Jalan Menuju Syurga Syafir

Jalan Menuju Syurga Syafir
Alah Mak...


__ADS_3

Sayup- sayup terdengar suara azan subuh berkumandang. Syafir mencoba membuka matanya. Begitu netranya membuka dengan lebar, ia mendapatkan seraut wajah cantik dalam pelukannya, kepala perempuan itu tepat dibawah keteknya. Sedang tangan kanannya memeluk dada gadis itu.


" Aduh...mama...Apa yang terjadi semalam? Mengapa tubuhku polos, sedang ia berbaju. " tanya hatinya


Syafir sedang sibuk berfikir, dan meraba- raba badannya sendiri, ketika Syaffa mengubah posisi.


Dan Cup...


Sebuah kecupan lembut dan hangat mendarat dibibir Syafir.


Ser....Terasa pandangan Syafir kembali menggelap karna debaran hatinya. Jantungnya berguncang bagai terkena gempa dadakan, tubuhnya kembali bergetar. Berkali- kali ia menarik nafas dan mengedipkan matanya, agar pandangan dan fikirannya kembali normal.


" Morning kiss sayang ...Segitu dasyatnya ular weding mematok bibirmu, tapi jangan sampai koma , apalagi lumpuh ya... " ucapnya dengan tatapan mengejek karna melihat reaksi Syafir.


Syafir tersenyum semanis mungkin sembari membalas tatapan istrinya.


Ia meraih tengkuk Syaffa sebagai sandaran, tak mau kalah dengan Syaffa. kemudian Syafir memberanikan diri mengecup balik bibir yang sudah berani mencomot bibirnya dari semalam.


" Kalau yang ini patokan ular bersisik gergaji dari India! " serunya ketika dada syaffa sesak juga akibat lumatannya.


" Pembalasan karna sudah menghabisi keperjakaan bibirku dari semalam ! " Candanya lagi setelah merasa sukses meraup bibir manis syaffa.


" He...He....Bibirku juga tak perawan lagi karnamu! " Balas Syaffa sembari terkikik.


" Tapi kau bilang semalam kau sedang mengandung anak calon suami larimu itu , berarti kita tidak akan melakukan apapun selain berciuman sebelum babbynya lahir, aku tak mau bercampur air dengannya! " kata Syafir terdengar tegas dan makin berani, membuat Syaffa


membelalakkan matanya.


" Alamak! Aku harus menjaga keperawanan ku sampai Lima bulan lagi gara- gara mulut lancangku ini. " batin Syaffana, tanpa sadar ia menepuk jidatnya.


Ia membayanglan waktu lima bulan, karna setelah lima bulanlah baru bisa terlihat, dia buncit atau tidak.


"Nasip- nasip punya suami kayak gini, apa- apa dimasukin kehati dan berbuntut panjang kayak sapi. " Keluh hatinya


" Sudahlah...jangan FISUM terus ! Ayo bangun, bersihkan diri, biar kita sholat subuh! " Ajak Syafir, sembari duduk, dengan memantapkan hatinya yang kembang- kempis karna gerogi, ia menarik istrinya supaya duduk.


Alhasil, ia sukses mendudukkan Syaffana, tapi gadis itu sekarang ada dipangkuannya, seperti koala. Tanpa bisa dihindari tatapan mereka beradu, membuat keduanya tersipu malu dengan pipi sama- sama memerah bak tomat masak.


" Apa itu FiSUM? kalau dikepolisian dan kesehatan, itu pemeriksaan untuk membuktikan kebenaran terhadap korban pelecehan, tindakan kekerasan dan kriminal." Ujar Syaffa.


" Ia aku perlu divisum karnamu, karna adik cantik sudah melecehkan Abang ganteng ini! " Canda Syafir lagi.


" Whatt!!! Mana ada? Yang benar Abang ganteng yang melecehkanku! Aku yang akan mengurus kasus ini. Sedang Abang, siapa yang akan Abang minta menangkap ku ! " ujar Syaffa memamerkan kekuatannya sebagai alat.


Syafir berpura merenggut.


" He...He...adik cantik sengaja kok, buat sibuk Abang ganteng, kalau sampe menangis kan enak tontonnya ! " ujar Syaffa sembari menggigit lembut dagu Syafir.


