Jalan Menuju Syurga Syafir

Jalan Menuju Syurga Syafir
Tidak Mudah.


__ADS_3

Tuh...Zia saja mau sama tantenya...He...He...Oom juga ya..." Ucap Mia centil menirukan putri kecilnya.


Sedang Elang mengalihkan pandangannya, hatinya masih merasa berkabung, karna berita tentang Syaffana.


" Ini kakak ipar bikin sebal aja, mencoba buat suci diatas angin! Awas ya! Kecam hati Elang.


Mama Carolina mengusap kepala Elang.


" Setiap permasalahan, pasti ada hikmahnya sayang...Jangan bersedih, hadapi apa yang ada didepan mata, jangan menoleh lagi kebelakang. " nasehat mama.


Elang tersenyum pahit. Tidak semudah berucap untuk berbuat. Elang hanyalah manusia biasa, ia berhak menolak apa yang tidak ia suka, ketika hak itu dirampas dari hidupnya, sudah sepantasnya ia kesal.


Dalam ber ibu, aku lebih beruntung dari adikku, tapi dalam bercinta, ia menang jauh dariku. Adikku pasti menikahi gadis yang dicintainya, sedang aku hanya mendapat jodoh bekas pria lain. Aku penasaran siapa gadis beruntung yang sudah mendapatkan cinta adikku, hingga ia mantap melepas statusnya dari seorang lelaki semi, menjadi seorang suami. " Tanya hati Elang.


Kemudian mama Carolina berkata lagi.


Tak mau putranya sepi dalam keramaian.


" Suci nama istrimu , kan Elang?


" Iya ma...Dari mana mama tahu? " Timpal Suci sembari mengulurkan tangannya menyalami mama Carolin, sedang tangan kirinya memegangi Babby Zia dalam pangkuannya.


" Kak Mia yang memperlihatkan berita pernikahan kalian dari HPnya. " Jelas mama Carolina.


Suci hanya be oh ria menanggapi penjelasan mama Carolina, karna ia sendiri belum sempat buka - buka berita Youtup. Setelah mencium tangan mama, ia menggeser duduk.


Sedang Elang masih sibuk dengan fikirannya sendiri, tidak mengacuhkan istrinya yang sedang berusaha keras mengambil hati mama dan kakak iparnya.


" Apa Syafir sudah membawa istrinya kerumah ini ma? " tanya Elang teringat kembali pada adiknya.


" Belum Lang...Tapi mama sudah minta padanya untuk membawa pujaan hatinya itu, bila ia merasa sudah siap memperkenalkannya pada keluarga.


" Kenapa lama ya ma? Seharusnya Syafir langsung bawa, setelah tahu mama tak marah lagi. " Heran Elang.


" Entahlah...Mungkin istrinya orang bekerja, maka perlu mengatur waktu. " Tebak sang mama.


" Masak baru nikah langsung kerja! Emang aparat, yang bisa- bisa sewaktu- waktu dipanggil darurat selagi masih cuti! " protes Elang.


Membuat Mia berfikir sejenak dihatinya, hingga keningnya dilipat- lipat, wajahnya mengusut, seperti tikar pandan dikisai meong.


" Siapa ya istri Syafir? Aku juga penasaran, kok bertepatan sekali Syafir kesini dihari pesta Syaffana ya? Apa mungkin Syafir yang menikahi Syaffana. Ah...Tak mungkin juga Syafir, bukankah Rima bilang Syaffa bersanding dengan pria yang sangat tampan, sedang syafirkan kemayu gitu, gimana bisa nampak gagah. Ini hanya kebetulan saja. " Batin Mia.


" Ngapain bingung gitu kak...Mikirin bang Zahran yang belum pulang? Kangen berat ya? Sana gih kejar suami, kan Zia sudah lumayan gede, Cepatan susul Ayahnya , daripada keduluan disusul tetangga Asramanya! " Canda Elang berusaha mengalihkan kegalauannya.


" Emang abangmu sama sepertimu? Ngak kali!!! Dia pria yang Konsisten dengan cinta! tidak seperti Elang yang kemana- mana menyambar mangsa,


Mau nikah disini, malah nikahnya Sono! Cih... Cibir Mia sebal.


