
''Hehehe,maaf kak,tadi Ruby kaget saat didapur mengambil minum melihat orang nengendap-ngendap seperti mencari sesuatu Ruby kira maling,ya udah Ruby pukul saja pakai ini'',ucap Ruby menunjukan teflon.
''Kamu juga kenapa mau pulang kesini enggak kasih tau ayah atau ibu'',ujar ayah Imam.
''Emang nya salah anak pulang kerumah orang tua,Sobri sudah hubungi ibu tapi ponselnya mati'',
''Alasan kan ada nomor ayah,tapi tunggu.....bukannya kamu diluar kota kenapa sudah pulang dan kenapa pulangnya kesini bukannya ke apartemen'',ucap bu Siti.
''Sobri sudah pulang ke apartemen bu tapi istri enggak ada dirumah,ya sudah pulang kesini,namun apesnya bukan disambut malah disambit'',ucap Sobri melirik tajam Ruby.
''Jangan melihat menantu ibu seperti itu,lama-lama julid itu mata'',
''Ibu,anak ibu itu Sobri bukan dia'',
''Sudah,sudah sekarang obati dulu memar mu itu,nak Ruby tolong urusi putra ayah,dan sekalian bawa teflon nya,kalau Sobri marah-marah getok saja kepala nya pakai itu'',
''Siap ayah,ayo kak Ruby obati'',
''Ini nama nya kekerasan dalam rumah tangga'',
''Tapi Ruby kan mau tanggung jawab,ayo suami ku'',ucap Ruby menggandeng lengan Sobri mendorongnya masuk kamar
Ucapan Ruby membuat bu Siti dan ayah Imam senyum sambil menggeleng kecil.
''Pasangan klop'',batin ayah Imam
''Bik Nah tolong ambilkan p3k dan diantar dikamar Ruby'',ujar bu Siti.
''Baik bu,tapi ini jadi telepon polisinya tidak bu?'',tanya bi Nah.
''Enggak jadi bik'',ujar ayah Imam
''Ambilkan kotak obat saja'',sambung ayah Imam.
''Baik bu,pak'',ucap bi Nah meninggalkan depan kamar den Sobri.
Didalam kamar.
Sobri memasang wajah datar,kesal rasanya ingin memberi kejutan malah dia yang terkejut dengan aksi bar-bar istrinya.
''Kak,mana saja yang sakit sini Ruby kompres'',ucap Ruby lembut bertanya pada Suaminya,namun Sobri tak merespon.
''Kak'',panggil Ruby.
''Heem'',
''Mana?'',tanya Ruby yang merasa kasihan dan bersalah namun juga ingin tertawa sekencang-kencangnya,karena wajah memar biru bercampur hitam.
''Semuanya dari kepala sampai kaki'',ucap Sobri ketus namun bukannya takut Ruby malah menahan ketawa.
''Apa!!",tanya Sobri ketus dan Ruby menggeleng.
Tok tok tok
''Non'',panggil bi Nah.
''Iya bik'',teriak Ruby.
__ADS_1
''Enggak usah teriak-teriak,suara mu tak bisa didengar dari luar,kamar ini kedap suara'',
''Maaf kak,''ucap Ruby melangkah menuju pintu.
''Ini non kotak obat nya'',ucap bi Nah.
''Terimakasih bik'',ucap Ruby sambil tersenyum.
''Sama-sama non'',ucap Bi Nah membalas senyum Ruby.
''Sini Ruby bersihkan dulu'',ucap Ruby duduk disamping Sobri namun Sobri hanya diam.
Ruby menghela nafas,menyentuh wajah samping Sobri agar menatapnya.
''Maaf kak,Ruby tak sengaja memukul kakak,dan maaf juga Ruby pergi tanpa izin dari kakak'',ucap Ruby tulus,sambil mengoleskan obat diluka memar akibat tabokan teflon.
Sobri tanpa aba-aba memeluk Ruby erat menghirup aroma tubuh Ruby membuatnya tenang,''Aku sangat panik saat kamu tak ada diapartemen,aku bingung mencari kesana kemari hingga tanpa memikirkan lelah badan aku kesini hanya untuk menemui mu karena aku RINDU istriku,''batin Sobri kemudian memejamkan mata dan terlelap.
''Kak'',panggil Ruby karena berat menopang tubuh Sobri.
''Kak Sobri'',panggil Ruby sambil menepuk bahu namun dengkuran halus yang terdengar.
''Malah tidur'',gumam Ruby.
Ruby membiarkan sang suami namun lama kelamaan,''Berat banget'',gumam Ruby.
''Kak,sudah masuk waktu subuh,''bisik Ruby.
''Iya'',jawab Sobri melepas pelukan dan membanting tubuhnya diatas tempat tidur.
