
Setelah selesai sholat tarawih malam itu, Abi Naisha tampak mengobrol - ngobrol hangat dengan Pak Daud didalam mesjid.
Abi Naisha yang bernama Pak Marwan merupakan teman dekatnya Pak Daud. Maka dari itu, Pak Daud lebih kurang tahu tentang kehidupan dirumahnya pak Marwan. Karena memang Pak Marwan selalu bercerita kepadanya termasuk tentang prilaku anak gadis Pak Marwan yang susah diatur.
Seperti malam ini, Pak Marwan kembali mengeluhkan tentang Naisha yang semakin hari semakin tidak terkontrol. Apalagi ini dibulan puasa, Setidaknya Pak Marwan ingin Naisha bisa sedikit saja menghargai bulan suci Ramadhan ini dengan tidak melakukan perbuatan yang melenceng. Pak Marwan sudah kehabisan cara untuk mendidik dan menasihati Naisha yang keras hati itu.
"Jadi bagaimana menurut Pak Daud? Apalagi yang mesti saya lakukan untuk melembutkan hati anak gadis saya itu, karena jujur pikiran saya sudah benar - benar buntu. Saya sudah berikan nasihat mulai dari yang lembut sampai yang keras, tetap saja tidak didengarkannya." keluh Pak Mawan dengan menghela nafas pendek.
"Hhhmmm... Ya Pak Marwan, saya paham apa yang Pak Marwan rasakan saat ini. Karena saya dulu juga pernah mengalaminya, Pak Marwan ingatkan putri saya yang bernama Anandita yang lebih kurang seperti Naisha juga dulunya?" tanya Pak Daud.
"Anandita putri pertama Pak Daud yang bercadar itu?" tanya Pak Marwan agak ragu - ragu.
"Iya, benar Pak Marwan. Dulu Anandita juga sulit diatur, agak liar dianya. Yah.. Karena pengaruh teman - teman juga sih, salah bergaul." cerita pak Daud dengan semangatnya.
"Jadi apa yang Pak Marwan lakukan ke Anandita sehingga ia bisa berubah seperti itu?" tanya Pak Marwan penasaran. Dalam hati, ia berharap bisa meniru cara yang dilakukan oleh Pak Daud tersebut.
"Saya nikahkan dia, Pak Marwan." jawab Pak Daud dengan suara yang lantang. Pak Marwan langsung ternganga kaget.
"Dinikahkan?" tanya Pak Marwan dengan mengerutkan keningnya.
"Ya, dinikahkan. Tapi, bukan dinikahkan dengan lelaki sembarangan. Saya jodohkan dia dengan laki - laki yang agamanya bagus. Jadi setelah menikah lelaki itu bisa menuntut dia kejalan yang benar dan lurus." kata Pak Daud.
"Saya meminta ustad Ghufron yang dulunya pernah menjadi marbot di mesjid ini untuk menikahi Anandita. Karena saya sudah tahu bagaimana latar belakang ustad ghufron yang lulus pesantren ternama di Jawa sana. Akhlaknya bagus, pengetahuan tentang Agama tidak diragukan lagi. Itulah salah satu cara saya untuk membuat Anandita berubah menjadi wanita shaliha seperti saat ini, Pak Marwan." cerita Pak Daud panjang lebar. Sedangkan Pak Marwan hanya manggut - manggut mendengar cerita dari teman dekatnya itu.
"Jadi Saya sarankan coba kamu carikan jodoh untuk Naisha, Pak Marwan. Mana tahu saja dari tangan laki - laki sholeh yang menjadi pendamping Naisha nantiknya, akan bisa merubah Naisha menjadi wanita yang shaliha." Sambung Pak Daud lagi dengan memberikan saran.
Pak Marwan tampak berpikir sejenak. Menimbang - nimbang saran yang diberikan oleh sahabatnya tersebut.
__ADS_1
"Tapi, apa Naisha mau saya jodohkan? Menyuruh dia menikah? Naisha kan masih kuliah." pikir Pak Marwan dengan gurat keraguan di wajahnya.
