Jalan Menuju Syurga Syafir

Jalan Menuju Syurga Syafir
Ingin Menginap


__ADS_3

Syafir tidak ingin kembali kerumah pribadinya malam ini. Ia merasakan rindu yang teramat sangat pada mama dan Almarhum papanya. Mobilio Syafir berputar arah, dan melaju kejalan besar menuju kediaman keluarga besarnya.


Alunan lagu Ruth Sahanaya menghantar perjalan Syafir menuju rumah mamanya.


...Andai Engkau Datang Kembali...


...Terlalu indah dilupakan......


...Terlalu sulit untuk dikenang......


...Setelah aku jauh ber...ja-la...n...


...Eng- kau kutinggalkan...


...Betapa hatiku bersedih......


...Mengenang kasih dan sayangmu.....


...Setulus hatimu kepadaku.....


...Engkau kan menunggu......


...Reff-...


...Andai engkau datang kembali.....


...Jawaban apa yang akan ku beri...


...Bersinarlah bulan purnama...


...Semurni serta tulus cin- tanya.....


...Bersinarlah sampai akhir nanti......


...Kuakhiri nada- nada......


Syafir mematikan musiknya, karna ia taktahan lagi membendung airmatanya.


Syafir benar- benar rindu pada mama.


Andai kak Mia kembali ke Asrama bersama suaminya. Tinggallah mama dan Bibi yang menghuni rumah besar itu.


Memang setahun sebelum kepergian papanya, rumah besar itu sudah berpengaman. Dua orang security akan


bergantian piket. Tapi mereka tinggal dipos, bangunan permanen satu kamar yang memiliki fasilitas lengkap.


Dulu Syafir semasa bandel, sering tidur dipos itu menemani satpam yang lagi piket, agar tidak ketahuan pulang larut dari sang mama sebelum ia terkena razia.


Mama... kalau bukan karna mama yang


cerewet memprotes langkah gemulainya, tidak mungkin Syafir bertekad untuk menjadi lelaki sejati, seperti ilmu sosiologi yang ia pernah pelajari , ternyata cercaan itu penting juga untuk memperbaiki sikap seseorang. Yang manis tidak selalu baik untuk tubuh, makanya yang manis jangan langsung ditelan, sedang yang pahit jangan cepat dibuang, karna kadang pahit bisa jadi obat yang akan memusnahkan suatu penyakit yang kita derita.


Ya...Pujian tidak selamanya baik, apabila yang dipuji akan lupa diri karnanya. Sebaliknya cercaan tidak selamanya buruk, bila yang dicerca tau diri karenanya. Sakit memang menelan kepahitan, tapi kalau kita kuat dengan kepahitan yang kita terima, maka kita akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih kukuh dan tangguh lagi.


Tiin....Tiin.....Tiin....bunyi Klakson Mobilio Red menyadarkan seorang satpam yang lagi asyik dengan smartphonenya.


Pria setengah baya itu, buru- buru meletakkan HPnya kemeja. Kemudian berjalan dengan tergopoh, lalu menarik tali portal. Besi bulat panjang itu naik keudara, disusul membukanya gerbang otomatis karna tangan kiri sang satpam sudah menekan tombol remotnya.


Mobilio meluncur melewati pintu jaga, kemudian berhenti didepan pos.


Sang satpam melangkah mendekati pintu, untuk menyapa, sedang pengendara menggeser duduknya kekiri, menurunkan kaca dan melongok dipintu.

__ADS_1


" Dik Syafir! " Seru pak satpam membelalakkan matanya.


" Iya bang Jhon, aku Syafir! Mengapa sampai sekaget itu? " tanya Syafir sembari mengulurkan dua kantong kresek mini.


Kantong kresek berisi mini molen dan BANSUS ( Bandrex Susu ) itu berpindah tangan. Namun sipenerima masih melongo.


" Kalau aku maling pasti bang Jhon sudah kecolongan! " Tegur Syafir menggoda bang Jhoni.


" Habis tak menyangka, ini dik Syafir karna makin Magis abis, abang sampe terhipnotis " puji lebai bang Jhon.


" Biasa aja lagi bang Jhon...cemilan dan minumannya tidak butuh bayaran kok. Uang reseh sudah habis, uang besar pelit ditransfer. " Canda Syafir.


" He...he...tak apa, pujiannya juga gratis kok, Ini murni dari penglihatan mata Abang yang bebas minus dan katarak turun kehati bang Jon yang bebas timbal dan karat! He...he..." Kekeh bang Jhon yang diikuti Syafir.


" Bang Jhoni bang Jhoni..Syafir mengeleng geli.


" Aku merasa biasa saja bang, masih wajah lama. " Katanya lagi.


" Wajah lama dengan pesona yang baru, asli dan bebas bajakan! " Tukas bang Jhon semakin menempel dipintu mobil merah itu.


He...He..." bang Jhon bisa aja! Takut nanti


sayapku numbuh. Aku kabur dulu ya!kangen sama mama! " Ujar Syafir membuat Jhon makin terfana.


" Benar - benar maju!


Dulu siput sekarang penyu


Dulu takut sekarang rindu." Ujar bang Jhon berkarmina ria, sedang Syafir hanya


tersenyum sembari kembali kebelakang kemudi, melaju pelan menuju parkiran.


Syafir mendapatkan mamanya sedang berdoa dengan khusuk disajadah panjangnya. Mencium aroma putra bungsu yang sekarang sudah sering membuat mama C. Rahmah rindu, berbaur dengan aroma soto padang. Carolina segera menutup doanya.


" Ucapnya lirih setelah salamnya disambut.


