Jalan Menuju CahayaMu

Jalan Menuju CahayaMu
BAB 44 (RENCANA LICIK)


__ADS_3

Pagi itu, Aamir datang ke mesjid untuk menghadiri pengajian serta acara kerohisan rutinan setiap bulannya. Pengajian kali ini di khususnya bagi anak - anak remaja yang ada di sekitaran komplek, baik remaja putri maupun remaja putra. Dan kajian kali ini akan diisi oleh seorang ustad yang lumayan terkenal juga dikota tersebut. Oleh karenanya, ada banyak hal yang harus disiapkan untuk menyambut kedatangan Ustad tersebut.


Aamir datang setengah jam lebih awal sebelum acaranya dimulai, dia sengaja datang cepat karena ada beberapa hal juga yang mau ia lakukan dan ia ambil didalam kamarnya dulu yang kini sudah ditempati oleh Farel, yang merupakan pengganti tugas Aamir dimesjid tersebut.


Dimesjid masih sepi, belum tampak remaja sekitaran komplek yang berdatangan. Yang ada saat itu cuman Farel dan Husna. Farel masih didalam kamar, mengerjakan tugas - tugas kuliahnya, karena kebetulan ia masih kuliah di semester akhir. Sedangkan, Husna yang merupakan mentor bagi remaja - remaja putri itu juga sudah terlihat hadir lebih awal dan kini sedang didalam mesjid. Husna adalah pengurus sekaligus pengisi kajian bagi remaja putrinya.


Husna saat itu sudah berada didalam mesjid dan tampak seorang diri mengatur posisi dan tempat yang akan digunakan untuk acara pagi ini. Aamir yang baru masuk kemesjid, langsung saja menghampirinya dan bertanya apa yang bisa ia bantu.


"Husna, apa yang bisa aku bantu nih?" tawar Aamir ke Husna yang terlihat sibuk dan tak sadar akan kemunculan Aamir disana.


"Eh, Aamir. Bikin kaget saja, nih.. Menurut kamu bagaimana, sudah bagus posisinya seperti ini?" tanya Husna meminta pendapatnya Aamir.


"Hhhmm.. Sepertinya sudah pas seperti ini..." ucap Aamir tampak berpikir sejenak.


"Oh, tapi.. Sepertinya aku butuh bantuan kamu deh Aamir.." kata Husna sembari berjalan menuju keluar mesjid.


"Bantuan apa itu?" tanya Aamir dengan semangat.


"Bagaimana kalau meja yang didalam itu kita ganti dengan yang ini, seperti nya ini lebih bagus dari pada yang didalam sana." kata Husna dengan melirik meja yang ada diluar mesjid.


"Boleh, Oke.. Bentar ya.. Aku panggilkan Farel dulu karena mejanya lumayan berat juga sepertinya ini, aku angkat sendiri kayaknya gak bisa." kata Aamir dan kemudian siap - siap akan berjalan menuju kekamarnya Farel. Namun, Husna malah mencegahnya.


"Tunggu, Aamir.. kamu Gak perlu panggil Farel. Biar aku saja yang bantu kamu angkat mejanya." kata Husna dengan tersenyum lebar, sehingga menampakkan sepasang lesung pipi diwajahnya yang imut itu.


"Oh gitu, Benaran Ngak apa - apa nih, Husna?" tanya Aamir yang merasa tidak enak harus dibantu oleh seorang wanita.


"Ya gak apa - apa, cuman angkat ini doank kok." kata Husna lalu tertawa kecil.

__ADS_1


"Oh, Ya udah." kata Aamir akhirnya karena mendengar jawaban yang menyakinkan dari Husna.


Maka jadilah meja tersebut diangkat oleh mereka berdua. Meja itu ternyata memang sangat berat. Saat mereka akan melewati pintu mesjid yang agak menanjak, tiba - tiba saja Husna yang berada dibagian luar seperti kehilangan keseimbangan dan tampak akan terjatuh ke lantai. Dan Aamir yang di seberang sana, melihat Husna yang akan terjatuh sontak saja langsung melepas meja itu dan bergegas ke tempat Husna. Dan akhirnya.. Saat Aamir sudah berada di dekat Husna, wanita itu benar - benar akan terjatuh tapi kali ini karena terinjak oleh gamisnya sendiri. Tapi, untung saja Aamir sudah di sampingnya dan tanpa disengaja dan direncanakan, Aamir malah menyambut tubuh Husna dari belakang. Kejadiannya begitu cepat, dan itu reflek saja dilakukan Aamir. Tapi, dengan cepat pula Aamir melepaskan pegangan tangannya pada tubuh Husna dengan sebelumnya meminta maaf karena tidak sengaja. Husna memaklumi dan tidak lupa juga berterimakasih karena Aamir sudah menolongnya.


