisha dan Aamir pasti akan berpisah..!!" kata Tari dengan yakin seraya menyunggingkan senyumnya.
💔💔💔💔
__ADS_1
Beberapa hari kemudian...
Tibalah hari dimana keberangkatan Aamir dan Naisha keluar kota untuk berbulan madu. Pagi - pagi sekali, mereka sudah bersiap - siap dan menuju ke bandara.
"Naisha, Aamir.. Ayok sarapan dulu.." panggil Umi Sofia yang berteriak dari bawah.
"Iya Umi.." sahut Aamir dan Naisha bersamaan.
"Sayang, yuk sarapan.." ajak Aamir sedangkan Naisha sejak tadi masih saja berkutat didepan cermin kamarnya.
"Iya, bentar sayang.. Ni kerudung ny belum rapi." kata Naisha.
"Sudah Rapi pun, Sha. Emang bagian mana ny yang belum rapi?" tanya Aamir seraya melihat kerudung Naisha.
"Iya. . Cuman menurut aku masih kurang rapi aja nih," keluh Naisha.
"Hhmm.. Sudah - sudah, kamu sudah cantik kok Naisha.. Sangat cantik malahan, seperti bidadari.." ujar Aamir seraya menatap Naisha dengan erat.
Setelah itu, Naisha dan Aamir turun kebawah. Dan di bawah sudah ada Pak Marwan dan Umi Sofia menunggu mereka untuk sarapan bersama.
"Kalian sudah siap - siap kan?" tanya pak Marwan yang langsung dijawab Aamir dan Naisha secara bersamaan.
Setelah itu, merekapun sarapan bersama - sama dengan saling mengobrol satu sama yang lain.
"Kalian bersenang - senang lah disana ya, jangan pikirkan yang ada disini. Fokus saja dengan tujuan kalian apa," kata Pak Marwan dengan tersenyum simpul.
"Apaan sih, Abi." kata Naisha yang paham maksud dari Abinya itu.
__ADS_1
Setelah itu, mereka pun berangkat ke bandara karena jadwal keberangkatan sudah mulai dekat.
Sesampainya mereka di bandara, sebelum berpamitan dengan kedua orang tua Naisha, Abi Naisha kembali mewanti - wanti Aamir agar selalu berhati - hati dan menjaga Naisha dengan sebaik mungkin.
"Kalian hati - hati ya disana, bagaimana pun kalian berada di kota orang, kalau ada apa - apa cepat kabari Abi karena disana ada kenalan Abi juga yang bisa membantu kalian kalau ada masalah. Dan Aamir.. Abi harap kamu bisa menjaga dan melindungi Naisha ya.." pesan Abi Naisha.
"InshaAllah, Abi. Aamir akan menjaga Naisha dengan sebaik mungkin, Abi dan Umi tenang saja ya, jangan terlalu merisaukan kami berdua." kata Aamir dengan kata - kata yang menyakinkan mereka.
"Hhhmmm... Abi ni ya, seperti anak kecil aja Naisha dibuatnya." ujar Naisha dengan tertawa meledek. Mereka semua pun tertawa.
Setelah itu, Naisha dan Aamir pun bersamalan denga Abi dan Umi nya Naisha sebelum akhirnya mereka menuju ke pesawat.
Tanpa mereka semua sadari, sedari tadi ada sepasang mata yang mengintai mereka dari kejauhan. Dan si pengintai itu juga berjalan menuju ke pesawat yang sama dengan Naisha dan juga Aamir.
...💕💕💕💕...
BERSAMBUNG...
.
.
.
"SIAPAKAH SANG PENGINTAI ITU? Tetap nantikan kelanjutannya ya.. Jangan lupa like dan komentarnya, terimakasih sudah setia membaca..."
.
__ADS_1
.
.