Jalan Menuju Syurga Syafir

Jalan Menuju Syurga Syafir
Malam Pernikahan 2


__ADS_3

Aku mau menikah dengannya Ayah...


aku mau!. " Ucap pengantin cantik itu melongok didepan pintu.


Semua orang kembali bernafas. Mereka akhirnya menghempaskan nafas mereka dengan kasar.


" Syukurlah..." Ucap mereka kemudian


Syafir melangkah dengan pasti menuju kamar pengantin itu. Tanpa perlu perintah dan aba- aba. Lin menghapus make up tipis Pria itu dengan kapas pembersih yang sudah dituangi air mawar. Sampai tak ada sisa make up sedikitpun.


Syaffana mengeluarkan handuk bersih dari lemari, lalu menyerahkan pada Syafir. Syafir yang mengerti langsung saja menuju kamar mandi yang masih dalam kamar itu.


Tak peduli dinginnya malam Syafir membasuh tubuhnya. Mandi kilat dengan


menggosok sedikit tubuhnya dengan spon pembersih kulit yang sudah disemprotkan sabun cair. Usai mandi Syafir mengeringkan tubuhnya dengan handuk, berwudhu lalu memakai bajunya kembali.


Keluar dari kamar mandi itu. Linlin lngin memasangkan Jas hitam yang baru dikeluarkan Syaffana dari lemari besarnya.


" Sekarang yang makaikan aku dulu, karna kalian belum Syah. Nanti yang buka boleh dirimu, kalau kalian sudah suami istri! " Ujar Linlin sembari tersenyum sinis pada Syaffana.


" Ih...matanya itu...Kayak dia saja pemilik Syafir. " Geram Syaffana dalam hatinya.


Entah mengapa Syaffana merasa tak suka pada Lin yang memakaikan jas pada Syafir.


" Aku sendiri yang akan memakainya , soalnya aku sudah berwudhu, keluarkan saja bedak bayi, aku ingin mengoles wajah mulusku dengan bedak bayi sebelum memakai jas! " ujarnya yang membuat kedua wanita itu saling pandang.


Dipintu sudah banyak ibu- ibu dan anak - anak yang melongok, menunggu pengantin pria keluar. Mereka penasaran bagaimana modelnya pria yang berpenampilan aneh tadi setelah memperbaiki penampilannya.


Ia dengan santai memeriksa penampilannya didepan cermin, tanpa mempedulikan dua wanita yang menatapnya dengan mata terpana.


" Ya Ampun !...Karim...Ia benar- benar pengantin paling tampan tahun ini! " teriak batin Linlin.


" Mengapa aku merasa senang sekarang ya? Apa karna ia begitu tampan dan mempesona? " Sayang wajahnya terlalu mulus. Mungkin waktu ngandung Dia dulu, maknya tak pernah makan rebung. He...He..." Batin Syaffana tergelitik geli, hingga senyumnya pun mengembang.


Tuk...Linlin menyikut perutnya, hingga Syaffana mengaduh.


Aw..." Dasar kau robot kardus! Pandainya cuma nyakitin dan gangguain orang saja! " Rutuk Syaffana.


" Habis aku sebal melihatmu senang sekali, kayak ngak dirimu saja yang menangis barusan. Jangan- jangan kau sengaja meminta Syafir yang dandanimu, karna sudah yakin calonmu bakal kabur dimalam pernikahan ini! " Tuduh Lin yang langsung dapat pelototan tajam dari mata bulat Saffa.


Syafir tak peduli dengan pertikaian kedua

__ADS_1


wanita itu. Setelah merasa oke. Ia membaca Salawat tiga kali dalam hatinya, lalu ia berjalan tegap menuju mimbar pernikahannya.


Dua Buah mimbar pendek berhadapan yang sudah lengkap dengan soun sistemnya ada disudut terdalam anjuang.


Pria tampan itu, duduk mantap diatas mimbar. Tanpa ada malu, tanpa ada canggung, dan penuh percaya diri ia menatap semua secara bergantian. Sejenak hening dan takjub, bak kedatangan Narayan Krisna dalam serial Mahabarata, semua terpana.


" Gimana pak Wali? Pengantin prianya nampak sudah siap? Bagaimana dengan bapak? " tanya pak penghulu yang akan bertindak menjadi saksi. Sedang kepala KUA kecamatan itu beserta pegawainya, bertugas mencatat nikah dan memberikan pencerahan usai pernikahan.


Wali ada, Saksi pak penghulu dan pak Imam. Silahkan Pak Ustadz Islahuddin sebagai wali nikah mengambil posisi dipodium yang satu lagi. " Ujar pak Kurnia kepala KUA.


Tanpa fikir panjang lagi, Ustadz Islahuddin duduk dipodium berhadapan dengan podium pengantin pria.


" Tak ada elang merak kayaknya lebih oke! " Batinnya mengagumi calon mantu nya yang sudah berjabatan tangan dengannya.


" Bisa juga anak hantu tiba- tiba berubah wujud jadi malaikat tampan ya ? " Gumam Hasan paman Syaffana sembari mengusap dadanya untuk memastikan jantungnya masih disana.