Tapi, ternyata kejadian cepat tadi malah direkam oleh seseorang yang sejak tadi sudah memarkirkan mobilnya di depan mesjid. Dengan tersenyum licik ia mulai merancang sebuah rencana indah dari apa yang ia rek barusan itu.


...🌺🌺🌺🌺...


"Ada apa Tar? Tiba - tiba kamu datang mendadak pagi - pagi kerumah aku, tanpa ngabari lagi." kata Mely yang masih mengantuk dan ia terpaksa bangun dari tidurnya karena kedatangan Tari tersebut.


"Gue ada rencana bagus untuk kita, Mel." kata Tari dengan tersenyum misterius.


"Rencana apaan sih?" tanya Mely seraya menguap beberapa kali.


"Rencana untuk membuat rumah tangga Naisha dan Aamir berakhir.." Kata Tari dengan tersenyum licik.


"Mel, kamu tau sendiri kan bagaimana Naisha yang mulai menjauh dari kita semenjak si Aamir itu berhasil meluluhkan hati Naisha dan bahkan merubah Naisha seperti sekarang ini. Apa kamu rela Mel, teman dekat kamu sejak dulu.. Tiba - tiba berubah dikarenakan laki - laki itu. Pasti tidak kan?" kata Tari dengan berapi - api.


"Iya, sih. Aku malah merasa kehilangan Naisha yang dulu, dia sudah semakin menjauh dari kita. Ngak mau diajak nongkrong, untuk jumpa dirumah sama dia aja kadang susah. Karena kabarnya dia juga lagi sibuk melanjutkan kuliahnya kan? Mana ada waktu lagi dia sama kita." keluh Mely dengan wajah yang sedih.


"Maka dari itulah, Mel. Aku mau buat Naisha itu jadi benci lagi sama Aamir dan bahkan pisah dengan lelaki belagu itu." kata Tari dengan geram.


"Caranya?" tanya Mely penasaran. Dan saat ini rasa kantuk nya sudah hilang seketika, karena diselimuti rasa penasaran atas rencana licik apa yang sedang direncanakan oleh sahabatnya itu.


"Caranya.. Dari sini.." ujar Tari seraya menunjukkan handphoennya kearah Mely. Dan Mely semakin penasaran dan juga bingung dibuatnya.


"Apa? Cerita kan langsung dong Tar, jangan setengah - setengah, terus.. Apa hubungannya dengan hpmu itu?" paksa Mely setengah merengek.

__ADS_1


"Sabar donk Mely, sini deh kamu lebih dekat, aku mau menunjukkan sesuatu ke kamu." kata Tari dan langsung membuka sebuah video dari dalam hpnya. Dan Mely tidak lengah langsung saja mendekatkan badannya kearah Tari.


"Hah? Ini.. si Aamir kan? Terus.. Siapa tu cewek, mereka ngapain?" tanya Mely dengan ekspresi histerisnya itu.


"Nah, inilah rencana aku tu Mel.. Kalau Naisha lihat video ini pastilah dia akan marah besar dengan si Aamir itu dan mereka pasti bertengkar dan akhirnya bercerai deh.." kata Tari dengan tertawa lepas.


"Semudah itu emangnya?" tanya Mely dengan sedikit ragu.


"Ya iya donk.. Tapi, tentunya kita bumbui sedikit lagi dengan kalimat - kalimat yang membuat hati Naisha semakin panas membara. Kamu tau Naisha bagaimana kan? Ada dua hal yang paling tidak ia sukai, yaitu penolakan dan satu lagi... pengkhianatan. Kita buat cerita seolah - olah si Aamir itu mengkhianati Naisha, dengan bukti ini sudah cukup membuat Naisha tahu bahwa Aamir bukan sebaik yang ia pikirkan." jelas Tari dengan antusias.


"Ooh.. Ya... Ya... Pintar juga kamu ya Tar, tapi.. Emangnya Aamir benaran selingkuh dengan itu cewek ya?" tanya Mely dengan mengerutkan keningnya.


"Hhhmm... Kamu ini ya, tentu tidak donk Mely. Aku lihat kejadian yang sebenarnya tidak begitu, ini video kan sudah aku edit dan aku potong sedikit - sedikit. Jadi kesannya, Aamir terlihat memang sedang bermesraan dengan tu cewek. Ya.. kIta akan buat seolah - olah dia benar - benar berselingkuh dengan cewek ini." kata Tari lagi.


"Berarti intinya... Kita fitnah Aamir donk, membuat cerita bohong gitu?" tanya Mely dengan menggigit bibir bagian bawahnya.


"Yup, benar...!!" sahut Tari cepat dengan tersenyum lebar.


...🌼🌼🌼🌼🌼...


BERSAMBUNG...


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2