Jalan Menuju Syurga Syafir

Jalan Menuju Syurga Syafir
Lafas Yang Sulit.


__ADS_3

Hahhhhh.....................!!! " Elang berteriak melepaskan sesak didadanya.


" Tuan ada apa? " terdengar gedoran lagi dari pintu.


" Tak ada! Aku akan keluar! Hatiku sudah sedikit membaik! " Ujar Elang.


-


-


Setelah Lama menunggu, akhirnya pengantin pria datang juga diruang pernikahan itu.


Semua mata tertuju pada wajah pengantin pria yang tampak dingin dan tanpa Ekspresi. Seakan semua yang ada diruangan itu baginya tak ada yang menarik perhatiannya. Wajah bahagia calon mertua, senyum sumringah calon istri serta ratusan hadirin yang ingin menyaksikan pernikahannya, nampak Dimata Elang bagai Zombi yang memandangnya dengan tatapan ejekan.


Merasakan tubuhnya bergetar, dan airmatanya mau terjun bebas, Elang mengusap kasar wajahnya. Kemudian mengucap Istighfar berkali- kali.


Cara setiap orang menghadapi persoalan


memang berbeda, walau orang itu dari ibu dan Ayah yang sama.


Syafir membaca Salawat didalam hati, sebelum memulai Akad nikah yang diluar rencana itu, sedang Elang memulai dengan Istigfar berkali- kali, dengan suara Jahar ( Keras ) tak peduli orang- orang tercengang memandangnya.


" Apakah wali dan pengantin pria sudah siap melaksanakan Ijab Qobul ini? " tanya


pak penghulu.


" Siap pak! " kata Wali nikah mantap.


Sedang Elang masih diam.


" Nak Elang Cahya Ahmad, apa sudah siap menerima Suci Rahmawati sebagai istrinya.


" Innalillah hi wa Ina ilaihi Raji'un...." Ucapnya tiga kali yang membuat orang tertawa mendengar jawaban yang tak lazim itu.


Senyum yang tadi mengembang dibibir pengantin wanita, Berubah jadi Ekspresi tegang.


" Pak Elang...Fokus..." Timpal pak KUA lembut.


Insya Allah...Pak...saya siap. " Ujar Elang kemudian yang disambut Antusias seluruh hadirin.


" Alhamdulillah!...Gitu dong..." Seru mereka sembari tersenyum.


Kedua pengantin diminta mengaji beberapa Ayat. Karna Elang teringat saat mengaji di KUA dengan Syaffa, ia mengaji dengan bagus, hingga


mendapat banyak pujian dari hadirin.


" Wah...Jarang anak muda sekarang, sudah tampan pintar ngaji pula! " seru orang- orang yang mengagumi bacaan Elang.


" Ini setingkat dengan qori Internasional!.." Ujar pak KUA.


Elang memang punya suara yang jernih dan bagus. Tapi dikota ini, baru kali ini ia mengaji didepan orang banyak. Baginya


cukup ia mengaji dirumahnya rutin setiap menjelang tidur. Nanti setelah punya anak- anak dengan Syaffa ia sudah punya


rencana jadi guru mengaji pertama sekaligus idola utama bagi anak- anaknya. Cita- cita sederhana seorang Elang Cahya Ahmad kandas diruang pernikahan yang tidak pernah ia banyangkan ini.


Kalau dari segi tempat, tentu ini merupakan ruang pernikahan paling mewah dan paling indah dikota ini. Maklum yang menikah adalah putri tunggal sang penguasa kota. Tapi Elang tak melihat sedikitpun keindahan ini.


Yang terfikir olehnya adalah bagaimana Syaffa dikotanya, andai adiknya tidak mau menjadi pengantin penggantinya, apalagi adik bungsunya itu tak menjawab


telfonnya sedikitpun, apalagi membalas


pesannya.

__ADS_1


" Iyalah...Kan calon mantu pak Wali itu orang hebat juga." timpal yang lain.


" Tapi kok tak ada keluarga pengantin pria yang datang mengantar nak pulai ya? " Bisik yang lain.


" Suut.....Diam...Pak KUA sudah membaca Dalil nikah tu.." Seorang lagi mengingatkan.


Kemudian orang- orang diam, menyaksikan pak KUA membimbing wali nikah dan Pengantin pengucap ijab Qobul setelah membacakan ayat penghantar pernikahan.


