
Hari masih sangat pagi, burung murai masih sibuk berkicau diatas ranting pepohonan dibelakang rumah. Cahaya mentari pun masih malu- malu muncul dari ufuk timur. Ketika Syaffana terbangun dari tidurnya, karna dering Telefon genggamnya.
Aroma khas nasi goreng menyelinap masuk keIndra penciumannya, membuat reaksi Sumatra tengah berkukuruyuk seperti suara ayam jago tetangga sebelah.
Syaffa melebarkan matanya, menatap sekeliling, ia menemukan dirinya sudah memakai piyama.
" Ia ternyata sudah menggantikan mukenaku dengan kimono ini. Perasaan tadi aku polos dalam balutan mukena,
Aroma nasi goreng kesukaanku. Apa tetangga sebelah yang masak? " Tanya hati Syaffa.
Dering Telfon masih berlanjut. Syaffa melongok benda pipih yang tergeletak disisi pembaringan, Ia meraih benda pipih itu. Kemudian menyambungkan telfon.
Syafir baru saja tiba dikamar, ketika sang istri mulai bicara ditelfon.
Syafir tidak tega mendengar tugas berat yang tentu saja menanti Syaffa , dengan telfon sepagi ini, pasti ada hal yang sangat penting untuk dituntaskan dengan segera.
Kemudian Syafir kembali kedapur.
Dengan cekatan syafir memasak dua telur Angsa dipanci, untuk
diberikan pada Syaffa sebagai pengganti protein yang terkuras.
Hadiah telur dari Linlin.
Syafir ingat betapa ia mengerutkan dahinya, sembari menatap Lin tajam, tatkala semua orang membawakan kado dengan berbagai bentuk kotak yang dihias menarik, dihari pernikahan, Lin malah memberikan telur angsa yang dikemas dalam keranjang kawat yang cantik.
" Ini kadoku untuk kalian!, jangan menatapku jelek begitu Syafir ! Ini kado yang mahal, sudah capai aku merayu ibu agar memberikan telur- telur ini! Karna aku tahu kalian berdua tak ada yang kolestrol, jadi ini cocok buat puding! " katanya dengan gaya seperti biasa, PD tingkat Akut.
Syafir menatap Syaffa yang tersenyum senang ketika dapat kado uniq Lin. Lin juga tak lupa memasukkan kedalam mobil, ketika pengantin itu mau berangkat.
" Kalau kelelahan, rebus telur ini dan makanlah, itu baik untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh! " teriaknya sebelum Syafir melajukan si Mimi meninggalkan lokasi pesta, kemarin
pagi.
Seperempat jam kemudian, Syafir kembali kekamar.
" Ada tugas tambahan? " tanya syafir sembari menyodorkan teh ditambah telur
angsa rebus yang sudah dibersihkan untuk Syaffana. Kemudian sepiring penuh nasi goreng sayur buatan Syafir.
__ADS_1
Syaffa membulatkan matanya, karna kejutan sederhana dari Abang gantengnya.
" Nasi gorengnya sangat wangi, kapan masak nasiny! Kukira tadi aroma masakan tetangga. " Ujarnya masih merasa Surprise.
" Ketika tadi adik tertidur, Abang masak nasi dan nasi gorengnya. Barusan tinggal panasin.
" Oo....Syaffa melongo dengan kesigapan suami urusan dapur. Iapun mulai menyantap nasi gorengnya, dan menyuapkan buat Syafir juga, karna melihat hidangan itu hanya sepiring penuh.
Syaffa membagi suapannya pada Syafir, secara bergiliran, termasuk telur rebusnya juga.
" Makanlah yang banyak, Abang udah cukup. Adik yang menderita disini, sampai terluka begitu, sebentar lagi pergi
bekerja pula, bagaimana kalau masih sakit? " tanya pria mulus itu dengan wajah khawatir.
" He...He...Ini sudah sehat kok Abang ganteng! Aku seorang polisi! Luka mah sudah biasa. Jangan menghawatirkanku! Malah sekarang aku senang, bebanku sudah berkurang karna aku sudah menemukan pemiliknya.
" Pemilik Apa? " tanya Syafir konyol.
" Ya.. pemilik diriku lah..." Ucap Syaffa.
Syafir tersenyum senang, karna Syaffa sudah memproklamasikan diri sebagai miliknya. Jadi selain milik negara, Syaffa sekarang punya Syafir.
Syaffa memasukkan potongan telur kemulut Syafir lagi, Setelah kenyang, Syaffa minum, dan memberikan juga pada Syafir. Merekapun minum dengan bekas bibir yang sama.
Besar keluarga H. Azizan Ahmad pagi ini. Begitu sampai didalam rumah, ia langsung menuju kamar mamanya. Mama Menatap Elang dengan tajam, kemudian matanya beralih pada perempuan disampingnya.
Sebelum mama melancarkan hujatannya, Elang sudah bersimpuh dikaki mama Carolina, sembari menangis.
