Jalan Menuju Syurga Syafir

Jalan Menuju Syurga Syafir
Ka-kamu masih?


__ADS_3

Elang resah tak dapat memejamkan matanya malam itu, mendapat kabar bencana melanda wilayahnya, hatinya sedih. Mama yang ditelfon juga terlihat dikursi roda, anehnya ditanya mama mengaku baik- baik saja, katanya semua itu hanya keinginan Syafir untuk memanjakan mama.


Elang tentu tidak percaya begitu saja, ia meminta mamanya berjalan didepan kamera ponsel. Mama memenuhi keinginan Elang, ia berjalan pelan dengan mengumbar senyum.


" Kau lihat mama baikkan? Cuma adikmu dan Susi yang berlebihan." Ujar mama tersenyum manis ditelfon.


" Jangan menyembunyikan apapun dariku ma..Elang tak mau mama berpura- pura sehat agar Elang tak kembali, bagiku mama lebih penting dari status pegawaiku ma, ngak jadi pegawai lagi aku takkan mati, tapi kalau sampai mama


tersia- siakan, hatiku bisa mati. " Ujar Elang dengan tatapan mengiba.


" Dasar anak Lebai...mama baik- baik saja, disini ada adikmu dan dia juga sudah memberikan suster untuk mama, kamu jangan cengeng gitu, ada istrimu juga sekarang yang jadi tanggunganmu. " Cerocos mama.


" Mama lebih penting dari istri, kalau ia benar- benar suka padaku, ia harus siap kemanapun aku bawa pergi, termasuk kesawah dan keladang. " Ujar Elang.


He...He..." Masak anak penguasa mau kau ajak membajak disawah? " tanya seloroh sang mama.


" Kalau sudah nikah denganku, kan dia tidak lagi tanggungan ayahnya, dia seharusnya menerimaku apa adanya, mendampingiku kemana aku mencari Rezki. Kalau tidak Sudi, silahkan dia cari yang lain saja. " Ujar Elang.


" Hei anak muda! Ngomong tu dari mulut, jangan dari lutut, emang kau kira menikah itu kayak ganti baju! Lagian istri zaman sekarang jangan samakan dengan istri zaman purba! " sanggah Carolina.


" Walau zaman telah berubah seorang istri harus tetap patuh, tidak mau berinovasi buat suami akan tersisih, sekarang malah lebih mudah mendapatkan perempuan. Jumlahnya sudah mendekati


sepuluh satu." Sengit Elang.


" Awas kau macam- macam Elang! Walau tak ada adikmu perempuan, mamamu juga perempuan." Geram mengingatkan Elang.


" Mama...Begitu saja diseriusin, pantas tu darah mama sering naik, becanda dimasukin hati. " Ujar Elang seenak perut.


" Sudah! pokoknya mama tak suka kau bicara tanpa mengaga dulu! " titah mama.


" Ampun ma...Lain kali lebih Ayu ngomongnya. " Ucap Elang yang buat mamanya melotot lagi.


Suci yang mendengar perbincangan suami dan ibu mertua ditelfon hanya diam saja dengan hati yang tak hentinya berdebar.


Deg


Deg


duhg


Celutuk jantung Suci.

__ADS_1


" Apa benar bang Elang menganggap perempuan seperti baju saja. " tanya hati Suci makin khawatir.


Wajah khawatirnya tertangkap oleh Camera ponsel Elang. " Udah... kau urus tu mantu mama yang mulai cemas karna omongan sembarangmu. Mama tidur dulu udah ngantuk. " Ujar Carolina sembari memutus Sabungan.


Detik berikutnya notifikasi pesan diHP Elang berbunyi, ia meraih lagi benda pipih itu dengan malas. Elang kemudian membuka pesan dari sang kakak ipar.


Syafir sudah akan jadi ayah! Kamu kapan


mulai terobos gawang adik ipar?


Apa sebenarnya kamu yang Impoten?🤭🤭🤭


" Dasar kakak ipar tak tahu malu, orang sibuk ngurus korban bencana, ia malah sibuk ngurus rumah tangga orang. " Gerutu kesal Elang. Elang lalu membalikkan ponselnya Kemudian beralih menatap istrinya.


" Karna wajah memelasmu membuat mama memutus telfon. Sini dekat kalau berani! " ujarnya menantang Suci.


Karna mereka tinggal berdua saja dirumah Elang, membuat Elang tak ada halangan ingin melakukan apapun pada Suci.


Semula Pak Zulfan dan Bu Weni meminta mereka tinggal bersama namun Elang beralasan ingin hidup mandiri.


Mereka harus merelakan keinginan Elang, karna Elang sudah menjadi pasangan Syah putri mereka.


