Jodoh Dalam Doa

Jodoh Dalam Doa
20


__ADS_3

Teriakan Ruby membuat Furqon dan Safira mengerjapkan mata,sedang mama Ratih membekap mulutnya tak percaya dengan yang dilihatnya,papa Adi dadanya sudah naik turun menahan amarah melihat putri sulungnya berada dalam satu kamar,satu tempat tidur dan dibawah satu selimut dengan pemuda yang notaben nya calon adik ipar untuk Safira.


Furqon merasa pusing dia duduk sambil memegang kepala nya,dia tak tau bila ada tiga orang menatap dengan pandangan beda,dia teringat sesuatu dia seperti sedang mimpi bersama Ruby,mimpi basah.


Furqon memeriksa bawah selimut.


''Asstagfirulloh'',ucap Furqon kaget karena burung hantunya tak tertutup,kemudian melirik kearah sampingnya seorang gadis tengah duduk dan memegang kepala nya.


Pandangan dia edarkan menatap sekitar ruangan.


Deg.


''Ruby'',lirih Furqon karena masih merasakan pusing,Furqon menggelengkan kepala.


''Kalau itu Ruby,terus yang disamping ku siapa'',gumam Furqon dan menyibak rambut gadis itu.


''SAFIRA'',teriak Furqon,Safira hanya menggelengkan kepalanya yang terasa berat.


''Kalian berdua aku tunggu dibawah'',ucap papa Adi tegas,dan keluar dari kamar Ruby diikuti mama Ratih serta Ruby,


Ruby melangkah dan menoleh kebelakang sekali saat Furqon menyibak selimut.


''Kenapa harus bang Furqon?'',batin Ruby.


Furqon yang sudah sadar segera memakai pakaiannya.


''Kak,apa yang terjadi dengan kita?'',tanya Safira,dia berpikir sejenak.''Seharusnya Furqon yang tertidur karena pengaruh obat yang aku berikan kepada tante Resti,tapi kenapa aku juga tak ingat apa-apa'',batin Safira.


''Aku pun tak tau,''ucap Furqon bingung,Safira tampak berpikir.


''Cepat pakailah baju mu kita ditunggu papa mu'',ucap Furqon dan keluar dari kamar itu.


Furqon dan Safira menuruni anak tangga,menuju ruang keluarga namun disana hanya ada Ruby dan mama Ratih.


''Ruby'',lirih Furqon,Ruby hanya tersenyum tipis.


''Ya Allah saat hamba sudah mendapat restu dari orang tua gadis yang hamba cinta mengapa ada ujian seperti ini'',batin Furqon sambil menundukan kepala.


''Kesini nak,kita disuruh tunggu disini oleh papa mu'',ucap Mama Ratih,Safira menurut dan duduk disamping mama Ratih.


''Kenapa bisa seperti ini?'',bisik mama Ratih.


''Fira enggak tau ma,coba nanti mama tanya tante Resti'',bisik Safira kepada mamanya.


Sedang Furqon juga duduk disofa lain namun dekat dengan Ruby.


Furqon sesekali melirik raut wajah Ruby yang sedang berpikir.


''Rub'',panggil Furqon namun mama Ratih dan Safira ikut juga menoleh.


''Eehheemm'',deheman papa Adi mengalihkan perhatian semua.

__ADS_1


''Apa yang terjadi kepada kalian berdua?'',tanya papa Adi.


''Safira tak tau pa,kenapa tiba-tiba Fira bisa satu kamar dengan kak Furqon'',ucap Safira.


''Kak?'',batin Ruby.


''Kamu Furqon?'',tanya papa Adi.


''Saya juga sama pak,yang saya ingat hanya menunggu Ruby pulang diruang ini,setelah meminum orange jus buatan tante Resti saya tak ingat apa-apa'',ujar Furqon menjelaskan.


''Apa benar seperti itu?'',tanya Adi Baskara.


''Benar pak'',....''Iya pa'',ucap Furqon dan Safira bersamaan.


''Terus bagaimana dengan ini'',ucap papa Adi memperlihatkan video Furqon dan Safira berpelukan masuk kedalam kamar,tak hanya itu bahkan Furqon mencium Safira dan dibalas oleh Safira layaknya seperti sepasang kekasih yang memadu kasih.


Safira hanya menelan salivanya,


''Mengapa aku sangat liar,sial aku melakukannya tanpa sadar'',batin Safira.


''Pa,Fira tak ingat apa-apa pa'',ucap Safira,


''Walaupun sebenarnya ini yang aku mau'',batin Safira.


''Saya tak ingat apa pun pak,tapi saya yakin bila burung hantu saya belum masuk kedalam sangkar Safira'',ucap Furqon setelah melihat video itu.


''Rub,kamu percaya sama abang kan?'',tanya Furqon yang sudah gelisah.


