
Naima menatap Fikri dan Vilara yang tak jauh disana,Vilara tersenyum dan mengangguk kecil membuat Naima juga mengembangkan senyum nya,''Aku akan menerima khitbah mu,namun kamu luruskan dulu permasalahan dengan Melani karena aku tak mau dia mengataiku pelakor atau sebagainya'',ucap Naima kepada Imran.
''Tentu Nai,akan aku urus semua itu dan akan aku buktikan bila aku bersungguh-sungguh untuk menjadikan mu pendampingku,''ucap Imran semangat dan bahagia bercampur jadi satu.
''Alhamdulilah'',ucap Ayah Imam,bu Khodijah,Vilara,Keysha,Jouhari,Renita serta bu Siti,sedangkan Fikri hanya menatap Naima yang tertunduk.
''Mas'',panggil lirih Vilara kepada suaminya,Fikri hanya tersenyum disaat Vilara menggenggam tangannya.
''Bahagia banget jeng kita bisa besanan'',ucap Renita kepada bu Siti.
''Iya jeng'',ucap bu Siti.
Di kota X.
Terjadi drama dalam sebuah apartemen,''Rub,tega kamu ya,tadi kamu yang menginginkannya giliran aku sudah benar-benar siap kamu nya menolak'',gerutu Sobri.
''Ruby kan hanya ingin pegang saja kak,''ucap Ruby membela,entah dinamakan ngidam atau bukan setelah mereka tiba diapartemen tiba-tiba Ruby menginginkan memegang pusaka sakti milik suaminya,awalnya Sobri menolak.
''Sayang itu berbahaya'',ucap Sobri karena dia melihat sang istri yang baru mengalami cedera dan tak ingin keblabasan,namun Ruby mengatasnamakan NGIDAM,''Hanya pegang saja kak,''ucap Ruby meminta tanpa rasa malu, akhirnya sebagai suami SIAGA Sobri pun menurutinya.
Namun karena terlalu menghayati elusan sang istri Sobri terlena saat sudah siap tempur Ruby menarik tangannya nya dan bilang.
''Sudah kak,Ruby mau istirahat capek,badannya pegel juga'',ucap Ruby santai dan merebahkan badannya diatas tempat tidur tanpa berdosa.
Demi apapun,kepala Sobri mendadak pening.
''Rub,ini namanya penyiksaan,ayo Rub udah siap ini'',Rengek Sobri.
''Tapi Ruby capek kak'',ucap Ruby.
__ADS_1
''Ck,kamu sich ngidam aneh-aneh'',gerutu Sobri.
''Aneh bagaimana?,aku kan pegang punya kakak,punya suami ku sendiri bukan punya tetangga atau bahkan punya bang Ferdi,kalau aku minta pegang punya orang lain itu baru aneh'',sewot Ruby.
Sobri menghela nafas''Iya,iya,maaf,sekarang kakak menginginkannya kamu mau ya'',pinta Sobri karena kepalanya sudah cenat-cenut.
''Tapi Ruby capek kak'',ucap manja Ruby kemudian memunggungi Sobri.
''Kamu menerima saja biar kakak yang bekerja,kamu tau menolak suami itu dosa loh'',ujar Sobri membujuk dan sedikit mengancam,membuat Ruby nampak berpikir.
Ruby berbalik menatap suaminya''Baiklah,namun sebentar saja dan pelan'',ucap Ruby membuat Sobri segera menyambar bibir ranum sang istri,memulai adegan dewasa hingga menciptakan ******* dan erangan yang memenuhi kamarnya.
Setelah menuntaskan hajatnya,Sobri mengecup kening Ruby kemudian turun mencium perut datar sang istri,''Maaf nak,papa telah mengganggu tidur mu,''bisik Sobri dan tak lupa meninggalkan ciuman disana.
Di kantor kepolisian.
''Katanya abang sudah pulang,kenapa masih disini?'',tanya David.
''Abang kerja sama dengan kami saja,tanpa terikat bawahan dan atasan'',tutur David.
''Tak bisa,aku sudah berjanji dengan diriku sendiri untuk menjaga dan melindungi orang yang menyelamatkan ku'',ujar Ferdiyan.
''Tapi bang,abang punya potensi besar untuk bisa kembali menjadi abdi negara,dengan kemampuan yang abang miliki,aku jamin pihak kepolisian akan menerima abang menjadi detektif untuk memecahkan masalah-masalah besar'',ucap David.
Ferdiyan hanya tersenyum mendengar penuturan adik sepupunya itu,''Bagiku melihat mu menjadi abdi negara sudah membuat ku bangga,biarkan aku seperti ini saja'',jawab Ferdiyan.
''Apa abang masih trauma dengan apa yang menimpa abang?'',tanya David dan Ferdi menggeleng.
''Kau tau David,dulu aku tak pernah percaya bila tuhan itu ada,namun disaat aku kritis dan tak tau kepada siapa aku meminta pertolongan,aku berdoa dalam hati bila keajaiban tuhan itu ada aku mohon berilah kesempatan hidup padaku sekali saja maka aku tak akan menyiakannya,dan disaat itu ayah Imam seperti malaikat bagiku yang memberikan kesempatan hidup'',ucap Ferdiyan.
__ADS_1
''Saat aku terpuruk karena kehilangan semua anggota keluarga ku,beliau memberi wejangan akan keikhlasan,disaat kita mengikhlaskan sesuatu yang berat maka Allah kelak akan menggantinya dengan yang lebih indah,dan benar saja aku mendapatkan keluarga kembali,ayah,ibu,kakak,bahkan adik keluarga ayah Imam memperlakukanku layaknya keluarganya,tanpa memandang status sosial dan keyakinan yang ku anut'',sambung Ferdiyan.
''Aku hanya ingin berterimakasih dengan cara ku Vid'',ucap Ferdiyan.
''Terserah abang'',pasrah David,kemudian hening.
''Bagaimana dengan tugas yang aku berikan?'',tanya Ferdiyan memecah keheningan.
''Sudah aku kerjakan bang,aku memasang kamera pengintai divilla itu'',ucap David.
''Bagus'',ucap Ferdiyan.
''Kau tau bang,ternyata kedua teman gadis yang di Villa itu cantik-cantik'',ucap David.
''Terus'',ucap Ferdiyan.
''Yah kiranya abang mau dekat dengan salah satunya'',ucap David.
Ferdiyan hanya berdecak.
''Atau jangan-jangan abang punya perasaan dengan gadis di villa itu?'',tanya David penasaran.
''Tidak'',jawab Ferdi membuat David tersenyum misterius.
''Kenapa kamu tersenyum seperti itu?jangan macam-macam'',ucap Ferdiyan.
''Hehehe,tak macam-macam bang,hanya satu macam'',ucap David membuat Ferdiyan menggelengkan kepalanya.
''Jangan mengganggu mereka,mereka itu sahabat nona bos ku,bila kamu macam-macam'',ucap Ferdiyan menaruh jari telunjuk nya dileher,David menelan kasar salivanya.
__ADS_1
''Bercanda bang,peace'',ucap David.