Jalan Menuju CahayaMu

Jalan Menuju CahayaMu
BAB 25 (DIJALANAN YG SEPI)


__ADS_3

"Naisha, aku bahagia sekali kamu mau menerima ajakan aku untuk keluar malam ini. Terimakasih ya Naisha yang cantik jelita.." ucap Ferdi ke Naisha. Saat itu Ferdi mengendari mobilnya dijalanan yang jauh dari keramaian kota. Katanya dia mau membawa Naisha kesuatu tempat yang spesial dan romantis, yang sudah ia siapkan dengan dalih ingin memberikan Naiha sebuah kejutan.


"Emangnya kamu mau bawa aku kemana sih, Ferdi? Dari tadi kok gak nyampe - nyampe?" tanya Naisha dengan wajah yang bete.


"Sabar donk Naisha sayang.. Gak lama lagi kita sampai kok." kata Ferdi dengan tersenyum misterius.


"Hhhmmm.. Tapi, ngomong - ngomong.. Itu dari tadi siapa ya yang nelpon kamu? Kok gak diangkat angkat?" tanya Ferdi yang sejak tadi mendengar HP Naisha berdering terus - terusan, namun Naisha tidak kunjung mengangkatnya.


"Aku malas nerima telpon dari dia, gak penting juga..!" kata Naisha dengan geram. Karena tidak dipungkiri, sejak tadi ia merasa terganggu dengan panggilan telpon dari Aamir tersebut. Laki - laki itu juga mengirimi pesan berkali - kali ddengan pertanyaan yang sama, yaitu menanyai tentang keberadaan Naisha saat ini.


"Apa urusan kamu, Aamir? Mau tahu aku dimana dan sama siapa, emang lo siapaa?? Jangan mentang - mentang sudah menjadi suami seorang Naisha, jadi seenaknya kamu pengen tahu tentang kehidupan aku. Dasar.. Cowok belagu..!!!" umpat Naisha tapi hanya didalam hatinya.


Jika bicara tentang Aamir, membuat Naisha menjadi kesal. Apalagi saat mengingat permintaan konyol Aamir saat itu kepada Naisha. Dimana ia meminta Naisha agar selalu memberi kabar ke dirinya jika mau berpergian kemana pun. Ia bilang tidak melarang Naisha pergi, tapi setidaknya beri kabar.


Tentu saja Naisha langsung mencibir dan menertawai permintaan Aamir yang baginya sangat konyol sekali. Sedangkan Abi dan Uminya sendiri saja tidak pernah ia beri kabar jika mau pergi, dan..lalu Siapa dia yang berani - berani menyuruh Naisha? Naisha merasa sangat gondok dihatinya jika kembali mengingat hal itu.


"Nai, kamu.. Lagi gak dekat dengan laki - laki kan saat ini?" tiba - tiba pertanyaan dari Ferdi itu membuyarkan lamunan Naisha tentang Aamir.


"Kenapa emangnya?" tanya Naisha yang seperti tidak senang dengan pertanyaan yang di todongkan oleh Ferdi itu.


"Ya.. Sebenarnya, aku masih berharap bisa balekkan lagi dengan kamu, Nai. Karena, Aku.. Masih sayang sama kamu.." kata Ferdi dengan suara yang memelas. Naisha langsung tertawa kerasa mendengar ucapan Ferdi tersebut.

__ADS_1


"Ferdi.. Ferdi... Kamu kayak ngak kenal aku aja deh, mana pernah aku mau balikkan lagi sama mantan. Apalagi mantannya seperti kamu. Jadi, kamu jangan banyak berharap deh sama aku. Lagi pula, aku mau diajak kamu jalan malam ini karena kasihan saja sama kamu, bukan karena apa - apa. Kamu jangan geer deh, aku sudah gak tertarik lagi sama kamu," kata Naisha lagi - lagi dengan gayanya yang sombong itu.


"Jadi, benaran gak ada harapan lagi untuk aku, Naisha?" tanya Ferdi lagi lalu menatap sekilas kearah Naisha dengan tatapan penuh harap.


"Gak Ferdi, sama sekali tidak. Selera aku bukan kamu lagi..!" jawab Naisha dengan tegas. Ferdi terdiam dan wajahnya pun langsung berubah dikatakan seperti itu oleh Naisha.


Beberapa saat kemudian, hening. Tidak ada lagi percakapan diantara mereka. Ferdi masih terus membawa mobilnya menjauh dari perkotaan dan tidak lama kemudian mobil itu malah berbelok ke jalan yang sepi dan gelap, tidak terlihat satupun rumah warga disana, yang ada hanya pohon - pohanan dan semak belukar dikiri kanannya.


