Jalan Menuju CahayaMu

Jalan Menuju CahayaMu
BAB 53


__ADS_3

Selang beberapa menit kemudian, makanan Pesanan merekapun sampai. Aamir kemudian berjalan keluar untuk mengambil makanan tersebut.


"Alhamdulilah, mari kita makan sayang.." ajak Amir dan meletakkan makanan tersebut di atas meja. Naisha juga bergegas kesana karena ia sudah merasa sangat lapar. Tapi, baru saja mereka akan menikmati makan siang, tiba - tiba saja pintu kamar mereka kembali diketuk dan kali ini dengan ketukan agak kencang dan berulang - ulang kali. Aamir dan Naisha pun langsung saling pandang dengan wajah yang penuh tanda tanya.


"Siapa ya yang datang?" tanya Aamir dan kemudian kembali melangkah kearah pintu. Naisha mengikutinya dari belakang. Dan saat pintu terbuka, seraut wajah seorang wanita cantik langsung tertangkap oleh mata mereka.


"Maaf ya saya mengganggu kalian berdua," ucap Wanita cantik berambut pendek itu.


"Iya, ada apa ya?" tanya Naisha dengan tersenyum juga.


"Begini, saya kebetulan menginap disebelah dan saya mau menelpon pelayan hotel untuk pesan makanan. Tapi, sepertinya telpon didalam kamar saya rusak. Makanya kalau bisa saya mintak tolong ditelpon kan pelayan hotelnya untuk datang kesini biar sekalian memperbaiki telponnya yang rusak. Karena saya lagi gak enak badan, jadi gak kuat kalau mau turun kebawah.." jelas si wanita berkaca mata itu.


"Oohh.. begitu, boleh.. Bentar ya saya telpon kan dulu." kata Naisha dan kemudian beregegas mengambil telpon dikamar hotel tersebut.


Setelah Naisha selesai menelpon pelayan hotelnya, si wanita pun pamit dan kemudian masuk kedalam kamarnya. Sedangakan Naisha dan Aamir kembali menikmati makan siang mereka.


🌺🌺🌺🌺


Saat sore hari, Naisha dan Aamir keluar dari kamar hotel. Mereka berencana akan berjalan - jalan ke pantai yang tidak jauh dari hotel, bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.


"Kita jalan kaki saja ya sayang, biar sekalian olahraga sore." kata Aamir saat Naisha ingin menyetopkan taksi, dan ia langsung mencegahnya.


"Tapi, jauh gak? Kalau aku capek bagaiamana?" keluh Naisha dengan gaya manjanya.


"Ya kalau kamu capek, biar aku gendong." jawab Aamir.


"Yakin kuat gendong aku?" tanya Naisha tak percaya.


"Ya kuat donk, yang angkat kamu pingsan waktu masuk jurang kemarin siapa, kan aku.." kata Aamir dengan bangga. Naisha hanya tertawa saja.


Beberapa menit kemudian, mereka berdua pun sampai di tepi pantai yang sangat indah. Tempatnya masih sangat asri dan juga bersih. Ada banyak wisatawan yang mengunjungi pantai tersbebut, walaupun pantai itu bukan pantai satu - satunya dikota ini, karena Masih banyak pantai yang lain dan jauh lebih indah lagi dari yang ini.


Naisha dan Aamir berjalan sambil bergandengan tangan ditepi pantai, sambil mengobrol - ngobrol dan juga tertawa dengan girangnya. Mereka sangat menikmati jalan - jalan sore mereka. Sampai akhirnya, langkah kaki mereka melambat saat melihat seorang wanita yang terduduk lemas ditepian pantai tepat didepan mereka. Aamir dan Naisha mengenali wanita berkaca mata itu, Ya.. Wanita itu adalah wanita yang mengetuk pintu mereka siang tadi untuk meminjam telpon hotel.

__ADS_1


"Loh, kak..? Ada apa kak?" tanya Naisha yang melihat wanita itu meringis kesakitan secara memegang kakinya.


"Ini.. telapak kaki saya sakit, sepertinya terinjak sesuatu." ujarnya dengan memeriksa bagian kakinya itu. Naisha langsungmelihat kaki wanita itu yang ternyata memang sudah berwarna kemerahan.


"Kakak sama siapa disini?" tanya Naisha lagi.


