Jalan Menuju CahayaMu

Jalan Menuju CahayaMu
BAB 23 (KESALAHPAHAMAN)


__ADS_3

Perbuatan Naisha barusan itu benar - benar sudah keterlaluan, dan Naisha sadar dengan apa yang sengaja ia lakukan itu. Tapi, bukannya mintak maaf dan merasa bersalah, Naisha malah semakin liar dan tidak terkontrol kan.


"Ini akibatnya jika kamu berani mencuekkan aku, Aamir." kata Naisha dengan setengah berteriak.


"Ya Allah, Naisha. Kamu sadar gak dengan apa yang kamu lakukan ini? Aku sedang sholat Naisha, tidak bisakah kamu menghargai orang yang sedang beribadah? Tidak bisa kamu tahan dan kontrol dulu emosi kamu sampai aku selesai sholat?" tanya Aamir yang masih berusaha untuk tenang walaupun dihatinya saat ini begitu perih ia rasakan. Aamir merasa tidak ada harga dirinya dibuat oleh Naisha, istrinya sendiri.


"Aku sadar, sangat - sangat sadar malahan...!!" jawab Naisha dengan menyunggingkan senyumnya.


"Tapi, kamu juga harus sadar mengapa aku begini. Itu karena sikap kamu yang belagu itu tau gak?" lanjutan Naisha lagi dengan membesarkan matanya.


"Sikap aku yang seperti apa Naisha? Aku sudah berusaha bersikap sebaik mungkin sama kamu, tapi kamu sendiri yang tidak pernah melakukan hal yang sama, malahan kamu caci maki dan hina aku didepan teman - teman kamu. Sekarang aku tanya, mengapa kamu bersikap demikian ke aku Naisha? Sebenci itukah kamu ke aku? Emang.. Apa salah aku sama kamu, Naisha?" tanya Aamir bertubi - tubi.


"Hahahahahaha....." Naisha langsung tertawa keras ditodong pertanyaan tersebut oleh Naisha.


"Kamu benar - benar bodoh ya, Aamir. Jadi selama ini kamu tidak tahu atau berpura - pura tidak tahu, apa kesalahan fatal yang telah kamu lakukan ke aku ha?" Naisha malah balik bertanya dengan gusar.

__ADS_1


"Aku merasa tidak pernah berbuat kesalahan terhadap kamu, Naisha. Tapi, jika memang kamu anggap aku ada salah, coba kamu jelaskan ke aku apa kesalahan aku itu?" pinta Aamir.


"Oohh.. Jadi kamu mau aku kasih tahu apa kesalahan kamu ya? Begitu? Oke Aamir, pasang telinga kamu baik - baik ya. Aku.. Naisha Putri Anggita adalah gadis yang tidak suka dengan penolakan. Dan selama ini, tidak ada satupun laki - laki yang pernah menolak apa yang aku minta dan apa yang aku suruh. Tapi, kamu... bisa - bisa nya bersikap dingin dan cuek ke aku dan lebih parahnya kamu juga menolak aku saat itu kan? Ingat kan kamu saat aku dan kedua teman aku menginginkan kamu untuk mengajari kami tentang islam? Tapi, apa jawaban kamu ha? Kamu malah menyuruh orang lain, dari situlah aku merasa tidak Terima atas kesombongan kamu Aamir. Aku tidak Terima, aku.. Wanita sekelas aku ditolak dengan laki - laki dari kalangan bawahan seperti kamu. Cih.. AKU TIDAK TERIMA.. Makanya aku dendam dan benci sekali dengan kamu Aamir, dan aku bersedia menikah sama kamu saat ini dengan maksud untuk balas dendam sama kamu Aamir, aku mau bikin kamu malu, kapok dan sakit hati seperti apa yang pernah aku rasakan." ungkap Naisha panjang lebar dengan penuh antusias.


