Jalan Menuju CahayaMu

Jalan Menuju CahayaMu
BAB 56


__ADS_3

"Jadi sekarang gini saja, kita cek CCTV. Kita lihat apakah cerita suami kamu ini benar apa tidak, Tapi saya yakin dia cuman ngarang cerita saja." tantang Shera yang langsung disetujui oleh Aamir. Sedangkan Naisha hanya diam saja, ia tampak beberapa kali memijit keningnya yang mulai berdenyut kencang. Namun demikian, ia ikut juga kebawah bersama Aamir dan Shera untuk. mengecek CCTV


Setelah sampai di bawah, Shera tampak berbicara dengan petugas hotel dan meminta persetujuan untuk melihat CCTV. Maka mereka bertiga pun dibawa kedalam ruangan pemantauan CCTV. Saat rekaman dibuka, betapa kagetnya Aamir bahwa ternyata apa yang ia lihat tadi malam itu tidak ada sama sekali di CCTV. Yang ada cuman, saat ia masuk kedalam kamarnya Shera. Aamir terdiam dengan wajah yang panik, sedangkan Shera tersenyum penuh kemenangan.


"Mana... Mana yang kata kamu ada laki - laki yang keluar dari kamar aku ha?" kata Shera dengan emosi.


"Ya, Allah.. Pasti ada yang tidak beres ini. Aku melihat jelas ada laki - laki yang keluar dari kamar kamu, gak mungkin aku salah lihat karena jarak dia cuman beberapa centi didepan aku." kata Aamir yang masih saja melakukan pembelaan atas dirinya sendiri.


"Heh.. Kamu, sudahlah jangan mengarang cerita bohong lagi. Akui saja kesalahan kamu. Semuanya sudah terlihat di CCTV ini kalau kamu masuk kekamar aku." kata Shera dengan garang.


"Memang iya aku masuk kedalam kamar kamu, Tapi aku masuk karena aku mendengar kamu berteriak mintak tolong, Aku cuman mau ngecek dan menolong kamu. Aku gak pernah sedikitpun berniat untuk berbuat yang macam - macam." kata Aamir langsung memotong ucapan Shera.


"Aku gak ada berteriak mintak tolong ya! Karena posisi aku saat itu lagi lemas, pusing dan setelah itu aku gak sadarkan diri. Sampai - sampai aku lupa menutup pintu kamar aku. Dan.. Disitulah kamu mengambil kesempatan kan? Kamu datang.. Dan entah apa yang telah kamu lakukan ke aku selanjutnya...." ujar Shera dengan menyipitkan matanya.


"Ya Allah, bukan begitu cerita sebenarnya. Naisha.. Kamu percaya aku kan?" tanya Aamir ke Naisha yang sejak tadi hanya bungkam. Tanpa menjawab pertanyaan dari Aamir, Naisha langsung saja bergegas pergi dari sana dan kembali masuk kedalam kamar hotel. Aamir menyusul Naisha. Sepeninggalan Aamir dan Naisha, Shera langsung tersenyum simpul kearah petugas hotel yang menangani CCTV di hotel tersebut.


"Terimakasih atas kerjasamanya ya pak," ucap Shera sembari menyerahkan amplop berisi uang tunai yang lumayan tebal.


"Sama - sama.." jawab si bapak dengan tersenyum lebar.


Setelah itu, Shera mengeluarkan ponselnya. Ia menelpon seseorang.


"Aku sudah menjalankan tugas aku dengan sempurna," lirih nya kepada orang yang ia telpon.


...🌺🌺🌺🌺...


"Sha, kamu mau kemana?" tanya Aamir yang melihat Naisha mengemas - ngemaskan barangnya.


"Aku mau pulang," jawab Naisha dengan ketus.


"Sha, sayang.. Kamu jangan pulang dulu donk. Kita selesaikan dulu masalah ini." pinta Aamir dengan setengah memohon.

__ADS_1


"Untuk apa lagi aku disini, Aamir? Gak ada gunanya lagi aku bersama laki - laki pengkhianat seperti kamu." teriak Naisha seraya mendorong tubuh Aamir agar menjauh darinya.


Naisha sudah dikuasai oleh amarah yang mengebu - gebu dihatinya. Walaupun awalnya Naisha tidak yakin Aamir melakukan itu, tapi setelah melihat CCTV tadi benar - benar membuat Naisha muak dengan Aamir. Dengan segala hal yang pada dirinya, kebaikannya, kepolosannya, perhatiannya, seolah sirna sudah dari hati dan pikiran Naisha.


"Naisha, lihat aku. Lihat aku kesini Sayang..." kata Amair yang kembali bersimpuh dihadapan istrinya itu. Aamir akui bagaimanapun tidak mudah untuk menyakinkan Naisha setelah ia melihat CCTV tadi. Naisha pasti berpikiran bahwa Aamir benar - benar berniat untuk masuk kedalam kamarnya Shera.


"Aku berani bersumpah demi Nama Allah, bahwa apa yang aku katakan tadi itu benar sayang. Percayalah sama aku, kalau bukan kamu yang percaya sama aku.. Siapa lagi, Sha?" ujar Aamir dengan suara yang tertahan.


