
Mendengar suara Naisha yang menjerit - jerit tersebut sehingga membuat ukhti - ukhti yang ada didalam mesjid langsung keluar. Terlihat seorang wanita bergamis hitam dan berwajah manis langsung turun ke halaman mesjid, sedangkan yang lainnya hanya melihat dari kejauhan.
"Ada apa ya? Tadi saya dengar kakak ini menjerit - jerit," tanya wanita itu dengan heran.
"Eh, Iya. Maaf karena telah menggangu kajian kalian. Ini yang saya ceritakan ke kamu kemarin itu, Husna." ujar Aamir ke wanita yang bernama Husna itu.
"Ohhh.. Jadi kakak yang namanya kak Naisha ya, kami sudah dari tadi nungguin loh. Kok tidak masuk?" kata Husna dengan ramah. Naisha hanya diam saja dengan wajah tak senangnya.
"Kak Naisha, kenalkan ini Husna.. Dan mulai saat ini jika kakak ada keperluan apa - apa ataupun ingin bertanya tentang apapun itu, kak temui saja Husna ya. Silahkan kalian saling bertukar nomor HP. Tolong ya Husna." kata Aamir seraya menoleh kearah...
"Iya, Aamir. Tenang saja," jawab Husna dengan santainya sembari tersenyum manis.
"Kalau begitu, saya pemirsi dulu ya. Kak Naisha, silahkan masuk kedalam bersama Husna. Dan saya harap.. Kak jangan cari saya lagi ya, maaf. Assalamu'alaikum," ucap Aamir lalu berlalu dari sana.
Hati Naisha sungguh panas sepanas - panasnya mendengar penolakan halus dari Aamir tersebut. Naisha paling tidak suka dengan penolakan, apalagi dari seorang laki - laki. Selama ini, tidak ada satu orang laki - laki pun yang berani menolak keinginannya, malahan mereka berlomba - lomba dan berebut untuk mewujudkan keinginan Naisha, Appun itu. Namun laki - laki yang bernama Aamir ini sudah mampu membuat hati Naisha remuk redam.
"Kak Naisha, yuk kita masuk kedalam mesjid." tiba - tiba suara renyahnya Husna membuyarkan kekesalan didalam hatinya terhadap Aamir. Husna merangkul tangan Naisha dengan lembut, dengan cepat Naisha langsung melepaskan rangkulan tersebut.
"Ngak, saya gak mau belajar sama kamu." ucap Naisha dengan suara yang kasar, menatap kearah Husna juga dengan tatapan angkuhnya.
"Tapi, kata Aamir tadi kalau kakak..."
"Saya maunya sama dia, BUKAN SAMA KAMU!" Bentak Naisha yang malah melampiaskan kekesalan hatinya ke wanita tersebut. Husna yang tidak menyangka mendapat bentakan tersebut, hanya bisa mengelus - elakkan dadanya.
...🌸🌸🌸🌸...
__ADS_1
Dengan hati yang kesal dan gondok Naisha pulang kerumahnya, dan ketika sudah berada didalam rumah ia berpapasan dengan Umi Sofia yang langsung terpana takjub melihat penampilan Naisha dengan kerudung yang melilit lehernya.
"MasyaAllah, Naisha.. Kamu cantik sekali." puji Umi Sofia dengan mata yang berbinar - binar. Naisha yang dipuji seperti itu langsung saja melepaskan kerudungnya dengan kasar, karena ia tahu apa yang dimaksud cantik oleh uminya tersebut.
"Loh kok dilepas sih, Naisha? Kamu kelihatan cantik lo kalau pakai kerudung." ujar Umi Sofia.
"Cantik apaan? Gerah Tau!!!!" kata Naisha lalu berlalu dari sana, tapi Umi Sofia kembali memanggilnya.
"Nai.. Tunggu dulu Nai," panggil Sofia namun sedikitpun tidak dihiraukan nya panggilan tersebut.
Naisha kini sudah berada didalam kamarnya, ia menghempaskan tubuhnya dengan kasar diatas tempat tidur. Kekesalannya tak mampu lagi ia bendung, Naisha berteriak histeris beberapa kali untuk melampiaskan rasa geram dihatinya atas sikap Aamir yang menurutnya sudah sungguh sangat kurang ajar karena menolaknya.
"Aku gak suka penolakan, kau harus tahu itu Aamir." kecam Naisha dengan melototkan matanya.
