Jalan Menuju Syurga Syafir

Jalan Menuju Syurga Syafir
Flash Back On


__ADS_3

Elang bimbang setelah membaca pesan dari dua tokoh penting kabupaten dan Kota S itu. Mengapa dua orang berkuasa di Kota ini sama- sama memintaku balik kesana, padahal aku sendiri sudah mengambil cuti, dan pak Wali tahu, aku cuti untuk menikah. Ini tidak benar, kuabaikan saja pesan ini." Ujar Elang didalam hatinya.


Ia termenung sembari menyeruput teh . Duduk disofa ruang tamu rumahnya pagi itu, tepat dihitungan H Min Empat pernikahannya.


" Calon Mempelai mana boleh bermenung, He! " tegur Mia sang kakak ipar baru datang dari dapur dengan membawakan kue untuk melengkapi teh Elang.


" Aku kefikiran Syafir kak...Mana mungkin ia tak diberi tahu, Apa kakak mau datang menyampaikan pesan pernikahanku padanya? " Pinta Elang sekalian mengalihkan kekacauan hatinya.


" Bukankah Katamu IO Syafir, yang akan mengurus resepsi pernikahanmu? Jadi otomatis ia akan tahu! Tak usah sibuk- sibuk menyuruh Mia kesana! Abangmu belum kembali, tak boleh istri keluar rumah tampa suami.


Lagian, paling anak nakal itu susah dicari, kerjanya kan berpetualang dari satu pesta kesatu pesta. Pekerjaan yang ia pilih yang aneh- aneh saja. Bukannya menjauhkan diri malah ia makin tenggelam kedunia seperti itu! Kalau ia masih menganggap aku mamanya dan kamu abangnya, tentu setelah mendapatkan undangan pernikahanmu, ia akan datang kerumah ini." Gerutu sang mama.


" Gimana Syafir akan datang ma...Kan mama sudah mengusirnya dari rumah ini


waktu itu, itupun dihadapan Mia pula, tentu ia malu juga dengan Mia." timpal Mia.


" Jadi kau membela anak bandel itu Mia! " tuding Carolina yang membuat menantunya itu terdiam.


" Sudahlah...Jangan marah-marah lagi...gara - gara masa lalu adikku itu mama...Sekarang Syafir sudah berubah, ia tidak tampil aneh lagi. Ia sekarang sudah punya 7 set pelaminan yang hampir setiap hari disewa untuk pesta. Mulai dari Cos 5 Juta sampai yang kami sewa ini Cos 50 Juta." Jelas Elang.


" Apa? 50 Juta!!! Model apa sih, kok mahal sekali kau menyewanya padahal itu pada adikmu sendiri." Protes Carolina.


" Biasa aja lagi ma! Ini Buget yang murah kalau dibandingkan dengan kota besar, karna mulai dari Undangan, Fhoto, pelaminan dan hiburan dari mereka." Jelas Elang lagi.


" Tetap saja itu kemahalan Elang... ngak ada pengurangan dikitpun harga bersaudara? Huhf....." Carolin mendengus kasar.


" Mana kami pernah ketemu ma...mana ada harga persaudaraan didunia bisnis, lagian Syaffa membicarakankannya dengan pihak management IO, bukan langsung dengan Syafir. " Jelas Elang membela adiknya.


" Sok pengusaha kali anak itu sekarang ya! Rupanya ia melupakan mama karna ia sudah kaya, tapi paling nanti pelaminannya akan tidur, kan bentar lagi ngak boleh lagi pesta. " Ujar mama masih


dengan nada kesal.


" Kalau didengar dari cara mama memojokkan Syafir, seperti ia anak tiri saja, kayak bukan lahir dari mama, adikku itu! Tapi tenanglah mama...Syafir sangat pintar, walau ia cuma tamat SMA, Ia sudah menyiapkan acara liburan dan tiduran WOnya. Ia tidak akan menganggur, dengan PPKM yang ditetapkan Pemda." Ujar Elang.


