
Paman Imam dan Fikri sudah berada dikediaman rumah mendiang orang tua Fikri.
''Bagaimana bu?'',tanya Fikri kepada Bu Khodijah.
''Jou harus dibawa ke luar negeri nak untuk pengobatan yang lebih lanjut,namun Keysha masih berusaha untuk mendatangkan Dokternya saja''ucap bu Khodijah,Fikri hanya manggut-manggut.
''Kasus hak asuh nya bang Jou bagaimana bu?'',tanya Fikri kembali.
''Masih tetap berjalan,ibu juga sudah merundingkan langkah apa yang akan ditempuh dengan pengacara Halimah agar Keke tetap bersamaHalimah dan Jou'',ucap bu Khodijah.
''Kecelakaannya ada unsur disengaja atau murni kecelakmaan mbak yu?'',tanya paman Imamm
''Masih diselidiki oleh Gondrong Mam,karena dari olah TKP mobil minibus seolah mengerem mendadak,dan yang mmengejutkan sang supir bisu dan sekarang buta serta patah tulang jadi tidak bisa ditanya-tanya'',jelas bu Khodijah.
Fikri dan Paman Imam hanya menghela nafas.
Di Kairo
Naima tengah fokus dengan ponselnya,dia tengah berkirim pesan dengan Vilara serta ibu Siti tentang bagaimana kondisi calon suami mbak Keysha.
"Assalamualaikum? Nai",sapa Rinan.
''Waalaikumsalam kak'',jawab Naima.
''Aku dengar calon kakak mu terkena musibah ya,aku turut prihatin dan aku doa kan segera lekas sembuh'',ucap Rinan.
''Terimakasih kak atas doa nya'',ucap Naima dan tertunduk diam,hanya ada hening diantara mereka.
''Ehheemm'',deheman Husna membuat Naima menoleh.
''Ya Allah Nai,bagaimana calon kakak ipar mu,dan mbak Keysha kira-kira shock tidak'',ucap Husna.
''Loh,ini calonnya abang mu apa mbak mu Nai?'',tanya Rinan bingung.
''Calon nya mbak Keysha kak,namanya bang Jou'',jelas Husna.
''Bang Jou?,kenapa seperti aku kenal ya'',ucap Rinan.
''Kak Rinan kenal?'',tanya Husna.
Rinan hanya mengedihkan bahu,namun otak nya masih berpikir,''Apa mungkin bang Jouhari?'',batin Rinan.
Rinan menoleh kearah Naima yang sedang membicarakan tentang kampus dengan Husna.
''Mau bertanya lebih tentang bang Jou namun takut privasi'',batin Rinan.
''Kak'',panggil Husna.
''Eh,iya'',
''Terimakasih sudah mengantar,dan hati-hati salam juga untuk orang tua kak Rinan'',ucap Husna,Rinan hanya tersenyum dan mengangguk.
Sedangkan Naima dia hanya tertunduk,''Ayo Nai kita masuk kelas'',ujar Husna yang sebenarnya memperhatikan pandangan Rinan.
Rinan menghela nafas kemudian pergi ke bandara untuk kembali ke tanah air.
Di dalam pesawat.
__ADS_1
''Kak'',bisik Ruby kepada Sobri yang tengah memejamkan mata.
''Ada apa?'',tanya Sobri dengan suara khas bangun tidur.
''Ruby mau ke kamar kecil'',bisik Ruby.
''Oh,ya sudah sana'',ucap Sobri memberi istrinya ruang agar bisa lewat.
Ruby berdecak,''Enggak romantis'',batin Ruby berdiri dan menuju kamar kecil.
Setelah selesai Ruby melihat suaminya yang membaca majalah bisnis.
''Baca apa kak?'',
''Tentang papa mu,disini juga memuat tentang pernikahan kakak mu,tapi kenapa pernikahan kita tidak dimuat?'',
''Karena aku bukan anaknya'',sahut Ruby asal.
''Benarkah?'',
''Kenapa?kakak menyesal menikahi ku?'',tanya Ruby.
''Tak kan ada kata menyesal bila menyangkut dirimu,menikahi mu adalah suatu anugrah dan kebahagiaan untuk ku'',ucap Sobri.
''Gombal'',ucap Ruby namun tersenyum.
''Beneran sayang",ucap Sobri merangkul pundak Ruby.
