Jalan Menuju Syurga Syafir

Jalan Menuju Syurga Syafir
Pantang pertama jadi Cinta!


__ADS_3

Syafir merasa masih panas karna cuaca cerah hari ini. Setelah makan siang bersama Ucok dan pak RT, ia mengantar Ucok kerumahnya.


Zubaidah menyambut hangat suaminya yang datang bawa nasi bungkus plus jus mangga satu Cup.


Walau dirumah ia sudah memasak, tapi dapat oleh- oleh hatinya sungguh girang. Ia bahkan mencium Ucok beberapa kali didepan pintu, melupakan Syafir yang melongo dimobilnya.


" Aduh...Kayaknya aku harus cepat- cepat


kabur, disini mataku benar- benar dibuat kelilipan, mana pulang kerumah istri tak ada pula. " Gerutu Syafir.


" Ha....ha...Tawa Ucok menggema, Tanpa merasa berdosa sedikitpun.


Sedang Zubaidah tersenyum malu sembari mengusap perut dan memamerkan lesung pipinya, ia sedikit menjauh dari suaminya.


" Makasih adik ganteng udah bantu bang Ucok membahagiakan istri yang kurang bahagia dimasa kecil. " Ujar Ucok sembari melambaikan tangannya.


Syafir hanya membalas lambaian Ucok dengan seulas senyum, tidak peduli kedua pasangan bucin itu bisa melihat atau tidak senyumannya.


Syafir mulai membelok dengan hati- hati.


Begitu sampai dijalan besar, Syafir segera membanting stir untuk dapat tiba dirumahnya. Ia ingin cepat mendinginkan tubuh hingga waktu mandi Sore tiba.


Syafir memasukkan mobil langsung kegarasi rumahnya, merasa yakin takkuat kenana- mana lagi setelah ini.


Walau Elang kirim pesan akan balik besok subuh.


Sesampai dirumah Syafir buru- buru ganti


baju tipis dan celana pendek selutut.


Setelah menemukan masih ada


madu suset dikulkas, ia mulai memasang masker madu pada wajah dan lehernya.


Syafir menghidupkan AC dan bergolek santai dilantai keramik ruang tengah, dengan berbantalkan Boneka beruang besar, hadiah ulang tahunnya dari Fitri, juru riasnya yang paling gempal.


Berkali- kali ia menelfon Syaffa, tapi tak tersambung, Akhirnya rasa kangen ia bawa kedalam mimpi. Syafir terlelap telentang dengan Hp tergeletak didada.


Gedoran tak sabaran dipintu membangunkan Syafir.


" Siapasih yang datang maksa begitu? " gerutu Syafir berjalan dalam keadaan setengah sadar.


" Boleh Kika masuk bang Syafir? " tanya pria gemulai setelah Syafir membukakan pintu.


" Kamu! Bertamu disaat yang tidak tepat, ada bel kok malah gedor pintu, kalau pintunya rusak berani tanggung jawab. " Sewot Syafir.


" Tanggung jawab mudah, tanggung badan yang berat. " Canda Dona yang membuat Syafir melotot.


" Biasa aja kales bos...Dona cuma ingin dikasih kerja dirumah atau dikebun bang bos Syafir..Jangan sowot begitu


pada anggota sendiri, kasihan Kika kalau nganggur lama, yang ada uang tabungan buat lamaran ntar terpake juga, secara kikakan pengen juga punya lekes kayak bang Syafir. " Ujar Dona berjalan masuk dengan lenggok berpilin tiga.


" Lekes- lekes gundulmu! Aku tak kenal apa tu lekes, yang kutahu sekarang aku punya istri, kalau kamu pengen punya istri juga jangan bilang lekes lagi, yang namanya perempuan itu tetap dipanggil istri, walau ia kelelakian sekalipun, demikian sebaliknya! Kembalikan namamu jadi Dono, dan perbaiki langkahmu." nasehat Syafir dengan cerocos panjang.


" Iya...Bos...Jangan sowot terus lo... ntar cepat kempot Lo! Percuma wajah dimasker- maskerin! tunjuk Dono pada wajah bermasker syafir.

__ADS_1


" Ini bukan anti kerut kok...Ini untuk mengatasi kulitku yang tadi kemerahan karna terik matahari. " Ujar Syafir tak mau dikira sibuk perawatan seperti perempuan.


" Biasa kali bos! Walau sudah laku, bos masih wajar pengen tetap awet, untuk menambah daya pikat cinta pasangan. " Ucap sembarang Dona.


" Sudah, jangan banyak drama, tadi kamu mau apa Dona ? " tanya Syafir.


" Beri pekerjaan untukku dirumah ini sekarang. Besok dikebun juga tak apa. Plis Bos... kika butuh tambahan uang saku." Tukas Dona tanpa basa -basi.


Syafir mengernyit sedikit, lalu ia teringat makan malam yang belum ada, sedang perasaannya mengatakan istrinya bakal kembali malam ini.


Mengetahui Dona jago masak, iapun memutuskan pekerjaan sementara untuk Dono Dona.


" Masak sayur Capcay


dan goreng Ikan yang sudah dibersihkan diFrizer. " titah Syafir.


" Oke Bos! Kika segera beraksi secepat cheff profesional. " Ucap Dona riang mengikuti Syafir.


Kemudian Syafir melangkah kedalam diikuti Dona. Mata Syafir terbelalak melihat Jam dinding yang menunjukkan pukul lima sore. Teringat belum kontak 44342.


