Jodoh Dalam Doa

Jodoh Dalam Doa
26


__ADS_3

Kedua insan yang baru resmi menyandang status suami istri,sungkem kepada kedua orang tuanya.


''Maafin Sobri bu bila selama ini Sobri tidak pernah menurut dengan ibu,dan terimakasih telah melahirkan Sobri mencurahkan kasih sayang,restui Sobri dalam mengarungi rumah tangga dengan istri Sobri bu'',ucap Sobri membuat bu Siti segera memeluk putra nya.


''Ibu merestui semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah'',ucap bu Siti dengan air mata yang kian deras menetes.


''Amiiin'',ucap Sobri.


''Bu,Ruby minta restu agar rumah tangga yang kelak Ruby bina bisa menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah'',ucap Ruby.


''Iya nak,ibu merestui mu,jadilah istri yang sholehah,turuti perintah suami bila demi kebaikan namun tegur dia bila melakukan kesalahan,putri ibu'',ucap bu Siti memeluk erat Ruby,Ruby merasa nyaman padahal baru pertama kali bertemu dengan bu Siti.


''Ayah Sobri,''ucap Sobri namun ayah Imam segera memeluk putranya.


''Jadilah kepala keluarga yang baik dalam keluargamu,jangan pernah sekali kamu menyakiti istri mu baik itu fisik atau pun batinnya,sayangi istri mu seperti kamu menyayangi adik dan ibu mu,bila dia salah tegurlah dengan lembut,''ucap ayah Imam dan Sobri mengangguk.


''Ibu,Sobri minta maaf bila sering membuat ibu darah tinggi,namun Sobri sayang banget dengan ibu Sobri minta restu agar keluarga baru yang akan Sobri bina bisa bahagia,dan diridhoi Allah pasti nya'',ucap Sobri,dan bu Khodijah mengangguk Sobri segera memeluk bu Khodijah.


''Jadi hukuman Sobri,sudah enggak berlaku kan bu?'',bisik Sobri,dan bu Khodijah melerai pelukan dan menjewer telinga Sobri.


''Aauw,sakit bu'',ucap Sobri.


''Hukuman mu ibu ganti,harus segera memberi ibu cucu seperti baby Al'',ucap bu Khodijah lirih.


Sobri hanya tersenyum dan mengangguk cepat.


Sobri berpindah kepada mama mertua.


''Sobri meminta restu untuk membawa putri ibu untuk mengarungi bahtera rumah tangga'',ucap Sobri.


''Iya nak,sayangi putri kami seperti kami menyayanginnya'',ucap mama Ratih singkat,Sobri mengangguk.


Sobri beralih kepada Papa Adi,


''Sekarang tanggung jawab untuk melindungi dan menyayangi putri ku Ruby berpindah kepadamu nak,aku serahkan putri ku kepada mu,sayangi,cintai dia,bila kelak rasa sayang dan cinta mu sudah pudar dan tak menginginkannya kembalikan kepada papa dengan baik-baik,seperti saat kamu memintanya'',ucap papa Adi.


''Iya pa'',ucap Sobri.


Sedang Ruby,mendapat pelukan dari ayah Imam dan bu Khodijah serta sedikit wejangan.


Ruby memeluk mama Ratih.


''Ruby hanya ingin pelukan ini ma,syarat itu hanya pelukan ini,setelah ini Ruby akan menjauh terimakasih'',ucap Ruby lirih dalam pelukan mama Ratih yang nembalas pelukannya.


''Kenapa sakit hati ku'',batin mama Ratih walaupun dia mengangguk,Ruby segera berpindah kepada papa Adi.


''Papa'',ucap Ruby menghambur kepelukan papa Adi,papa sekaligus mama untuknya.


''Jadi istri yang patuh dengan suami,'',ucap papa Adi,Ruby mengangguk dengan isakan.