"Sendiri sana kak." lirihnya dengan memaksakan sedikit tersenyum walaupun sedang kesakitan.


"Kakak kalau gak salah yang tadi siang itu bukan? Yang meminjam telpon dari kamar hotel kami?" tanya Naisha untuk lebih menyakinkan. Sedangkan Aamir memilih untuk diam saja di samping Naisha.


"Iya, benar." jawabnya.


"Ya udah kalau gitu, saya bantu kakak ke klinik ya." ucap Naisha dengan menawarkan diri.


"Sayang, ada klinik gak ya kira - kita dekat sini?" tanya Naisha ke Amir.


"Ngak tau, Sayang. Tapi, biar aku tanyain dengan penjaga pantainya ya." kata Aamir dan kemudian berlalu dari sana untuk. mencari penjaga pantainya.


"Gak usah kak, saya gak enak ngerepotin kakak. Gak apa, nantik saya pergi sendiri saja." katanya dan kemudian berusaha untuk berdiri namun agak susah karena rasa nyeri yang ia rasakan ditelapak kakinya itu. Melihat ia kesusahan seperti itu, Naisha langsung saja berinisiatif untuk menolongnya.


"Kata penjaga pantainya, ada klinik cuman agak jauh dari sini jadi harus menggunakan taksi atau kendaraan umum lainnya." kata Aamir.


"Oh gitu ya, Aamir.. Kita antarkan kakak ini ke klinik itu dulu gak apa - apa ya?" tanya Naisha yang meminta persetujuan dari suaminya.


"Ya gak apa - apa, Naisha." jawab Aamir. Wanita itu merasa tidak enak telah merepotkan Naisha, meskipun ia tetap berjalan pelan juga menuny keluar pantai untuk mencari taksi.


"Iya, nama kakak siapa?" tanya Naisha setelah mereka berada didalam taksi.


"Nama saya Shera, kalau kamu?" Wanita itu balik bertanya.


"Naisha," jawab Naisha seraya mengulurkan tangannya dan merekapun bersalaman.


Selang beberapa menit kemudian, sampailah mereka di klinik. Dokter langsung memeriksakan kaki Shera didalam ruangan sana, sedangkan Naisha dan Aamir duduk di ruang tunggu.

__ADS_1


"Nantik kamu tanyakan sama dia sayang, apakah dia datang kesini sendirian atau bagaiaman?" kata Aamir ke Naisha.


"Kenapa emangnya?" tanya Naisha dengan bingung.


"Ya.. Mana tahu saja dia sama keluarganya disini jadi kan kita bisa cari keluarganya dan beritahu dia kalau dia disini." kata Aamir memberi saran.


"Iya, juga sih.. Nantik lah ditanya."


Setelah dokter selesai memeriksa dan mengobati telapak kaki Shera yang terluka, maka Naisha dan Aamir pun masuk kedalam. Naisha kemudian bertanya mengenai yang Aamir suruh tadi.


"Aku datang kesini sendirian saja, Naisha." jawab Shera singkat dengan wajahnya tiba - tiba berubah menjadi sedih. Naisha pun menjadi segan untuk bertanya lebih lanjut lagi.


Setelah selesai dokter meresepkan dan memberikan obat makan untuk Shera, maka merekapun keluar berbarengan dari klinik tersebut.


"Naisha, terimakasih banyak ya sudah mau temanin aku keklinik." ucap Shera.


"Iya, sama - sama. Oya, kita bareng saja yuk ke hotelnya. Sekalian saja kamu ikut sama kami naik taksi." ajak Naisha.


"Eh, gak usah Naisha.. Kalian duluan saja. Aku nantik saja pulangnya, aku mau singgah ke swalayan dulu." kata Shera menolak dengan halus.


"Oh, gitu ya.. Benaran gak apa - apa kamu kami tinggalkan disini?" tanya Naisha lagi dengan gak enak hati.


"Ya gak apa - apa, terimakasih banyak atas bantuan dari kalian berdua ya." ucapnya yang langsung diiyakan oleh Naisha dan Aamir.


Setelah itu, Naisha dan Aamir naik kedalam taksi menuju ke hotel karena hari pun sudah mulai senja. Belum lama taksi tersebut berlalu dari sana, tiba - tiba saja seseorang laki - laki menghampiri Shera dengan senyuman sinis yang mengembang disana..


.


.


.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


.


__ADS_2