
Tiga jam kemudian Sobri dan Ruby sudah berada dikota X,tak hanya mereka berdua tapi juga Ferdiyan turut bersama mereka.
"Kak,"panggil Ruby.
"Heemm",Sobri tetap fokus dengan ponselnya.
"Aku mau jagung bakar",pinta Ruby.
"Drong",ucap Sobri.
Ferdiyan segera berhenti didekat penjual jagung bakar,saat Ferdiyan hendak turun sedang Sobri sibuk dengan ponsel nya dicegah oleh Ruby.
"Bang Fer tetap ditempat",ucap Ruby.
"Tapi Non",bingung Ferdiyan,Sobri pun menoleh kearah istrinya.
"Kak,ini anak bang Ferdi apa anak kakak?",tanya Ruby.
"Ya jelas anak ku dong sayang",jawab Sobri.
"Jadi?",tanya Ruby.
"Apa?",ucap Sobri tak mengerti maksud Ruby.
"Kakak yang seharusnya memenuhi keinginanku bukan bang Ferdi",ujar Ruby.
"Baiklah",ucap Sobri mengalah.
"Ayo gondrong kau ikut aku",ajak Sobri.
"Kenapa bang Ferdi harus ikut?",tanya Ruby.
"Karena aku tak ingin istri ku berduaan dengan orang lain",ujar Sobri santai membuat Ruby menganga tak percaya.
"Dasar posesif",batin Ferdiyan namun tetap mengikuti langkah dang bos.
__ADS_1
Di sebuah cafe dua gadis cantik hanya saling menghela nafas saat Ruby mengirim pesan dia sudah kembali ke kota X.
"Apa kita bisa melaksanakan misi ini May?",tanya Rara.
"Entahlah Ra",ujar Maya.
"Gue merasa gugup May",ucap Rara gelisah.
"Loe yang gesrek saja bisa gugup apalagi gue yang waras",ucap Maya.
"Maya",pekik Rara tak terima membuat Maya terkekeh.
"Hehe,just kidding baby",ucap Maya.
"Ck,tapi royalti yang ditawarkan Santi lumayan",ucap Rara.
"Ini otak kalau sudah tentang cuan langsung cepat,tanpa memikirkan resikonya heran gue sama loe,",ucap Maya.
"Hehehe,namanya juga cewek May,ngomong-ngomong Ruby sudah sampai belum?",tanya Rara
"Coba loe hubungj",ucap Maya.
"Asslamualaikum,loe sudah sampai Rub?",tanya Rara.
"Walaikumsalam sudah Ra?gue rindu sama kalian",ucap Ruby.
"Kita juga rindu dengan loe",ucap Maya.
"Besok kita kumpul yuk,gue ada sureprize buat kalian berdua",ujar Ruby bahagia.
"Boleh,kira-kira apa surprize nya jadi penasaran gue",ucap Rara dan diangguki Maya.
''Kalau gue bilang sekarang bukan kejutan namanya'',ucap Ruby.
''Hahaha,iya-iya'',ucap Maya.
__ADS_1
"Udah dulu ya,suami gue udah dateng",ucap Ruby.
"Ok,bye assalamualaikum,"salam Rara dan Maya.
''Waalaikumsalam'',ucap Ruby mematikan panggilan videonya.
Di kediaman Fikri.
Naima tengah tercengang,"Masha Allah, tak sangka jeng kalau nak Imran ini anak jeng",ucap bu Siti.
"Iya jeng Siti,saya pun juga tak menyangka bila gadis yang disukai Imran itu putri jeng",ucap Renita sumringah.
"Suka?",tanya bu Siti menatap Imran yang tersenyum sedang bergantian menatap Naima yang menggeleng kecil.
"Iya jeng,kami datang kesini untuk bisa menjalin silaturahmi yang lebih erat",ujar bu Renita.
"M-maksud jeng Reni?",tanya bu Siti.
"Saya Imran ingin mengkhitbah Naima Almaira bu",ucap Imran mengutarakan maksudnya.
"Untuk itu keputusan ada pada putri kami nak,"ujar ayah Imam.
"Bagaimana nak?",tanya bu Siti kepada Naima.
"Aku masih ingin melanjutkan pendidikan ku,tanpa ada ikatan yang menghalangiku",jawab Naima.
"Aku bisa menunggu hingga kamu lulus Nai",ucap Imran sungguh-sungguh namun
Naima hanya tersenyum tipis.
"Kau bisa menunggu ku tapi bagaimana dengan gadis yang juga menunggu mu?",ucap Naima.
"Gadis?,gadis siapa nak?",tanya bu Renita kepada Imran.
''Nai,kalau yang kamu maksud Melani,memang kami dijodohkan dulu waktu kami kecil saat ayah ku masih ada,tapi bila salah satu menolak maka perjodohan dibatalkan'',jelas Imran.
__ADS_1
Naima terdiam.
''Jadi bagaimana keputusan mu nak?,kamu terima apa tolak niatan nak Imran?'',tanya ayah Imam sambil menatap putrinya.