Jodoh Dalam Doa

Jodoh Dalam Doa
37


__ADS_3

Saat masih berpikir,suara ponselnya berdering'',Assalamualaikum,pengantin baru'',ucap bu Khodijah menggoda Ruby dalam sambungan telepon.


''Hehehe,waalaikumsalam bu'',ucap Ruby menghentikan acara makan mie nya.


''Masih dihotel?'',tanya bu Khodijah.


''Tidak bu,Ruby sudah diapartemen kak Sobri'',ucap Ruby.


''Kenapa?,apa Sobri yang tak mau lama-lama dihotel?'',tanya bu Khodijah.


''Bukan bu,bukan begitu,kak Sobri mungkin tak tega bila Ruby berada di kamar hotel sendirian'',jelas Ruby.


''Sendirian?,maksud nya bagaimana nak?,apa Sobri tak bersamamu?'',ucap bu Khodijah bertanya.


''Kemarin kata kak Sobri,ada masalah direstauran jadi harus segera pergi bu'',jelas Ruby.


''Dasar bocah tengil itu'',ucap bu Khodijah geram.


''Jangan marah dengan kak Sobri bu,Ruby tak apa disini sendiri,kemarin sebenarnya kakak berniat mengajak Ruby namun tugas kuliah Ruby sedang menumpuk banyak,jadi tak bisa ikut''ucap Ruby membela Sobri.


''Iya,sungguh beruntung Sobri mendapatkanmu nak'',ucap bu Khodijah.


''Ibu ini terlalu memuji Ruby,seharusnya Ruby yang beruntung karena kak Sobri mempunyai keluarga yang sangat sayang dengan Ruby'',ucap Ruby terharu.


''Nanti ada paket yang ibu kirim ke apartemen,''ujar bu Khodijah.


''Paket apa bu?'',tanya Ruby.


''Paket rahasia,hahaha,akan berapa hari Sobri keluar kota nak?'',ucap bu Khodijah.


''Ruby lupa tidak tanya bu,dan pagi ini pun kak Sobri juga belum kasih kabar sudah sampai atau belum'',ucap Ruby.


''Ya sudah tak apa,nanti buka paketnya bila Sobri sudah pulang ya'',ucap bu Khodijah.


''Iya bu,ibu ini membuat Ruby penasaran saja'',ucap Ruby.


''Ya sudah ibu tutup dulu,assalamualaikum'',ucap bu Khodijah.


''Waalaikumsalam bu'',ucap Ruby sambil tersenyum bahagia karena mendapat perhatian dari seorang ibu walaupun hanya ibu mertua.


Saat akan menyuapkan mie kedalam mulut,ponsel Ruby berdering kembali.


''Assalamualaikum nak'',ucap bu Siti dalam sambungan telepon.

__ADS_1


''Waalaikumsalam bu,''jawab Ruby.


''Sedang apa ini?,''tanya bu Siti.


''Hehe,sedang sarapan bu'',ucap Ruby memperhatikan mie kuahnya yang sudah mulai melar.


''Wah berarti ibu ganggu momen bersama pengantin baru ya'',Ucap bu Siti


''Tidak bu,tidak mengganggu kok'',ucap Ruby.


''Sobri mana nak,dari tadi ibu hubungi tak diangkat apa kalian sedang sibuk membuat cucu?'',ucap bu Siti.


''Uhhuk,uuhuk'',Ruby tersedak saliva nya sendiri.


''Kenapa nak?,Ruby sedang sakit ya?'',tanya bu Siti khawatir.


''Tidak bu hanya tersedak,dan kak Sobri sedang ada di luar kota bu'',ujar Ruby dengan nada yang tak enak.


''Cucu,Omg aku belum kepikiran untuk mencetaknya?'',batin Ruby.


''Benarkah?,dan kamu ditinggal sendiri begitu,kurang ajar itu anak,minta ibu ulek,kalau begitu nanti sore ibu akan menjemput mu,enak saja menantu ibu main ditinggal-tinggal begitu saja'',gerutu bu Siti.


''Tapi bu,nanti..,


''Tapi bu,nanti..


''Nanti ibu yang tanggung jawab,istri cantik masa ditinggal begitu saja,memang minta di ulek ulek itu si Sobri'',ujar bu Siti kesal.


Ruby hanya menghela nafas,''Bersiap-siap nak,nanti sore ibu jemput,udah dulu ya assalamualaikum'',ucap bu Siti.


