
Dada Syaffana berdebar tak menentu, rasa sayang, penasaran bercampur marah dan gairah memenuhi dadanya , Namun sesak pipis karna geli merusak semuanya.
Syaffa lega melepaskan sesaknya. Namun debaran didadanya belumlah berkurang, ia segera berdiri mengusap dadanya yang masih bergejolak. Ia ingin cepat- cepat menemui suaminya untuk melanjutkan perjalanan yang tertunda.
Namun begitu ia berdiri.
Puuuuuuut!!! Klakson panjang keluar dari pintu belakang.
Riuut......
Riuut.....
Ada yang berbunyi dan bergerak diusus besarnya, dibawa oleh kecepatan angin ribut tadi. Dengan terpaksa ia harus kembali jongkok, untuk
melepas yang menyesak.
" Gara - gara Gersek digaris depan, bagai seorang tour guide sok pengalaman, tapi sebenarnya aku baru ini mencobanya, jadi pemandu dalam traveling bersama suami, Akhirnya kebelet pipis Sama BAB, habis suamiku polos amat, ngelus lama, ngelap penuh perasaan, menurun menggigil, Eh, jadinya gini, masuk angin, keluar angin." Batin Syaffa.
Preet!...preet!...prut...prut...Cret.... terdengar dasyat sampah bercampur angin itu meluncur directum, menembus jalannya, membuat Syaffana malu mendengarnya.
" Mudah- mudahan suara ledakan - demi ledakan bom fesses jangan sampai kedengaran keluar, ini hal paling memalukan yang kualami, untung diWC sendiri, gimana kalau Nebeng dikamar mandi Umum, ada tetangga sebelah yang
sama- sama lagi, kan malu terdengar orang. " Batin Syaffa.
Cukup lama Syaffa dikamar mandi, untuk memastikan semua udah bersih, aman dan higienis. Ia bahkan mandi separo.
Setelah merasa semua aman, Syaffa keluar dari sana dengan tubuh berbalut handuk.
Hurff....Syaffa menghembuskan nafas berat, ketika melihat suaminya sudah tertidur, dengan posisi tubuh telentang. Sedang tangan masih tertinggal disekitar menara kota yang sekarang sudah rebahan, seperti habis terkena tornado ( Angin topan ).
" Gara- gara angin ribut mengocok perutku, jadi gagal deh, suami menembus jalan ke Syurga. Tapi tak apa, setidaknya sudah dirintis. " Gumamnya
dengan rasa sedikit kecewa, kemudian menarik selimut untuk menutup tubuh polos Syafir. Dipakainya lagi pakaian tidurnya yang tadi sudah berseliweran sembarangan dilantai, Ia gantung handuknya ditempat handuk, barulah ia berbaring disisi suaminya.
" Walau gagal malam ini...Tapi setidaknya aku sudah melihat sendiri, kalau suamiku normal , itunya terlihat gagah dan menakutkan, sebenarnya aku juga grogi, sama seperti dirinya. Ini sama- sama pengalaman pertama kami,
berarti selama ini suamiku tak pernah bermain dengan siapapun, ia hanyalah mantan banci KW, bukan banci benaran." Tiba- tiba terlukis senyum syukur dari bibir Syaffa. Dipandanginya wajah tampan yang tampak damai dalam tidurnya itu, dengan cara molongoknya.
Cup...Sebuah Kiss mendarat dipipi bersih
__ADS_1
Syafir.
Dada Syaffa kembali berdetak tak karuan, hingga ia tak berkata apa lagi,
Dimasukkannya kepalanya kebawah ketiak suami yang menurutnya sangat harum, iapun mulai memejamkan matanya dengan debaran yang sedikit menyiksa. Karna terlalu lelah akhirnya iapun terlelap juga.
**********
Sementara dikota S, diwaktu yang sama, Setelah lelah menjalani rangkaian acara, suci segera membersihkan diri. Puas berendam di bathtup, ia mandi dengan perasaan berkecamuk. Rasa takut tentu saja masih bercokol berat dihatinya, takut mendapatkan umpatan lagi dari Elang, atau bahkan semburan kemarahan dari pria yang sudah resmi menjadi miliknya dengan terpaksa itu.
Ia menuntaskan mandinya , walau hatinya galau. Setelah mengeringkan rambut, ia kemudian mengambil baju didalam lemari kamar mandi, memakainya, dan keuar dengan langkah
berdebar.
Sir....Tiba- tiba darah didada Elang berdesir, karna tak sengaja beradu pandang dengan wajah cantik suci.
Gadis cantik itu memiliki tubuh yang sangat seksi. Rambut panjang sampai pinggang, tergerai indah dan masih belum kering.
Tanpa sadar Elang mendegup Silivanya.
Ia menundukkan pandangannya, agar tidak berbentur dengan wajah cantik, dengan kulit pipi kuning langsat kemerah- merahan, bibir seksi berwarna natural, dagu indah, yang ditopang leher jenjangnya.
" Ya Tuhan...Mengapa begini? Sengaja kah ia ingin menggodaku? Sadarlah Elang! Dia hanyalah mantan perempuan orang yang sudah pulang sebelum waktunya, didalam perutnya juga ada anak lelaki itu. Jangan terpesona dengan kecantikannya, ia bersamamu hanya menutup malu, dan kau untuknya hanya terpaksa, cintamu adalah Syaffa, entah bagaimana nasipnya sekarang. Sadar! Sadar! " Bujuk batin Elang.
