Jodoh Dalam Doa

Jodoh Dalam Doa
25


__ADS_3

''Nak'',tegur papa Adi,namun lengan papa Adi dipegang oleh ayah Imam,


''Syarat apa yang ingin nak Ruby ajukan?",tanya ayah Imam.


Ruby menelan salivanya,


''Ruby ingin malam ini melaksanakan akad nya,dan setelah Ruby menjadi istri Ruby masih diizinkan kuliah disini'',ucap Ruby mantab.


''Tapi by,kenapa harus sekarang akad nya,bagaimana dengan dokumen-dokumen nikah nya,kami orang tua juga ingin menggelar pesta untuk hari bahagiamu,pakai otakmu sebelum bicara'',ucap mama Ratih,dia bicara seperti itu karena takut bila calon besan menganggap keluarga terpandang seperti mereka ini aneh,apalagi belum lama putri sulungnya menikah terburu-buru dan ini putri bungsu nya ingin nikah dadakan.


''Tak apa bu Adi,akad dilaksanakan sekarang,baru resepsinya dipikir belakangan bukankah tidak baik menunda perkara atau rencana yang baik,bagaimana Sobri apa kamu siap?'',ucap ibu Khodijah.


''Sobri selalu siap bu'',ucap Sobri menatap kearah Ruby,Semua terdiam sesaat.


''Nah,sekarang ayo kita mulai,Imam dan pak Adi segera cari saksi'',ucap bu Khodijah(semangat 45 ya bu),Adi Baskara segera menghubungi walikota X,


''Nak Ruby ingin mahar berapa atau apa?'',tanya ayah Imam.


''Ruby ingin semua yang ada didompet kak Sobri'',ucap Ruby melirik Sobri yang berekspresi sedikit kaget,''Pasti akan menolak'',batin Ruby.


''Apa kamu sanggup nak?'',tanya Ayah Imam,Sobri segera mengeluarkan dompet dari saku celana nya.

__ADS_1


''Sanggup ayah'',ucap Sobri,sambil melirik Ruby yang nampak menghela nafas,Sobri tersenyum tipis.


''Gadis ugal-ugalan,tunggu aku akan membalasmu'',batin Sobri.


''Adi saksi nikah nya sudah ada?'',tanya ayah Imam.


''Akan segera datang'',ucap Adi melihat Imam dan menoleh menatap putri bungsu nya sendu.


''Ayo Siti dan Bu Adi kita bawa Ruby ke kamar hotel untuk sedikit memolesnya'',ucap bu Khodijah sumringah,bahagia hatinya bersorak sorai bagai lebaran campur agustusan.


Begitu juga dengan bu Siti,dia seperti sudah begitu dekat dengan Ruby rasa bahagia tengah menyelimuti hatinya,namun lain halnya dengan Mama Ratih yang masih sedikit was-was akan syarat yang diajukan Ruby saat dia menemui nya.


Ruby?jangan tanya perasaannya,dia sendiri saja bingung mau mengekspresikannya,mau bahagia tapi dia tak bahagia,mau sedih tapi kenapa harus sedih atau mau biasa saja tapi tak enak hati dengan kedua orang tua nya serta kedua calon mertua nya.


Ruby disandingkan dengan Sobri setelah sedikit dipoles natural dengan baju kebaya entah dari mana asalnya.


''Nak Sobri sudah siap?'',tanya pak ustadz.


''Inshaallah'',ucap Sobri.


''Pak Adi Baskara apa anda siap?'',tanya pak Ustadz

__ADS_1


''Inshaallah siap'',ucap papa Adi.


''Kita mulai'',ucap pak Ustadz,Sobri segera menjabat tangan pak Adi Baskara.


''Bissmillahirohmanirohim,Saya nikahkan dan kawinkan putri saya Ruby Assyifa dengan mu Sobri Hidayat bin Imam Wijaya dengan mas kawin isi dompet mu dibayar tunai'',ucap papa Adi.


''Saya terima nikah dan kawinnya Ruby Assyfa binti Adi Baskara dengan mas kawin Isi dompet ku dibayar tunai'',ucap Sobri dalam satu tarikan nafas.


''Bagaimana saksi?'',ucap Ayah Imam


''SAH'',ucap semua yang ada didalam ruangan.


''Alhamdulilah'',ucap Syukur.


Ruby meneteskan air mata,walaupun terkesan mendadak tapi didalam hati Ruby merasa lega.


''Nak Sobri serahkan mahar nya kepada nak Ruby,''ucap pak Ustadz.


Sobri menyerahkan dompet nya kepada Ruby.


''Nak Ruby,cium punggung tangan suami mu'',ucap pak Ustadz dan Ruby menurut,saat Ruby mencium punggung tangan Sobri,Sobri merasakan sesuatu yang hangat mengalir dalam tubuhnya.

__ADS_1


''Sekarang kalian sah menjadi suami istri'',ucap pak Ustadz.


__ADS_2