
Akhirnya Aamir berhasil menemukan Naisha. Ternyata Istrinya itu berada di pinggir jurang, bukan jatuh kedalam jurang yang dalam tersebut. Karena Lengan baju Naisha sempat tersangkut pada dahan pohon, yang menyebabkan Naisha tidak jatuh kebawah sana. Untung saja, Ferdi tidak mengetahui hal itu. Jika Ferdi tahu, pasti ia akan melakukan sesuatu hal lagi untuk membuat Naisha semakin celaka. Makanya Naisha diam saja, karena berteriak minta tolong pun tidak ada gunanya karena tidak ada orang yang akan mendengar teriakannya itu. Yang ada disana hanyalah dirinya dan juga laki - laki jahat itu.
Dengan bermodalkan senter ponsel jadulnya, maka Aamir pun mengarahkan senter tersebut kebawah sana. Lalu, Betapa kagetnya Aamir ketika melihat Naisha yang sudah bergelantungan dipinggir jurang sana dengan wajah yang penuh luka. Naisha terlihat lemah dan tak berdaya untuk mengeluarkan suaranya lagi dan kemudian perlahan - lahan akhirnya wanita itu tidak sadarkan diri.
"Ya Allah, Naisha.." teriak Aamir yang dengan ligat langsung saja turun kebawah sana untuk menolong Naisha.
Beberapa menit kemudian, akhirnya Aamir berhasil menyelamatkan Naisha dan membawanya keatas dengan bersusah payah. Aamir berupaya sekuat tenaganya untuk mengangkat tubuh Naisha yang sudah pingsan itu untuk naik keatas.
"Naisha, Ya Allah.. Aku harus mencari bantuan untuk membawa Naisha kerumah sakit." kata Aamir setelah berhasil membawa Naisha keatas.
Lalu Aamir menelpon Umi Sofia agar segera mendatangkan ambulan ketempat mereka. Umi Sofia yang saat itu belum tidur karena ia juga cemas dan mempunyai firasat tidak enak tentang Naisha, tentu saja langsung Syok tiba - tiba mendapat kabar seperti itu dari Aamir, maka ia pun kemudian buru - buru menelpon Ambulan dan setelah itu ikutan menyusul juga ketempat Aamir dan Naisha berada.
Aamir mengangkat kepala Naisha dan meletakkannya di pangkuannya. Kemudian Dipandangi wajah Naisha yang penuh luka dan goresan itu dengan erat. Dan setelah itu juga mengelus - elus dahi Naisha dengan lembut. Aamir sungguh tidak tega dan kasihan melihat keadaan Chayra saat itu.
"Ini pasti perbuatan laki - laki tadi, benar - benar keterlaluan dia." gumam Aamir dengan sangat marah seraya menggepal kedua tanganya dengan kuat. Aamir merasa tidak Terima Naisha dibuat celaka seperti ini oleh laki - laki itu.
Walaupun Aamir tidak tahu apa alasan laki - laki itu mencelakai Naisha seperti ini, namun.. Apapun alasannya tidak patut ia melakukan hal itu. Ia hampir saja membuat Naisha tewas. Jika Aamir tidak datang kesini, entah apa yang akan terjadi pada Naisha. Wanita itu pasti akan tetap berada dipinggir jurang sana atau bahkan jatuh kebawah jurang yang dalam itu. Aamir tidak dapat membayangkan jika hal itu terjadi. Maka ia sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Allah yang telah menggerakkan hatinya untuk masuk kedalam jalanan yang sepi ini dan akhirnya menemukan Naisha.
Beberapa menit kemudian, akhirnya mobil Ambulance pun datang dan disusul dengan mobil Umi Sofia bersama supir pribadinya dibelakang.
Umi Sofia langsung buru - buru turun dari mobil lalu bergegas menghampiri Aamir dan Naisha.
"Ya, Allah.. Aamir..!! Naisha kenapa? Apa yang terjadi, Aamir?" jerit Umi Sofia dengan panik, apalagi melihat keadaan Naisha yang sangat memprihatinkan.
__ADS_1
"Nantik saja Aamir ceritakan saat di perjalanan umi, yang penting sekarang kita harus segera membawa Naisha kerumah sakit." kata Aamir. Umi Sofia mengiyakan, maka Aamir langsung saja menggendong tubuh Naisha dan membawanya masuk kedalam mobil Ambulan.
Sesampainya dirumah sakit, Naisha langsung dibawa ke UGD dan ditangani cepat oleh dokter. Luka diwajah, tangan dan kakinya langsung diobati. Setelah itu, Naisha dipindahkan ke ruang rawatan karena tidak terdapat luka yang berat pada tubuh Naisha. Namun, saat itu Naisha masih belum sadar. Aamir dan umi Sofia lah yang menemani dan mengantar Naisha sampai didalam kamar rawatannya.