Sudah beberapa hari mereka tinggal dirumah ini. Tapi Elang masih mendiami Suci. Bahkan sejak dua malam makin sinis, setelah malam kedua disini, Suci berani menggoda Elang.


sedang teringat kemesraan Syaffa dan adiknya dibuat kesal oleh aksi Suci.


Jangankan terpancing, ia malah mendorong tubuh suci ketempat tidur, lalu menguncikan suci dikamar mereka.


" Dasar perempuan penggoda! Ngak tahu orang lagi kesal! " Umpat Elang kasar waktu itu.


Sekarang Elang termenung menyesali sikap kasarnya, menatap langit- langit kamar, sedikit kecil hati melihat istri tak menggubris permintaannya. Elang mencoba memancing Suci yang duduk membisu dipinggiran tempat tidur.


" Kau siap tinggal dikebun kalau aku memutuskan berhenti jadi pegawai untuk tinggal merawat mamaku. " tanya konyol Elang dalam kekalutan.


Suci akhirnya terpancing dan mulai menatap Elang dengan senyum tipis. Lalu memberanikan diri menggeser tubuhnya, duduk lebih dekat kesisi pembaringan Elang.


" Kalau Abang sudah melupakannya


dan membuka hati untuk mencintaiku, kemanapun aku takkan gamang bersamamu. " Jawab Suci yang membuat Elang mengernyit.


Ditatapnya istrinya itu dengan intens. Entah mengapa hatinya yang kalut, tiba- tiba mendambakan yang empuk- empuk.

__ADS_1


" Hey! Apa serius kau bicara dari hati nona? " Tanya Elang masih belum yakin dengan penuturan Suci.


" Apakah Abang berani mencoba mencintaiku? " tanya balik Suci.


" Dengan cara bagaimana kau ingin dicintai Hey! " Ujar Elang sembari menarik Suci hingga terjatuh diatasnya.


Sekarang jarak mereka sangat dekat, Suci yang merasa kapok menggoda Elang, sekarang justru mendadak asma diatas dada Elang.


" Ma- mau apa bang? " tanyanya bergetar.


" Hheem...Bukankah kemarin- kemarin kau selalu menggodaku, juga barusan minta dicintai. Malam ini kita akan mulai belajar bercinta nona! Bukankah itu keinginanmu? " Ujar Elang sebelum membungkam bibir Suci.


deg.


Debaran dada suci makin tak karuan.


" Ta...tapi Suci berucap gagap ketika Elang mengurai pagutannya setelah pasokan oksigen yang mereka hirup menipis.


Euhg...Bang ...suara laknat suci tak dapat


dibendungnya ketika lidah Elang menjalari leher jenjangnya. Tindakan Elang makin liar.


Mulut dan tangan Elang dengan lancangnya sudah berani bertengger dan memainkan kedua bukit kembarnya.


Pipi Suci memerah menahan malu bercampur hasrat, tatkala sekarang tubuhnya tinggal pembungkus segitiga dibawah sana.


Elang yang gerah juga membuka pakaiannya sendiri. Meninggalkan bendera hitam penutup sarang sang burung predator itu.


Tanpa buang waktu, Elang mulai lagi menjelajahi tubuh Suci. Melihat Suci yang malu- malu, ia sedikit ragu. Tapi kegalauan hatinya sudah menyatu dengan hasrat yang membubung tinggi. Teringat Syaffa yang selalu menolak cumbuannya selama mereka pacaran, Elang makin garang menjarah tubuh istrinya.


Sedang Suci pasrah dalam Kungkungan Elang. Berkali- kali suara Dessahan suci tak dapat ia tahan, membuat tubuh Elang makin menegang diatasnya.


Elang tak kuasa lagi untuk tidak melepaskan burung kesayangan dari sarangnya. Disintaknya pembungkus segitiga milik Suci dengan kasar hingga melorot. Kemudian ia membuka pembungkus miliknya sendiri dan melemparnya sembarangan.


Dengan garang, Elang memainkan setiap lekuk tubuh Suci, tidak membiarkan sejengkal saja tertinggal.


Eugh...bang...Ini.....Ah....Ah..." Lenguuh suci tatkala Elang memainkan lidahnya dibawah sana, Suci mencapai pelepasan pertamanya.


Melihat tatapan sayu istri dan ladang yang mulai basah, Elang tak tahan lagi melepas hasratnya.


Tanpa tanya dan Aba- aba ia mulai mengarahkan burung Elang menuju goa dalam milik Suci. Tatkala ia merasakan jalannya sangat sulit diterobos, ia mengernyit bingung.

__ADS_1


" Ka- kamu masih ? tanyanya terbata ketika sudah berhasil menerobos Suci dengan susah payah, sedang sang istri meringis sembari meremas rambut Elang.


__ADS_2