Menjawab pertanyaan KUA Elang lancar - lancar saja. Tapi mengucapkan lafas Qobul begitu susah.


" Saya terima nikah Syaffana Binti Islah


" Stop! Nama pengantinnya bukan itu pak Elang... Suci Rahma Wati Binti H. Zulfan."


" Eh...Maaf..." ucap Elang lirih.


Detik berikutnya ia kembali melakukan kesalahan Fatal.


" Saya nikahkan Syaffana Binti Islahuddin dengan Syafir Ahmad. " Jawabnya lagi yang membuat wali nikah memucat, sedang hadirin menahan nafas, fikiran mereka jadi menerawang karna Elang melafaskan nama- nama yang mereka anggap aneh. Tentu seperti itu, karna mereka tahunya, Elang kekasih Suci, tak mungkin salah menyebutkan calon istri dan mertua sendiri.


" Siapa pula Syafir? " batin mereka bertanya- tanya.


Bahkan ada pula yang menyangka kalau Elang sudah punya putra. Dan mereka mengira Syaffir nama putranya.


" Sabar ya pak KUA....Juga bapak ibu Hadirin yang hadir diacara ini, saya mohon maaf... menantu saya baru menempuh perjalanan jauh, rasa capek dan ngantuk mengganggu konsentrasinya." Ucap pak H. Zulfan mencoba setenang mungkin, walau hatinya sudah berkecamuk karna takut, Elang tak bisa menikahi putrinya, kemana


nanti mukanya ia sembunyikan dari pandangan orang. Tentu diantara mereka


ada pula Youtuber. Bagaimana jika ia membuat beritanya? Sebagai ayah dan sebagai orang nomor satu dikota ini, reputasinya dipertaruhkan.


Untunglah Ini acara orang penting. Jadi orang segan banyak komentar. Itupun petugas yang membimbing pernikahan itu, berusaha sesabar mungkin, demi menjaga harga diri penguasa kota ini.


Akhirnya, setelah Bermandi keringat, hampir dimandikan pengantin pria


Begitu Ijab Qobul itu bersambut dengan benar, Para saksi menyerukan kata Syah!!!


Semua hadirin menarik nafas lega. Suci tak kuasa menahan airmatanya yang meluncur bebas membasahi pipi mulusnya.


Sebenarnya suci sangatlah cantik, Tidak kalah dengan Syaffa. Tapi kecantikan itu relatif, bagi Elang saat ini Suci yang cantik berwujud monstrer dimatanya.


Monster yang sudah menghancurkan Cintanya dan melenyapkan semua impian selama lima tahun.


*********


Dikota kelahiran Elang.


Piring- piring dihantar ketempat pencucian.


.Orang- orang kembali dengan senang. Tinggallah Ibu - ibu dan bapak- bapak sepangkalan, beserta petugas Masak yang akan bekerja sampai pagi.


Juga petugas IO yang akan bekerja merias bagian- bagian kecil dari tenda dan pelaminan Syaffa.


Juga anggota Keyboard yang bertugas menghibur ibu- ibu memasak.


Begitu rombongan KUA, dan Ninik mamak pergi, Semua karyawan Syafir menghampiri Bos mereka, semua mengucap selamat dan memeluk Syafir.


" Banyak pesta yang sudah kita selenggarakan dengan sukses. Tidak disangka dipesta ini, kita mendadak mengurus resepsi bos sendiri.


Tidak ada yang tahu rencana Tuhan ya bos! Bagi kami setelah ini libur tak apa.


Kami tak khawatir lagi dengan PPKM, kami akan membuat pestamu menjadi resepsi paling sempurna tahun ini." Janji para karyawan Syafir hampir bersamaan.


" Seperti biasa kalian karyawanku semuanya kompak. Ditujuh pesta yang kita kelola hari penutupan pesta besok, Kalian kontak- kontak agar semuanya sukses. Bukan pestaku saja." ujar Syafir.

__ADS_1


" Oh ya...Kami lupa, ternyata ke tujuh alat kita terpakai semua ya Bos." Gumam Andre manager Syafir.


Ini tenda yang biasa diboking khusus untuk pernikahan anak penguasa dan pengusaha dikota ini saja, Pendek katanya yang berkantong tebal.


Itulah sebabnya Andre sang Manager Stay disini.