" Kan,,,, lagi dan lagi! Dasar Fikiran mesum, tak ada yang menarik untuk ia lakukan selain melecehkan Abang gantengnya! " Sarkas Syafir.


Tok...Tok...Dor...dor....dor...ketukan dan gedoran terdengar dipintu.


Membuat kedua orang ini terdiam, sejenak, itu juga kesempatan bagi Syafir lepas dari Syaffa.


" Siapa dan ada apa ? " tanya Syaffa.


" Cepatlah kalian bersiap , biar kita subuh berjamaah dirumah, beserta pakde dan bukdemu juga Syaffa! " Terdengar suara Pak Ustadz Islahuddin memanggil dari luar.


" Kalian duluan saja lah Ayah...Disini aku akan sholat subuh diImami suamiku sendiri." ujar Syaffa dengan nada bangga sembari mengarahkan mulutnya kepintu , lalu berjalan menyusul Syafir yang sudah duluan kekamar mandi.


Krang...kreng...Suara pintu berbahan seng ditarik dengan tarikan yang keras.

__ADS_1


Syafir langsung menutup pintu kamar mandi itu dan menguncinya begitu melihat Syaffa sudah mendekat.


" Alah Mak.....Kok setakut itu Abang ganteng sama adik cantik, adik cantik takkan tega melecehkanmu dikamar mandi kok sayang... Masih banyak tempat yang cocok untuk melakukan FiSUMku! " Hi...hi...kikik Syaffa dibalik pintu.


Tak ada sahutan, tapi Syaffa tahu suaminya menahan tawa didalam sana.


A few minuter leter


" Waktu subuh sudah mepet, jangan banyak mengomel, Mandi cepat dan Wudhu! " titah Syafir setelah membersihkan dirinya, dengan sigap melewati Syaffana.


" Mandi tak penting sekali , bisa nyusul, karna tidak terjadi apa- apa! " protes Syaffa.


Syafir menaikkan bahunya, sembari melangkah cepat melewati sayaffana.


Sayaffa masuk kamar mandi dengan sedikit memberenggut.


Sebenarnya ingin ia menggelitik suaminya agar tercipta kehebohan baru, tapi ia ingat janjinya pada sang Ayah untuk segera sholat subuh dengan diImami suami sendiri, lagian ia sudah tak sabar bagaimana banci KW ini menjadi Imam. Secara kalau


bukan KW kan ngak Syah jadi imam.


Semalam ia sudah memeriksa, dan yakin seyakin yakinnya kalau Syafir hanya banci KW, ia asli lelaki tulen.


Shalat subuh menurut Syaffana adalah yang paling tepat untuk mengetes kempuan Imam dadakan ini. Selain hanya


dua rakaat , bacaan Alfatiha dan ayatnya dibaca dengan jahar ( keras ) jadi ia sekalian mau mendengar bagaimana hafalan Syafir.


Ia kembali menatap suaminya setelah azan dikumandangkan.


" Syukurlah ia pandai Azan. " batinnya.


" Kenapa menatap Abang begitu adik cantik? Ngak percaya punya suami yang suara azannya bisa bersaing dengan Bilal


bin Rabah ya? " senyum sarkas Syafir membahana sembari menatap Syaffana yang masih menatapnya penuh kekaguman.


" Biarin...Yang penting serba bisa! Pokoknya Abang ganteng mu ini multi talenta, hanya sekolah saja yang cuma sampai menengah atas. " Ujar Syaffir.


Kemudian ia mulai melantunkan iqomah,


Suaranya sudah jelas bagus.


Juga bacaan ayatnya, Syaffa mengira suaminya paling baca Al Ikhlas sama An-nas, hasil pembelajaran di TKnya dulu,


tapi tak disangka suaminya membaca Surat Al- Aqla dan surat As Syams sebagai ayat subuh berjamaah pertama mereka.


Usai sholat, tak hentinya Syaffa mengucap syukur pada Tuhan, Ia berdoa lama, hingga tak sadar suaminya sudah menempel disisinya, kemudian memegang kepalanya, membacakan doa pengantin.


