Jalan Menuju CahayaMu

Jalan Menuju CahayaMu
BAB 16 (MENIKAH)


__ADS_3

Semua sudah disiapkan. Tempat, pak KUA, saksi, Abi Naisha, Mempelai pria dan juga para keluarga dan tetangga - tetangga dekat sudah berdatangan kerumah mewahnya kediaman keluarga Pak Marwan. Namun, satu yang tidak tampak diantara mereka semua, siapa lagi kalau bukan Naisha.


"Bagaimana Pak Marwan?Sudah bisa kita mulai sekarang acara akad nikahnya, pak Marwan?" tanya Pak KUA yang akan menikahkan Naisha dan Aamir malam itu.


"Bentar ya pak, tunggu 5 menit lagi. Mempelai perempuannya masih dikamar," kata Pak Marwan dan kemudian melirik kearah istrinya, "Mi. Coba Umi susul Naisha keatas, kenapa lama sekali dandannya." ujar Pak Marwan setengah berbisik. Umi Sofia menganggukkan kepalanya dan kemudian langsung permisi menuju kekamar Naisha.


Saat sudah sampai dikamar Naisha, Umi Sofia mengetuk pintu kamar Naisha sambil memanggil - manggil nama anaknya itu. Tak menunggu lama, akhirnya pintu kamar Naisha dibuka oleh Tari.


"Naisha mana, Tari?" tanya Umi Sofia yang langsung celingak celinguk kan kepalanya untuk melihat kedalam kamar. Sebenarnya didalam hatinya sudah was - was dan memikirkan hal yang tidak - tidak. Bagaimana jika Naisha kabur dari rumah karena tidak mau menikah dengan Aamir? pikir Umi Sofia saat itu. Tapi, pikiran buruk tersebut hilang seketika saat ia melihat Naisha yang sedang duduk manis didepan meja rias nya. Umi Sofia langsung menghela nafas dengan lega.


"Kenapa Umi? Tidak lihat Naisha masih berhias diri?" kata Naisha dengan menyunggingkan senyumnya.


"Iya, Naisha. Kalau bisa cepat sedikit ya karena Semua orang sudah menunggu mu, akad nikahnya kan dimulai setelah Isya." kata Umi Sofia mengingatkan Naisha.


"Oke, 5 Menit lagi Naisha akan turun." kata Naisha akhirnya. Setelah Naisha berkata begitu, Umi Sofia pun kembali turun kebawah.


Ternyata benar, tidak lebih dari 5 menit Naisha turun dari kamarnya. Ia berjalan anggun dengan didampingi oleh kedua temannya di samping kiri dan kanan. Naisha menggunakan baju kebaya berwarna hijau tosca yang berkilauan. Ia juga menggunakan kerudung berwarna senada yang dililitkan di lehernya. Awalnya Naisha tidak mau menggunakan kerudung, tapi lagi - lagi Abinya memaksa Naisha untuk menggunakannya. Sehingga mau tak mau Naisha memakai kerudung tersebut.


Semua mata langsung memandang takjub kearah Naisha. Termasuk juga Aamir. Wanita itu memang sangat cantik mempesona, kulitnya putih mulus dengan bola mata yang bening dan besar, Tubuhnya yang juga tinggi langsing membuat Naisha seakan sempurna dimata laki - laki. Yah.. Dari segi fisik dan luaran Naisha memang sudah sempurna, tapi akan lebih sempurna lagi jika Naisha berubah menjadi wanita shaliha yang menutup aurat dengan baik dan juga memiliki akhlak yang baik pula. Itu yang ada didalam pikiran Aamir saat ini, dan itu pula lah tantangannya ke depan nantik setelah sah mempersunting Naisha. Tantangan yang membuat Aamir galau sepanjang waktu.


Beberapa saat kemudian, Naisha sudah sampai dan duduk di samping Aamir. Mata mereka beradu sejenak, namun buru - buru Aamir mengalihkannya karena mata bulat milik Naisha tersebut memandangnya dengan sorot seakan menggodanya ataupun meledeknya. Entahlah.. Aamir tidak ingin suudzon, ia hanya bisa berdoa dan beristighfar tiada henti didalam hatinya.

