Jalan Menuju Syurga Syafir

Jalan Menuju Syurga Syafir
Saatnya Bangun


__ADS_3

Pagi hari, Elang membawa Suci kekediaman mertuanya. Elang tidak mau Suci mengerjakan banyak pekerjaan sepeninggalnya bekerja.


Walau ia tidak sakit karna keguguran sebulan seperti haid saja, tapi Elang tetap ingin mengistirahatkan istrinya. Mama Weni menyambut putri dan menantunya dengan hangat. Sedang H Zulfan sudah siap untuk kekantor. " Kita berangkat sama- sama saja nak, pake satu mobil. " Ajaknya melihat Elang juga datang dengan seragam dinas.


Pagi ini penguasa kota untuk pertama kalinya berangkat satu mobil dengan menantu pilihannya.


Pandangan takjub dari para pegawai lain menyambut mereka dikantor pemerintahan pagi itu. " Alhamdulillah...Akhirnya menantuku sudah terlihat ikhlas menerima pernikahan ini. " Batin Zulfan.


Elang membalas sapaan semua dengan ramah, ia tidak ingin menunjukkan wajah sedih sedikitpun pada rekan apalagi mertuanya." Toh ini baru tahap awal, nanti kalau sudah dirasa pantas, bakal dikasih juga sama yang Kuasa. " Harap Elang dalam hati. Pria itu tidak mau patah semangat hanya karna kegagalan yang tak disengaja itu.


Sedangkan Syafir mulai hari dengan mengadakan rapat dengan anggota IOnya dikantor mereka. Mereka dengan antusias membincang ide- ide pembaharuan dalam menaikkan kecantikan dengan Make Up. Menetapkan pembagian kelompok, dan merancang model acara yang lebih memukau. Tanpa terasa hari sudah siang.


Berbeda dengan Syaffana. Hari ini kantor barunya heboh dengan berita ditemukannya mayat disebidang kebun sawit milik Warga kampung Sp


semalam. Syaffana dan timnya mengadakan pemeriksaan ulang ke TKP, mayat seorang


dengan luka bakar itu sudah dibawa kerumah sakit untuk diautopsi.Diduga pria yang hampir jadi arang itu pencuri yang kedapatan dan dibakar hidup- hidup. Tapi pelaku belum bisa dipastikan, walau terduga utama ini aksi masa.


Pihak kepolisian kembali merasa tersudutkan, tatkala warga kembali melakukan tindakan yang diluar batas kemanusiaan, menghabisi pencuri dengan membakar hidup- hidup, seolah selama ini petugas tidak berhasil menciptakan keamanan dimasyarakat, hingga warga bertindak main hakim sendiri. Syaffana mendapatkan ujian langsung dihari pertama ia mulai bekerja kepolisian sektor ini.


Usai dari TKP, Syaffana dan SerTu Afriadi memeriksa ulang mayat dirumah sakit, yang semalam di Evakuasi dari TKP dibawah pengawalan pak Kapolsek, Serda Aulia dan Julian.


Sedang Syaffa dan Afrian ditugaskan selanjutnya untuk mengawasi kegiatan autopsi oleh Tip Forensik yang didatangkan dari Kota P.


Syaffana menyapu keringatnya yang bercucuran , mungkin pengaruh mengandung calon penerus Ahmad termuda membuat ia sedikit menggigil melihat mayat gosong itu diautopsi.

__ADS_1


" Kamu tak Apa? tanya Serda Afrian melihat Syaffa


berkeringat.


" Tidak apa, hanya sedikit pusing." Jawab Syaffana


seraya duduk dikursi sembari mengusap keringatnya dengan tisu basah. Waktu begitu lama berputar terasa oleh Syaffa. Hingga dipenghujung siang hari begitu kembali kerumah syaffana terlihat lemas.


Syaffa membaringkan tubuhnya diSofa ruang tamu. Syafir yang baru tiba, terkejut melihat istrinya


tengadah disofa masih dengan berseragam.


Cepat- cepat dihampirinya istrinya, melihat Syaffa tampak mabuk, Syafir segera berlari kekamar mengambil handuk bersih dan sebotol air mineral.


" Sayang, kenapa sampai begini? tidak kuat jangan puasa. " Ujarnya seraya mengusap wajah Syaffa dengan handuk yang sudah dibasahi air mineral.


Seorang wanita yang berkarir dituntut kuat ditempat kerjanya. Namun setelah dirumah, mereka tetaplah seorang wanita, yang lembut, manja dan butuh perhatian.


Syafir meraih tubuh istrinya dan membaringkannya dipangkuannya. Memijiti kening Syaffa sampai Syaffana terlelap.


Syafir tidak tahu kenapa istrinya terlihat syok, tapi ia ingin membuatnya nyaman. Setelah Syaffa terlelap, barulah Syafir memindahkan ketempat tidur.


Semua penghuni rumah sedang istirahat, bi Minah baru terbangun saat Syafir menggendong syaffa menuju kamar. Jadi ketika berpapasan setelah kembali, bi Minah mempertanyakannya. " Kenapa istrimu nak? " tanya bi Minah.


" Entahlah bi, tadi pulang kerja pusing. " Ucap syafir.

__ADS_1


" Bibi ketiduran juga karna pusing, habis nonton Vidio yang dikirim lewat FB oleh nak Assyifa. " Jelas Bi Ipah.


Syafir mengikuti bibi sampai didapur.


" Emang Vidio apa? tanya Syafir curiga.


" Vidio mayat gosong dikebun pak JS semalam, mayat yang diduga pencuri sawit. " Jelas Bi Minah


seraya mulai mencuci beras.


" Dari kampung SP nak. Jelasnya lagi.


" Ya ampun bi...Barangkali ia pusing karna itu, bisa jadi tadi ia bertugas diTKP. "Tebak Syafir.


" Bisa jadi, Ujian pertama ditempat kerja yang baru. " Ucap Bi Minah.


Belum habis bibi berkata, Syafir sudah kembali kekamar. " Ternyata semua pekerjaan itu dimanapun dan apapun itu, selalu ada resiko, kasihan wanita yang bekerja, apalagi pekerjaan seperti istriku, selalu dihadapkan dengan banyak kriminal." Gumam Syafir sembari mengusap rambut Syaffa.


" Pantas para lelaki mapan ditimur tengah tidak pernah membiarkan istri mereka bekerja."


" Tapi aku sudah bekerja sebelum kita kenal yang, kalau tidak aku pasti memilih seperti para istri ditimur tengah. " Jawab Syaffa sembari membuka matanya.


" Sayang, kok cepat kali bangunnya? " Syafir merasa tak enak sudah mengusik tidur istrinya.


" Sudah saatnya bangun, tu lihat jam dinding. " Tunjuk Syaffana.

__ADS_1


Syafir tersenyum, kemudian membantu syaffa duduk, ia senang punya istri yang tidak perlu bersusah payah diingatkan tentang waktu. Semoga keturunanku kelak juga mengerti alaram alam. " Harap Syafir dalam dadanya.


Bersambung...


__ADS_2