
Baru pukul Enam lewat sedikit, Syaffana sudah rapi dengan seragam dinasnya.Syaffana menatap lekat Abi dan Vina, sepasang baby kembar buah cintanya dengan Syafir. Kemudian tidak lupa mencium keduanya secara bergantian." Sayang....Jangan pada rewel sama baby ya...
Umi sudah mulai bekerja." Ucapnya mengajak bayinya bicara. Mahluk- mahluk mungil itu mengerjab dengan indah seraya menggapai- gapaikan tangan mereka merespon pituah umi mereka. Merasa gemas dengan tingkah para baby, Syaffana mengulang memberikan kecupan pada pipi- pipi mulus nan gembul itu, kemudian menggenggam tangan- tangan mungil dibalik sarung tangan kecil.
" Kok Baby yang ini ngak dapat Bu, ini namanya ibu tidak adil." Ujar Syafir seraya meletakkan sarapan untuk Syaffana dimeja nakas.
Syaffana memutar tubuhnya untuk melihat baby besarnya, pipinya merona mengingat perbuatannya semalam, melihat stempel merah kebiruan dileher putih suaminya. Syaffa cepat- cepat mengambil foundation meja rias dan mengoleskan mahakaryanya tersebut." Malu nanti dilihat orang, semua jadi tahu punya istri tukang cakar." Candanya dengan pipi kian merona.
" Malu sama siapa, kalau aku sih senang-senang aja sayang ...Biar seisi jagat tahu kalau Syafir sudah berlebaran." ucapnya sembari menggenggam tangan kanan Syaffa yang masih mengusap lehernya dengan poundation.
" Sudahlah...Ayo sarapan, nanti telat." Ujarnya sembari meremat sekilas bibir syaffana yang baru saja dibasahkan didepan matanya.
" Ibu polisi sungguh manis! " pujinya setelah melepas pautan bibir itu.
Eisssh...." tanpa sadar Syaffa mendesis kecil.
" Jangan bersuara seperti itu, nanti ada yang mengajak iya- iyaan lagi." Goda Syafir. Sebelum sempat istrinya merespon, pria itu sudah melangkah berpindah tempat, lalu memutar Box Abi dan mendorongnya menuju ruangan khusus untuk bayi mereka bersama babysitter.
" Sarapanlah cepat, Kuantar Abi dan vina dulu lalu kita lanjutkan yang barusan. " Ucapnya masih saja menggoda istrinya sebelum hilang dari depan pintu keluar.
"Cikk, paling senang dech dia bikin orang tersipu." batin Syaffana.
Syaffana kembali memeriksa Vina. Melihat Bayi perempuannya sudah tertidur pulas,Syaffa segera mengambil sarapan dari nakas, lalu duduk dikursi untuk makan pagi.
Suster Aisa menyambut Abi dengan senang.
" Kayaknya mata kecil Abi udah ngantuk ya cayang..." Ujar perempuan paruh baya itu gemas.
" Iya kak, mereka sudah giliran bergelayut sejak jam Setengah Empat pagi." Sahut Syafir sambil berlalu.
Begitu kembali kekamar Syafir langsung menuju Vina, lalu memutar dan mendorong Box Vina. Kali ini ia tidak bicara karna takut membangunkan putrinya yang baru saja memejamkan mata. Namun tatapan mesra tak mungkin lepas dari perempuan berseragam yang lagi makan.
Syafir selesai mengantar para babby pada suster tepat ketika Syaffana selesai makan.
__ADS_1
Syaffa minum susu, kemudian menyusun piring kosong dimempan, lalu melangkah menyambut suaminya.
Cup sebuah kecupan mendarat dibibir yang sedang terbuka hendak bicara itu. Tentu saja Syafir tak tinggal diam. Ia balas mengesap bibir yang masih manis bekas susu tersebut, dengan menekan tengkuk Syaffa dengan tangan kanannya. Beberapa menit pagutan hangat itu berlangsung. Suara decapan memenuhi ruangan itu. Setelah keduanya tersegal- segal, barulah pagutan itu terlepas.