" Itu namanya nasip kak...Mau dibawa kemana, ini ngak enaknya kerja dibawah aturan orang, namaku saja yang Elang, siburung predator bebas, tapi nasipmu tak seperti namaku, aku tak lebihnya bidak catur sang pemain handal. " Keluh Elang dengan menyindir.

__ADS_1


" Sudah- sudah! Mia! Kau pun membawa situasi makin kelam, tak tahu saja mulut Elang tajam, maaf ya nak suci...Mereka adik ipar dan kakak ipar memang suka berantam ngak jelas, nanti imbasnya pada sekeliling, tolong jangan bawa perasaan." ucap mama Carolina sembari beralih menghadap suci dengan


tatapan memohon.


" Saya mengerti posisi saya kok ma...Mama tenang saja, Aku yang dipinggir jalan, harus tahan setiap gesekan. " Ucap Suci mencoba tetap tersenyum.


" Mulutnya yang tajam, tapi cakarnya patah, apalagi sayap! nampaknya sudah remuk! Kau bersabarlah suci, Elang yang ini sebentar lagi takkan bisa berkutik lagi.


Sudah takdirnya menjadi tawanan cinta. " Ujar Mia semakin memanasi Elang.


Hua....Hua....Hua...


Baby Zia menangis histeris, menghentikan aksi sindir- menyindir adik ipar dan kakak ipar itu. Seakan Balita itu tahu, hati mama dan omnya sama- sama panas, ia menyiramnya dengan airmatanya.


Detik berikutnya Mia sudah mengambil alih putrinya, untuk menyusuinya, sedang Elang beranjak kekamar mandi mencuci mukanya. Mama Carolina menarik suci kedapur, untuk membantu bibi menghidangkan sarapan.


*****


Sedangkan Syafir, Tiba dilokasi, setelah bertarung menaklukkan jalan bebatuan sejauh 13 KM.


" Bripka Saffana!!! Tolong bawa Briptu Afrianto kerumah sakit, ia terkena luka parang! " Teriak seorang polisi yang sedang tergopoh- gopoh memapah rekannya, yang lengan kanannya sudah bersimbah darah, ketika mobil Syafir baru sampai dilokasi PKS PT GJ.


Walau Syafir mabuk darah, ia turun mengejar Syaffana menjemput polisi itu, karna takut istrinya terluka juga, melihat para demonstran yang umumnya para preman kampung, masih memadati depan gedung kantor itu, dengan wajah- wajah penuh kemarahan.


Syaffa dan Syafir membawa polisi itu secepatnya menuju mobilnya. Setelah Syaffa mengikat tangan polisi yang terluka itu dengan merobek ujung gaunnya. Syafir dengan berkeringat dingin melajukan mobil, menuju rumah sakit terdekat.


Sekitar 500 meter mobil Syafir berjalan, barulah mereka berselisih dengan mobil Ambulance PT. Syafir menatap Syaffana sekilas, untuk meminta pendapat.


itu! " Ujar Syaffana.


Syafirpun mulai banting stir. Sedang Syaffa sibuk mengecek kondisi temannya itu, sembari mengangkat lengan rekannya itu supaya tinggi, agar tak ada lagi darah yang mengucur.


" Maaf ya...Sudah membawamu kesituasi


sesulit ini, padahal belum pernahkan menghadapi yang begini? " Ucap Syaffa melihat suaminya yang keringatan membawa mobil.


" Aku tidak menyangka demo mereka pakai senjata tajam segala, padahal hanya masalah jalan! Kuno sekali pemikiran pemuda daerah sini! " Gerutu Syafir.


Syaffa tersenyum geli. Kalau bukan karna


memegangi tangan Anto, ia pasti sudah mencubit mulut suaminya yang bercerepet.


" Dasar suamiku banci KW, mulutnya kayak mak- Mak rempong." Batin Syaffana.


Syafir melihat seringai kecil istrinya dengan sudut matanya.


" Kenapa mengejekku dalam hati? aku nampak jelek ya? " tanyanya sewot.


He...He ..Sayang...Kamu bukan jelek, tapi lucu...Yang namanya massa lagi marah, tentu banyak modelnya, akan banyak yang terjadi kalau kita sebagai polisi.

__ADS_1


Kewaspadaanpun tidak berarti apa- apa kalau dalam amukan massa seperti itu.


