Jalan Menuju Syurga Syafir

Jalan Menuju Syurga Syafir
Mereka Sudah Datang.


__ADS_3

Waktu bergulir dengan begitu cepat, walau banyak tantangan dalam hidup dan pekerjaan yang harus dilewati, tetap saja waktu tidak berhenti, selagi nyawa masih dikandung badan, dan dunia masih belum berakhir bagi seorang anak manusia.


Seiring berjalan waktu, mama Carolina berangsur bisa memulai kembali aktifitas Sosial dan keagamaan diluar rumah, karna ia sudah kembali bisa berjalan normal.


Syafir juga semakin sibuk dengan urusan IOnya yang sedang rame Job. Sedang Syaffana sudah memakai daster yang dilapisi dengan baju dinas untuk bekerja. Perutnya sudah tidak tahan lagi diikat dengan rok, apalagi celana.


Syifa perawat mama juga sekarang mendapatkan pekerjaan diklinik pribadi dokter Susi. Lin Tak mau kalah juga, ia makin bergiat bekerja, bahkan sekarang ia sudah mulai make Over, Linlin ingin mengumpulkan banyak untuk masa depan Raka dan kakaknya, tidak mau semata bergantung pada ayahnya anak- anak, apalagi sampai hari ini Lin belum mau menerima Heri kembali kesisinya.


Sedang Andre dan Susi akan melangsungkan pernikahannya beberapa hari lagi. Mereka menunda rencana pernikahan mereka selama beberapa bulan, karna Andre sibuk mengurus pesta, sekalian masih mau menikmati indahnya bertunangan lama layaknya orang- orang Zaman dulu. Karna pasangan ini orangnya sama- sama sibuk, jadi ngak sempat curi- curi kongsi. Lagian keduanya sudah sama- sama dewasa dan sudah pandai mengontrol diri. Ditambah lagi sikap posesif Syafir yang tidak membiarkan sepupu cantiknya dibawa- bawa oleh asistennya. Jadi semua aman dan terkendali hingga menjelang hari H.


Kehamilan Syaffana Sudah Masuk Minggu ke 36. Syaffa belum mengambil Cuti, karna katanya begitu baby lahir, barulah ia mulai cuti. Sebenarnya


Syafir ingin protes, tapi melihat kegigihan istri ia menerima kalah, sembari rajin membawa istri kontrol dan sedia antar jemput kerja selama hamil tua ini.


Besarnya perut membuat Syaffa sedikit sulit berjalan. Tapi dihari pernikahan Susi dan Andre ini Syaffa memaksa tetap ikut. Ia malah semangat sekali membatu ibu- ibu membuat kue


dan memasak berbagai menu untuk hidangan undangan, walau sudah banyak Uihnya setiap duduk dan berdiri.


Setelah selesai urusan masak malam hari, siangnya Syaffa sibuk dikamar pengantin. Ia juga minta di-make Over oleh suaminya.


" Sepertinya anakmu cewek Sya, karna itu terlihat dari ibunya yang suka dengan aktivitas masak, disamping itu ibunya juga makin hari makin cantik. " Lin menebak kelamin untuk Anak Syafir.


Syafir tersenyum bangga mendengar istrinya dipuji." Dianya tidak mau melihat jenis kelamin sih, karna ia mau anaknya lahir Surprise, tapi yang jelas bayinya kembar. " Ujar pengantin yang lagi didandani oleh Lin.


" Wow...Pantasan begitu besar. Mudah- mudahan ibu dan para baby sehat dan selamat, kelahirannya lancar. " Ucap Lin.


Aamiin..." Jawab semua orang yang ada dikamar pengantin itu seraya menatap kagum pada Syafa.


Sampai Sore Syaffa ditempat pesta, saking semangat mengurus pesta, ia mengabaikan rasa sakit dipinggangnya. Kontraksi palsu yang dialami terkalahkan oleh canda tawa dipesta. Pasangan pengantin sangat ideal. Tak lupa berkali- kali Syaffa


mengabadikan setiap ritual pesta dengan Camera ponselnya.


Syafir tidak melepaskan istrinya begitu saja, ia mendampingi Syaffa, menuntunnya, walau kadang Syaffa bandel sengaja sembunyi dari suaminya.


Sore menjelang malam, Syafir melihat muka Syaffa sudah kemerahan menahan sakit. Bahkan perempuan itu sudah sering kekamar mandi.


" Kak Susi, sepertinya kami pamit dulu, Syaffa sudah keluar tanda. " Ujar Syafir pamit.


" Apa???Gimana ini, nanti malam masih ada acara, kalau tidak kakak mau menemanimu mendampingi Syaffa kerumah sakit. " Jawab Susi dengan wajah cemas.


" Tak apa, kakak dampingi dengan doa saja. " Ujar Syafir seraya menggendong istrinya menuju mobil.


" Aku masih kuat jalan sih yang. Syaffa masih malu- malu digendong, apalagi melihat orang pada menatap mereka.


" Ada apa? " tanya Orang- orang cemas.


" Tidak, hanya kelelahan. " Jawab Lin, karna tak mau orang kasak- kusuk membicarakan Syaffa yang ingin lahiran.

__ADS_1


Syafir membawa Syaffa kerumah bidan Yuni untuk diperiksa. Sebenarnya Syafir ingin membawa kerumah sakit, tapi mendengar ringis istrinya, tatkala melewati rumah bidan Yuni, ia langsung berhenti.


" Aduh bang, kayaknya pembukaannya sudah 8, tak


usah kembali, siapkan saja semua perlengkapan baby dan ibunya. " Ujar Yuni setelah memeriksa.


" Bu bidan yakin menangani ini, Soalnya bayi kami kembar lho? " Syafir ingin memastikan kesiapan Bu bidan.