''Ma hubungi Resti'',ucap papa Adi membuat mama Ratih bingung menoleh sang anak.


Furqon tersenyum sedikit lega,berharap bila ini jebakan atau rekayasa,tapi mustahil karena divideo itu memang dia dan Safira.


''Kenapa tante Resti pa,tante tadi setelah membuat minum langsung pergi untuk menyusul mama'',ucap Safira takut papa nya mengetahui rencananya.


''Papa hanya memastikan Fira,''ucap papa Adi.


''Memastikan apa?,memastikan bahwa Safira yang berbohong begitu,atau papa memastikan bila Safira yang bersalah begitu'',ucap Safira.


''Memastikan bukti itu nyata,dan Resti saksi mata'',ucap papa Adi.


''Papa tidak sedang menuduh adik ku yang bukan-bukan kan?'',tanya mama Ratih yang tak terima.


''Sudah hubungi Resti sekarang juga ma'',ucap Papa Adi,mama Ratih mendengus kesal dan segera menghubungi adik nya.


''Hallo,Resti kamu dimana?'',tanya mama Ratih pada sambungan telepon dan diloudspeaker..


''Aku sedang cari mbak,mbak dibutik mana sich'',ucap Resti.


''Aku sudah pulang Res'',ucap mana Ratih.


''Oh iya mbak,bilang ke Ruby bila Furqon tadi main kerumah,mbak daritadi aku hubungi tapi tak aktif'',ucap Resti.

__ADS_1


''Ya,nanti aku sampaikan,kamu tadi dari rumah ku ya?'',tanya mama Ratih.


''Iya mbak aku pikir jenuh dan mau ajak mbak shoping,enggak taunya mbak udah pergi,tapi sebelum nyusul mbak tadi calonnya Ruby datang setelah itu aku buatkan minum dan aku nyusulin mbak,memang ada apa mbak'',ucap Resti disebrang.


''Enggak ada apa-apa,teruskan shoping mu aku tutup dulu'',ucap mama Ratih.


''Papa dengarkan,papa juga sudah cek cctv kan'',ucap mama Ratih.


''Bila seperti itu kalian berdua harus segera menikah,'',ucap papa Adi.


Deg.


''Walaupun saya merasa tak melakukannya tapi saya sebagai laki-laki akan bertanggung jawab'',ucap Furqon.


''Pa,jangan menikah juga'',ucap mama Ratih keberatan membuat Safira langsung memeluk mama Ratih.


''Yes'',batin Safira.


''Apa mama mau aib ini tersebar,ini bisa mempengaruhi perkembangan perusahaan juga ma,karir papa bisa hancur hanya karena video amatir ini'',ucap Papa Adi.


''Hancur,berarti miskin,oh no'',batin mama Ratih dan hanya diam.


''Ruby kamu tak apa kan nak?'',tanya papa Adi.


''Huffth,entahlah pa,tapi Ruby tak ingin keluarga ini hancur,Ruby juga tak ingin kakak menjadi bahan gosip,inshaallah Ruby ikhlas pa tapi Ruby tak mau menjadi pengganti dalam perjodohan kakak,'',ucap Ruby.


Furqon memandang wajah Ruby yang sedih,Papa Adi tersenyum dan mengangguk.


''Ruby mau kebelakang dulu pa,ma'',pamit Ruby berdiri dan melangkah meninggalkan ruangan itu,karena menurut dia pembahasan pernikahan Furqon serta kakaknya tak memerlukan dia.


''Kalau seperti itu segera hubungi keluarga mu nak Furqon,suruh mereka datang kemari sekarang juga'',ucap papa Adi.


''Baik pak'',ucap Furqon pasrah.


''Karena besok kita akan melaksanakan akad sekalian pestanya'',ucao papa Adi.


''Kenapa buru-buru pa?dan kenapa harus ada pesta?'',tanya mama Ratih yang tak ingin geng sosialitanya tau bila bermenantu seorang kelas menengah.


''Karena aku tak mau bila ada gosip miring tentang keluargaku,apa mama mau bila diterpa gosip bila papa bangkrut karena tak menggelar resepsi putrinya?'',ucap Papa Adi menyudutkan mama Ratih,mama Ratih hanya berdecak kesal.


''Kan belum sempat fitting baju,dan apalah apalah'',gerutu mama Ratih.


''Ma,tinggal hubungi butik langganan mama serta tante Selly yang WO itu'',ucap Safira,membuat mama Ratih tersenyum.


''Furqon kamu jangan coba-coba kabur bila tidak keluarga mu bisa hancur'',ancam papa Adi.


Furqon menelan salivanya dan mengangguk.


''Dan jangan coba-coba mendekati Ruby lagi,ingat sekarang kamu calon suami Safira'',ucap Papa Adi tegas.


Furqon mengangguk,mama Ratih menghela nafas,sedang Safira hatinya bersorak gembira.

__ADS_1


__ADS_2