"Apa - apaan kamu bilang tadi ha? Jangan cari saya lagi?" Naisha masih bicara sendiri dengan menirukan cara bicara Aamir yang tadi.
"Awas saja kamu nantik ya Aamir ya, pasti kamu akan menyesal karena telah melakukan ini ke aku. Akan aku pastikan.. Kamu akan bertekuk lutut di kaki aku, akan aku buat kamu tergila - gila sama aku dan setelah itu terjadi... Aku akan mencampakkan kamu, membuang kamu seperti sampah." lanjut Naisha lagi dan kali ini dengan menyunggingkan senyumannya.
Beberapa saat kemudian, Mely menelpon Naisha.
"Nai, kamu gak apa - apa kan? Sudahlah jangan dilanjutin lagi rencana kita ke laki - laki itu, karena dia agak lain, agak susah ditaklukkan. Kamu usah pusingkan perihal ini ya, aku dan Tari khawatir ni sama kamu yang tiba - tiba saja tadi mintak dianterin pulang tanpa berkata apapun." kata Mely dengan nada risau. Karena bagaimanapun ia merasa tidak enak ke Naisha sebab dialah yang awalnya memiliki ide untuk mengisengkan Aamir. Dia pikir, Aamir sama dengan kebanyakan cowok - cowok yang langsung baper jika didekatin cewek. Tapi, ternyata Aamir ini beda.. Dia sangat cuek, dingin dan sedikitpun tidak tertarik dengan Naisha yang cantik jelita itu.
"Ngak, Mel. Aku tidak akan menyerah sebelum dia bertekuk lutut dihadapan aku, Aku akan membalas rasa sakit hati aku ini." kata Naisha dengan suara yang lantang. Mely tidak lagi melarang Naisha, karena ia hapal betul tabiat Naisha jika sudah punya keinginan itu pasti harus diwujudkan. Naisha yang keras hati dan keras kepala menurutnya.
Setelah selesai telponan dengan Mely, tiba - tiba saja Abi Naisha masuk kedalam kamar Naisha dengan sebelumnya mengucapkan salam.
__ADS_1
"Boleh Abi masuk, Nai?" tanya Abi Naisha. Naisha menganggukkan kepalanya dengan malas - malasan.
"Oya,Tadi Umi bilang kamu pakai kerudung ya?" tanya Abinya dengan seuntai senyuman bahagia sudah tergambar dari parasnya.
"Ngak usah didengarin perkataan Umi itu, Abi." kata Naisha dengan kesal.
"Tadi itu, cuman iseng aja." lanjut Naisha lagi dengan wajah yang cemberut.
"Ya gak apa - apa, Naisha. Semuanya berawal dari iseng - iseng saja, tapi kita tak tahu kedepannya bakalan bagaimana kan?" kata Abinya.
"Maksud Abi apa sih?" tanya Naisha dengan mengerutkan keningnya.
"Maksud Abi begini, Naisha..." ujar Abinya kemudian berhenti sejenak untuk menarik nafas panjang.
"Sejak dulu.. Abi sangat berharap dapat melihat kamu bisa merubah penampilan kamu, Naisha. Abi mungkin tidak berhasil mendidik kamu sejak kecil menjadi wanita yang menutup auratnya. Abi yang tidak menyekolahkan kamu ke sekolah islami dan pendidikan Agama yang bagus, dan terkadang Abi merasa gagal karena tidak menanamkan hal - hal berbau agama ke kamu sejak kecil, Abi hanya sibuk bekerja dan bekerja. Apalagi setelah Umi kamu meninggal, baik kamu dan Abi seperti kehilangan arah hidup." ungkap Abi Naisha dengan sorot mata yang mulai berkaca - kaca.
"Jadi maksud Abi, Abi mau nyuruh Naisha menutup aurat?" tanya Naisha dengan nada tak setuju.
"Iya, tapi mungkin tidak semudah itu merubah kamu Naisha. Abi tahu itu, makanya.. Abi berniat akan menikahi kamu saja dengan lelaki yang bisa membimbing dan menuntun kamu menjadi wanita shaliha.." kata Abi dengan cepat dan lantang. Mendengar hal tersebut, membuat Naisha langsung ternganga kaget.
...🌺🌺🌺🌺...
BERSAMBUNG...
.
__ADS_1
.