Belum hilang keterkejutannya, Syafir sudah mencium pipinya. Maka Syaffa terpaksa menyerah, mengulurkan tangan pada Syafir, lalu mencium tangan suaminya.


" Kita akan terus begini, untuk memupuk Cinta kita, sampai cinta itu benar- benar ada, barulah kita menyatukannya. " Bisik lelaki itu tepat dikuping Syaffa. Kemudian ia memeluk Syaffa dalam balutan mekenanya.


" Emang kuat? tanya Syaffa menyentuh dada Syafir yang dag Dig dug.


" Kita lihat saja sampai dimana kekuatan kita! " ujar Syafir. Kemudian mereka mempererat pelukan mereka.


Drett...Drett....Bunyi terfon Syaffa berdering. Hingga terpaksa mereka mengurai pelukannya.


Nomor baru tertera dilayar. Dengan ragu Syaffa mengangkat.


" Syaffana! Ini Abang Elang Ma." Baru sampai disitu ucapan pria disebrang , Syaffa langsung memutus sambungan.


" Siapa? tanya Syafir melihat ekspresi buruk istrinya.

__ADS_1


" Ngk ada, kirain dari orang penting kiranya orang sinting! " Geram Syaffa.


" Pria itu? " tanya Syafir lagi.


" Ngak!!!


Drett...Drett...Telfon kembali berdering.


Kali ini Syafir yang memeriksa.


" Dari pak Komandan Sa! " Seru Syafir.


" Masih subuh begini? Ngak tahu orang masih cuti. " Syaffa makin kesal. Sedang telfon masih berdering.


Syafir menghampiri Syaffa dan mengecup pipinya. " Angkat dong sayang...Yang namanya Alat negara, kapan saja tugas lebih diutamakan, aku tahu resikonya menikahi seorang polisi,


dan aku sudah pernah membacanya syarat- syaratnya diinternet. Jadi setidaknya aku faham, dirimu bukan semata untukku. Aku akan mencoba jadi suami yang sabar. " Bujuk Syafir.


Syaffa tersenyum, walau tanpa sengaja, ternyata suaminya suka juga membaca


perihal seperti itu, secara otomatis, ia sudah siap mental dengan resiko pekerjaan Syaffa sebagai Alat negara,


"Sepertinya sebelum menjodohkan kami, Allah sudah memberi petunjuk dihati suamiku." Batin Syaffa.


Syaffa mengangkat telfon dan berbicara dengan Komandannya itu. Setelah telfon ditutup, wajahnya benar- benar muram.


" Adik cantik jangan pasang wajah gelap begitu! Ntar seluruh kota diguyur hujan! " Goda Syafir sedikit lebai.


" Bang...Aku dipanggil kekantor siang ini.


Berikutnya cutiku dipangkas, aku ditugaskan menyelesaikan permasalahan diperbatasan. Ih...padahal kita ma.. Celotehan itu terputus, karna bibir itu sudah dipatok. Kali ini lidah yang mengaku snake bersisik gergaji dari India itu membelit dan melilit seluruh isi mulut Syaffa, hingga sang kekasih halal asma dadakan, barulah Syafir melepaskannya.


" Alamak...Suamiku makin mantap! Aku sampai mau pingsan. " Batin Syaffa sembari mengulum senyum.


" Sudah! Ayo dibantu bersiap! Biar Abang ganteng Antar! " katanya membuyarkan lamunan adik cantiknya.


Kemudian Syafir menelfon Lin.


" Antar siMimi kesini Lin! Kami mau ke S 4 Sekarang! " Titah Syafir.


Sebenarnya Lin mau protes, tapi mendengar Suara seriose sang Big Bos,


Lin terpaksa mengiyakan dengan mantap.


" Siapa Mimi? Aku tak mau diantar pake orang ketiga! " rungut Syaffa.


Tapi Syafir tidak menjawabnya. Ia malah menggigit dagu indah Syaffa dengan lembut.


" Balasan yang tadi! Biar Impas! Jadi tak ada yang bisa mengajukan pengaduan " katanya terdengar serius.


Mat pagi!!!!!! Selamat datang dicerita ini...


Kalau yang sudah datang, jangan lupa isi buku tamu ya...Dengan cara


Like


Fote


Komen


Tekan love bagi yang baru tiba.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2