" Maafkan Elang ma...Sudah membuat mama khawatir, Elang harus menikahi anak pak wali, karna tunangannya kecelakaan dan meninggal, Elang berada disituasi yang sulit ma, HP Elang juga masuk kolam, telfon rumah kita rusak, Elang hanya hafal nomor Syafir, tapi Syafir tak menjawab telfon, Tidak membalas ratusan pesanku, malah kemudian IPhonenya tak aktif. Ketika Elang cari buku telfon Elang, untuk menghubungi mana, kak Mia atau bang Zahran, ternyata buku ketinggalan disini. " Jelas Elang.
Tanpa Elang duga. Mamanya tidak marah, semula ia mengira mama akan menamparnya, seperti mama memperlakukan adiknya saat melakukan kesalahan. Elang sudah siap untuk ditampar, yang penting jangan diumpati, karna baginya, kata tajam seorang ibu, lebih menyakitkan dari tamparan.
Lama Elang menumpahkan tangisnya,
sembari memeluk kaki sang mama.
Ketika tangan tua itu mengusap rambutnya.
" Berdirilah Elang...Mama sudah bosan marah dan sudah capek menangis! Ayo Ajak istrimu duduk di karpet, biar kita bicara. " Kata Carolina lembut.
" Mama.. Aku salah besar! Aku sudah membuat mama dan keluarga kita dalam masalah, Ayo tampar aku seperti mama menghukum Syafir. " Rengek Elang ketika mereka bertiga sudah duduk bersimpuh dikarpet.
__ADS_1
" Mama menyesal mengasari adikmu, sebelum meneliti dimana letak salahnya dan apa alasan perbuatannya. Untuk seterusnya mama takkan marah- marah lagi. Ternyata marah bukanlah solusi untuk suatu masalah. Mama sudah buat salah, sekarang mama tak mau melakukan dosa yang sama. " ucap Carolina bijak.
Elang menghempaskan nafasnya, kadang ia merasa selalu dapat hikmah dari Syafir. Adiknya dapat hukuman, Elangpun hendak diperlakukan sama,
dapat hukuman setimpal dengan perbuatan.Tapi itu sudah keputusan mama, apa mau dikata, walau terasa tak adil menurut Elang.
Elang kembali berurai airmata, hatinya terasa sendu.
" Sudahlah Elang......Syaffana bukan jodohmu! Ia menemukan jodohnya malam itu juga! " Timpal kak Mia yang baru datang dengan menggendong putrinya.
" Elang mengernyitkan dahinya? Dada nya berdegup tak menentu.
" Ka...kakak pergi kepesta nya? " tanya Elang gagap.
" Ngak...Tetangga yang bilang! Katanya lelaki itu sangat tampan dan sempurna, Syaffa juga tampak bahagia bersanding dengannya! " Jelas Mia sembari duduk disisi Suci, menatap Elang dengan seksama.
Bugh...Jantung elang rasa copot.
Nyawanya terasa melayang. Semudah itu Syaffa melupakannya, padahal ia sendiri belum ikhlas dengan pernikahan terpaksa nya ini.
" Ahhh Ini sakit sekali...Siapa lelaki itu, batinnya sembari mengusap dada.
Tentu lain dengan Suci, tadi ia begitu tegang. Tapi sekarang ia sangat lega, ternyata saingan cintanya sudah menikah, walau tidak akan mudah baginya untuk mendapatkan cinta Elang, tapi khawatir akan keberadaan cinta pertama suaminya, sekarang telah berlalu. Tanpa sadar ia terluas senyum tipis dari bibirnya. Elang melihat senyum Suci, hatinya semakin teriris.
" Aku memang tidak mungkin lagi mengharapkan Syaffa kak..Tapi aku berharap Syafir yang akan menikahinya, agar aku tidak begitu buruk Dimata keluarganya, tapi ia malah mendapatkan pria lain yang lebih tampan, Kata teman kakak ia sangat bahagia. Berarti itu kekasih cadangannya, pantas selama ini ia selalu menolakku, ternyata ia punya yang lain yang lebih menarik." Ucap Elang
lirih dan dengan tatapan sendu.
" Gimana bisa Syafir menikahi calon istrimu itu, Elang...Adikmu itu sudah punya istri, tidak mungkin ia beristri dua, walau ia bukan pegawai negri seperti kalian. Wajarlah ia tak membalas pesanmu, ia merasa permintaanmu berlebihan, mama sudah memahami adikmu, ternyata walau ia pria jalanan, sungguh hatinya bersih. Baru sekarang mama sadar. " Ucap Carolina Mantap.
" Iya dik Elang...Syafir sekarang sudah menikah juga, berarti semua anak mama sudah menemukan jodohnya. Kakak senang akhirnya Syafir juga dapat jodoh.
Kau bersyukurlah dengan istrimu! Ia sungguh cantik menurut kakak.
Suci tersenyum pada Mia, Babby Zia tersenyum lucu pada suci. Suci mengulurkan kedua tangannya.
Nana Ma.." Ocehan baby Zia, iapun mengulurkan tangannya hendak kepangkuan suci.
" Tuh...Zia saja mau sama tantenya...He...He...Oom juga ya..." Ucap Mia centil menirukan putri kecilnya.
Sedang Elang mengalihkan pandangannya, hatinya masih merasa berkabung, karna berita tentang Syaffana.
__ADS_1
Bersambung...