" Besok kau yang akan melakukan survey menggantikan aku ya Ndre! Pastikan semuanya tak ada yang kurang. Kalau aku tahu malam ini aku akan berjodoh, takkan aku terima semua tawaran pekerjaan ini. Biar kalian semua mengurus pernikahanku saja. " Ujar Syaffir sembari tersenyum.


" Kan mendadak menikah judulnya Bos!


He...He ..Kekeh mereka.


" Mudah- mudahan Bos bisa menemukan pintu menuju Surganya ya...Jangan sampe salah masuk...He...He...secara kan Bos ngak pernah merintis! Entah jalannya banyak durinya. Baik- baik jalan jangan sampe terjatuh dititian halus ya bos, ntar kejebak diapi yang panas! " Timpal Bayan yang lebih mesum.


" Kalian apa- apan sih! Jangan ngomong yang aneh- aneh. Mertuanya Bos seorang


Ustadz. Jangan malu- maluin Bos kita didepan mertua. " ujar Arif menasehati teman- temannya.


" Ya.... Mulai bekerja lagi! Yang bagus! " titah Andre sang manager.


" Baik Bos kecil! " Ucap mereka serentak.


Sedang Syafir masuk kekamar pengantin.


" Besok Fitri yang akan mendandani pengantin. Kirim pesan ya Lin! perintah Syafir sembari membuka jasnya, begitu sampai.


" Ngak!!! Kan sudah halal...Jadi ngak apa salah pincat - pencet! Perjanjian batal, gak ada fitri- Fitri... Aku ingin didandani suamiku. " Rengek Syaffana manja.


" Ih...Dasar sok manja! Fitri tetap berguna , suamimu siapa yang makai! " Protes Linlin.


" Aku yang memakai, mana boleh orang lain, termasuk dirimu! " Ucap Syaffana terdengar Posesive.


" Kalau begitu kalian berdua saja yang ngurus pesta ini. Kayak bukan dirimu saja yang barusan menangis. Begitu dapat Suami pengganti langsung ngelunjak. Cih...." Ucap Linlin sinis.


" Apa ? Cemburu neng? " Ujar Syaffa memanasi.


Sebalum Linlin berucap lagi. Syafir sudah


menutup mulutnya dengan jemarinya.


" Udah pulang saja, kunci motor sama kamu kan? " tanya Syafir kemudian.


" Iya aku pulang..." Ucap Linlin mengalah, karna tak mau merusak acara mereka.


Sedangkan Syaffa mengalihkan mukanya Kedinding, entah mengapa hatinya sakit melihat Syafir menyentuh wanita lain didepan matanya.


" Aku bukan Sarjana, aku hanya mantan banci! Aku bukan lelaki sehebat dirinya! " Apakah tidak menyesal menikahiku" Ucap Syaffir membuat Syaffana berbalik dan menghampirinya.


Syaffa memeluk pria yang sudah Syah menjadi miliknya itu. Karna rasa haru dan


syukur, ia tak bisa mengucapkan apa- apa lagi. Ia hanya bisa menumpahkan tangisnya diperlukan Syafir.


Syafir memeluk lebih erat lagi, karna pertanyaannya tak dijawab, hatinya diliputi kesedihan.


" Jangan berharap lebih Syafir! Ia hanya menganggapmu malaikat penolongnya saja. Ia pasti sangat mencintai calon suaminya. Tetaplah diposisimu, jadi malaikat penolong Syaffa." Bujuk batin Syafir.


Sedangkan dijalan Linlin tak hentinya menggerutu.


" Ih...Kayak sengaja aja ia buat rencana menikah dengan Syafir. Tapi mana ada wanita yang berani mempertaruhkan pernikahannya yang suci ya. He...He...tapi sepertinya sumpahku berlaku, dalam beberapa jam saja Polwan cantik itu akhirnya menikahi banci...He....He....Tapi ini banci yang tampan, semoga mereka bisa Menyatu dalam ikatan rumah tangga yang sebenarnya, bahagia selamanya. Amin....


" Lucu juga ya manas- manasin Syaffa. Kukira karna ia tomboy tak pecemburu, kiranya ia cemburu padaku...He...He....


Kenak kau! Makanya kalau sedang menjalani tugas jangan kasar- kasar! " Cerotong Lin ngomel sendiri.

__ADS_1


__ADS_2