Jalan Menuju Syurga Syafir

Jalan Menuju Syurga Syafir
Kenapa dia Melupakanku?


__ADS_3

Setelah berkendara selama 40 menit. Syafir sampai didepan sebuah rumah semi permanen dipinggiran kota, dengan halaman luas.


Rumah ini jauh kedalam, sepertinya pemiliknya takut sekali dengan goncangan jalan, hingga sengaja menjauhkan bangunan dari jalan bengkolan itu.


Syafir memarkir mobilnyanya dekat pintu rumah, sepertinya ia juga menjauh dari pinggir bengkolan jalan. Syafir tak mau karna mobilnya, diparkir sembarangan, ada korban dari pemakai jalan yang kurang waspada.


Mendengar ada mobil berhenti mepet kerumah, kontan membuat penghuni tercengang, dan buru- buru memeriksa siapa yang datang seberani itu.


Sepasang suami istri menatap lekat kearah mobil merah itu.


Begitu melihat Syafir yang turun, pria tinggi berwajah keras yang tidak asing dengan wajah Syafir, langsung menyambutnya.


" Hei bro! mimpi apa kau ketempat bang Ucok , kirain tadi orang yang salah belok." Teguran seiring tepukan mendarat dipundak Syafir.


" Ada aja lah bang...Ngak sopan kali Abang ku ini, masak tamu baru dipintu langsung disergah, kapok lah aku! " canda Syafir.


" Ah...kau macam tak kenal saja abangmu ini orang dari sebalik, mana kutahu basa- basi segala. Masuklah


jangan banyak protes kau! " sanggah Ucok sembari memeluk bahu Syafir dengan tangan besarnya.


Sedangkan istrinya Ucok, hanya mengekori kedua lelaki dengan warna kulit kontras itu, sampai mereka tiba dan duduk diruang tamu.


" Kabarnya sudah punya nyonya kau, Cam mana bisa masih jalan sendiri? " tanya protes Ucok, namun ia tetap mengulurkan tangannya sebagai ucapan selamat.


Syafir menjabat tangan itu." Makasih bang...Nyonyaku sedang sibuk bertugas! Kita yang rakyat jelata terpaksa mencari kesibukan pula, kalau tidak akan berlaku dunia terbalik. " Canda Syafir.


" He... he...sudah tahu bercanda kau ya? Ada pandai nya kau beristri bah? " tanya ragu Ucok sembari menatap Syafir dari atas sampai kebawah.


" Cam mana pula aku tak pandai bah..ternyata enaknya punya istri itu,bah! " ujar Syafir menirukan logat Batak Ucok.


Ha...ha..." Pintar kau sekarang Cina mulus! " Ujarnya Menatap kagum Syafir, sedang Syafir tersenyum malu.


Ucok beralih menatap pada istrinya yang dari tadi jadi situnyum, Aliyas situkang senyum dikulum.


" Dan kau Zubaidah! Jangan melongo saja melihat adikku yang tampan dan bersih ini, kau buatkan teh hangat lah, bawa kudapan godok paha ayam yang kau buat tadi, untuk menemani duduk kami disini. Titah Ucok pada istrinya.


" Cam mananya bang Ucok ini, tak usahlah disuruh kak Zubaidah mondar mandir kedapur lagi, kasihan bawa galon seberat itu hilir mudik, sayang istri kenapa dikit bang..Sedang gendut gitu paling ngak dia disenangin! Adikmu ini tak ingin minum kalau harus merepotkan istrimu." Tolak Syafir sembari bercanda.


Zubaidah segera berdiri, dan mengatur langkah." Tak apa dik Syafir... kakak hilir mudik biar nanti sikecil rajin, jangan bilang abangmu tak sayang istrinya dik, nanti datang marahnya ditariknya rambut sendiri...Abangmu baik kali lho, deman garuk punggung kalau ada maunya. He...He ." ujar Zubaidah cengengesan.

__ADS_1


Kemudian berjalan menuju dapur.


Syafir angkat bahu mendengar candaan sekaligus curhatan calon mama muda itu.


Sejenak hening diruangan itu, karna kedua lelaki itu asyik menatap punggung wanita hamil sampai hilang dibalik pintu.


"Ada berita apa, adik sampai mau mengunjungi Abang yang super ganteng persi Zubei ini? " tanya Ucok.


Syafir menarik nafas, dan tersenyum


" Sepertinya adik membutuhkan pertolongan Abang kali ini, bisa buatkan Sumur Bor diEmpat titik .


Tapi sebelumnya kita cek dulu lokasi komplek masyarakat yang belum punya sumber air bersih." Ucap Syafir dengan wajah serius.


Senyum lebar tak dapat disembunyikan dari wajah garang Ucok, mendengar berita yang disampaikan adik temannya ini. Ia hampir tak percaya bakalan dapat kejutan menjelang senja ini.


