Jalan Menuju CahayaMu

Jalan Menuju CahayaMu
BAB 65


__ADS_3

Baru saja Naisha memejamkan mata, tiba - tiba terdengar deringan dari handphonenya. Naisha kemudian bangkit dan mengambil HP yang terletak manis dimeja riasnya. Dan saat itu pula, ia melihat nomor tak dikenal menelponnya. Melihat nomor itu, Naisha pun yakin bahwa yang menelponnya adalah Rozi. Sebelum mengangkat telpon dari Rozi, Naisha melihat keluar sejenak untuk memastikan tidak ada orang lain diluar sana karena takut apa yang ia bicarakan dengan Rozi nantinya didengar oleh orang lain, apalagi Aamir.


"Iya, kenapa lagi kamu nelpon aku?" tanya Naisha ke Rozi dengan nada ketus.


"Selow donk baby.. bicaranya.. Jangan nge - gas gitu.." kata Rozi dengan tertawa kecil


"Sudahlah Rozi, jangan basa basi lagi.. Cepat katakan apa mau mu nelpon - nelpon aku lagi?" tanya Naisha masih dengan nada ketus.


"Kamu punya waktu 1x 24 jam untuk memberi jawaban atas tawaran aku semalam, Naisha.." kata Rozi mengingatkan Naisha.


"Masih aku pikirkan," kata Naisha dengan nada cuek.


"Jangan kelamaan mikir donk Naisha sayang.. Paling lambat nantik malam aku tunggu jawaban kamu kalau tidak.. Kamu akan terima lah akibatnya.." ancam Rozi. Naisha tidak menjawabnya, hanya helaan nafas berat saja yang terdengar.


"Nantik malam aku telpon kamu lagi dan kamu harus sudah ada jawabannya.." kata Rozi lagi dan setelah itu mengakhiri telponannya dengan Naisha.

__ADS_1


Akan tetapi, Sebelum Rozi mengakhir panggilannya, bersamaan dengan itu pula Aamir masuk kedalam kamar. Naisha langsung buru - buru menutup telpon dan menyembunyikan hpnya.


"Sha.. Kamu lagi ngapain?" tanya Aamir yang curiga melihat gelagat Naisha yang terlihat sedikit cemas.


"Ngak ngapain - ngapain kok," jawab Naisha dengan sedikit gugup.


"Serius kamu gak ngapain - ngapain?" tanya Aamir dengan penuh selidik.


"Ee.. Kamu gak ke mesjid?" tanya Naisha yang malah mengalihkan pembicaraannya.


"Jawab dulu pertanyaan aku, Naisha." kata Aamir dengan nada lembut. Naisha langsung terdiam dengan mengalihkan pandangannya dari tatapan Aamir yang mencurigainya.


"Itu.. Aku telponan sama teman.." kata Naisha yang masih mengalihkan pandangannya.


"Sha.. Coba kamu jawab pertanyaan aku dengan lihat kedepan, ke arah aku.." pinta Aamir.

__ADS_1


"Iya.. Iya.." kata Naisha dengan melihat suaminya.


"Nah.. Gitu donk, jadi.. Ceritakan kamu telpon sama siapa barusan.." tanya Aamir yang masih menanyai hal yang sama.


"Hhhmmm... Kamu gak percaya sama istri mu ini ya sayang?" Naisha malah balik bertanya.


"Awalnya aku percaya tapi setelah Abi kamu mengatakan bahwa dia mencurigai gelagat kamu seperti sedang menyembunyikan sesuatu, jadi.. aku pun seperti berubah haluan.. mencurigai kamu juga.." kata Aamir


"Emang Abi bilang begitu?" tanya Naisha dengan nada tak senang.


"Iya, Abi bilang begitu. Abi menyuruh aku untuk menyelidiki kamu, sayang.. Makanya, aku ingin kamun jujur saja lah sama aku. Pasti ada sesuatu kan yang sedang kamu sembunyikan dari kami? jujur.. Aku gak begitu pandai menjadi detektif denagn menyelidiki diam - diam gitu, aku pengen kamu jujur saja dengan aku, sayang.." ujar Amir setengah memaksa.


"Sha.. Kita ini suami istri, karena itu.. aku ingin kamu lebih terbuka dengan aku. Jangan ada yang disembunyikan, jangan ada yang di rahasia - rahasiakan. Jadi, aku mohon lah sama kamu untuk jujur. Ceritakan semuanya ke aku.. Ada apa.. Apa yang terjadi sebenarnya?" pinta Aamir dan saat ini dengan setengah memohon..


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2