" Sudah terlanjur perjuanganku sampai disini , Ya Tuhan...tolong hilangkan ketakutan dan kegugupan ini, bantu aku mendekati suamiku. " Doa Suci didalam hatinya. Walau lututnya bergoyang, ia tetap melangkah maju, kemudian duduk disisi Elang.
" A...Abang tidak ingin mandi juga? " tanyanya bergetar sembari menyentuh pundak suaminya.
Elang secepat kilat menepis tangan Suci.
" Tidak! Aku tidak ingin mandi! Aku ingin segera tidur! Esok pagi aku ingin cepat pulang kekotaku. Telfonku sudah masuk kolam, telfon adikku tak aktif, aku hanya ingat nomornya saja dikepalaku, persoalanku besar dikampung , tak tahu gimana nasip calon istriku. Sebenarnya ia seorang polisi cantik, tidak sulit bagi lelaki lain menggantikan ku. Tapi aku tidak akan lega, sebelum memastikan bagaimana kondisi dia , mama dan keluargaku sekarang setelah aku lari dari pernikahanku. " Ujar Elang kemudian mengambil bantal, dan berjalan menuju sofa.
Tik....tik...tik...Titik - titik hujan mulai terjun dari sudut mata indah Suci, rasa sakit dan rasa bersalah menyulitkannya untuk bernafas.
" Mengapa menangis? bukankah kau sudah puas merusak semua hubunganku,
cintaku dan harapanku! Segitu banyak pria dikota ini yang akan rela menerimamu, mengapa harus aku yang kau pilih suci? Sekarang semua sudah terjadi sesuai keinginanmu, maka tertawa lah yang lebar! Jangan menangis, besok aku pergi pasti balik kesini, tenanglah...Aku tugas disini, aku juga takkan mungkin mempermalukan ayahmu. tenanglah..." Sindir Elang tajam.
Suci menangis memegangi kaki Elang, dan terduduk dibawah kaki suaminya itu.
__ADS_1
" Kalau kau tak ingin mempermalukan Ayahku....Hik...maka tolong... bawa aku kemanapun kau pergi,Hik...hik... aku sedia menerima kata kasarmu ini bang...Karna aku tahu ini dosaku, hik...hik...ta...tapi aku mohon.... jangan tinggalkan aku, sehari setelah pernikahan kita, Hik... hik...itu akan lebih memalukan.... orang- orang tidak akan memikirkan kau pasti kembali, yang orang fikirkan pasti kau pergi meninggalkanku. Hik...hik..." Akhirnya Suci menuntaskan isi hatinya disela Isak tangisnya.
" Kau tahu rasanya malu kiranya Suci? Mengapa tidak kau fikirkan betapa malunya calon istriku, ketika aku tak ada dimalam Aqad nikah kami? Mengapa tidak kau fikirkan itu He! Padahal untuk menutup malumu sendiri masih banyak lelaki lain yang akan mau, apalagi papamu orang berkuasa! " Hardik Elang sembari menatap tajam pada suci.
Untung kamar itu kedap suara, dan pintunya terkunci rapat, jadi tak ada yang mendengarkan persiteruan dimalam pertama mereka itu.
" Maafkan aku bang...Cintaku mungkin egois...Tapi izinkan aku ikut denganmu, menghadapi semua yang akan terjadi di kotamu. Tolong ya...aku mohon...setelah dari kampung terserah pada Abang, andai Abang ingin meninggalkanku tak apa, tapi setidaknya orang- orang sudah melihat kita bersama setelah menikah, tidak langsung berpisah. " Pinta Suci sembari memeluk kaki Elang.
" Cinta kau bilang? tutup mulutmu! baru beberapa hari calon suamimu meninggal, berani mengatakan cinta pada pria lain, dasar ratu drama! Bangunlah !!!...Terserah kau kalau mau ikut! " Titah Elang dengan perasaan berkecamuk. Tapi ia tetap tegas, tidak sedikitpun membantu suci berdiri.
" Aku akan bertahan dengan kekasaranmu ini bang...karna aku tahu aku salah dan egois , tapi aku tak bisa menikahi pria lain, karna aku hanya mencintaimu saja , sejak awal kita berjumpa dulu. " Kata Suci, tentu saja hanya bisa ia ungkapkan didalam hatinya.
" Tidurlah ditempat tidur suamiku, biar aku yang berdosa ini tidur dikarpet, dengan tetap dikamar ini, orang tuaku takkan tahu kita bermasalah. " Ucap suci lirih, seraya menarik bantal dari tangan Elang, meletakkannya dikarpet lantai, lalu ia bebaring disana, dengan bersimbah airmata.
" Ya Tuhan...tanpa daya aku sudah menyakiti banyak wanita, Ampuni aku ya Robb... " Ringis batin Elang ketika ia melihat suci benar- benar terlelap dilantai.
Diambilnya selimut, lalu menyelimuti perempuan cantik itu. kemudian Elang menganbil bantal, lalu tidur dilantai juga.
Ya Tuhan....pada bobok semua....tapi jangan sampe lupa kasih dukungan ya...
Like
komen
Fote
Kopiin juga kalau ada
tekan love bagi yang baru mengintip.
Agar ngintipnya sampe keujung.
Gintip disini ngak bakal ketangkap kok,
Soalnya Autor suka diintip He...He..Jangan
orangnya ya say...tapi ceritanya.
Walau belum jadi nyoblos...Intipin terus ya Syafir ma Syaffa.
__ADS_1
He...He...Jadi kapan nyoblosnya mak...tunggu PEMILU 2024 kali ya?....He...He ...Yang sabar Syaffa...