''Aaauuuwhh'',pekik Sobri.
''Pinggang ku sakit'',ujar Sobri dengan sigap Ruby membuka kemeja yang digunakan suaminya,memiringkan tubuh Sobri dan memoleskan obat.
''Mana lagi yang sakit?'',
''Sudah enggak ada,sini'',ucap Sobri menepuk samping tempat tidurnya,Ruby menurut dan ikut merebahkan tubuh nya.
''Beneran enggak ada yang sakit lagi?'',tanya Ruby.
''Beneran,''
''Ok,jangan tidur lagi kak sebentar lagi adzan subuh'',
''Iya cerewet'',
Ruby memanyunkan bibirnya,''Ruby'',panggil Sobri dan Ruby mendongak.
Cup.
''Iih,apa sich kak,main cium saja mana belum sikat gigi'',ucap Ruby.
Sobri hanya tersenyum kemudian teringat apartemen,''Kenapa barang-barang mu tak ditaruh dikamar ku,apa kamu berniat pisah ranjang dengan ku?'',tanya Sobri.
''Bukan seperti itu,hanya saja Ruby tak mau dianggap lancang'',ucap Ruby.
''Lancang bagaimana kamu itu istri ku?,apa kemarin koper mu memang diletakan dikamar itu bukan dikamar ku,kalau seperti itu berarti salah pegawaiku'',ucap Sobri.
__ADS_1
''Diletakan dikamar kakak,hanya inisiatif ku sendiri kak,jangan menyalahkan orang lain'',ucap Ruby paham akan maksud Sobri.
''Ruby'',
''Iya'',
''Boleh aku...,namun suara adzan sudah terdengar.
''Kita sholat berjamaah ya kak,dengan ayah dan ibu'',ujar Ruby,karena tadi saat memasak ibu Siti bercerita rutinitas keluarga dalah satunya bila sholat subuh mereka akan berjamaah didalam mushola yang terdapat dirumah ini,mulai dari keamanan hingga asisten rumah tangga dan yang menjadi imam ayah Imam sendiri.
Sobri mengangguk,mereka berdua setelah bebersih dan berwudhu menuju mushola disana semua orang sudah menunggu,dan hari ini Sobri lah yang menjadi imam,ada perasaan bangga yang Ruby rasa terhadap suaminya ini.
Lantunan surah yang merdu terucap dari bibir Sobri,setelah salam,dan wirid serta membaca doa.Sobri memutar badan mencium punggung tangan sang Ayah.
Selesai melaksanakan sholat subuh,sekarang yang ada dimushola hanya ayah ibu serta pengantin baru.
''Ibu,pagi ini mau buat sarapan apa?'',tanya Ruby.
''Eehheemm'',deheman Sobri membuat Ruby menatap suaminya.
''Kalian istirahatlah,sarapan biarkan bi Nah yang membuatnya'',ucap Ayah Imam dan meninggalkan mushola.
''Ya nak,sudah kamu obati luka Sobri?'',
''Belum semua bu'',jawab Sobri membuat Ruby merengut.
''Jangan sedih,setelah anak itu tidur segeralah susul ibu dihalaman belakang'',bisik ibu membuat Ruby segera mengangguk.
''Bu'',panggil ayah Imam.
''Ibu tunggu'',ucap bu Siti dengan isyarat,Ruby tersenyum.
''Ayo kita ke kamar'',ajak Sobri,Ruby mengekor.
''Apa yang dibisikan ibu hingga membuat mu bahagia begitu'',tanya Sobri saat sudah didalam kamar.
''RA-HA-SIA'',ucap Ruby.
''Aku juga bisa membisikan sesuatu yang membuat mu jauh lebih bahagia'',ujar Sobri dengan seringai.
''Benarkah,coba bisikan'',ucap Ruby penasaran.
''Lepas dulu mukena mu'',perintah Sobri.
Ruby melepas mukenanya,dengan wajah tanpa make up,rambut yang terikat asal-asalan membuat Ruby cantik natural.
''Cepat bisikan'',ucap Ruby mendekatkan telinganya walau dengan berjinjit.
''I Love You'',batin Sobri.
''Pijit aku,maka semua kode pin akan aku berikan pada mu'',bisik Sobri.
''Hanya itu?'',tanya Ruby.
''Memang nya apalagi,apa kamu berpikiran lain tentang bisikan dari ku'',ucap Sobri.
''Iya,aku berpikir suami ku akan memuji bila aku cantik atau bahkan menyatakan cinta'',batin Ruby berteriak.
__ADS_1
''Tidak,''jawab Ruby datar,Ruby menghela nafas.
''Cepat naik ketempat tidur,akan aku praktikan cara memijat ala sumo'',ucap Ruby dengan nada kesal.