Ruby menatap mata Sobri,"Kenapa?",tanya Sobri.
"Tidak menyangka saja,dipertemukan pertama kali dari insiden kantung semar,dan sekarang hidup bersama",ucap Ruby.
"Tapi kakak tidak ada unsur balas dendam kan?",tanya Ruby sambil menyipitkan mata.
"Balas dendam dong,bukan nya kemarin kamu sudah merasakan balas dendamnya?",ucap Sobri menaik turunkan alus nya.
"Apaan sich kak",ucap Ruby bersemu malu.
"Mau lagi?",bisik Sobri.
"Iihh kakak",ucap Ruby sambil mencubit perut Sobri.
"Sabar ini masih dipesawat",ucap Sobri menggoda Ruby.
"Males lah",ucap Ruby melepas pelukan.
"Ngambek?,tapi aku suka",ucap Sobri menarik kepala Ruby agar bersender dibahunya menikmati perjalanan.
Di tempat lain.
"San,gue nebeng loe ya",ucap Rara.
"Loe sana Maya saja Ra,gue mau ke suatu tempat",ucap Santi.
"Tapi titip ini ya",ucap Rara meletakan dua manekin di jok belakang.
"Ok",
__ADS_1
"Hati-hati San,bila ada sesuatu segera hubungi gue atau Maya",ucap Rara
"Iya bawel",ucap Santi masuk kedalam mobilnya.
"San,gue ikut loe saja lah",ucap Rara setelah menutup pintu mobil belakang.
"Sama Maya saja Ra",ucap Santi sambil memasang sabuk pengaman.
"Tapi perasaan gue enggak enak,loe enggak nyembunyiin sesuatu dari kita kan?",tanya Rara yang merasa gelisah.
"Enggak bawel,mungkin perasaan loe saja karena loe laper",ucap Santi.
"Rara",panggil Maya setengah berlari menghampiri mobil Santi.
"Loh kok Santi yang bawa manekin nya?",
"Iya May,gue enggak bawa mobil",ucap Rara.
"May,gue duluan noh jaga Rara",
"Ok,hati-hati loe San",
Santi hanya mengangguk dan melajukan mobilnya.
"Loe kenapa Ra?,ngelihatin mobil Santi sampai segitunya",celetuk Maya.
"Entahlah May,menurut loe ada yang aneh enggak sama Santi apa cuma perasaan gue aja",ucap Rara menatap mobil Santi hingga tak terjangkau pandangan.
Maya menghela nafas,"Perasaan loe saja Ra,ayo kita harus menghandle onlineshop,loe udah kasih tau Santi kan buat reservasi manekinnya",ucap Maya.
"Gue lupa May,gue cuma bilang tak suruh bawa saja",ucap Rara.
Rara hendak menghubungi",Kirim pesan saja Ra,jangan ditelepon Santi nya lagi mengemudi kan bahaya",ucap Maya.
"Oh,iya",ucap Rara kemudian mengirim pesan.
Di sisi lain seorang membuntuti Santi dari belakang menggunakan sepeda motor.
"Target sudah mendekat",ucap seorang wanita.
"Sekarang",ucap Mulan saat mobil Santi melintasi belokan tiba-tiba.
Braaaaakkkk bruuuukkk.
Mobil Santi kehantam truck yang datang entah dari mana.
Mulan tersenyum dan mengambil beberapa foto mobil Santi yang hancur,kemudian mengirim kepada Rizal pemuda yang memerintahnya.
Sedangkan Rizal mendapat sebuah kiriman foto hanya tersenyum dan menunjukan kepada patner ranjangnya.
"Lihatlah honey,anak suami mu sudah mati,jadi sekarang tak akan ada yang kamu khawatirkan,harta gono gini suami mu tak akan pernah terbagi",
"Bagus,akan aku berikan yang kamu mau asal kamu puaskan aku lagi",ucap seorang wanita dan segera meraup bibir Rizal.
Sedangkan dalam kecelakan dikerumunan orang,gadis berhijab dengan dengan jalan tertatih menjauh dari tempat kejadian.
Ponselnya berdering",Sementara waktu menjauhlah nak,aku akan mengirimkan pengawal untuk menjemput mu",ucap Adi Baskara.
__ADS_1
"Terimakasih",ucap wanita berhijab yang tak lain adalah Santi.