" Maksudmu?


" Iya sudah membeli 40 Ha Kebun sawit yang sedang usia produktif, ditambah milyaran tabungan di Bank, plus kolam ikan yang selalu panen sekali Enam bulan! Jelas Elang bangga pada kepiawaian adiknya mendulang Rezki.


Sedang Carolina termenung.


" Emang Syafir bukan anak kandung mama ya? Apa papa pernah selingkuh? " tanya Mia kepo, karna mertuanya tak sempat menjawab, keburu panjang celotehan sang adik ipar.


" Namanya juga elang kalau berkuik tak ada jeda, nanya tapi tak kasih sempat orang jawab. He...He..." Batin Mia.


" Apa yang kau fikirkan Mia! tentu Syafir anak kandungku, dan mana berani papa kalian selingkuh. " Sanggah mama carolin.

__ADS_1


" Trus Kenapa benci kali sama dia? kayak ibu tiri paling kejam! " Ujar Mia memberanikan diri.


" Mama susah mengandungnya, sampai muntah darah, diinfus berkali- kali , dikira anak cewek karna beda dari yang dua. Eh ...setelah bronjol nyatanya bertunjang juga! Mama malas ngurusnya dari bayi, papa kalian saja yang urus. Papa memanjakan anak


itu, jadilah kayak anak cewek. Melihat gayanya yang gemulai mama bawaannya pengen marah aja, apalagi ia sampai masuk kedalam razia penangkapan para waria tempo itu, mama makin naik darah, kalau bukan karna suamimu Zahran, tentu Syafir bakal lama ditahan dan wajah jeleknya bakal nongol disurat kabar, mencoreng nama baik keluarga saja! ." Gerutu mama elang sekalian curhat.


" Berarti itu bukan salah Syafir...Mama sama papa yang salah! Kalian yang ngak baik- baik mendidik Syafir. Mama lalai tanggung jawab sebagai ibu! Papa salah asuhan ! Dimana letak salah adikku? " Ujar Elang sengit.


" Entahlah...kadang mama kefikiran juga dengan itu...Tapi begitu melihat mukanya mama langsung ngupil..


" Apa? Bukan ngupil ma...Tapi IlFil ! " Jelas Mia.


" He...He ..mama ngak tau deh.." Kikik sang mama.


Drett....Drett....Drett....HP elang bergetar berkali - kali.


Mia melongok untuk mengintip sipemanggil.


" Pak Wali tertulis dinama kontak. Dahi Mia mengerut karna melihat adik iparnya


sengaja mengabaikan panggilan itu.


Drett...Drett....HP elang dimeja kembali bergetar , kali ini menyebabkan gelas didekatnya tumbang. untung tehnya sudah habis ludes hingga tetes terakhir , kalau tidak Smart fhone itu akan basah.


" Siapa yang telfon? kenapa tidak dijawab? " Tanya mama Carolina.


" Angkat dong sayang...Masak orang penting ngak dijawab telfonnya! Kan Pimpinan kita, masak diabaikan..." Bujuk Carolina.


" Mama sih gitu, menganggap orang penting karna jabatannya, padahal pernikahanku lebih penting dari jabatan.


Enak aja... Empat hari lagi aku mau nikah malah diminta balik kesana, entah apa pula maunya. Pokoknya aku kesal! Nanti jam sepuluh masih mau bebiro ke KUA dengan calon istriku, tak mau aku memikirkan dulu soal permintaan mereka! Kesal!!!!!!!!! Pokoknya pusing!!!!!


" Elang geram, jangankan mengangkat telfon, ia malah beranjak kedalam untuk mandi.


Hingga kedua wanita itu saling pandang, kemudian menggidikkan bahu.


*********


Selama berbiro di KUA, telfon disaku elang terus bergetar. Elang mengabaikannya, mencoba fokus menjawab setiap pertanyaan KUA kemudian mendengarkan penjelasan dengan seksama.