"Kita bakalan gak tahu jika belum mencobanya Pak Marwan, saya awalnya juga gitu. Merasa ragu, Anandita yang sudah biasa hidup bebas tiba - tiba saya suruh menikah dengan lelaki yang tidak ia kenal dan bukan tipe dia yang pastinya. Tapi, karena niat saya dari awal baik jadi dimudahkan Sama Allah. Bujukan saya ke dia diterimanya, Alhamdulillah lah.. Saya bersyukur sekali saat itu." kenang Pak Marwan yang masih semangatnya bercerita.
Pak Marwan kembali terdiam dan berpikir keras di benaknya. Sampai akhirnya, ia pun tersadar.
"Tapi, siapa kira - kira calon yang bisa saya jodohkan ke Naisha ya Pak Daud?" tanya Pak Marwan.
"Pak Marwan tenang saja, saya sudah memikirkan itu sebelum - sebelumnya." jawab Pak Daud dengan senyum - senyum sendiri."
"Maksudnya Pak Daud?" tanya Pak Marwan lagi.
"Itu.. Pak Marwan kemarin mengagumi pemuda itu kan.." tunjuk Pak Daud kearah Seorang pemuda berbaju putih yang sedang tadarusan dengan pemuda dan pemudi yang lainnya. Pak Marwan langsung mengangguk.
"Nah, dia lah laki - laki yang akan kita jodohkan dengan anaknya Pak Marwan, Si Naisha itu." ucap Pak Daud lalu tersenyum lebar. Kini pandangan Pak Marwan langsung tertuju ke pemuda yang dimaksud.
"Ya benar, Memang bagus ceramahnya kemarin itu Pak Daud." kata Pak Marwan ikut berkomentar.
"Tapi, bagaimana caranya kita memberitahu dia Pak Daud? Saya juga belum pernah ngobrol secara langsung dengan dia, gak mungkinlah tiba - tiba ngobrol langsung bahas mengenai pernikahan. Ya kalau dia sudah mau menikah. Jika dia belum mau menikah bagaimana?" tanya Pak Marwan lagi.
"Pak Marwan tenang saja, itu biar saya yang ngatur." kata Pak Daud kemudian tersenyum lebar.
...🌺🌺🌺🌺...
Jam sudah menunjukkan pukul setengah 12 malam, pemuda dan pemudi yang tadarusan tadi sudah berangsur - angsur pulang dan pamitan dengan Aamir.
"Ya hati - hati dijalan." ucap Aamir kesalah satu pemuda terakhir yang baru saja keluar dari mesjid dan Aamir ikut mengantarkannya sampai didepan pintu mesjid.
__ADS_1
"Hai Aamir," tiba - tiba sebuah pukulan halus mendarat di bahunya Aamir dari belakang. Sontak saja Aamir langsung menoleh kebelakang dan mendapati Pak Daud yang ternyata masih ada didalam mesjid.
"Eh, Pak Daud. Belum pulang ya?" tanya Aamir dengan heran karena tidak biasanya Pak Daud masih berada di mesjid jam segini.
"Iya, Aamir. Bapak mau bicara sesuatu sama kamu." kata Pak Daud dengan wajah yang serius.
"Bicara apa ya Pak Daud?" tanya Aamir dengan wajah yang tidak kalah serius juga.
"Begini Aamir.. Bapak mau tanya sama kamu, Apakah kamu sudah memiliki niat ingin menikah dalam waktu dekat ini." tanya Pak Daud. Pertanyaan dari Pak Daud itu benar - benar membuat Aamir langsung tersentak kaget.
"Me-nikah Pak?" Aamir bertanya dengan tidak yakin, takut ia salah mendengar.
"Iya, Menikah. Jika kamu sudah siap menikah, Bapak sudah mempersiapkan calon untuk kamu." kata Pak Daud yang diselingi dengan tawa renyahnya.
"Siapa Pak?" Aamir malah bertanya lagi dengan wajah yang bingung.
Menikah.. Sedikitpun Aamir belum memikirkan hal itu. Tapi, malam ini ia malah mendapatkan tawaran untuk menikah..
...🌺🌺🌺🌺...
BERSAMBUNG...
.
.
.
__ADS_1