"Aku tahu, tidak mudah bagi kamu untuk percaya setelah melihat CCTV tadi. Tapi, mana tahu saja ada rekayasa dari sana Naisha. Karena aneh saja, cuman aku yang nampak masuk disana sedangkan Laki - laki Yang aku ceritakan tadi itu tidak terlihat di sana." kata Aamir dengan curiga.


"Jadi kamu menuduh petugas CCTV itu ikutan juga dalam menjebak kamu, Aamir?" tanya Naisha dengan sinis.


"Kalaupun iya, niat banget mereka mau menjatuhkan kamu. Gak masuk akal, Aamir." ketus Naisha dan kemudian melanjutkan mengemas pakaiannya.


"Naisha, aku mohon.. Percayalah sama aku," ucap Aamir lagi dengan menghela nafas panjang.


"Sudahlah Aamir, ternyata aku salah menilai kamu selama ini. Aku memang benar - benar sudah tertipu dengan wajah dan penampilan kamu yang alim dan polos itu, tapi ternyata kamu brengsek..." kata Naisha lagi dan kemudian ia pun berdiri hendak pergi.


"Aku mau pulang dan mengadukan semua perbuatan kotormu itu ke Abi." kata Naisha dengan melepaskan tangannya Aamir yang berada di pergelangan tangannya.


"Jangan pulang dulu lah, Naisha. Apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa percaya sama aku, Naisha?" tanya Aamir lagi dengan wajah memelas nya itu.


"Gak perlu bukti lagi Aamir, sudah jelas semuanya terlihat di CCTV." kata Naisha dan kemudian buru - buru keluar dari kamar. Aamir tidak tinggal diam saja, ia mengejar Naisha sampai kedepan pintu lift.


Dan saat pintu lift terbuka, ternyata ada Shera disana.


"Mau kemana kamu m, Naisha?" tanya Shera dengan tatapan sinisnya itu.


"Aku mau berangkat pulang," jawab Naisha singkat dan kemudian masuk kedalam lift. Saat Aamir Ingin masuk juga kedalam lift, Shera malah menghalanginya sampai pintu lift tersebut tertutup.


"Apa maksud kamu menghalangi aku?" tanya Aamir dengan gusar.

__ADS_1


"Hahahahaha... Selamat ya?" kata Shera dengan tertawa terbahak - bahak. Aamir langsung mengerutkan keningnya dengan heran.


"Selamat apa maksud kamu?" tanya Aamir dengan heran.


"Ya, selamat saja karena kamu sudah ditinggalin istri kamu, hahahha..." kata Shera yang kembali tertawa.


"Wanita aneh..!!" umpat Aamir dengan geram.


"Aku tidak kenal kamu sebelumnya, apalagi pernah berbuat salah ataupun sesuatu yang tidak menyenangkan terhadap kamu. Tapi, mengapa.. Mengapa kamu malah memfitnah dan menjebak aku seperti ini?" tanya Aamir yang merasa sangat yakin bahwa dirinya sidah dijebak, dia bisa melihat dari gelagat Shera yang terlihat lain. Awal tadi dia tampak marah, gelisah, takut tapi sekarang.. Berubah total. Wajahnya sumringah dengan dihiasi tawa yang menggelegar seperti tadi.


"Memang benar.. Kamu tidak ada masalah dengan aku, yang bermasalah itu adalah Naisha.. Istri kamu yang sombong dan sok itu.." kata Shera lagi dengan membesarkan matanya.


"Kenapa dengan, Naisha? Bukannya kamu juga baru mengenal Naisha disini? Mengapa kamu malah mengatakan Naisha sombong dan sok?" tanya Aamir yang semakin heran dengan perkataan wanita aneh yang ada dihadapannya saat ini.


"Dia memang gak kenal aku, tapi.. Aku kenal dengan dia." jawab si wanita dengan wajah yang serius. Sorot matanya dipenuhi rasa kebencian.


"Kenal dari mana kamu sama Naisha?" tanya Aamir lagi. Ia berharap bisa mendapatkan informasi dari wanita yang ia anggap setengah tidak sadar ini. Karena Aamir bisa mencium bau alkohol yang keluar dari mulutnya. Aamir yakin wanita ini pasti baru selesai minum minuman terlarang itu.


"Mana mungkin bisa aku melupakan wanita yang sudah membuat keluarga aku menderita karena dia.. Dia sungguh jahat, sampai - sampai dengan sikap dan perkatannya yang sok itu membuat ibu aku yang lagi sakit - sakitan saat itu bertambah sakit dan akhirnya meninggal dunia. Memang wanita jahat dia itu, yang suka mempermainkan hati dan perasaan lelaki yang sudah tulus dengan dia." tutur Shera dengan tatapan mata yang kosong namun masih dipenuhi dengan rasa kebencian.


Aamir terdiam. Tidak lagi mengintrogasi Shera, sedangkan wanita itu dengan sempoyongan berjalan menuju kedalam kamarnya. Dan kemudian, sebelum ia masuk kekamar, Aamir mendengar Shera berbicara lewat telpon dengan seseorang.


"Ya.. bang, lakukan lah apa yang abang mau, balaskan dendam abang, dia baru saja keluar dari hotel.." ucap Shera kepada orang yang ia telpon.


Aamir tersentak dengan kekhawatiran yang sangat dalam dihatinya. Naisha, istrinya itu.. kini berada dalam bahaya. Tanpa basa basi lagi, Amair langsung saja bergegas turun kebawah dengan menggunakan tangga.


,


,


,

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2