Jalan Menuju Syurga Syafir

Jalan Menuju Syurga Syafir
Berbakti dan Berjaya.


__ADS_3

Suci hanya diam sembari mencengkram suami, Elang yang sudah tak tahan mulai menghujam suci dengan gerakan pinggang kokohnya. Berbagai rasa membuncah didadanya.


Dengan bermandikan keringat, akhirnya penyatuan itu tiba dipuncak nya. Mata Suci membulat, dadanya membusung, suara nyaringnya tak bisa dibekap, kedua tangannya melingkar kuat dipinggang


Elang, Pahanya mengapit ketat, seperti tak mau sedikitpun lahar itu merembes keluar. Elang bergetar melepas protein kedalam rahim suci. Elang tak bisa memungkiri, percintaan pertama dalam hidupnya ini sungguh membuatnya melayang kelangit ketujuh.


Istri yang dikira sudah blong karna kebohongannya, ternyata masih bersegel. Elang menggigit lembut bibir Suci, setelah tenaganya kembali.


" Mengapa kau membuat banyak kebohongan hanya untuk bersamaku. " Ujarnya lirih sembari menatap dalam kemanik mata Suci.


" Aku jatuh cinta sejak pertama melihatmu hadir di kotaku. " jawab Suci lirih.


Melihat Elang diam ia melanjutkan penjelasannya. " Aku terlanjur sudah punya kekasih yang tak direstui orangtua, dan kudengar kau juga sudah punya. Aku perempuan ambisius yang tak mudah mengalah pada kenyataan. Ketika aku ajak pacarku kencan ditamanmu, aku menilai teguranmu bernada cemburu. Untuk itu setitik harapan dihatiku tumbuh dari hari ke hari.


" Trus kau berusaha membunuh kekasih sekaligus tunanganmu? " tanya Elang dengan tatapan menghujam.


Suci mendorong tubuh Elang hingga terjungkal. Untung tempat tidur itu cukup luas hingga Elang tidak terjatuh.


" Enak saja nuduh sembarangan, emang aku ada tampang pembunuh! " Jawabnya


dengan wajah merah menahan marah.


He...He...! bahkan tampangmu seperti mafia cinta, tidak pernah bercermin ya? " tanya Elang sembari menarik Suci kedalam pelukannya.


" Hey...Mafia cintaku...Ceritakan bagaimana tunanganmu meninggal." Pinta Elang.


Kali ini Suci tak marah lagi, ia teringat bagaimana ia merusak pernikahan Elang dengan memaksa pria itu menikahinya dengan ancaman, ia merasa pantas mendapat gelar mafia cinta.


" Mafia cinta! Ia menyebutku mafia cinta! Berarti secara tidak langsung ia mengakui sudah ada cinta untukku. " Batin Suci terlonjak menyadari makna kata Elang.


" Jangan bermenung dalam pelukan pria tampan! Ayo ceritakan bagaimana ia kecelakaan." Pinta Elang sekali lagi.

__ADS_1


Suci menarik nafas panjang, mempersatukan telapak tangannya dengan telapak tangan Elang, lalu meremasnya.


" Ia pecinta Alkohol, lebih mencintai Alkohol dari diriku. ketika mendapat sentilan dari Ayah tentang masa lalunya dan wejangan untuk perbaikan masa mendatang, bukannya sadar, ia malah kembali kepesta mirasnya. Dalam perjalanan kembali motornya tabrakan.


Undangan sudah disebar, calon suami sudah dikubur, ayah dan bunda tampak gundah, apalagi aku minta nikah karna ngaku hamil. Ayah mengusulkan untuk mencarikan pengantin pengganti, tak ada yang kufikirkan selain dirimu bang...Ayah sudah menyodorkan beberapa nama, tapi kukatakan kalau aku


pernah juga berhubungan denganmu, mengetahui kita temanan ayah percaya." Kenang Suci.


Elang menyentil kening Suci, tapi tidak menyakitkan." Benar- benar Egois dan berotak mafia! Seenaknya membuat fitnah, dalam mimpipun tak pernah kubayangkan bakal punya istri mafia sepertimu." tukas Elang geram.


" Tapi aku memimpikan siang malam bagaimana bisa mendapatkan pria banyak omong sepertimu, walau mesti menanggung banyak dosa untuk itu, tapi akhirnya aku berhasil, toh semesta mendukungku,ternyata hanya aku yang benar- benar mencintaimu, sedang dia hanya pengagummu saja, buktinya dengan mudah ia melupakanmu, bahkan tidak pernah memberikan ciuman pertamanya padamu." Jawab tegas Suci sembari melongok wajah Elang.


" Siapa bilang, Kami sering berciuman! " sanggah Elang tak mau Suci mengetahui ciuman pertamanya milik Suci.