" Kamu terus bekerja didapur ya! Aku belum laporan. " Ujar Syafir sembari berlari kekamar mandi.


Dona terkikik karna menyangka Syafir kebelet BAB.


_


_


Syafir baru saja selesai zikir dan berdoa, ketika Dona datang keruang tengah dengan membawa blender untuk menggiling cabe.


" Aku tak lihat ada yang kosong. " Ujar Dona cemberut.


" Tak ada kosong ya dicabut sementara."


" Malas kika, mending cari yang kosong


Disini ada kan bang? " tanya Dona sembari mengedarkan pandangan.


Syafir menjawab dengan Anggukan.


" Lobang yang mana bang? " rengek Dona begitu mesin tak hidup setelah dicolok.


" Yang dibelakang Dona! " Ujar Syafir.


" Kok ngak masuk bang? " tanya rengek Dona dengan gaya suara khas banci.


" Tekan dikit lagi! " titah Syafir.


Syaffana yang tak tahu apa yang terjadi didalam, mendengar rengek manja suara banci dan perkataan suaminya, membuat hatinya jadi geram, mengira mereka melakukan hal yang tidak baik. Syaffa lalu mendorong pintu dengan kasar.


Mendengar suara pintu dibanting, Syafir bergegas menuju ruang depan. Sampai sajadahnya yang ingin dilipat tak sengaja terbawa.


" Sayang sudah tiba! " serunya riang tanpa melihat betapa merahnya mata dan wajah istrinya.


Bahkan Syafir tak peduli dengan Syaffa yang belum menjawabnya. Ia segera menubruk dan memeluk istrinya.

__ADS_1


" Siapa tamumu dan apa yang kau lakukan menjelang senja ini. " tanya Syaffa melupakan panggilan lazimnya pada suami tampannya.


Syafir mengurai pelukannya, dan menatap lekat wajah cantik berkabut emosi sang istri.


" Abang baru saja selesai sholat karna telat, tadi ketiduran habis panas- Panasan cari lokasi sumur yang akan dibuat sumur Umum, ini Abang masih pakai Koko dan sarung, bahkan sajadah sampe kebawa keluar." Terang Syafir yang membuat wajah merah Syaffana berganti jadi bingung.


" Apa kerja banci itu dirumah ini? " bentak Syaffa.


Ret.....Ret....terdengar suara mesin penghalus bahan makanan.


" Bang...Ini baru mau lobangnya. Dengar suara mesinnya bukan? " teriak Dona dari dalam masih dengan suara manja.


" Ya dengar kok...Masak yang enak sambalnya ya...Aku lagi ngidam sambal goreng sayur Capcay nih! " teriak balik Syafir.


Wajah Merah Syaffana berubah memucat karna malu. Syafir menarik istrinya kembali kedalam pelukannya. Dengan kakinya ia menarik bag Syaffa. Setelah semua masuk dengan sempurna dalam rumah, Syafir segera mengunci pintu.


" Tak boleh lama- lama didepan pintu menjelang senja, ntar hantu masuk dan pada nempel sembarangan, tak ingin istri cantikku ikut ditempeli. " Bisik Syafir dikuping Syaffa.


Kemudian ia menggendong istrinya Ala bridal, membawa Syaffa kekamarnya masih dengan memegangi sajadahnya.


Syaffa mengintip sedikit ketika melewati ruang tengah , dari balik dada Syafir, tapi ia tak melihat lagi orang yang dipanggil Dona itu diruang tersebut.


Syafir tersenyum sembari meletakkan Syaffa ditempat tidurnya. " Selamat datang ditempat tidur lelaki paling tampan dan rapi sedunia sayang... " Bisik lirih Syafir sembari menciumi pipi dan hidung Syaffana.


Syaffana mengedarkan pandangannya kesetiap sudut ruangan.


" Ternyata suamiku tidak sembarang memuji diri sendiri, kamar ini sangat rapi dan wangi." Batin Syaffana mengagumi ruang pribadi suaminya.


Detik berikutnya sudah tercium kesemua ruangan aroma sambal yang gurih.


Kriut...Bunyi perut Syaffana karna lapar


tak dapat disembunyikan.


" Busyet ni perut buat malu aja, masakan orang begitu saja ngak nahan. " rutuk hati Syaffana.


" Yang masak nasi Abang kok tadi dik..Begitu selesai sholat kita langsung makan malam. Abang akan menelfon ojek Online dan memintanya pulang, tenanglah sayang...Abang takkan mau ada orang ketiga dirumah kita, walau ia bukan wanita. " Bisik Syafir.


Syaffana duduk dan menarik tangan suaminya, lalu menciumnya.


" Maaf...adik sudah salah sangka! " Ucap syaffa membuat pengakuan.


" Salah sangka, pantang pertamanya jadi cinta! Awas nanti malam meski kuat


kasih cinta yang Doble ya." Ucap Syafir terdengar seksi dikuping Syaffana.


Syaffa tersenyum sembari melingkarkan


kedua tangannya ditengkuk suami.


"Emang orang Barat ya? Mengartikan cinta ditempat tidur? " tantang Syaffana.


" Memang orang Barat kok sayang...Indonesia bagian barat! Lagian pacaran halalkan tak ada larangan kebobolan. " Bisik magis Syafir lalu membungkam bibir Syaffana.


Beberapa detik mereka sudah saling meremat, hingga Azan magrib berkumandang, barulah pagutan itu dilepas.

__ADS_1


__ADS_2