Hanya nasip baik yang akan menyelamatkan kita." Jelas Syaffana.


" Saya menyelamatkan menager itu dari serbuan warga, taunya ada yang mau melukai menager dengan parang! Aku terkena parang itu. Tapi pria yang bawa parang sudah diamankan, betisnya ditembak Briptu Togu. " Jelas Serda Afrianto lirih, setelah ia mendapatkan kembali semangatnya.


" Syukurlah...ternyata bapak sadar! Bisa tidak terlalu menggelendot pada istriku? " ujar Syafir sembari menatap sinis polisi muda itu.


Syaffa balik menatap tajam suaminya, pandangan yang memperingarkan kalau


ia sedang bertugas. Syafirpun terdiam mengerti makna tatapan itu.


Pukul sebelas siang, barulah mereka sampai diklinik. Tim medis segera melakukan tindakan pertolongan,


setelah Briptu Afrianto dibawa keruang UGD.


Setelah memastikan Briptu Afrianto ditangani dengan baik oleh para medis, Syaffa tersadar, kalau Syafir tiada disisinya , syaffapun segera mencari keberadaan suaminya.


" Dimana nyangkutnya suamiku? " tanya hatinya.


Sedang Syafir tersandar lemas didinding dekat pintu klinik itu. Ia sudah tak tahan lagi berdiri, karna pandangannya terlihat gelap. Maka iapun melorotkan badannya duduk bersandar ditembok, agar ia tak sampai pingsan.


Ketika Syaffana menemukan suaminya duduk berselonjor dilantai, dengan wajah pucat dan keringat dingin bercucuran, iapun tidak sadar mereka sedang didepan sebuah klinik. Dengan cemas ia memeluk suaminya, kemudian mengecup bibir yang sudah tak berdarah itu.


" Ak...aku mabuk darah...maaf..." Gumam Syafir seraya mendorong tubuh Syaffa yang menempel padanya, karna samar- samar ia melihat dua orang perempuan dewasa yang sedang menuju pintu,


menatap tajam pada mereka.


" Dasar anak muda zaman Now! Menganggap dunia milik berdua, yang lain pada nebeng, ngak tahu tempat umum! kayak lagi Suting film India saja! " Umpat salah seorang diantara mereka.


Sedang temannya mengangguk.


Syaffa hanya tersenyum mendengar semua itu. Itu karna dia tidak sedang berseragam, kalau berseragam, tentu beda lagi cerocosan ibu- ibu itu.


Syaffa menarik tubuh suaminya agar berdiri. Iapun memapahnya menuju kursi


diruang tunggu. Setelah Syafir didudukkan dikursi, iapun bermaksud menjemput air mineral kemobil untuk Syafir.


" Duduklah dulu disisiku, aku tak apa- apa. Lain kali akan lebih kuat, ini baru tes pertama, tapi ternyata aku Cemen kali. He...He...Ngak malu punya suami Cemen! " Goda Syafir setelah merasa dunia kembali terang.


Syaffa duduk kembali, kemudian mencubit hidung Syafir dengan gemas.


Menit berikutnya ramai orang tiba dipintu, disusul terdengar tangisan seorang wanita mengiring suaminya yang dibawa aparat dengan kaki tertembak. Darah tentu bercucuran dari kaki pria itu, walau kakinya sudah terikat.


" Aku harus segera menemukan pfofokatornya dan segera menemukan kelemahannya, menyelesaikan masalah ini Secepatnya, agar tidak berjatuhan korban dari orang kecil, yang hanya merupakan pion dari sipecundang. " Gumam Syaffana.


" Iya sayang...Abang pun ingin segera membawamu pada mama. Semoga dengan selesainya masalah ini. Adik punya waktu libur. " Jawab Syafir sembari menatap istrinya dengan senyum penuh harap.


Detak sepatu hilir mudik, tangisan dan teriakan, Ayir darah dan kehebohan diklinik dokter P Napolion, tidak lagi membuat Syafir puyeng. Ia sudah mulai beradaptasi dengan pertualangan barunya, walau tidak seindah dipesta.

__ADS_1


Ternyata memang tak mudah ya say...


Jadi tolong bantu like, komen, hadiahin, fote dan Faforitkan cerita ini ya...Biar penulis semangat.


__ADS_2