" Heh...Masih syukur ponakanmu dapat pengganti kilat yang lebih mantap, jadi kau tak perlu menanggung malu sepanjang adat." Bisik Rohim tetangga Syaffa yang mendengar gumaman kecil Hasan.


Hasan terdiam. Kemudian perhatian mereka terfokus pada ritual Sakral itu.


Tidak cukup lama bagi sang wali untuk menyesuaikan nama untuk pengantin prianya, karna yang ini lebih singkat dan mudah.


Setelah kali ketiga diulang IJab Qobul itu. Tepat pukul 11 : 11 Syaffana Aulia Binti Islahuddin Akhirnya dinyatakan Syah Oleh para saksi menjadi pasangan Halal


Doa Bersama dipimpin Oleh Ustadz Karim, Melengkapi malam pernikahan menegangkan yang berakhir dengan kedamaian itu.


Pencatat nikah merevisi nama mempelai pria, kemudian meminta kedua pengantin


untuk tanda tangan.


" Surat nikahnya mungkin besok baru jadi. Untung masih kosong. Entah mengapa sekretaris malas sekali mengisinya. Mungkin karena inilah sebabnya, pengantin pria berganti kiranya! " Ujar pak KUA yang membuat hadirin tertawa.


Makan bersama menutup acara. Setelah saling bersalaman dengan pengantin. Mamak rumah mengumumkan undangan


untuk resepsi besok kepada para pemangku adat didaerah itu, beserta hadirin yang menyaksikan pernikahan tak


biasa itu.


Semua kembali kerumah masing - masing dengan gembira. Seperti habis menonton drama terpopuler dengan ending paling memuaskan mereka pulang dengan wajah cerah.


Berbagai komentar dan celotehan menghias perjalanan mereka.Bahkan sampai dirumah mareka masih susah tidur karna asyik bercerita. Tampaknya berita pernikahan Bripka Syaffana bakal menjadi trending topik pembicaraan ibu- ibu menyuci disungai.

__ADS_1


Setelah hampir gagal menikah karna pengantin prianya yang tak datang. Syaffana akhirnya mendapatkan pengantin pengganti yang lebih keren,


Pemilik WO terbesar dikota ini.


Ini pernikahan paling luar biasa, sekaligus Esok akan menjadi pesta terakhir dikota ini. Setelah ini PPKM diterapkan berdasarkan keputusan Bupati setempat.


******


Sementara


Dikota S Elang Cahya Ahmad. S. IP mengguyur tubuhnya dengan putus asa dibawah Shower. Sudah berulang kali ia menghubungi adiknya, tapi Syafir tak pernah mengangkat telfonnya, tidak pula menjawab pesannya.


" Kemarin HP nya jatuh Kekolam ikan dibelakang rumah dinasnya. Ia terpaksa ganti telfon dan ganti nomor juga, karna Smart phone itu benar- benar lenyap kedalam lumpur kolam.


Tak ada nomor yang ia ingat selain nomor Syafir.


" Barangkali karna aku tak memberitahunya perihal pernikahanku hingga ia tak menggubris panggilanku.


Adikku itu memang tak ubahnya cewek, wajah cantik, dan sifat pendendam pula kiranya. " Sangka batin Elang dalam keputus asa an.


Pintu kamar mandi digedor dari luar.


" Tuan Elang!...Tuan Elang! Cepatlah mandinya. Pegawai KUA sudah datang.


Pak Walikota Meminta anda segera bersiap. " Ujar seseorang didepan pintu kamar mandi.


" Tunggulah sebentar lagi, aku mau berendam sebentar lagi, untuk menenangkan jiwaku! " Jawabnya jujur tanpa basa- basi.


" Baiklah...Setelah anda tenang cepatlah bersiap. Kami akan menunggu sebentar lagi dengan sabar. "


Elang tidak menjawab lagi. Tapi hatinya menggerutu.


" Gimana aku akan tenang menikahi wanita lain, sementara kekasih sekaligus calon istriku entah bagaimana kabarnya malam ini. Ini malam pernikahan yang telah kami sepakati bersama penghulu, tetua masyarakat dan Pegawai KUA.


Esok resepsi pernikahan kami. Lima tahun kami menjalin hubungan , akhirnya jadi begini. Hidup memang kejam! takdir memang menyakitkan bagiku, Gara - gara lelaki itu calon suami anaknya kecelakaan dan meninggal, Cintaku yang harus berkorban. Sebanyak ini lelaki dikota ini. Kenapa malah aku yang harus menikahi anaknya yang sudah mengandung itu. Kalau kutahu dunia politik begini pelik, lebih baik aku meneruskan bisnis papaku saja, tak perlu


susah- susah mendapatkan gelar PNS dari sekolah ini. Mana Syafir tak menjawab pula menggantikan pengantin, Ya Allah...Ampuni aku..." Batinnya meringis dan menjerit.


Hahhhhh.....................!!! " Elang berteriak melepaskan sesak didadanya.


" Tuan ada apa? " terdengar gedoran lagi dari pintu.

__ADS_1


" Tak ada! Aku akan keluar! Hatiku sudah sedikit membaik! " Ujar Elang.


__ADS_2