Mendengar ungkapan Naisha barusan itu, langsung membuat Aamir tertegun dan berpikir keras. Ternyata, cuman hal sepele itulah yang membuat Naisha menjadi begini. Gara - gara Aamir tidak mau mengikuti kemauan Naisha yang jelas - jelas menentang akidah dan keyakinan yang selama ini ia pegang. Dan, ternyata..itu Fatal bagi Naisha. Naisha sudah salah paham terhadapnya, Aamir menolak hal itu bukan berarti dia sombong Dan belagu seperti yang Naisha pikirkan. Akan tetapi, Ada sebuah alasan penting yang Naisha tidak ketahui. Dan sekarang lah saatnya.. Aamir harus meluruskan kesalahpahaman tersebut. Kemudian, Dengan banyak - banyak beristighfar didalam hati.. Maka Aamir pun memutuskan untuk menjelaskan semuanya ke Naisha.


"Naisha, Aku sekarang mengerti duduk permasalahan ini semua. Kamu.. sudah salah paham sama aku, Naisha." kata Aamir yang memulai menjelaskan.


"Sebenarnya.. aku ada alasan kenapa aku menolak untuk mengajari kamu, bukan berarti aku sombong dan lain sebagainya seperti yang kamu tuduhkan ke aku. Aku seperti itu karena.. Aku menjalankan tuntunan islam dalam berhubungan dengan lawan jenis. Naisha, didalam Islam ada batas - batasannya mengenai hubungan antara laki - laki dan perempuan yang bukan mahramnya. Dimana islam sangat menjaga ketat sekali tentang perihal itu, karena jika tidak dibatasi takutnya akan jatuh pada perbuatan dosa." jelas Aamir panjang lebar. Dan ia berharap Naisha bisa memahami maksudnya.


Sepanjang Aamir menjelaskannya, Naisha terlihat sangat fokus mendengarkannya tanpa sedikitpun menyanggah ataupun memotong pembicaraan Aamir tersebut. Namun demikian, hati Naisha yang keras itu belum bisa menerima sebuah kebenaran.


"Omong kosong penjelasan kamu, Aamir. I Don't Care... Apapun alasan kamu, yang jelas.. Rasa sakit hati akan penolakan kamu waktu itu, masih tetap ada dan malahan berbekas disini, dihati aku..." kecam Naisha seraya menepuk - nepuk dadanya. Aamir langsung menghela nafas pendek.


"Naisha, aku minta maaf jika kamu sakit hati karena sikap aku kemarin - kemarin itu. Aku sungguh tidak berniat untuk mengecewakan kamu, dan jika kamu berkenan izinkan aku untuk memperbaiki semuanya. Aku siap melaksanakan permintaan kamu itu Naisha, karena sekarang kita telah menjadi suami istri yang sah. Dan sudah menjadi tanggung jawab aku pula dalam membimbing kamu serta mengajari kamu tentang agama. InshaAllah, semampu aku akan merubah kamu Naisha, merubah kearah yang lebih baik tentunya. Kamu mau kan? Sudah cukup perselisihan kita ini, Naisha. Kita damai ya?" tutur Aamir dengan seuntai senyuman tulus yang tergambar diwajahnya. Lalu perlahan - lahan, Aamir memberanikan diri untuk menyentuh kedua tangan Naisha. Ia sangat berharap hati Naisha luluh dan akhirnya mau menerima dirinya sebagai suami.

__ADS_1


Tapi, lagi - lagi nasib baik belum berpihak ke Aamir. Karena Naisha dengan kasar langsung saja menarik tangannya yang sudah sempat dipegang oleh Aamir.


"Jangan pernah kamu menyentuh aku ya Aamir, haram hukumnya tau!!" kata Naisha setengah membentak.


"Naisha.." lirih Aamir memanggil Naisha.


"Keluar... Keluar kamu dari kamar Aku, Aamir..!! Aku gak sudi berada didalam satu ruangan sama kamu." usir Naisha. Karena Aamir diam saja dan tidak beranjak dari sana, maka Naisha pun mendorong tubuh Aamir hingga laki - laki itu sampai diluar kamarnya. Dan setelah itu, Naisha menutup pintu kamarnya dengan kuat.


...💝💝💝💝...


BERSAMBUNG...


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2