
Di Kairo.
''Naima'',panggil Husna dan Nai menoleh kesumber suara.
Deg.
Seakan jantungnya berhenti berdetak bukan karena panggilan Husna melainkan seorang yang bersama Husna.
''Maaf Nai,aku telat karena harus menjemput saudara ku ini,''ucap Husna menunjuk seorang pria yang tak lain adalah Rinan.
''Iya enggak apa'',ucap Naima,membuat Rinan yang dari tadi tak berkedip memandang Naima yang menunduk.
''Aku tau teman ku ini sangatlah cantik,tak hanya dirimu yang memandang kagum,tapi mayoritas mahasiswa yang ada dikampus juga memandang seperti mu'',ucap Husna,membuat Nai tak berani mengangkat wajah nya,sedang Rinan masih tak percaya bila gadis cantik dan santun didepannya adalah Naima Almaira.
Saat sebuah taksi berhenti di depan Naima,
''Husna,aku sudah pesan taksi karena menunggu mu lama,jadi aku duluan saja ya,''ucap Naima
''Iya Nai,dan maaf ya,''ucap Husna dan hanya anggukan serta senyum yang diberikan Naima.
''Assalamualaikum'',ucap Naima saat masuk kedalam taksi.
''Waalaikumsalam'',ucap Husana dan Rinan,Rinan terus memandang taksi hingga tak terjangkau dari pandangan.
''Jangan dilihatin terus,saingan mu itu banyak dan berat-berat bila ingin mendapatkan hati Naima''.celetuk Husna yang seperti sudah tau banyak tentang Naima.
Rinan hanya manggut-manggut,''Cari makan yuk,aku lapar'',ucap Rinan mengalihkan pembicaraan.
''Ayo,akan aku bawa ke tempat makan favorite aku dan Naima'',ujar Husna menarik tangan sepupunya itu.
Rinan menghela nafas,
''Sekarang si kuncup bunga sudah mulai merekah dan melihatkan kecantikannya,tak ada satu kumbang pun yang tak akan tergoda akan kecantikannya,dulu saat masih kuncup aku tak menolehnya,setelah banyak saingan disitulah letak perjuangan'',batin Rinan.
''Apakah masih ada rasa itu untuk ku'',batin Rinan bertanya pada hati kecilnya.
__ADS_1
Di Kota X.
''Permisi,''ucap seorang saat mengetuk pintu Ruko.
''Iya cari siapa mas?',tanya Rara.
''Cari bu bos,nona'',ucap seorang pemuda.
''Bu bos?'',tanya Rara heran.
''Maksud saya,istri bos saya'',jelas Pemuda.
''Bos mu namanya siapa?istrinya juga namanya siapa?'',tanya Rara.
''Waduh saya lupa,saya kirim pesan dulu dengan pak bos'',ucap seorang pemuda sepertinya pengantar makanan dilihat dari seragamnya.
''Namanya bu Ruby'',ujar pegawai yang diutus Sobri mengantarkan kartu akses apartemen.
''Owwh,Ruby,kamu siapa?'',
''Sebentar saya panggilkan dulu'',ucap Rara sambil tersenyum.
''Ganteng'',gumam Rara menuju ruang atas dimana teman-temannya barada.
''Ruby,ada yang cari loe,pemuda ganteng banget'',ucap Rara.
''Jangan-jangan suami loe Rub'',ucap Maya,menbuat Ruby bergegas menemui pemuda yang dimaksud Rara di ikuti Santi juga Maya.
''Kok aku ditinggal'',gumam Rara diruangan sendiri.
Dari jarak dua meter Ruby melihat pemuda yang dimaksud Rara'',Bukan'',lirih Ruby.
''Bu boss'',ucap Pegawai,Ruby tersenyum dan mengangguk.
''Saya disuruh pak boss untuk memberikan kartu ini dan juga bekal makan siang'',ucap pegawai dengan tag name Iam.
__ADS_1
''Terimakasih,I'am'',ucap Ruby membaca tag name.
''I-am bu boss'',ujar Iam.
Ruby mengangguk,''Saya permisi bu Boss,assalamualaikum'',ucap Iam.
''Waalaikumsalam'',
''Gantengkan'',ucap Rara mengagetkan Maya dan Santi.
''Bisa enggak nongolnya lebih serem lagi'',ucap Maya.
''Hehe,maaf'',ucap Rara.
''Tapi bener ganteng juga itu cowok,itu pegawainya bagaimana boss nya ya'',ucap Maya.
''Hei ingat,boss nya itu sudah milik bu Boss,bu Boss itu sahabat kita'',ucap Santi menoyor kepala Maya.
''Iya San gue juga enggak gila kali mau jadi pelakor bisa digantung gue sama Ruby'',ucap Maya.
''Sudah ayo kerja lagi'',ucap Santi.
Sedang Ruby memegang box dan kartu akses apartemen milik suaminya.
''Ucapin terimakasih enggak ya'',gumam Ruby bingung.
''Tapi masa aku terus yang hubungi duluan'',gumam Ruby ragu.Dan akhirnya
''Nanti sajalah,mending makan dulu daripada kena maag'',ucap Ruby melangkah menuju ruang atas untuk menikmati makan siang dengan para sahabatnya.
Lain halnya Sobri yang dari tadi mengecek ponsel apakah ada pesan atau panggilan masuk namun tak ada satupun.
''Ck,kenapa enggak hubungi aku sich,''gerutu Sobri menatap layar ponselnya.
''Setidaknya tanya sudah sampai belum atau sekedar ucapan terimakasih atas perhatiannya juga enggak ada'',gerutu Sobri dengan ponsel,kemudian menghela nafas.
__ADS_1
''Mungkin istri ku masih sibuk'',gumam Sobri sambil memandangi foto nikah dadakannya di ponsel miliknya dan tersenyum.