" Wow.. Apa ini serius dik?" tanyanya masih tak percaya.


" Iya lah bang...masak aku datang cuma buat becandain abang. Takutlah aku kau makan ntar. He...He...


" Fantastis lah kalau begitu ! Kebetulan aku lagi sepi orderan Syafir..kau memang paten bah.. datang tepat waktu kau dik.. Kalau bagitu aku takkan khawatir biaya persalinan kakak iparmu. Kapan mulai pengerjaan ini? " tanya riang


" Mulai Minggu ini, besok pagi kita cek lokasi, sekaligus menghubungi RT setempat, buat izin dan penyediaan lokasi. Aku akan transfer biaya pengerjaan sepertiganya dulu.


Setelah kita dapat lokasi


dan pekerjaan dimulai. Bila sudah berjalan, Tambah, kalau sudah siap baru kulunaskan. Kutakut matamu ijo dan melupakan istri kalau dikasih Full dari awal. " Canda Syafir.


" Benar dik! Apalagi aku sekarang lagi ngak seksi! " timpal Zubaidah sembari mengatur minuman dan kudapan dimeja.


" Tenang saja lah kau bah..Bagi bang Ucok, Idah tetap mahluk Tuhan paling seksi seplanet ini! " Rayu Ucok menatap mesra istrinya.


Semua terbahak karna rayuan maut lebai Selaut itu.


Detik berikutnya, tanpa merasa berdosa perempuan hamil besar itu duduk dipangkuan suaminya.


" Busyet deh Kalian! pamer kemesraan dihadapanku, merusak kesucian mataku saja." ucap Syafir dengan wajah memelas.


" Ah...Pura- pura suci lah kau ini, paling istrimu sudah kau tancap juga, tinggal menunggu tumbuh mungkin, tak lama lagi perut istrimu juga akan begini. Itu ada teman Abang dikampung, kemayu juga awalnya, begitu dapat istri langsung dihamili malah dapat anak kembar pula .

__ADS_1


Orang dikampung pada takjub. Kau juga sudah kan? " Tanya selidik Ucok.


" Aku kesini membicarakan sumur bor bang...bukan membicarakan sumur yang lain. Ummm Enak juga kiranya kudapan buatan sibumil! Makasih ya kak..." Ucap Syafir mengalihkan pembicaraan dengan menyantap lahap godok buatan Zubaidah.


Setelah minum, Syafirpun berdiri. " Tak tahan aku jadi obat nyamuk begini bah, jadi teringat istri pula aku. Kalau begitu kabur lah aku dulu, besok pagi Kujemput Abang untuk cek lokasi." Pamit Syafir.


" Ha...ha...Kasihan... Oke lah kalau begitu, bangun pagi langsung Abang telfon kau, masih nomor lama kau dik? " Ucok sedikit ragu.


" Ya.. Baru diaktifkan lagi no lama di Grafari, karna HP yang lama sudah raib.


Ucok manggut- manggut, Dengan wajah sumbringah pasangan itu mengantar Syafir kedepan pintu.


*****


Sementara Syaffana baru saja selesai melakukan pemantauan rapat pertemuan


tokoh masyarakat dengan petinggi perusahaan, dalam rapat itu akhirnya dicapai kesepakatan damai, pihak perusahaan menyerahkan pada tokoh masyarakat untuk membagi secara adil, jadwal bongkar. Surat perjanjian dibuat, andai masih ada pihak pemuda mengacau, maka akan dicabut Kartu SPSI ( Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ) nya, dan tindakannya akan diproses secara hukum.


Semua tersenyum puas setelah mendapatkan jadwal yang Adil. Gerbang jalanpun dibuka dengan tepuk tangan.


Syaffa dengan wajah cemberut menyerahkan kontak pada Linlin.


Lin tersenyum menerima kontak motor itu. " Kangen nelfon aja, Napa pake cemberut! " ujar Lin sembari menggeser motor.


" Gimana ngak sebal! Dia melupakanku hari ini. " Gerutu Syaffana.


Dret...dret...Telfon Lin bergetar. Ia segera mengambilnya dari tas dan menyambungkan panggilan.


" Lin! Ada apa dengan istriku? Kalian sibuk ya, sampai ia melupakanku hari ini.


" Cerocos dari sebrang.


" Kau juga melupakannya, tidak menelfon nya hari ini! " protes Lin mencuri pandang wajah Syaffa yang cemberut.


" Telfonnya mati! Bagaimana aku bisa menghubungi!


Syaffa memeriksa Telfonnya, matanya membola, setelah mendapatkan benda pipih itu benar- benar mati.


" Astaga...Kupikir dia yang melupakanku." batinnya. Kemudian ia menarik HP Lin.

__ADS_1


Lanjut...


__ADS_2