__ADS_1


Akad nikah pun dimulai, Aamir berjabat tangan dengan Abinya Naisha. Terlihat wajah Abi Naisha sedikit gugup, takut akan salah berucap. Tapi, untunglah Abi Naisha cuman sekali saja mengucapkannya meskipun agak terbata - bata tapi tidak ada kesalahan sedikitpun dalam menyebutkan nama dan lain sebagainya. Dan kini giliran Aamir, sebelum mengeluarkan suara Aamir sempat memperbaiki posisi duduknya. Dan dengan mengucapkan basmallah didalam hati maka Aamir pun langsung mengucapkan ijab kabul tersebut dengan suara yang lantang dan tegas, begitu lancar hanya dengan sekali tarikan nafas saja.


"Saya Terima nikahnya Naisha Putri Anggita dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan sebentuk cincin Mas dibayar tunai...... "


"Bagaimana Saksi? Sah? Sah?" tanya pak KUA kepada para Saksi.


"Sah.. Sah.. Sah.." sahut Para saksi dengan berbarengan.


"Alhamdulillah... " terdengar ucapan syukur dari semua keluarga dan tamu yang hadir.


...❣❣❣...


Namun, baru beberapa menit ia memejamkan matanya, tiba - tiba saja terdengar suara ketukan dari luar pintu kamarnya.


"Iihhh... Siapa sih yang datang? Mengganggu saja!!" gerutu Naisha dengan menghempaskan kedua tangannya ke tempat tidur karena saking geramnya. Kendatipun demikian, Naisha tetap berjalan ke arah pintu dan membuka pintu .


Setelah pintu terbuka, seraut wajah laki - laki kaku dan polos langsung tertangkap oleh matanya. Siapa lagi kalau bukan Aamir. Naisha kembali mendengus dengan kesal.


"Naisha, maaf saya menganggu kamu. Abi menyuruh kamu untuk kebawah, sekaligus orang tua saya ingin bertemu dan berbicara sama kamu Naisha." ucap Aamir dengan suara yang pelan.


"Hah? Orang tua kamu mau bertemu dengan aku? Untuk apa?" tanya Naisha dengan jutek.

__ADS_1


"Naisha, jika mertua ingin bertemu dengan menantunya untuk apa lagi selain untuk mencurahkan kasih sayang mereka dengan saling mengobrol dan mengenal lebih jauh lagi." jawab Aamir masih dengan pembawaannya yang tenang itu.


"Apa??? Mencurahkan kasih sayang? Hahahhaha..." Naisha langsung tertawa keras dan terbahak - bahak menanggapi ucapan Aamir barusan itu.


"Apanya yang lucu Naisha?" tanya Aamir lagi yang memprotes tanggapan Naisha yang di luar ekspektasinya.


"Bagaimana aku gak ketawa, kamu itu memang benaran lugu, polos atau bodoh? Oh, aku tahu.. Lugu dan bodoh itu kan hampir mendekati, hahaha.. Jadi sebenarnya kamu itu benar - benar bodoh." kata Naisha yang belum berhenti menertawakan Aamir.


"Naisha, saya cuman mengajak kamu untuk bertemu dan berkenalan lebih dekat dengan orang tua saya. Dimana letak bodohnya saya?" tanya Aamir lagi yang memang tidak paham atas ucapan Naisha itu.


"Eh, Aamir.. Laki - laki belagu dan sok suci. Dengar sini baik - baik ya, jangan mentang - mentang kamu sudah berhasil menikahi aku, kamu bisa seenaknya menyuruh aku ini itu. Status memang sudah berubah tapi cuman diatas kertas, kenyataannya.. AKU TETAPLAH NAISHA YANG TIDAK SUKA DIATUR ATUR, apalagi diatur oleh laki - laki seperti kamu. SAMPAI DISINI, PAHAM??" kata Naisha dengan garang. Aamir langsung terdiam dengan menggeleng - geleng kan kepalanya..


...❣❣❣❣...


BERSAMBUNG...


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2