Jalan Menuju CahayaMu

Jalan Menuju CahayaMu
BAB 46 (FITNAH DARI TEMANNYA)


__ADS_3

Sepulang dari kampus, Naisha langsung bergegas menuju ke kamarnya untuk berjumpa dengan Aamir. Dengan wajah sumringah sembari memegang sebuah kotak Naisha membuka pintu.


"Aamir...!!" panggil Naisha dengan setengah membesarkan suaranya. Tapi, ternyata Aamir tidak ada didalam kamar.


"Aamir kemana ya?" Naisha bertanya dengan dirinya sendiri.


Naisha kemudian mengambil HP dari dalam saku gamisnya untuk menelpon Aamir, tapi nomor Aamir tidak aktif.


"Pasti baterai hpnya habis lagi ni, padahal aku sudah belikan HP yang baru untuk dia." kata Naisha seraya melihat benda yang ia pegang saat ini.


Kemudian, Naisha turun kebawah dan bertemu dengan bik Sari, Asisten rumah tangganya. Naisha bertanya ke Bik Sari kemana keberadaan Aamir saat ini.


"Tadi bibik lihat Den Aamir dijemput dengan temannya Non, tapi bibik gak tahu mereka pergi kemana. Bibik gak tanya." jelas bik Sari.


"Ooh.. Yalah Bik, terimakasih infonya." ujar Naisha dan kemudian kembali keluar rumah untuk menyusul Aamir ke mesjid karena Naisha yakin Aamir pasti ada di mesjid saat ini. Namun, Saat Naisha sudah berada diteras rumahnya, tiba - tiba saja sebuah mobil berhenti dan terparkir diteras rumahnya. Dan beberapa detik kemudian, dua orang wanita cantik turun dari mobil tersebut. Siapa lagi kalau bukan teman dekatnya Naisha, Tari dan Mely.


"Hai, Naisha...!!!" sapa Mely dengan ramah seraya melambai - lambaikan tangannya kearah Naisha.


"Hai, juga Mely." ujar Naisha dengan tersenyum hangat.


"Lu mau kemana, Nai? Sepertinya mau pergi keluar," tanya Tari yang lebih dulu berjalan dan saat ini sudah berada tepat didepan Naisha.


"Iya, aku.. Mau ke mesjid, mau nyusul Aamir." jawan Naisha tanpa menyuruh kedua temannya untuk masuk.


"Oohh.. Gitu ya, sayang sekali.. Padahal kami mau ngajak kamu keluar ni Nai," kata Mely dengan meruncing kan mulutnya.


"Mau kemana emangnya?" tanya Naisha.

__ADS_1


"Ketempat biasa, Naisha. kita nongkrong donk," Tari yang menjawabnya.


"Aduuh.. Maaf sekali ya teman - teman, sepertinya aku gak bisa pergi sama kalian karena aku ada urusan lain yang harus aku kerjakan. Maaf ya Tar, Mel.." tolak Naisha dengan halus.


"Sudah gue duga, lu pasti menolaknya Nai. Begitu mudah nya lu melupakan persahabatan kita ini ya? Lu gak mau lagi diajak nongkrong dan jalan dengan kami berdua. Gitu lu ya Nai, Aamir memang benar - benar sudah mempengaruhi pikiran lu itu sehingga lu gak mau lagi berteman sama kami." kata Tari yang mulai terpancing emosi.


"Bukan begitu, Tari. Aku bukan gak mau pergi sama kalian, tapi.. Sekarang ini momennya memang lagi gak tepat. Aku memang ada urusan dan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Aamir." kata Naisha dengan membela Aamir, tapi Tari semakin kesal karena Naisha malah membela Aamir.


"Yaa.. bela lah terus suami lu yang sok suci itu, Nai. Kalau lu tau kelakuan dia diluar sana bagaimana, pasti lu gak bakalan membela dia seperti ini." kecam Tari dengan meninggikan nada suaranya. Naisha langsung tercengang mendengar penuturan dari Tari yang blak - blakan itu.


"Maksud kamu apa ya Tari? Dengan mengatakan Kelakuan Aamir diluar sana?" tanya Naisha dengan mengerutkan keningnya. Ditanya seperti itu, membuat Tari langsung menyunggingkan senyum getirnya seraya menatap Naisha dengan tatapan tajam.


"Gue mau menunjukkan sesuatu ke lu, Nai." kata Tari dengan wajah yang serius.


Naisha hanya diam saja namun dari raut wajahnya tergambar bahwa ia juga sangat penasaran apa yang akan ditunjukkan Tari kepadanya.


"Nih, lu lihat.. kelakuan suami yang selalu lu bela itu. Lihat lah apa yang ia lakukan dibelakang lu," kata Tari sembari mengarahkan layar hpnya ke depan Naisha.


Mata Naisha tak berkedip, ia saksikan dengan seksama siapa yang ada didalam video itu. Ya.. Ternyata Aamir dan seorang wanita yang Naisha kenali sebagai muslimah aktivis dakwah juga dimesjid Takwa tersebut. Kalau tidak salah, Husna namanya.