Saat setelah diidalam ruangan itulah, Aamir langsung bercerita ke Umi Sofia tentang apa yang telah terjadi pada Naisha. Dan tidak ketinggalan pula, Aamir memberitahu tentang laki - laki yang ia curigai telah mencelakai Naisha.
Mendengar cerita Aamir, membuat rasa marah dan geram dihati Umi Sofia semakin memuncak. Maka, dimalam itu juga dia menghubungi suaminya untuk mengabarkan tentang kejadian yang menimpa Naisha. Abi Naisha sangat kaget mendengar kabar tersebut, dan esok pagi dia akan langsung pulang. Ia sama sekali tidak peduli dengan tugas dan kegiatannya yang belum selesai disana. Yang terpenting baginya adalah Naisha, anak satu - satunya yang hampir dibuat tewas oleh laki - laki jahat itu. Abi Naisha tidak tinggal diam, esok pun ia akan langsung membuat laporan untuk menangkap laki - laki yang sudah dengan sengaja membuat Naisha celaka.
πΏπΏπΏπΏ
Saat Naisha membuka mata, ia mendapati dirinya sudah berada didalam ruangan yang serba putih. Dan ketika ia menoleh kesebelah kanannya, ia lantas melihat Aamir yang tengah tertidur disampingnya. Naisha sedikit tersentak dan heran kenapa Ada Aamir didekatnya, dan dimana dia saat ini? Apakah dirumah sakit? Berarti.. Ada orang yang menyelamatkan dirinya ketika ia jatuh ke jurang saat itu? Tapi, siapa orang itu? Naisha hanya bisa bertanya - tanya didalam hatinya.
Beberapa saat kemudian, Naisha mencoba menggerakkan sedikit badannya. Namun, rasa sakit dan ngilu tiba - tiba ia rasakan. Naisha langsung merintih kesakitan, dan rintihannya tersebut membuat Aamir langsung terbangun.
"Jangan sentuh aku!!" bentak Naisha yang merasa tidak Terima disentuh oleh Aamir.
"Iya, Maaf Naisha. Aku cuman ingin membantu kamu saja, Naisha." ujar Aamir hanya bisa tersenyum kecut atas ucapan Naisha tersebut.
"Aku gak butuh bantuan kamu, Aamir. Sudahlah.. Keluar sana!!" usir Naisha dengan jutek. Namun, Aamir tidak menghiraukan usiran dari Naisha tersebut. Ia tetap bertanya tentang keadaan Naisha saat ini bagaimana.
"Naisha, apa yang kamu rasakan? Apa yang sakit sekarang ini Naisha?" tanya Aamir lagi dengan nada khawatir. Ditanya seperti itu, langsung membuat Naisha melotot gusar, seakan tidak senang dengan pertanyaan dari Aamir tersebut.
Akan tetapi, Naisha tidak menjawab apa - apa. Malas sekali rasanya ia berbicara dengan Aamir. Namun, saat Naisha akan menggerakkan badannya untuk duduk, ia merasa sakit dan ngilu pada bagian pinggangnya.
__ADS_1
"Aduuh..." rintih Naisha seraya memegang pinggangnya. Aamir dengan sigap langsung menolong Naisha untuk duduk. Tapi, lagi - lagi Naisha langsung menepis tangan Aamir yang hendak membantynya.
"Jangan sentuh aku!! Kamu paham gak sih apa yang aku bilang ha?" ketus Naisha dengan membesarkan matanya. Aamir langsung terdiam.
Bersamaan dengan itu pula, Umi Sofia masuk kedalam ruangan Naisha bersama Dokter dan seorang perawat.
"Naisha, syukurlah.. Kamu sudah sadar." kata Umi Sofia yang langsung berdiri disamping Naisha dan menyentuh badannya.
"Saya periksakan dulu pasiennya ya." kata Dokter dan kemudian henda meletakkan stetoskop di dada Naisha.
"Sebentar.." kata Naisha lalu melihat kearah Aamir dengan tatapan sinis.
"Sebelum dokter periksa saya, saya mau.. Dia keluar dulu dari ruangan saya!" tegas Naisha seraya menunjuk kearah Aamir.
"Bukannya dia suami Anda? Kenapa disuruh pulang?" tanya Dokter itu dengan heran. Tapi, Naisha langsung buang muka dengan gelagat yang tidak senang.
"Ee.. Gak apa - apa Dok, saya keluar saja. Silahkan dokter lanjutkan periksa istri saya." kata Aamir yang akhirnya mengalah dan pergi keluar dari ruang rawatan Naisha.
...ππππ...
BERSAMBUNG..
.
__ADS_1
.