
"Hallo, Assalamu'alaikum, Naisha? Alhamdulillah, akhirnya kamu angkat juga telpon dari saya. Kamu dimana Naisha? Halo Naisha? Naisha.." Ucap Aamir. Naisha akhirnya mengangkat telpon dari Aamir, namun tidak ada sahutan yang Aamir dengar dari Naisha. Yang terdengar hanyalah suara berisik - berisik yang tidak begitu jelas.
"Naisha.. Kamu dimana?" Aamir bertanya lagi dan kali ini ia mencoba mempertajam pendengarannya dan sekilas kemudian Aamir mendengar suara Naisha yang tengah merintih kesakitan dan juga teriakan meminta tolong. Darah Aamir langsung berdesir hebat mendengar itu semua.
"Naisha.. Naisha.. Ada apa Naisha? Kamu dimana? Kamu gak apa - apakan?" tanya Aamir bertubi - tubi dengan rasa khawatir yang menyelimuti hatinya.
Namun, detik kemudian panggilan pun terputus. Dengan tangan yang bergetar Aamir mencoba menghubungi Naisha lagi, namun tidak diangkat - angkat, Aamir ulangi lagi hingga akhirnya nomor HP Naisha tidak dapat dihubungi. Perasaan Aamir semakin tidak enak, apalagi dengan jelas sekali Aamir mendengar Naisha berteriak mintak tolong. Aamir yakin Naisha pasti dalam bahaya.
"Ya, Allah Naisha.. Apa yang terjadi sama kamu?" desis Aamir dengan hati yang risau.
"Semoga Naisha baik - baik saja ya Allah, lindungilah dia." doa Aamir didalam hatinya.
Kendatipun demikian, Aamir tidak tinggal diam saja. Ia berpikir keras, bagaimana caranya agar ia bisa menemukan Naisha. Lalu Aamir pun memutuskan untuk menghubungi Rohan.
"Assalamu'alaikum, Rohan.. Apa kamu ingat ciri - ciri mobil lelaki yang membawa Naisha pergi?" tanya Aamir dengan nafas yang memburu.
Rohan lalu menjelaskan secara detil apa yang ia ingat tentang mobil itu, dan untungnya Rohan juga menghafal nomor flat mobil tersebut.
Setelah mendapat informasi dari Rohan, kemudian Aamir kembali menghubungi umi Sofia.
"Assalamu'alaikum, Umi.. Apa Naisha sudah pulang?" Aamir langsung menodongkan pertanyaan ke Umi Sofia tentang Naisha. Dalam hatinya, Aamir sangat berharap Naisha baik - baik saja dan sudah pulang ke rumahnya.
"Belum Aamir, Naisha belum pulang." Namun sayang sekali jawaban dari Umi Sofia membuat Aamir kecewa dan semakin mengkhawatirkan keadaan istrinya itu.
"Umi, Apa Umi punya nomor HP temannya Naisha? Yang selalu bersama - sama dia?" tanya Aamir lagi.
"Hhmm.. Ada, Umi kebetulan nyimpan nomornya Tari. Emang kenapa Aamir?" tanya Umi Sofia dengan bingung. Lalu Aamir pun menjelaskan apa yang terjadi pada Naisha, walaupun belum ada bukti yang jelas namun keyakinan dihati Aamir lah yang mengatakan bahwa Naisha saat ini berada dalam bahaya.
Umi Sofia langsung syok mendengar penjelasan dari Aamir tersebut, dan kemudian buru - buru memberikan nomornya Tari.
__ADS_1
"Umi tenang ya, semoga ini cuman perasaan Aamir saja. Aamir minta doanya agar Aamir bisa menemukan Naisha dalam keadaan baik - baik saja." kata Aamir ke Umi Sofia.
Tanpa menunggu - nunggu lagi, Aamir langsung saja menelpon Tari. Sekali panggilan, tidak diangkatnya. Namun, panggilan kedua akhirnya diangkat oleh Tari.
"Assalamu'alaikum, Tari.. Kamu tahu Naisha ada dimana sekarang?" tanpa berbasa - basi dan menyebut namanya, Aamir langsung saja menyodorkan pertanyaan tentang keberadaan Naisha dimana kepada Tari.
"Lu siapa?" dari seberang sana, Tari bertanya dengan garang.
"Aku Aamir, Tari. Kamu pasti tahu kan Naisha pergi dengan seorang laki - laki, mereka pergi kemana Tari? Bisa kamu beritahu aku?" tanya Aamir lagi. Tari langsung tertawa terbahak - bahak setelah mendengar penuturan Aamir itu.
"Tari, aku serius. Tidak ada yang lucu, Naisha sekarang ini dalam bahaya. Apa kamu tahu kemana laki - laki itu membawa Naisha pergi?" tanya Aamir lagi.
Namun, ternyata usaha Aamir menelpon Tari hanya sia - sia belaka. Tari sama sekali tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh Aamir, sedikitpun tidak dihiraukannya.
"Aamir.. Aamir.. Kalau lu cemburu jangan begini caranya, pakai bilang Naisha dalam bahaya pulak, jadul tau gak cara lu tuh..." ucap Tari dan kemudian mematikan telponnya.
Setelah itu, Aamir langsung menghela nafas panjang dengan terus berpikir, bagaimana caranya ia bisa menemukan Naisha? Dimana ia harus mencari Naisha?