" Ya saya tahu, insya Allah semua lancar, karna posisi bayi kalian pas,jadi tinggal nunggu pembukaan selanjutnya.


" Uuuuisss....Kak Yun, ini sakitnya rasa mau mematahkan pinggang. " ringis Syaffana.


Sebentar kemudian Syaffa merasakan hangat didaerah V, disusul cucuran air keluar.


" Cepat Berbaring Dik Syaffa, sepertinya ketubannya sudah pesah. " ucap Yuni.


Syafir membantu syaffa bergolek, dengan pisisi pinggul diatas Popok yang sudah dihamparkan Yuni.


Ini sesak kali kak Yun....Rengek Syaffa.


" Sepertinya dorongan dari dalam sudah mendesak, bantu Edan ya sayang. Sudah tahu caranya kan."


" Sudah kak...diajarkan sama mama." Ucap Syaffa dengan berurai airmata menahan sakit.


Syafir pucat dan sangat Khawatir. " Kak Yun...Rengeknya.


Rileks Sayang...rileks." Yuni memberi semangat.


Dia tidak mengajari mengedan lagi karna ia lihat Syaffa mengedan dengan baik, tidak mendongak, memejamkan mata ataupun mengangkat pinggulnya. " Nampaknya ibu mertuanya telah mengajarkan cara yang benar. " Batin Yuni.


Pada dorongan kedua baby menyesak.


Uuuuhhhh...


Uha...uha...uha....Syafir membelalakkan matanya melihat mahluk mungil meluncur keluar, tangis buah hati membuatnya turut menangis haru.


Yuni secepatnya mengurus baby itu. Bidan pendamping segera menyodorkan gelas yang berisi kuning telur untuk diminum Syaffana.


" Selamat atas kelahiran putra kalian bang Syafir. " Ujar Yuni, setelah bayi itu dibedong. Yuni meminta rekannya untuk meletakkan bayi itu di BoX.


" Yang satunya gimana kak..." Syafir masih cemas. Apalagi melihat istrinya tampak mengantuk. Bahkan Syafir tidak melihat Babby Boynya, karna


masih memikirkan istrinya.


Sepuluh menit berikutnya Syaffa sudah mengedan kembali, sedang matanya terlihat mengantuk sekali.


" Ya Tuhan...Gimana ini. Sya...jangan tidur." Pinta Syafir makin cemas.

__ADS_1


" Tidak apa bang, itu bawaan bayinya, mungkin yang ini perempuan. " Ujar Yuni.


" Uuuuuuh....Syaffa kembali mengedan dalam ngantuk. Namun bebynya sudah meluncur.


Alhamdulillah...." Seru Syafir melihat bayi mungil meluncur disusul suara tangis.


Hek ..He....Uje Uje...Uje...." Suara tangis lembut baby perempuan Syafir.


Tidak berapa lama kedua bidan itu membersihkan baby dan ibunya.


" Alhamdulillah...Bang Syafir sekarang silahkan Azankan jagoannya dan iQomahkan princesnya! " Titah Bu bidan Yuni.


" Oh ya, dikasih nama apa" Tanya Bidan Witri menimpali. Gadis itu siap untuk mencatat nama baby disurat keterangan lahir.


Syaffa menatap Syafir untuk memberi nama pada jagoan dan incesnya.


" Sabir Ahmad dan Savina putri Ahmad. " Jawab Syafir setelah berfikir sejenak.


Syafir memangku putranya dan mulai mengazankannya. Setelah itu memberikan Sabir pada bubidan, lalu mengambil Savina mengiqomahkan putrinya.


" Syukurlah...Papanya tampan, putranya lebih tampan lagi. Putri nya juga lebih berkilau dari mamanya, perpaduan yang seimbang dari Kalian menyatu dalam Bentuk Twin sehingga mereka nampak lebih mengagumkan." Puji bidan Yuni seraya menatap keduanya dengan senyum bahagia.


" Alhamdulillah...Seru Syafir dan Syaffana bahagia.


Sebenarnya Syaffana merasa lucu dengan nama pilihan suaminya, tapi Syaffana tidak mau mengecilkan hati suami dengan memprotesnya, apalagi Syafir nampak semangat sekali.


" Bagaimana dia mengganti nama anak dari nama kita sehuruf saja. " Syaffana bergumam dalam hati.


Detik berikutnya kedua kesayangan Syafir sudah mendapat kecupan sayang secara bergiliran dari Abinya, tentu saja setelah Umi.


Abi dan Umi saling pandang, lalu menatao buah cinta mereka. Didalam hati tumbuh rasa cinta, sayang, dan syukur dan kebahagian yang kian meluap- luap. Syafir kembali menunduk dan mengecup kening dan pipi istrinya.


" Terima kasih Ummi... Mereka sudah datang, dariku melalui dirimu Cintaku...." Ucap Syafir tulus.


Syaffana tersipu, ditariknya tengkuk suami, diapun membalas beberapa kecupan dipipi Syafir.


Bubidan segera meninggalkan keluarga baru itu,


menuju kedalam rumah.


" Wit...Siapkan makan malam untuk Umi Sikembar, agar tenaganya pulih dan ASInya cepat berproduksi." Pinta Yuni pada Witri.


" Ok' kak. " Sahut mantap Witri seraya menuju dapur.


Syafir menepuk jidatnya, karna baru saja teringat memberi kabar pada keluarga. Saking Cemasnya, Syafir melupakan semua, tadinya ia hanya fokus pada Syaffa dan calon bayi mereka.


" Alhamdulillah.. Ketiganya selamat. " Gumamnya.

__ADS_1


Syafir lalu meraih telfonnya dari saku celana, dan mulai mengirim pesan sekalian mengunggah Fhoto bayi kembarnya dengan bangga.


__ADS_2