''Baik bu,waalaikumsalam'',jawab Ruby lemas.


''Ikut mertua,kira-kira bu Siti dengan bu Khodijah sifatnya sama enggak ya,kalau tau aku tak bisa masak beliau masih sayang enggak ya'',gumam Ruby sudah tak nafsu makan,apalagi mie instant nya sudah semelar othor😁,tambah enggak berselera.


Di restauran Sobri yang tengah terlelap terganggu dering ponsel yang dari tadi menjerit.


''Hallo,Assalamualaikum'',


''SOBRIIIIIII'',pekik bu Khodijah membuat Sobri menjauhkan ponsel dari telinganya.


''Asstagfirulloh,ibu ada apa sich?'',tanya Sobri duduk sambil mengumpulkan nyawa yang belum genap.


''Ibu tanya emang seberapa genting masalah nya hingga kamu harus keluar kota dan meninggalkan istri mu sendirian tanpa memberi tahu ibu mu ini atau ibu kandung mu,untuk menemani menantu baru kami,ya Allah dosa apa yang hamba lakukan hingga mempunyai keponakan seperti mu,dan asal kamu tau kalau ibu tak menghubungi Ruby tadi mungkin ibu tak akan tau akan hal ini'',ucap bu Khodijah tanpa memberi jeda.

__ADS_1


''Maaf bu,Sobri buru-buru,dan untuk Ruby kemarin sudah aku ajak namun tugas nya banyak bu,daripada cuti untuk hari ini bukannya lebih baik cuti saat resepsi'',


''Kamu sudah beritahu Ruby belum kalau kamu sudah sampai tujuan?'',tanya bu Khodijah.


''Belum'',jawab Singkat Sobri.


''MashaAllah,Sobriii'',pekik Bu Khodijah membuat Sobri menjauhkan pobsel dari telinganya.


''Lama-lama Sobri nanti budek bu kalau ibu teriak tepat ditelinga Sobri'',ucap Sobri.


''Biarin,biarin Ruby tidak mau sama kamu lagi'',ujar Bu Khodijah kesal.


''Jangan begitu bu,kata nya mau cucu kok doain nya seperti itu,enggak baik lho bu'',ucap Sobri.


''Asstagfirulloh,boleh enggak sich ibu cekik kamu'',ucap bu Khodijah sudah emosi tingkat tinggi.


''Jangan bu,Sobri kan belum merasakan surga dunia masa sudah mau merasakan surga akhirat'',ujar Sobri.


''Makanya apa masalah yang terjadi sampai kamu meninggalkan istri mu sendirian?'',ujar bu Khodijah.


''Tapi ibu enggak boleh kepikiran ya,slow saja karena Sobri juga sudah atur strategi'',ujar Sobri.


''Memang nya masalah apa?'',tanya bu Khodijah.


''Masalah mbak Key bu'',jujur Sobri.


''Keysha?,memangnya masalah apa?,apa dia membatalkan acara pernikahannya?'',tanya bu Khodijah khawatir.


''Bukan bu,sebenarnya masalah bang Jou yang sedang mempertahankan hak asuh anaknya yang akan di rebut oleh mantan mertuanya'',jelas Sobri.


Bu Khodijah menghela nafas,''Biar ibu yang tangani,ibu akan segera kesana,kamu cepat pulang kasihan istri mu di keluarga kandungnya tak di anggap masa setelah menjadi menantu dan istri juga merasa tak dianggap,kalau tidak sekarang juga kamu pulang kesini'',ujar bu Khodijah.


''ASSSYYYAAAP komandan,Sobri akan pulang sekarang'',ucap Sobri semangat.


''Ya sudah,Assalamualaikum'',ucap bu Khodijah.


''Waalaikumsalam bu'',ucap Sobri.


''Aku beritahu Ruby dulu'',ujar Sobri mengetik pesan namun dia hentikan dan tersenyum.


''Aku beri kejutan saja,aku tak akan mengatakan bila aku pulang malam ini'',ucap Sobri menghapus ketikannya.


Kemudian menghubungi Gondrong untuk mencarikan tiket pesawat.

__ADS_1


''Jadi tidak sabar melihat wajah istri ku yang terkejut akan kedatangan ku'',gumam Sobri sambil senyum-senyum sendiri.


__ADS_2