Jodoh Dalam Doa

Jodoh Dalam Doa
36


__ADS_3

Setelah sampai didepan sebuah gedung menjulang tinggi.


''Mau gue anter sampe depan depan pintu apartemen apa nyampe sini saja?'',ucap Maya.


''Sampai sini saja May,dan thanks ya,assalammualaikum'',ucap Ruby kemudian turun dari mobil.


''Waalaikumsalam,hati-hati'',ucap Maya sambil tersenyum saat Ruby menoleh kearahnya.


''Waktunya gue yang bilang hati-hati'',ucap Ruby,terus melambaikan tangan sebelum Maya melesat dengan mobilnya.


Ruby menghela nafas menaiki lift menuju apartemen Sobri saat memasuki apartemen suaminya.


''Ini mewah banget'',ucap Ruby.


''Tapi wajar lah,kantung semar,''ucap Ruby tersenyum mengingat siapa Sobri kemudian dia berjalan menuju kamar.


Terdapat dua kamar yang berhadapan.


''Kamar ku yang mana?'',gumam Ruby,kemudian memasuki kamar.


''Tapi barang-barang ku tak ada disini'',ucap Ruby sambil melihat isi kamar tersebut yang bernuansa putih,seperti tak pernah ditempati.


''Berarti kamar yang satunya'',ucap Ruby melangkah menuju kamar satunya.


''Kan benar ini kamar ku'',ucap Ruby saat melihat koper miliknya terletak disudut.


''Tapi kenapa aroma kak Sobri disini'',ucap Ruby mencium parfum khas Sobri suaminya.


Ruby meneliti semua yang ada dikamar,''Ini pasti salah kamar,mendingan aku pindah kamar saja daripada dibilang lancang'',ucap Ruby menarik koper dan menuju kamar satunya,karena kamar bernuansa abu-abu yang ditinggal Ruby itu sudah diyakini Ruby pasti milik suaminya.


Ruby mulai menata pakaian dan segala barangnya,''Akhirnya selesai juga,tinggal mandi dan istirahat'',ujar Ruby.


Ruby selesai bebersih mengambil ponselnya.


''Selamat istirahat kak,good night'',tulis Ruby dan mengirim kepada suaminya,saat menunggu balasan.


''Bodoh,kan tadi kak Sobri bilang kalau pagi sampainya'',gumam Ruby menoyor kepala nya sendiri.


''Aakkhh,ternyata status ku sudah berubah,tapi tetap saja sendiri,''gumam Ruby menyadari bahwa setelah ini dia akan menjauh dari keluarganya.


''Tak apa Ruby,kamu kuat,kamu bisa,ingat masih ada keluarga suami mu,mereka lebih menyayangi dan menghargaimu daripada keluarga kandung mu sendiri'',ucap Ruby menyemangati diri sendiri.


Kemudian karena lelah Ruby terlelap.Sedangkan Sobri tak bisa memejamkan mata,''Kalau bukan karena mbak Key,aku tak akan pergi'',ucap Sobri gelisah.


''Ayo mata cepat tidur,setelah sampai cari solusi selesaikan masalah dan pulang menemui istri'',gumam Sobri.


Pagi hari.

__ADS_1


Sobri sudah berada dikota dimana Keysha berada.''Pagi boss,dan selamat atas pernikahannya'',sapa Gondrong sang anak buah.


''Terimakasih,bagaimana tentang masalah mbak Key?'',tanya Sobri setelah maauk kedalam mobil.


''Sebenarnya masalah itu masih belum diajukan ke pengadilan,namun dari kita bila calon non Key tak bisa menyelesaikannya kita sudah siap debgan strategi bos'',jawab Gondrong sambil mengemudi.


''Ck,jadi untuk apa aku ada disini kalau kalian sudah mengurusnya,menyebalkan sekali mbak Key itu'',gerutu Sobri dan Gondrong hanya diam dan fokus dengan jalan.


Saat mengaktifkan ponsel satu beberapa pesan masuk namun satu yang sangat mencolok,satu pesan dari gadis ugal-ugalan.


''Selamat istirahat kak,good night'',ucap Sobri lirih namun mampu membuat senyum terukir dibibir,rasa kesal yang tadi menyelimuti hati seketika menguap berganti dengan rasa sayang.


Dan perubahan wajah dari kesal menjadi cerah tak luput dari pandangan Gondrong.


''Drong,aku harus balas apa jika istri ku mengirim pesan tadi malam menyuruh ku istirahat namun aku baru baca pagi ini?'',tanya Sobri antusias,entah mengapa dia mendadak jadi bodoh.