" Kalian sama- sama hebat, Pandai mengaji, berpendidikan hebat! Sebenarnya mengajari pak Elang dan buk


Syaffana bak mengajari ikan berenang.


Lebih pandai dari yang berbicara. " Ucap pak KUA sungkan.

__ADS_1


" Manusia tak ada yang sempurna pak...Kadang pangkat adalah ujian berat, lebih baik hidup sederhana, sekolah semana mampunya, dan bekerja dengan usaha sendiri seperti papaku. " Ucap Elang lirih lalu airmatanya menitik, membuat pak Kurnia sampai tercengang...


" Pak Elang baik- baik saja kan?" tanyanya dengan dahi mengernyit.


" Maaf pak...mungkin calon suami saya sedang dalam masalah, HPnya sedari tadi bergetar. Boleh kami izin keluar sebentar? " tanya Syaffana santun.


" Boleh dik...eh...buk...Anggap saja Penatarannya selesai, kan sudah pada pandai. " Ucap Pak KUA mencoba tersenyum, walau hatinya digeluti berbagai dugaan.


*******


Sebagai gadis yang bijak, Syaffana membawa Elang menuju rumah makan paling enak masakannya sekota mereka.


Syaffa yang menyetir mobil.


Setelah makan siang, Syaffa menggenggam tangan kekasihnya.


" Ada apa bang...Siapa yang terus menelfonmu dari tadi? Nampaknya kau begitu stres mendapatkan gangguan telfon itu, katakan padaku semuanya,


jangan sembunyikan apapun! Bukankah kita sebentar lagi akan menjadi satu keluarga? " ucapnya lembut yang membuat lapang dada Elang.


Elang tidak menjawabnya, namun memeluk Syaffa dengan erat. Syaffa menepuk- nepuk pundak Elang.


" Ada aba bang? " tanyanya lagi sembari melepaskan diri dari sang kekasih.


Elang masih diam, ia menatap wajah Polwan cantik itu. Ketika Elang ingin menciumnya. Syaffa menghindar.


" Kalau sebentar lagi akan halal, ngapain incip- incip yang haram dulu! " tolak Syaffana sembari tersenyum.


" Sayang...Apa ngak boleh aku cium sekali saja, mereka memintaku ke kota S esok pagi, hatiku benar- benar gundah,


tolong kasih semangat! " ucap Elang dengan tatapan memohon.


" Apa? untuk apa? " tanya Syaffa kaget.


" Aku takut sekali sayang...Boleh ya..." regek Elang.


" Enggak! Kan dari dulu sudah kubilang, aku tak mau dicium sebelum menikah, salah sendiri Abang ngak datang pas aku bayi. Waktu bayikan boleh cium sesuka hati. Kalau sekarang tidak boleh lagi , tunggu halalkan dulu! " Ucap Syaffa dengan senyum centilnya, sembari menyentil hidung mancung Elang. Kemudian meninggalkan Elang yang masih terpana, berjalan menuju mobil diparkiran.


Elang menarik rambutnya dengan kasar, hatinya terasa patah. Hingga ketika telfonnya bergetar lagi, ia mengangkatnya dengan suara keras.


" Ada apa pak? Lusa pernikahan saya! Tak mungkinlah saya perjalanan lagi! " Ujar Elang yang membuat sipenelfon menahan nafas.


" Pokoknya kesini dulu! biar kita bicara baik- baik! " Ujar penelfon tak mau kalah dengan Juniornya.


Ayo mampir say...Kasih jejak ya...

__ADS_1


Like, fote, Berbin, Kopiin kalau ada. He....he Komen- komen, Love untuk menyambungkan notif cerita.


Malak...ngak satu- satu...Kayak Elang berkuik ditengah hari, ngak berenti- berenti....Hem...pada kemana ni orang? Kok masih sepi?


__ADS_2