...🌺🌺🌺🌺...
Sedangkan dijalanan yang sepi tadi, tempat Ferdi memberhentikan mobilnya. Terlihat Naisha sedang berusaha melawan Ferdi yang hendak melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap dirinya. Naisha memberontak dan berteriak sekuat mungkin. Namun, teriakannya tiada guna karena tidak ada orang yang mendengar suaranya. Tempat itu sangat sepi dan jauh dari keramaian.
"Tolong... Tolong... " Naisha terus berteriak meminta tolong, sampai tenggorokan ny kering. Tapi tidak ada satupun orang yang datang menolongnya.
"Ferdi aku mohon kamu jangan melakukan yang aneh - aneh ya, kamu.." Naisha berusaha menghindar saat Ferdi mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Naisha sedangkan tangan Naisha dipegangnya dengan kuat.
"Kamu selalu menghina aku, Naisha. Aku sudah memberi kamu cinta, tapi kamu campakkan aku seenaknya. Sekarang.. Nikmati saja apa yang akan aku berikan ke kamu malam ini, hahahha..." ucap Ferdi dengan wajahnya yang sudah dipenuhi oleh nafsu birahi itu.
"Ferdi.. Jangan.. Ferdi.. Jangan...Tolong.. siapapun.. Tolong aku...." Naisha panik, ia tau Ferdi sudah dikuasai oleh hawa nafsunya yang membabi buta itu. Naisha tidak akan membiarkan lelaki kurang ajar ini mendapatkan apa yang ia mau, maka dari itu dengan mengumpulkan seluruh kekuatannya Naisha pun kembali memberontak dan kali ini ia menggunakan kedua kakinya. Ia menendang Ferdi berkali - kali dan tendangan yang terakhir mengenai dibagian pangkal paha lelaki itu. Karena merasa kesakitan, Ferdi lantas melepaskan tangan Naisha. Dan Kesempatan tersebut digunakan Naisha untuk membuka pintu mobil lalu kabur dari sana.
__ADS_1
Naisha berlari sekencang mungkin tanpa arah dan tujuan karena ia sama sekali tidak tahu daerah sini, ditambah lagi tidak ada lampu penerang jalan disekitar sana, Naisha berlari didalam gelap dan hanya bisa meraba - raba apa yang injak. Ada beberapa kali Naisha hampir terjatuh karena tersandung batu - batu kerikil.
Setelah agak jauh berlari, Naisha berhenti sejenak. Mengatur helaan nafasnya yang naik turun. Lalu ia menoleh kebelakang dan melihat ternyata Ferdi datang menyusul dan mengejarnya. Naisha kaget, dan detik kemudian ia bergegas kembali berlari dengan kencang.
Naisha seakan tidak mampu untuk berlari lagi, ia sungguh kelelahan sedangkan Ferdi sudah semakin mendekatinya. Naisha merasa cemas dan sangat takut apalagi melihat sebuah benda tajam yang kini ada ditangan Ferdi.
Laki - laki itu menyeringai dengan tatapan sangarnya, ia seperti orang kesetanan dan mengarahkan pisau itu kedepan. Naisha lari lagi, Ferdi mengejarnya. Sampai akhirnya Naisha tak tahu ia berlari kearah mana karena tiba - tiba saja ia sudah berada di pinggir jurang. Naisha berhenti, sedangkan didepannya sudah berdiri Ferdi yang siap akan memangsanya.
"Mau apa kamu, Ferdi? Kamu mau bunuh aku?" tanya Naisha dengan suara yang bergetar.
"Iya, Kamu rasakan akibat dari kesombongan kamu itu, Naisha. Tidak ada yang bisa menolong kamu." kata Ferdi lalu tersenyum dengan sinis.
"Kenapa? Kenapa kamu lakuin ke aku, Ferdi? Emang apa salah aku sama kamu?" tanya Naisha yang semakin merasa tertekan.
"Kamu masih bisa bertanya apa salah kamu? Tidakkah kau sadar Naisha sudah mempermalukan aku dulu didepan teman - teman kampus? Kau hina aku, kau injak - injak aku. Aku diam, karena aku cinta sama kau. Dan sekarang, aku ingin balas dendam, kau akan mati dengan cara yang menggenaskan." kata Ferdi dan kemudian tertawa terbahak - bahak.
"Tapi, sebelum itu.. Aku akan menikmati dulu tubuhmu Naisha." gumam Ferdi dengan tatapan liarnya dan kemudian berjalan mendekati Naisha.
Naisha mundur perlahan - lahan, pikirannya benar - benar buntu saat ini, ia tidak tahu hari berbuat apa, tapi yang jelas Naisha tidak ingin mati sia - sia dan apalagi menyerahkan dirinya untuk laki - laki bajingan itu. Dan sesaat kemudian, Naisha sudah berada dipinggir sekali dan Dibelakangnya jurang, Naisha melihat kesana dengan tatapan takut. Sedangkan Ferdi sudah semakin dekat, dan akhirnya.. Naisha tidak punya pilihan, ia pasrah dan membiarkan dirinya jatuh kedalam jurang tersebut..
"Aaggghhhh....." teriak Naisha. Ferdi yang melihat kejadian itu, hanya diam saja.
...🌸🌸🌸🌸...
BERSAMBUNG...
.
.
__ADS_1
.