" Aku pergi dengan motor saja yang...Biar bisa cepat nengokin sikembar pas jam istirahat." Ujar Syaffana.
" Baiklah...Baik- baik dijalan, kalau ngak sempat jangan pulang , kan ASI sudah distok dikulkas."
Syaffana menggeleng. ASI memang sudah distok sayang, tapi Umi tidak mau melewatkan kontak mata langsung dengan mereka, tak mau nantinya mereka lebih senang sama kak Aisya ketimbang Uminya, mumpung lagi ngak ada tugas luar, ngak mau lama- lama jauh dari anak." tegas Syaffana.
" Baiklah...tapi hati- hati bawa motor pulang pergi, sebab sekarang jalanan sangat rame. Makin banyak saja orang kaya baru diwilayah ini, hingga setiap rumah sudah memiliki kendaraan pribadi.
Dan kebanyakan jadi pada hobby mejeng ngak pagi siang atau malam."
" He...He...perasaan sejak punya anak suami jadi bawel! " Seru Syaffana.
Syafir mengaruk tengkuknya yang tidak gatal. " Biasanya ibu- ibu yang gitu ya. " Syafir tersenyum sembari membasahkan bibir bawahnya.
Syaffa membalas senyum itu dengan senyum yang
" Berangkat bareng yuk, kan katanya hari ini mau melihat orang panen. "
" Iya! Tapi itu hanya setengah hari, karna seperti Uminya, Ayah juga tak mau lama- lama jauh dari sikembar."
Pagi itu setelah pamit pada mama, keduanya berangkat bersama dengan kendaraan roda berbeda, arah yang sama. Begitu memastikan istrinya sudah menyimpang menuju kantornya yang berjarak kira- kira seratus meter dari jalan raya. Barulah Syafir melajukan mobilnya dengan kecepatan normal.
_
_
_
Sementara Elang baru sampai dikantornya. Begitu duduk dikursi kebesarannya, pejabat balai kota itu mendengar ketukan dipintu.
__ADS_1
" Langsung masuk ! "
ciklek
Pintu terbuka dan muncullah seorang berseragam biru mengantar mempan.
" Silahkan pak." Ucap gadis dengan rambut diekor kuda, setelah mengatur makanan
" Ya...langsung ditinggal saja." Jawab Elang.
" Ya pak, silahkan." Ucap gadis itu sekali lagi.
Elang hanya mengangguk, ia sudah asyik memandangi foto- foto Syafir dengan bayi kembarnya. Kehilangan cabang bayi dua kali membuat pria itu cukup sedih.
" Andai aku seberutung mereka." Ucap Elang dengan bergumam.
Tiba- tiba Elang teringat sesuatu, lalu ia mengetik pesan untuk adiknya.
" Dik, andai adik Sikembar nambah, jika aku tidak ditakdirkan punya momongan, berikan satu untukku ya.
Cukup lama ia menimbang untuk mengirim pesan yang ia tulis. Sampai akhirnya ia putuskan untuk mengirim saja.
" Kita coba dulu, kalau apa respon adikku itu." Ucap Elang sembari tersenyum.
Andai jawabnya baik, ia dengan senang hati suatu hari menerima anak dari adiknya itu. Andai Syafir menolak, ia tidak akan berkecil hati.
Beberapa menit berikutnya pesannya dibalas. Dengan tidak sabar Elang membaca balas pesan adiknya itu.
" Kalau adik Sikembar ada, dan istriku tidak keberatan apa salahnya bang, anakku kan anakmu juga, kau pasti merawatnya sama sepertiku. Tapi untuk sekarang Abang terus usaha dulu, mudah-mudahan masih ada Rezki. Semangat!!!
Bersambung...
Assalamualaikum...
__ADS_1
Takabbalalkahu Minna Wamingkum semua...Selamat Hari raya Idul Fitri bagi yang merayakannya.