"Hei.. Ferdi, Kita mau kemana nih? Kamu gak salah jalan kan?" tanya Naisha seraya menatap Ferdi dengan heran. Namun, Ferdi sama sekali tidak mengubris pertanyaan dari Naisha tersebut. Pandangannya lurus kedepan dengan tatapan yang terlihat agak lain. Tiba - tiba saja perasaan Naisha menjadi tidak enak.


"Ferdi, aku mau kita pulang saja. Aku gak mau ikut ke tempat kamu, jalannya seram nih." kata Naisha dengan melihat keluar jendela yang begitu gelap gulita. Ferdi masih bungkam, seakan tak peduli dengan rasa takut yang dirasakan oleh Naisha.


"Ferdi, kamu dengar gak sih apa kata aku? Kita putar balik, antar aku pulang kerumah sekarang juga!!!" perintah Naisha dengan gusar. Namun, lagi - lagi Ferdi tidak menghiraukan perintah Naisha tersebut, malahan ia semakin menambah laju mobil yang ia kendarai.


"Kamu kenapa diam aja sih, Ferdi?" tanya Naisha yang kali ini dengan setengah membentak.


"DIAM KAMU..!!" Akhirnya Ferdi mengeluarkan suara juga, suara yang menggelegar dan terdengar menyeramkan ditelinga Naisha.


"K-kamu, berani membentak aku?" tanya Naisha seraya mengarahkan telunjuknya ke wajahnya. Ia seakan tak percaya Ferdi berani membentaknya seperti itu.


"Antar aku pulang sekarang juga, Ferdi. Aku gak mau ikut sama kamu, jangan macam - macam kamu ya." kata Naisha yang masih terus - terusan berbicara dan mendumel dengan kesal, ia sempat juga mengeluarkan umpatan serta cacian yang ditujukan ke laki - laki itu. Karena tidak tahan mendengar perkataan Naisha yang sudah kelewat batas, maka Ferdi pun langsung memberhentikan mobilnya. Ia mengerem mendadak. Sehingga membuat Naisha yang tidak pada posisi siap, langsung saja tersungkur dan kepalanya terantuk pada bagian di depannya.

__ADS_1


"Aduuh... Sakitt..." rintih Naisha seraya memegang bagian kepalanya yang terantuk itu.


"Dasar Brengsek, Apa apaan itu tadi ha? Kamu mau membuat aku celaka?" kata Naisha dengan marah. Tapi, bukannya minta maaf, Ferdi malah tampak menyunggingkan sebuah senyum getirnya kearah Naisha.


"Malah senyum lagi, Kamu memang gak ada otak ya? Nyesal aku ikut kamu malam ini, mending aku pergi dengan teman - teman aku, dasar brengsek." Naisha terus - terusan mengumpat dengan hati yang kesal.


"Kamu antar aku pulang sekarang juga," perintah Naisha.


"Tidak, Naisha. Aku tidak akan mengantarkan kamu pulang," kata Ferdi seraya melotot kan matanya kearah Naisha. Melihat gelagat Ferdi yang sudah semakin aneh, membuat rasa takut mulai muncul dihati Naisha. Namun, dia tidak serta merta menampakkannya.


"Ya sudah kalau kamu gak mau antar aku pulang, aku bisa kok mintak jemput sama teman - teman aku," kata Naisha. Dan kemudian, Naisha langsung mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya. Ia berencana ingin menghubungi salah satu temannya agar menjemputnya di tempat tersebut.


Namun, belum sempat Naisha menghubungi temannya, tiba - tiba saja ada sebuah panggilan masuk. Nama Aamir yang tertera disana, ternyata Aamir belum menyerah untuk menghubungi Naisha. Naisha terdiam sejenak, seakan berpikir apakah ia harus mengangkat telpon dari Aamir tersebut atau malah mencuekkanya lagi. Dan di saat Naisha sedang berpikir itulah, tiba - tiba saja Ferdi hendak merampas ponsel dari tangan Naisha. Tentu saja Naisha langsung memberontak dan tidak membiarkan ponselnya direbut paksa oleh Ferdi.


"Apa - apaan sih kamu, Ferdi. Lepas.. Lepaskan tangan kamu dari sini.." ucap Naisha yang berusaha melepas kan tangan Ferdi yang hendak merebut ponselnya. Tapi, usaha yang Naisha lakukan tidak berhasil. Tenaga Ferdi lebih kuat darinya, hingga akhirnya laki - laki itu berhasil merebut ponsel Naisha lalu melemparkannya ke kursi belakang. Namun, sebelum itu.. Panggilan masuk dari Aamir tadi tidak sengaja terpencet pada tombol menerima panggilan..


BERSAMBUNG...


"JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA YA, TERIMAKASIH SUDAH SETIA MEMBACA.."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2