Tapi, lihat.. Apa yang mereka berdua perbuat didepan pintu mesjid? Dan, ternyata.. Aamir memeluk tubuh wanita itu dari belakang? Ya Allah.. Tidak benar ini, Aamir tidak mungkin memeluk dan menyentuh tubuh wanita itu. Sedangkan berjabat tangan dengan wanita yang bukan muhrimnya saja, Aamir tidak mau. Tapi, sudah jelas laki - laki yang ada didalam itu adalah Aamir, Naisha. Meskipun durasinya begitu cepat, namun.. Dengan jelas sekali apa yang telah diperbuat Aamir. Pikiran dan hati Naisha saat ini beradu argumen tentang video yang dilibatkan oleh Tari tersebut.


"Bagaimana? Sudah kah terbuka pikiran lu sekarang, Naisha. Bahwa lu itu ternyata telah dibohongi oleh si Aamir yang sok alim dan suci." kata Tari lalu tertawa meledek. Sedangkan Mely sejak tadi hanya diam saja, karena dia sebenarnya tidak begitu setuju dengan ide Tari yang ingin memfitnah Amir seperti itu. Tapi, dia bisa apa selain hanya diam dan mengikuti alur yang direncanakan oleh Tari.


"Ngak.. Ngak mungkin Aamir seperti ini, pasti ada yang salah dengan video ini." kata Naisha yang malah menyangkal dan berusaha untuk berpikiran positif.


"Salah apanya? Naisha.. sadar donk, lu jangan mau dibodoh - bodohi oleh Aamir, jangan tertipu dengan penampilan diluarnya yang kelihatan alim dan baik, Naisha. Karena jaman sekarang ini, ada banyak cara yang dilakukan oleh orang - orang untuk menDapatkan sesuatu. Seperti yang dilakukan Aamir terhadap keluarga lu contohnya." kata Tari lagi dengan tersenyum puas setelah melihat kepanikan yang tiba - tiba muncul di parasnya Naisha.

__ADS_1


"Aku benar - benar gak paham maksud kamu apa, Tari. Sudah ya, aku mau ketemu Aamir dulu. Kita sambung nantik saja pembicaraan kita ini." kata Naisha yang ingin mengakhiri obrolannya dengan Tari. Namun, Tari lagi - lagi malah menghadang Naisha untuk tidak pergi dulu.


"Kamu gak tau kan bahwa kamu dan ayah kamu sebenarnya sudah dimanfaatin oleh Aamir dan keluarganya," kata Tari lagi dengan matanya yang sipit itu menatap Naisha dengan tajam.


"Ada sebuah niat terselubung yang tidak lu ketahui tentang Aamir, Naisha. Buktinya, lihat sekarang.. Dia sudah di kuliahkan oleh Abi kamu kan, itu tandanya apa? Dia itu sebenarnya cowok matre. Sekarang ini.. Dia mengambil keuntungan dengan melanjutkan kuliah S2 nya menggunakan biaya dari Abi kamu. Dan setelah ini, kita tidak tahu kan apa yang sedang ia rencanakan. Jangan - Jangan nantik dia malah mau merebut perusahaan Abi lu.." tuduh Tari asal - asalan yang membuat Naisha hanya bisa menggeleng - gelengkan kepalanya pertanda dia yang tidak menyangka Tari akan berpikiran sejauh itu terhadap Aamir.


"Tari, apapun yang kamu katakan tentang Aamir, aku gak mau dengar dan gak akan percaya." tegas Naisha akhirnya dan kemudian buru - buru pergi meninggalkan kedua temannya tersebut.


"Tar.. Apa gak berlebihan omongan kamu itu?" tanya Mely sesaat setelah Naisha pergi mengendarai mobilnya.


"Ya ngaklah, aku katakan apa yang seharusnya aku katakan ke Naisha. Agar pikiran dia itu terbuka dan tidak terlalu percaya dengan si Aamir itu." kata Tari dengan tersenyum getir.


Sedangkan didalam mobil, Naisha kembali menyakinkan dirinya bahwa video yang ia lihat itu tidak seperti yang ada dipikiran teman - temannya. Pasti ini sebuah kesalahpahaman, dan karenanya Naisha putuskan untuk bertanya langsung ke Aamir bagaimana cerita sebenarnya.


Akhirnya Naisha sampai lah didepan mesjid takwa, lalu ia melihat motor Aamir terparkir didalam halaman mesjid. Naisha kemudian hendak turun, tapi niatnya itu tertunda saat ia melihat Aamir yang baru keluar dari mesjid bersama.. Husna, dan mereka tampak sedang tertawa lepas sambil tersipu malu...


...🔥🔥🔥🔥🔥...


BERSAMBUNG...


.


.


.


Yuk Silahkan tinggalkan like dan komentarnya ya..

__ADS_1


__ADS_2