''Manjanya sekarang dengan suami bukan dengan papa lagi,kalau mau pergi izin dulu,hormati suamimu seperti Ruby menghormati papa,''ucap papa Adi,dan Ruby hanya mengangguk.


''Jangan menangis lagi,bahagia lah nak'',ucap papa Adi mengecup kening putri nya.


Acara nikah dadakan ditutup dengan acara makan-makan yang dipesan oleh papa Adi dan obrolan ringan.


''Besok bapak akan segera urus surat-suratnyanya,nanti bila sudah siap bapak akan kabari nak Sobri'',ujar wali Kota X.


''Baik pak'',ucap Sobri sambil melirik Ruby yang kini telah sah menjadi istrinya mengobrol dengan kedua ibunya.


''Malam ini Ruby tidur dengan ibu ya'',pinta bu Khodijah dengan Ruby,dan Ruby hanya tersenyum.


''Biarkan Ruby tidur dengan Sobri mbak yu,ini kan malam pertama mereka'',ucap bu Siti,ucapan bu Siti membuat Ruby deg-degan.

__ADS_1


''Kita kerjain dulu Sobri nya,kapan lagi coba ngerjain anak itu'',ucap bu Khodijah.


''Tapi mbak yu apa enggak kasihan Sobri butuh istirahat,mbak yu pasti juga lelah dari sejak datang belum istirahat'',ucap bu Siti.


"Ck,kamu ini penakut",cibir bu Khodijah


"Bukan penakut mbak yu,tapi ingat umur kita ini sudah nenek-nenek",ucap bu Siti.


Bu Khodijah mendengus sedang Ruby ingin sekali tertawa melihat perdebatan duo ibu ini tapi takut tak sopan.


"Ruby bisa ikut mama sebentar",ucap mama Ratih.


"Bu,Ruby ikut mama sebentar ya",izin Ruby kepada bu Siti dan bu Khodijah.


Ruby mengikuti mama Ratih,setelah ketempat yang jauh dari keluarga besan mama Ratih berhenti.


"Ada apa ma?'',tanya Ruby.


''Apa syarat yang ingin kamu berikan ke mama?'',tanya mama Ratih.


''Ruby hanya ingin pelukan dari mama dan Ruby sudah mendapatkannya'',ucap Ruby sambil tersenyum.


''Hanya itu'',ucap mama Ratih heran.


''Iya ma,mama hanya ingin memastikan itu kan,kalau begitu Ruby mau menemui ibu mertua Ruby takut beliau menunggu'',ucap Ruby dan membalikan tubuh,namun Ruby kembali menghampiri mama nya dan meraih tangan sang mama untuk dicium.


''Assalamualaikum ma'',ucap Ruby dan segera melangkah pergi.


''Waalaikumsalam'',lirih mama Ratih menatap punggung Ruby yang kian menjauh.


Entah kenapa ada rasa sesak saat Ruby berpamitan tadi.


''Ma,''panggil papa Adi.


''Mama sedang apa disini?'',tanya papa Adi.


''Mama nunggu papa,mama cariin dari tadi'',ucap mama Ratih bohong.


''Papa nganter pak wali kota dan pak ustadz,kenapa mama tidak gabung dengan besan'',ucap papa Adi.


''Udah tadi pa,mama capek mau istirahat,mama kekamar dulu ya'',ucap mama Ratih.


''Pamit dulu dengan besan ma,''ujar papa Adi.


''Ya udah ayo'',ucap mama Ratih.


Papa Adi dan mama Ratih menghampiri keluarga ayah Imam Wijaya.


''Iya ini sudah larut waktunya istirahat'',ucap ayah Imam.


''Silahkan besan kalau mau istirahat,sudah disediakan kamar oleh hotel ini'',ucap papa Adi.


''Terimakasih Di,padahal rencananya kami mau pulang keapartemen nya Sobri",ujar ayah Imam.


''Untuk malam ini,menginap lah dihotel ini Mam,bahaya juga bila mengemudi malam hari,''ucap papa Adi dan ayah Imam mengangguk.