" Mama juga kangen Syafir..." balas sang mama dengan suara parau, karna merasakan matanya mulai berembun, mendengar ungkapan kasih putra bungsunya.


" Apa mama lapar? Syafir bawakan Soto Padang dengan pergedel jagung kesukaan mama. " kata Syafir tak mau melihat mamanya sampai menangis.


Senyum cerah langsung menghias wajah perempuan yang masih terlihat cantik diusia tua itu.


Syafir membalas senyum mama, lalu


tanpa banyak tanya lagi, Syafir menjemput mangkok dan sendok didapur.


Syafir menyalin soto dan siap untuk menyuapi mama yang baru saja mengganti mukenanya.


Carolina terharu, dan terkenang pada Almarhum suaminya yang sikapnya selembut Syafir. Melihat mama sedih, Syafir mencuri suapan yang sudah disodorkan kemulut sang mama.


Mama cemberut bercampur gemas karna dipermainkan oleh putranya.


sebuah cubitan segera bersarang dipinggang sibungsu.


" Aw...mama masih saja galak rupanya! " Seru Syafir bercanda.


He...He...Kau kira Harimau akan berubah jadi kucing setelah tua? " tanya balik mama.


" Setidaknya taringnya sudah mulai goyang..He...He..." kekeh Syafir.


Karolina tersenyum sembari mengusap kepala Syafir.

__ADS_1


" Ntar rambutku rontok kesoto, apa masih


enak? " tanya Syafir bercanda.


" Emang baru menikah rambutmu langsung rontok ? Berarti istrimu lebih bertaring dari mama dong? " tanya Canda


mama. Ia pun kembali ceria.


Syafir menyelesaikan menyuapi mama sampai habis.


" Aku antar dulu mangkok ini kedapur ya ma. " ujar Syafir, kemudian melangkah kebelakang.


Carolina menatap punggung Syafir hingga turun kekaki.


" Pa..Syukurlah putramu sudah kembali sebagai putra...Langkahnya sudah sakin tegap dan mantap! Tapi ia tetap saja lembut sepertimu, baru saja ia memanjakan ku." Curahan hati mama


mengenang cinta pertama dan terakhirnya.


" Aku ingin menginap disini, bolehkan ma? " tanya Syafir membuyarkan lamunan sang mama, lalu duduk bersimpuh disisi mamanya.


" Tentu...Mulai hari ini kau bebas kembali nak.. Tapi mengapa tidak kau bawa istrimu sekalian biar dikenalkan dengan istri abangmu Elang. " Tukas mama teringat Syafir yang sudah menikah.


Deg...dada Syafir berdegup tak karuan.


" Ternyata ia tidak kembali ke pernikahannya untuk menikahi wanita lain, mengapa abangku yang baik berubah jadi penghianat begitu? Tanya hati Syafir.


" Elang dipaksa menikahi anak pimpinannya! Karna perempuan itu meninggal calon suaminya karna kecelakaan, sedang janji nikah dan pestanya bersamaan dengan malam itu. Abangmu sungguh sedih dan hancur karna itu Syafir...ia tidak menerima istrinya dengan hatinya, ia dari subuh pergi sampai jam segini belum kembali. " Jelas mama Carolina sembari menatap jam dinding.


" Egois sekali keluarga penguasa itu! Mengapa bang Elang tidak menolak? Tidakkah ia tahu bagaimana nasip gadisnya disini? " Tanya Syafir bernada kesal.


Sebenarnya tadi setelah dinasehati Ustadz Zaki hatinya sudah sedikit tenang,, tapi begitu tahu Elang menikahi wanita lain emosinya tersulut kembali.


" Ia terpaksa nak..Karna perempuan itu bunuh diri ditempat abangmu, kalau kau jadi dia, kau pasti terpaksa melakukannya demi kemanusiaan. " Jelas mama Carolina.


" Kalau begitu perempuan itu yang Egois! " Tuding Syafir Sengit.


Tanpa mereka sadari ada sepasang telinga yang mendengarkan pembicaraan


mereka.


" Ya...Aku memang Egois...Aku bahkan kejam, tidak memikirkan nasip perempuan lain. Ya Allah...Ampuni aku.." Jerit sesal hati Suci.


" Entah siapa yang menikahi calon menantu yang mama inginkan itu nak..Kabarnya ada pria lain yang menggantikan abangmu dimalam itu.


" Dia akan tetap menjadi menantu mama,


karna aku yang telah menikahinya!" Ujar Syafir yang membuat mamanya berlonjak memeluk Syafir.


" Bagaimana itu terjadi sayang...Bukankah kata Elang HP mu tidak aktif.


" Aku menikahinya karna menyukainya sejak lama, tak tega melihat gadis yang Kusuka kecewa dan terluka, aku tak tahu dia calon kakak ipar, karna bang Elang tak pernah mengenalkannya padaku mama.." Jelas lirih Syafir.


Sedang dibalik tirai pintu, Suci mendengarkan dengan mata membola.


" Adiknya yang menikahi gadis itu? bararti mau tak mau mereka akan tetap bertemu. Bagaimana nasip perjuanganku mendapatkan hati Elang? Suci memijiti keningnya karna tiba- tiba kepalanya berdenyut.


Lalu terdengar suara lagi.


" Ini semua salah mama, mama yang menyebabkan Syafir pergi dari rumah." Ucap mama Syafir penuh sesal.


" Kalau mama tak memarahiku waktu itu, tentu aku masih banci sampai hari ini! Jangan mengingat yang sudah berlalua...Kita ambil hikmahnya saja. " Ujar Syafir membujuk mamanya.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan disini? tidak sopan mengintip orang tua! " Sebuah suara berat membuat Suci terlompat kaget.


__ADS_2