" Baiklah...Tidak masalah...tapi aku wanita pertamamu. " ucap Suci mengalah, tak mau membuat suami yang mulai melunak marah lagi.


Elang mengeratkan dekapannya, giginya gemerutuk." Aku kesal padamu, tapi kuakui, meski seluruh tubuhmu sudah kau jejarkan pada pria itu, tapi untuk yang satu ini tetap terjaga. Aku salut dengan kepandaianmu bermain


" Aku tidak bersyukur bang...tapi kenyataan yang mesti disyukuri, kalau kami lanjut kepelaminan, dan ia menduakanku dengan Miras, tentu hidupku takkan tenang juga, tentu Abang takkan tega juga melihat hidupku menderita. " Ucap Suci lirih nyaris ditelan kesunyian malam.


Elang tidak menjawabnya, tapi Suci tahu jawaban dihati suaminya, rengkuhan yang makin erat itu menjadi bukti kalaupun Elang marah, rasa sayangnya tetaplah besar.


Suci bahagia dalam dekapan suami, dalam hati ia berdoa semoga karma yang


akan datang pada rumah tangganya kedepan,bukan karma pahit, mengingat Syaffa dan Syafir sudah akan memiliki momongan, Suci merasa dosanya sedikit berkurang, toh secara tidak sengaja ia sudah meletakkan sesuatu pada tempatnya, walau melempar dengan keras dan terlihat kejam, toh lemparannya tepat sasaran.


" Benar... Ia tak pernah mencintaiku, lima tahun pacaran ternyata seorang Elang hanyalah sibuk menjaga jodoh untuk adiknya. " Ringis Elang dalam hati.


Perasaan Syafir lega, begitu mereka sudah sampai dirumah besar, walau hari sudah gelap, tapi hati Syafir malah makin terang. Seperti purnama pertama muncul dihatinya, menyaksikan mamanya berpelukan mesra dengan istri.


Perawat dan asisten rumah tangga yang semula jagain mama dikamar mengerti bakal berlangsung percakapan intern. Mereka pamit dengan menundukkan badan.

__ADS_1


Syafir membalas dengan anggukan.


" Kalau mama meminta waktu banyak pada Syafir untuk merawat mama, hingga mengabaikan Syaffa, apa Syaffa


akan membenci Syafir juga mama? " tanya Carolina menguji mantunya.


" Aku akan sedih jika diabaikan ma...tapi tidak akan membenci mama atau suamiku juga. Mama adalah tanggung jawab suamiku, sedang aku pasangannya, sebagai pasangan aku harus mendukung suami untuk menjadi lelaki bertanggung jawab. " Jawab Syaffa.


" Kalau begitu, Abang akan menjaga mama tanpa mengabaikan istri. Kalau mama kadang keduluan dilayani dari istri bukan berarti diabaikan, tapi melatih kesabaran istri. " Timpal Syafir sembari menyusup diantara kedua wanita tercintanya. Menyandarkan keduanya kelengannya kiri dan kanan.


" Tu, kan... mama kebesaran dari syaffa, mama lebih banyak membutuhkan sandaran. He..He..." kekeh mama Carolina.


" Selain mama dan aku mungkin sebentar lagi ayah juga akan bergantung padanya, begitu banyak beban yang akan ditanggung oleh suami tampanku kelak. " Ucap lirih Syaffana teringat Ayahnya yang sudah tua.


" Jangan kita menganggap semua itu beban, tapi jadikan semua tempat mencurahkan kasih sayang, maka hati kita akan selalu dipenuhi rasa syukur, tak ada yang berat jika dijalani dengan ikhlas dan cinta, toh nanti kalau tiba giliran kita butuh sandaran, semoga keturunan kita bisa menjadi sandaran yang kuat pula. " Balas Syafir sembari mengusap perut Syaffa yang masih rata.


" Amiin...Jawab serentak kedua perempuan kesayangan Syafir. Mama Carolina meletakkan tangan kanannya diatas tangan putranya. " Mama mendoakan semoga cucu mama memiliki kasih sayang yang besar pada orang tuanya. Bagaimanapun anak berbakti lebih berharga dari anak yang berjaya. " Ujar Carolina.


" Kalau bisa berbakti dan berjaya ma! " jawab Syafir.


" Maunya memang begitu, Sholeh dan Sholeha ! " Seru seseorang diujung pintu.


" Kak Susi!!! " Teriak girang Syaffana, turun dari pangkuan suami menyambut suci.


" Malam ini aku akan bobok sini, kangen sama calon mama muda. " Ujar Susi girang melihat Syaffa.


" Benarkah? dengan senang hati kakak.. kalau begitu kita tidur bersama bareng mama. " Balas Syaffana.


Syafir menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. " Gagal lagi acara nengokin calon dedek bayi." batinnya sembari melangkah lemah menuju keluar kamar mama Carolina.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2