Jalan Menuju Syurga Syafir

Jalan Menuju Syurga Syafir
Pagi- pagi ke Kuburan?


__ADS_3

" Kemana IPhone 12 syafir? Kok ngak ada juga? Kebiasaan tuh orang, narok barang penting sembarangan, ngak tahu sekarang orang banyak


lagi stres mikirin bakal dapat duit dari mana karna kemana- mana dibatasi banyaknya aturan Korona, belum ada aturan ini itu aja, pengangguran dah bejibun, pencurian meraja Lela, apalagi,


sekarang, orang ngak tahu baik - buruk, asal ada barang tergeletak pasti diambil. Jangankan digeletak sembarangan, didalam kuburan saja orang berani mencuri! " Cerocos Linlin, setelah berkali- kali menghubungi no Syafir untuk mencari IPhone dirumah itu, tapi nomor tak aktif lagi.


Sudah dicari dikamar, dilemari, disofa dan disetiap kemungkinan dirumah itu, tak ada juga.


Akhirnya Lin terduduk lemes disofa.


Mungkinkah aku meminta...kisah kita tuk selamanya


Tak terlintas dalam benakku..Bila hariku tanpamu.


Akhirnya suara nada panggil hpnya sendirilah yang terdengar dikuping Lin.


Lin yang masih lemes, meraih Benda pipih yang barusan ia letakkan dimeja ruang tamu itu. Ternyata ayah dari Raya dan Raka yang menelfon.


" Dimana sekarang? kok dipesta Syafir ngak ada juga? " terdengar nada selidik dari sebrang telfon.


" Dirumah Syafir...Lagi cari IPhonenya , Tapi tak ada lagi, kayaknya ia tarok diluar, udah diambil orang. " Jelas Lin beserta dugaannya.


" Siapa tahu nyelip dirumah, jangan main nuduh sembarangan! " nasehat dari balik telfon.


" Nyelap -nyelip nyelap -nyelip! Emang kutu kasur ? Kayak ngak pernah tahu


firasatku sering benar. Kalau gitu, coba Cek sendiri, kan disitu pandai, kalau aku cuma pandai hidup, mati, buat status sama nelfon doang! " Geram Linlin.


" Itu aja marah...nanti kita cek pake GPS, mudah- mudahan kali ini firasatnya ngak benar, biar Bosnya ngak rugi. Boleh ya... Abang jemput ya... " Pinta Heri.


" Ngak Ah! Aku bobok sini saja sendiri! mana boleh kita ketemuan tengah malam


begini! " protes Lin.


" Jangan berburuk sangka dulu lah...Maksud Abang kita ketempat pesta ini, sekalian bantu hibur ibu- ibu yang lagi masak. Ntar lagi musiknya bakal mulai nih... tar tak terdengar lagi suara telfon. Mau ya...Kujemput...Plis..." Rengek Heri.


" Ngak Ah ! Malas! Aku sudah diusir sama bininya Syafir, dianya cemburu padaku." Ujar Linlin.


" Makanya kesini ya... sama Abang! Biar istrinya tak cemburu lagi! Masak sahabat sekaligus Bos sendiri nikahan ngak ditolongin, ngak bisa nolong pake duit, pake tenaga, kalau ngak pake suara, ngak bisa juga, tolongin habisin hidangannya, biar ngak mubazir. He...He...Kekeh Heri.


Lin terdiam sejenak. Suara musik mulai terdengar. Irama lagu Mahalini Melawan restu terdengar dari sebrang telfon. Membuat jiwa musik Lin kembali meronta.


" Wah...Agak tiga lagu malam ini cukup, buat ngibur Syafir, sekalian dengarin mantan suami nyanyi, dah lama juga ngak dengar bang Heri nyanyi. " batinnya melonjak.


" Oke! Jemput sekarang! Tapi kita bawa motor masing- masing! " Titah Lin Kuat, agar tak kalah dengan suara musik.


" Baik mama Raka ..." ujar Heri terlonjak senang.


" Is....Dasar duda kampret! Emang Lo kira semudah itu aku mau balik denganmu. Sory la yaw! " Kata Lin, tapi itu tak terdengar lagi oleh Heri, karna ia sudah memutus sambungan, saking mau cepat menjemput mantan.


***********

__ADS_1


Syafir yang ngantuk, teringat shalat isya sudah hampir terlewat. Ia izin sama Syaffa untuk berwudhu. Setelah Wudhu iapun Shalat.


Syaffa memperhatikan suaminya Shalat.


Senyum tipis terlukis dari bibirnya.


" Ternyata walau mantan banci, suamiku pandai Shalat juga. " batinnya.


Gimana Syaffir ngak bisa sholat, Dari kecil papa sudah ngajarin anak- anaknya sholat dan ngaji. Ayah Syafirkan Muallaf yang naik haji 7 kali. Masa sekarang satu kali saja naik haji sudah susah.


" Dik...E...Syaffana...Abang tidur dianjuang ya, besok pasti kita butuh tenaga yang banyak buat menjalani semua rangkaian pesta. Ayo tidur dulu...Jangan sampe besok lemes karna ngantuk! " Ucap Syaffir yang melupakan kalau istrinya seorang polisi, tentu fisiknya kuat.


" Baiklah...Jawab Syaffa singkat. Kemudian ia mengambil selimut baru dilemari dan menyerahkan pada Syafir.


Tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan. Sejenak mereka saling pandang.


" Pakailah.. biar ngak masuk angin. " ucapnya lirih, sembari merapikan kerah baju suaminya. Mereka sangat dekat, hingga nafas Syaffa terasa dileher Syafir. Nafas Syaffir hangat dikening Syaffa. Membuat kulit pipi putih mereka menjadi kemerahan. Tapi mereka tidak menyadarinya.


" Makasih ya " kata Syafir kemudian.


Kemudian terdengar Alunan musik syahdu dari Key Board. Menyusul Suara Lin. Mereka terdiam sejenak, kemudian duduk tempat tidur, seakan terhipnotis oleh suara Lin yang syahdu, mereka saling berpegang tangan.


Begitu lagu habis. " Sayang...Besok subuh jangan cari ya...Syafir ingin meminta restu. Walau aku anak lelaki, wali tak tergantung orang tua, setidaknya menyampaikan saja, kalau Syafir mereka sudah menikah." Ucapnya sembari memberanikan diri memandang wajah Syaffa.


" Bagaimana kalau mereka tak merestui? " tanya Syaffa gundah.


" Kan sudah terjadi pernikahannya, hanya menyampaikan saja! "


" Jangan tinggalkan aku ya...apapun yang


" Apapun yang terjadi! Ucap Syafir sembari menyentil dagu Syaffa.


" Janji! " Syaffa mengacungkan ibu jarinya.


" Janji! " Balas Syafir sembari menyatukan ibu jari mereka.


*******


Usai Menunaikan Subuh berjamaah di Mesjid Peninggalan sang Papa.


Syafir membawa motor meticnya menuju


kediaman orang tuanya.


Pintu rumah sudah terbuka. Syafir masuk


untuk mencari mamanya. Baru sampai diruang tamu. Kak Mia turun dari lantai dua.


" Syafir!!! kamu datang dik..." Ucapnya riang.


" Iya kak...Apa bang Zahran ada dirumah? " tanya Syafir.

__ADS_1


" Ngak...Abang sedang sibuknya sekarang. Minggu depan kakak sama ponakanmu bakal pindah ke asrama, karna abangmu sibuk akhir- akhir ini, takut makannya ngak teratur. " Ujar Mia.


" Aku cari mama dulu ya kak..." pamit Syafir.


" Ada masalah Sa.


" Nyonya ! Baby Zia menangis...teriak bi Ami ART dirumah ini.


Mia buru - buru kembali keatas melihat anaknya, hingga lupa rencana curhatnya pada Syafir.


Syafir masuk kamar, melihat mama yang menangis di Sajadahnya. Syafir menghampiri Carolin dan bersujud dikakinya.


" Ma...Maafkan Salah Syafir selama ini ya ma...Syafir janji akan menjadi lelaki sejati


sebagai mana yang mama minta.


Syafir mohooon maaf bangat...Syafir juga sudah salah, Syafir sudah menikahi seorang gadis tanpa izin mama.


Subuh ini Syafir memohon restu dari mama...Restui putramu yang hina ini ya ma...Mudah- mudahan karna restu mama


hidup Syafir lebih baik kedepannya. " ucap Syafir sembari menumpahkan airmatanya dipangkuan sang mama.


Jiwa Mama Karolin bergetar. Putra yang selama ini ia remehkan, berlutut meminta


restu darinya, sementara putra kebanggaannya menikahi gadis lain dirantau orang tanpa menelfonnya, dengan meninggalkan pernikahannya dikota ini tanpa alasan. Entah bagaimana Carolina berhadapan dengan besannya nantinya. Bahkan kalau bukan karna menantunya membaca berita Viral di Youtup tentang pernikahan Elang, mungkin Carolin masih berfikir ada hal yang melintang diperjalanan putranya.


Siang malam ia mendoakan kebahagiaan


dan keselamatan kedua putranya, dengan melupakan sibungsu yang dianggapnya bertingkah diluar jalur itu. Sekarang malah sibungsu yang datang


dengan keikhlasan hati meminta Restu.


Carolina malu hati dan malu diri, hingga ia tak sanggup menceritakan perihal Elang.


" Sudahlah.. jangan menangis lagi, mama tak suka anak lelaki menangis! Mama merestuimu! Lanjutkan hidupmu, dan bila kau sudah siap, bawa menantu itu pada mama. " Ucapnya mencoba setegar mungkin.


Syafir terlonjak bahagia. Alhamdulillah...Muah...Muah...Ia mencium pipi mama kiri dan kanan.


" Sekarang aku pergi dulu ma! Ziarah sekalian minta restu papa! " ucapnya Riang.


" Pagi - pagi ke kuburan ? " tanya Karolin?


" Ya...Syafir pergi ya


ma...Assalamualaikum.


Carolina masih terpana dengan sikap sibungsunya. Syafir mencium tangannya Sebelum berlalu dari rumah mereka.


" Mana Syafir ma? " tanya Mia.


" Sudah pergi." Jawab Carolin singkat, karna dadanya masih berdebar.

__ADS_1


" Sudah cerita?


" Mama Lupa! Habis Syafir datang minta restu, katanya ia sudah menikah. " Ucap Carolin yang membuat kening Mia berkerut.


__ADS_2