Gondrong berpikir sejenak,''Bilang maaf saja bos,baru bisa membalas'',ucap Gondrong.


''Ck,itu kalimat biasa saja tak romantis'',cibir Sobri.


''Apa aku harus istirahat lagi ya agar istri ku tidak merasa kecewa'',ujar Sobri sambil berpikir.


''Itu juga ide bagus bos'',ucap Gondrong.


''Ck,dasar tak punya inisiatif'',cibir Sobri,


Sedangkan Keysha saat ini sudah berada direstauran menunggu Sobri.


''Mbak udah lama?'',tanya Sobri saat masuk kedalam ruang kerjanya.


''Baru saja'',ujar Key.


''Sekarang apa?,Sobri sudah disini'',


''Kita menunggu dulu'',


''Ck,kalau tau begitu Sobri tak akan buru-buru kesini''.ucap Sobri.


Plak


pukulan tepat mendarat dikepala Sobri.


''Kalau bukan kamu yang membantu mau siapa lagi,''ucap Keysha,Key tak mungkin meminta bantuan Fikri,karena Key tak mau membebani pikiran adiknya itu.


''Iya mbak'',pasrah Sobri.


''Ruby mana?'',tanya Key clingak-clinguk.

__ADS_1


''Ruby,Sobri tinggal'',jawab santai Sobri.


''Apa!!,Sobri walaupun kalian itu dijodohkan namun tetap saja status Ruby itu istri kamu,setidaknya dimana pun kamu berada ajaklah istrimu agar dia merasa diperhatikan dan dianggap'',ucap Keysha menasehati.


Sobri menghela nafas.


''Mbak Key,Ruby sudah aku ajak namun dia masih banyak tugas kuliah,daripada cuti hanya untuk hal tak berfaedah begini..''''',ucap Sobri belum selesai namun dipotong oleh Keysha.


''Apa tak berfaedah katamu?'',tanya Keysha emosi.


''Salah lagi'',ucap Sobri.


''Memang kamu salah'',ucap Keysha ketus.


''Intinya ISTRI ku,cutinya nanti waktu acara resepsi saja,sudah kan Sobri mau istirahat dulu capek'',ucap Sobri menjatuhkan tubuh diatas sofa panjang.


Dikediaman Jouhari.


Pagi-pagi sudah ada keributan,karena Bu Sora ingin membawa Keke dan menyerahkan surat tentang penangguhan hak asuh anak.


''Saya hanya ingin membawa cucu saya untuk jalan-jalan,kenapa kalian menghalangi'',bentak bu Sora.


''Saya bukannya menghalangi jeng,tapi jeng lihat sendiri Keke ketakutan'',ucap bu Halimah mendekap cucunya.


''Saya hanya ingin Keke terbiasa dengan saya bila nanti hak asuh jatuh ketangan saya'',ujar bu Sora.


''Anda jangan terlalu percaya diri,disini saya ayah kandungnya masih hidup jadi hak asuh Keke tak bisa dialihkan kepada siapa pun'',ucap Jouhari.


''Lihat saja nanti'',ucap bu Sora sengit.


''Keke sayang,oma pulang dulu ya'',ucap bu Sora mengelus rambut cucunya namun Keke enggan untuk menjawab atau melihat bu Sora,dengan rasa kesal bu Sora meninggalkan tempat itu.


''Nenek,Keke enggak mau dengan oma itu'',lirih Keke.


''Iya sayang,Keke akan tetap dengan Nenek,ayah serta bunda,jadi berhenti menangisnya'',ucap Bu Halimah,Keke mengangguk.


''Jou,kamu harus cepat menyelesaikan masalah ini,ibu tak mau karena hal ini psikis Keke terganggu'',ucap bu Halimah sambil menggendong Keke.


''Jou akan usahakan bu'',ucap Jou mengambil alih gendongan Keke.


''Keke putri ayah,Keke anak ayah'',ucap Jou memeluk Keke erat.


Di apartemen.


Ruby baru saja membuat mie instan,sebenarnya banyak bahan masak yang ada dikulkas namun karena tak bisa masak mie instan tujuan akhirnya.


Sambil mengaduk mie kuah dan bumbunya,''Kira-kira kak Sobri keberatan enggak ya kalau aku enggak bisa masak?'',gumam Ruby menyuapkan mie kedalam mulut menikmati lezat nya mie sambil berpikir.

__ADS_1


__ADS_2