''Ini pass card khusus pengantin baru'',ucap papa Adi menyerahkan kepada Sobri.


''Terimakasih pa'',ucap Sobri.


''Ruby segera istirahat nak'',ujar papa Adi.


Akhirnya para orang tua memasuki kamar masing-masing sedangkan Ruby mengikuti Sobri dari belakang menuju kamarnya.

__ADS_1


''Ck,suami enggak peka,istri kesusahan jalan gini,digandeng kek,apa digendong,biar romantis kek,ini boro-boro ngelirik aja enggak'',gumam Ruby ngedumel sambil berjalan.


Bruukk,Ruby menabrak punggung Sobri.


''Udah sampai kak?'',tanya Ruby.


''Iya'',jawab singkat Sobri kemudian membuka pintu kamar hotel,Ruby mengikuti dari belakang saat melihat tempat tidur buru-buru Ruby duduk.


''Sakit nya kaki ku'',keluh Ruby.


''Aku mandi duluan'',ucap Sobri segera masuk kedalam kamar mandi.


''Ck,istri ngeluh sakit,diperhatiin kek,ini nyelonong aja,aduh lecet kaki ku'',gumam Ruby melepas highhells nya.


Tok tok tok


Ruby membuka pintu kamarnya.


''Ibu'',


''Ikut ke kamar ibu sebentar'',ucap bu Khodijah menarik tangan Ruby.


Dikamar bu Khodijah memberikan hadiah kepada Ruby satu set perhiasan yang sama persis dengan punya Vilara.


''Ini cantik sekali bu,terimakasih'',ucap Ruby memeluk bu Khodijah.


''Ini hadiah dari ibu juga'',ucap bu Siti memberikan kalung miliknya,kalung dari almarhum mertuanya dulu.


''Terimakasih bu,tapi apa ini tak terlalu berlebihan bu?'',tanya Ruby.


''Tidak sayang,jaga baik-baik ya'',ucap bu Siti dan Ruby mengangguk bahagia.


''Serasa mempunyai dua ibu'',batin Ruby.


Sedang dikamar Sobri,yang baru keluar dari kamar mandi celingak celinguk mencari Ruby.


''Kemana perginya gadis ugal-ugalan itu'',gumam Sobri,namun melihat sandal serta dompet pemberiannya masih dikamar.


''Ah sudah lah mendingan aku tidur,capek banget ini badan'',ucap Sobri merebahkan badannya keatas kasur tak berapa lama hanya dengkuran halus yang terdengar.


Ruby masuk kembali ke kamarnya dengan membawa hadiah dari kedua ibu mertuanya,senyum bahagia menghiasi bibirnya.


Ruby melihat Sobri si kantung semar tengah tertidur,terdengar dari dengkuran halus nya,perlahan Ruby naik keatas tempat tidur dan membuka isi dompet sang suami yang menjadi maharnya.


Ruby mengeluarkan beberapa lembar uang ratusan ribu,serta kartu Atm dari yang berwarna biru,orange,silver,gold,hingga hitam.


Ruby menghitung lembaran uangnya.


''Satu,dua,tiga,empat,lima,enam,tujuh,lapan,sembilan,sepuluh,dua juta lumayan'',gumam Ruby.


Kemudian memegang kartu-kartu Atm nya.


''Percuma dapat kartu tapi enggak tau kode pin nya'',gumam Ruby.


''Laksanakan tugas mu dulu sebagai istri,baru aku kasih tau kode nya'',ucap Sobri,membuat Ruby spontan menengok kebelakang mendapati Sobri yang tengah duduk dan tersenyum mengerikan.


...****************...


Halo-halo para readers terimakasih untuk para readers setia JDD,jangan lupa like,vote dan coment ya🤗🤗🤗,


lov you to you to you untuk kalian semua😘😘😘😘.


Bila penasaran ikuti terus cerita nya....

__ADS_1


__ADS_2